Behind The Castle

Behind The Castle
**WAR HAS COME II**


__ADS_3

Jeremmy menatap tajam semua pasukan yang terlihat panik karna kedatangannya, dengan kebaikan dan kesabarannya, Jeremmy membiarkan mereka untuk bersiap hingga... Jeremmy mengangkat tinggi pedangnya. Kedua bola mata pekatnya berkilap tajam di keheningan malam. Rambut abu-abu terangnya terus bergerak-gerak kuat saat angin semakin kencang berhembus. Bibirnya tersenyum miring dengan sorot mata yang sudah siap untuk mati.


"Demi Francia!"


"DEMI FRANCIA!!!"


Miliaran tetesan air dari langit mulai turun dengan di iringi langkah kaki kuda yang terus melaju. Suara dentingan pedang, jeritan kuda dan teriakan kesakitan tidak bisa teredam dengan baik, bahkan saat hujan terus dan terus melaju deras membasahi dunia.


Tiga titik perang memusnahan sudah di mulai, dan mereka tidak akan berhenti hingga rumah untuk orang-orang yang mereka cintai kembali aman.


--000--


Lucas membuka visor helmet-nya dan meludah di tanah yang mulai basah karna langit mulai meneteskan airnya. Senyum culas dan sorot mata siap menerima kematiannya mengkilap terang saat hujan semakin dan semakin deras. Tangannya terangkat tinggi ke atas dengan suara lantangnya yang menggelegar dan mengalahkan rintikan hujan


"Demi Francia!"


"DEMI FRANCIA!!!"


Suara hujan yang jatuh dari langit mulai pudar tertutupi suara hentakan kaki kuda. Suara hujan dan tetesan deras air hujan terus terabaikan saat pedang-pedang mulai terus berbunyi nyaring. Warna merah yang terus melayang di udara dan terus membanjiri tubuh-tubuh menggenang dan terhapus karna lelehan air langit. Mereka sudah siap untuk berjuang hingga mati, berjuang untuk masa depan orang-orang yang mereka cintai, berjuang untuk melindungi rumah mereka. Perang di titik ke empat... sudah di mulai


---000---


Edward mengeryit saat tidak menemukan orang-orang yang di carinya, orang-orang yang kabarnya akan menjadi pemimpin pasukan musuh, orang-orang yang akan menjadi santapan kegilaan. Adik-adik pangeran Mahkota Vancia, tidak menunjukkan batang hidungnya dan itu membuat Edward segera berteriak sambil mengangkat tinggi pedangnya, bahkan saat musuh belum siap. Persetan!


"Musnahkan tanpa ku!! Hancurkan semua tanpaku! lindungi rumah kita! lindungi masa depan kita! Demi Francia!"


"DEMI FRANCIA!!!"


Saat kuda-kuda pasukannya mulai melaju, Edward langsung memutar langkah kudanya untuk menuju kembali ke istana. Sudah terjadi sesuatu? atau musuh mengganti strategi mereka di saat terakhir? Kedua pangeran yang harusnya menjadi santapan anjing neraka malam ini tidak tampak, dan sudah bisa dipastikan jika mereka sedang menuju titik lain, titik yang paling mudah untuk mempercepat kemenangan mereka, rumah utama Francia, istana Rembrantd!


Edward terus melanju kencang dan membabi buta, rasa kesal dan marahnya membuat guratan kengerian tercetak jelas di wajahnya yang terus di terpa air hujan.


"Bedebah kau Vancia!!!"


Perang di titik ke lima... sudah di mulai

__ADS_1


---0000---


Hujan terus mulai meluncur dari atas langit. Keheningan dan ketengan sudah mulai di isi suara air yang jatuh dari langit. Victoria menaikkan penutup kepalanya dan mulai berjalan ke tengah tower, tempat di mana kedua matanya bisa menangkap dengan jelas suara kuat dan tegas hentakan kaki kuda yang mulai semakin mendekat. Carl ikut menaikkan penutup kepalanya dan mengikuti langkah Victoria.


"Carl"


"Iya Your Majesty"


"Mereka lebih banyak"


Carl mengangguk dan mulai terus mengedarkan arah pandangnya. Pasukan musuh dan kuda-kuda mereka memang terlihat sangat banyak, lebih banyak dari yang mereka perkirakan, bahkan terlalu banyak, dan ini... akan berbahaya


"Iya Your Majesty" Carl menjedah dan mengikuti langkah cepat Victoria yang berjalan ke arah belakang tower, untuk melihat pasukan musuh yang lain, pasukan berkuda yang baru tiba, datang untuk menghancurkan benteng ekor istana. "Apa kita akan merubah rencana, Your Majesty?"


Victoria menggeleng singkat


"Tidak, jalankan sesuai rencana"


"Baik Your Majesty"


Carl langsung berlari menuju lonceng besar istana bersama dua orang penjaga lonceng yang selalu siap untuk memberikan tanda bahaya, dan juga tanda di mulainya perang.


Dalam diam dan dalam alunan suara hujan, Victoria terus mengamati kedatangan musuh yang tampak tenang. Mereka pasti tenang karna melihat istana yang kosong dan tanpa penjagaan. Tapi, kejanggalan membuat dahi Victoria mengeryit saat dua kuda besar lain mendekat sambil membawa sangat banyak pasukan, dua kuda itu mendekat pada kuda Pangeran Marco. Victoria mencoba mengingat semua pelajaran dan pembelajaran perangnya tentang musuh, hingga akhirnya dengan cepat otak cerdasnya mendapatkan jawaban.


"Para pangeran"


Carl yang juga sudah bisa menilai kejanggalan, telebih saat ingatannya kembali teringat dengan ucapan Fredrick tentang, akan terjadi pertumpahan 'darah biru' di istana segera menoleh pada arah Victoria. Victoria terlihat masih tampak tenang dan diam di dalam derasnya hujan dan kuatnya suara hujan. Carl yakin jika Ratu cerdas mereka juga pasti sudah bisa menilai situasi. Situasi yang pasti akan mendebarkan untuknya, tapi akan menjadi pertumpahan darah besar. Istana akan banjir darah.


Kembali Victoria berjalan ke belakang tower untuk menilai siatuasi, dan keadaan di sana juga tidak jauh berbeda. Kepala dan ekor istana sudah di kepung dengan musuh yang sangat banyak, bahkan terlalu banyak. Victoria membuang nafas panjang dan mencengkam pedang Fredrick yang tersematkan di pinggangnya


"Apa yang barus ku lakukan Bash?"


Setelah selesai berucap, arah pandang Victoria langsung menangkap tower-tower kayu yang baru di bangun beberapa minggu, di bangun untuk persiapan perang dan, bibirnya tersenyum tipis


"Ok! terimakasih suamiku. Aku akan memulainya dari sana"

__ADS_1


Langkah Victoria kembali ke tengah tower. Hujan terus mengguyur bumi dan Victoria berharap jika guyurah hujan tidak ikut membawa semangat para kesatria dan prajurit. Bibir Victoria semakin tertarik ke atas saat melihat para pemimpin pasukan musuh sedang sibuk berbicara yang entah apa, Victoria tidak peduli. Persetan dengan tatakrama perang! persetan tentang etiket perang! Dengan cepat Victoria mengangkat kedua tangannya dengan tinggi dan...


TANGTANGTANGTANGTANGTANG


Dentangan panjang, kuat, dan tanpa jedah lonceng istana berbunyi. Tanda serangan di mulai.


Suara lonceng yang tiba-tiba berbunyi membuat semua musuh terkesiap dan terkejut


Victoria menurunkan satu tangannya, dengan satu tangannya yang tetap di atas, empat jarinya berdiri tegak dengan jempol terlipat ke dalam, dengan dramatis tangan dengan empat jari itu langsung turun ke depan wajahnya, mengarah tepat ke arah barisan musuh.


Tower-tower kayu yang tinggi langsung berbunyi dan tuas-tuas besar di sana bergerak. Bunyi tuas-tuas yang bergerak membawa pergerakan batu-batu besar yang langsung terlempar ke arah barisan prajurit musuh.


Carl meyeringai saat perang sudah di mulai dengan serangan mendadak yang di berikan Victoria. Batu-batu lain menyusul untuk menyapu dan menghantam barisan kuda musuh. Victoria tersenyum culas saat barisan musuh mulai terlihat panik, kepanikan mereka akan membuat kewaspadaan mereka berkurang dan inilah saatnya...


Victoria kembali mengangkat satu tangannya ke atas, dengan hanya jari telunjuknya yang tegak dan dengan dramatis kembali jatuh, jari telunjuknya jatuh tepat ke depan pasukan musuh yang terlihat masih sibuk mengatur menenangkan kuda-kuda mereka yang terkejut dan... panah-panah langsung terbang, berhamburan, mendarat dan menghujami tubuh kuda dan tubuh para penunggangnya


Victoria memutar langkahnya dengan cepat dan kembali membuat kode perintah untuk batu-batu dari tower agar tertuju ke arah musuh di ekor istana. Memberikan batu-batu besar untuk barisan yang mengepung pintu besi belakang istana.


Dalam diam dan dalam ketenangan Victoria kembali mengamati dengan cermat saat batu-batu besar terus terlempar, dan saat mulai mendapati kepanikan musuh, saatnya melesatkan hujan panah.


Carl terkekeh geli di samping lonceng yang sudah berhenti saat serangan di mulai. Ohh... ini akan sangat menyenangkan untuknya. Sudah lama dia tidak ambil bagian dalam pengamatan perang besar. Terlebih dia sedang bersama partner yang sangat menarik


"Sampai kapan panah akan terus kita hujami Your Majesty?"


Suara Carl yang tiba-tiba muncul di tengah konsentrasi pengamatannya, membuat Victoria tersentak hingga memegangi dadanya.


"Sialan kau Carl!"


Carl menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Keterkejutan Victoria membuatnya ingin tertawa. Bagaimana tidak, Victoria terkejut hanya karna kedatangan tiba-tibanya, tapi tidak tampak terkejut ataupun takut sedikitpun saat melihat musuh berdatangan, terlebih yang datang sangat jauh dari prediksi mereka.


\=\=\=🎀🎀🎀🎀


Semoga imajinasi eike bisa tergambarkan... Semoga kalian suka sama sedikit taktik action historical khayalan eike...


Hehhe..

__ADS_1


Ayukk jejaknya yukk


Salam sayang semua


__ADS_2