
Tangan piawai Diana bergerak lincah mengukur ukuran untuk memasangkan korset Victoria. Diana menatap lekat pinggang dan perut Victoria yang menurutnya menjadi jauh lebih bulat dan berisi.
"Kau benar-benar memakan apapun Vic, perutmu jadi lebih bulat berisi"
"Tentu saja, mulai tahun depan menu makanku akan di atur. Ck! aku harus menikmati apapun dengan puas selagi aku bisa"
Diana terkekeh halus
"Bahkan nanti saat kau naik ke atas tahta, menu makanmu akan jauh lebih ketat. Bersiaplah jika aku akan menjadi tegas padamu"
Dengan malas, Victoria memutar bola matanya
"Ya ya ya.... Terserahlah"
Kembali Diana hanya terkekeh halus. Sambil terus mengerjakan pekerjaannya.
---0000---
Dengan tenang Victoria duduk santai di ruang kerja Raja Geoge sambil bekerja, sesekali bibirnya tersenyum geli karna melihat Carl, Lucas dan Gregory yang sibuk memeriksa kado yang datang ke istana. Mereka sangat berisik dengan sesekali berdecak kagum, menertawakan, menghina ataupun mengatakan iri saat melihat isi kado
Banyak hadiah yang datang bahkan jika di tumpuk bisa memenuhi lebih dari dua kereta kuda megah. Semua hadiah datang dari penduduk, pedagang, pengusaha dan bangsawan kecil dari Albany itu bagian hadiah terbaiknya. Puluhan rakyat kecil di ibu kota pun tidak luput memberi hadiah sederhana tapi akan di simpan dengan baik oleh Victoria, hadiah yang mereka berikan entah kenapa terasa sangat bermakna terlebih hadiah yang mereka buat dari tangan mereka sendiri. Para bangsawan tiap wilayah juga memberikan hadiah dan ucapan. Orang-orang parlement yang Victoria tidak kenal ternyata juga mengantar hadiah, tapi yang membuat Victoria cukup terkejut karna dia juga mendapat hadiah dan ucapan dari bangsawan petinggi istana. Yang selama ini dia pikir tidak sedikitpun memihaknya bahkan mungkin membencinya terlebih semenjak dia sering merombak semua rencana mereka dan memukul mulut mereka bahkan bersikap saat tajam saat berargumen
Meski Victoria sudah mengatakan jika tidak ingin pesta apapun, tetap istana membuat pesta. Pelakunya adalah Raja George. Dia membuat acara kecil kekeluargaan seperti pesta makan-makan untuk semua pekerja istana dan tidak melibatkan orang luar.
Suara pintu di ketuk membuat Lucas memukuli kepala Carl dan Gregory saat mereka memain-mainkan sebuah korset mewah yang di berikan oleh istri salah satu orang parlement.
Lucas dengan mengalah membuak pintu dan wajah Edward lah yang muncul sambil membawa tumpukan tinggi kotak-kotak hadiah bersama seorang kesatria
Victoria yang melirik, meja rapat panjang di ruangan sudah penuh, melihat sekeliling, ternyata ruangan yang tidak punya tempat lagi untuk meletakkan hadiah
"Letakkan di lantai saja Ed"
"Tapi ini dari para keluarga anda, Your Highness"
Victoria tersenyum hangat
"Tidak masalah Ed, semua hadiah sama"
Edward dengan patuh meletakkan tumpukan kotak hadiah yang berjumlah hampir sepuluh kotak besar, dengan kesatria di sebelahnya yang juga membawa kotak-kotak dengan jumlah yang sama banyaknya
"Anda membuat kami hari ini jadi lebih santai Your Highness"
__ADS_1
Gregory dengan mata berbinar dan kelepasan berbicara membuat kepalanya mendapatkan pukulan kuat dari Edward.
"Setelah semua hadiah terbukti aman, kalian tetap akan latihan. Jangan harap bisa lepas"
Victoria terkekeh melihat wajah Carl, Lucas dan Gregory yang langsung mencobik kesal. Mungkin mereka akan latihan saat malam menjelang karna kotak hadiah yang belum di periksa masih tersisa sangat banyak.
"Your Highness, ini kiriman dari His Highness"
Edward meletakan sebuah kotak cantik ke atas meja kerja Raja George. Victoria langsung melepaskan fokusnya dari kertas perkejaan ke kotak di mejanya
Victoria tersenyum hangat dan menggeser kotak itu ke samping meja kerja Raja George yang sedang di dudukinya
"Terimakasih Ed"
Edward hanya mengangguk tapi tidak beranjak, tidak jauh berbeda dengan tiga pria lain yang juga menatapnya dengan lekat. Victoria terkekeh geli
"Kalian ingin aku membukannya?" Mereka yang di berikan pertanyaan tidak mejawab, tapi raut wajah mereka membuat Victoria kembali terkekeh dan meraih kotak ke tangannya. "Baiklah, akan ku buka"
Dengan pelan, Victoria membuka kotak hadiah dari suaminya dan matanya langsung berbinar senang dengan bibirnya yang ikut tersenyum lebar. Melirik ke wajah para pria di depannya yang semakin tampak penasaran, Victoria mengeluarkan isi kotak dan meletakkannya ke atas meja.
Edward, Carl, Lucas dan seorang kesatria yang bersama Edward mengeryit melihat benda yang di keluarkan Victoria, sedangkan Gregory tanpa bisa menahan diri berkomentar.
Nada datar syarat akan ejekan Gregory membuat Victoria terkekeh dengan matanya yang semakin berbinar senang, tangannya menyentuh lembut hadiah itu sambil berkomentar
"Ini sangat bagus dan sangat cantik, aku menyukainnya. Sangat"
"His Highness memang sangat tidak mengerti apapun tentang wanita"
Gregory memutar bola matanya sambil kembali berkomentar, ucapan Victoria yang antusias dan senang di anggapnya sebagai formalitas keagungan seorang istri yang sedang menyelamatkan harga diri suaminya.
Bagaimana bisa seorang suami memberikan sebuah belati pada istrinya sebagai hadiah pertamanya? telepas dari seberapa cantik belati itu, tapi itu tetap belati. Itulah yang di pikirakan ke empat pria di sana tapi tidak dengan Victoria. Dia memang sangat suka dan senang dengan hadiah itu. Seumur hidup, Victoria punya segalanya, bisa memiliki segalanya dan sudah mendapatkan semua hadiah tapi, pemberian dari suaminya sangatlah spesial dan cantik di bandingkan semua kado yang datang di hari ulang tahunya
"Percayalah, aku benar-benar suka ini Gory"
Ucapan tulus dan jujur Victoria nyatanya tidak bisa membuat komentar untuk Fredrick berhenti mengalir terlebih Carl, Lucas dan Gregory bahkan kesatria yang di bawa Edward yang tidak Victoria ketahui namanya ikut berkomentar. Victoria hanya tersenyum dan kembali memfokuskan pekerjaannya.
Edward hanya memandangi dengan dalam raut wajah Victoria. Bagaimana keadaannya sekarang, bagaimana senyumnya sekarang dan bagaimana perubahannya sekarang walaupun, Edward tahu jika inilah gambaran asli Arathorn. Kemampuan serta keistimewaan seorang Arathorn. Dan Raja George, sudah memilih wanita yang tepat. Tidak hanya untuk kerajaan tapi juga anak tersayangnya.
__ADS_1
--000--
Langit sudah semakin gelap, tanda matahari akan berisrirahat dan membiarkan bulan mengambil alih tugasnya. Tapi tidak dengan Victoria yang masih berada di ruang kerja Raja George. Jika tadinya celoteh, gelak tawa dan ejekan menemani perkejaannya sekarang keheninganlah yang ada di dalam ruangan itu. Victoria duduk berdua bersama Carl di ruangan itu. Sudah beberapa menit berlalu dalam keheningan saat Carl membaca dengan baik sebuah kertas yang di berikan Victoria.
"Apa ini alasan anda mempertanyakan loyalitas saya beberapa hari yang lalu, Your Highness?"
Victoria mengangguk singkat
"Benar Carl, aku ingin tahu sejauh mana kau akan loyal pada 'tuanmu'. Walaupun aku juga bagian dari 'tuanmu' tapi seperti yang kau tahu. Permainan politik tidak kenal ampun, pilihanmu menentukan nasipmu, sama seperti ku sekarang"
Tangan Carl bergerak dan meletakkan kertas yang baru selesai di baca dan di pelajarinya
"Dan apa pilihan anda Your Highness?"
Victoria tersenyum tipis
"Kerajaan"
Carl terdiam cukup lama sambil menatap wajah manis wanita di depannya, entah sejak kapan dia selalu ingin menemani dan melindungi wanita spesial itu. Wanita yang di anggapnya sudah seperti adiknya. Wanita yang sekarang seperti wanita yang di kenalnya tapi juga seperti tidak pernah di kenalnya
"Dan jika memang nanti saya berhasil mendapatkan bukti gelap bangsawan lain dengan cara menusuk ayah saya sendiri. Apa yang akan anda gunakan dengan itu, Your Highness?"
Kembali Victoria tersenyum tipis dengan sorot mata tegas
"Mereka adalah orang-orang yang sudah melayani istana dan kerajaan dengan sangat lama. Bahkan dari jaman nenek moyang mereka. Orang-orang itu tidak mudah untuk di cari penggantinya, peran mereka sangat berguna untuk istana dan juga kerajaan. Aku hanya ingin menyimpan bukti itu, jika memang kau bisa mendapatkannya Carl"
Raut wajah Carl berubah menjadi datar dan menatap Victoria dengan lekat.
"Bukankah anda ingin memiliki bukti gelap mereka untuk membalas dendam, Your Highness?"
"Aku tidak akan pernag bisa melupakan semua rasa kesakitanku Carl. Tapi, aku juga tidak bisa merubah masa lalu" Victoria menarik nafas dalam untuk meraup keyakinannya lalu melanjutkan ucapannya. "Seperti yang ku katakan jika mereka adalah orang-orang yang berguna, untuk sekarang. Dan karna pilihan hidupku sekarang adalah kerajaan. Aku akan menggunakan bukti sebagai pegangan jika suatu hari mereka berulah agar tetap bisa menggunakan mereka hingga akhir di bawah kontrol ku, hingga tiba akhirnya kegunaan mereka selesai, aku akan menyeret mereka ke eksekusi publik, nanti. Kecuali, jika rahasia gelap mereka tidak bisa ku tolerir, detik itu juga semua bukti akan menuju parlement"
Alis Carl mengerut dalam hingga alisnya menyatu.
"Apa yang sedang anda mainkan Your Highness?"
Victoria menautkan tangannya di depan perut dan mengangkat dagunya dengan tinggi
"Welcome to the throne rules, Carl. Dimana kau harus siap untuk segalanya"
\=\=\=🎀🎀🎀🎀
__ADS_1
Ayukk jejaknya yukkk
Salam sayang semua✨