Behind The Castle

Behind The Castle
**'TEH PANAS' UNTUK IKATAN PENERUS TAHTA**


__ADS_3

"Jadi karna sesama manusia, saya ingin Calista juga merasakan apa yang saya rasakan"


Fredrick memperhatikan tangan Victoria yang sudah mengangkat teko, Diana mencengkam kuat roknya dengan Calista yang sudah merasakan kemarahan hingga giginya mengerutuk.


"Saya...." Victoria menjeda dan membuka tutup teko teh lalu meletakkannya dengan anggun ke atas meja, sambil melirik wajah Fredrick yang sudah mengeras dengan sorot mata yang menajam. "Saya ingin dia merasaka bagaimana rasanya terkena teh panas"


Dengan gerakan cepat Victoria mengangkat tinggi teko di tangannya tapi,


PRANKK!!!


Teko teh yang berada di tangan Victoria terlempar kuat hingga airnya tumpah dan mengenai sarung tangan serta gaunya lagi, teh jasmine yang sudah tidak sepanas teh hitam.


Victoria membelai tangannya yang cukup terasa sakit karna mendapat pukulan cukup kuat. Setelah cukup membelai tangannya Victoria tersenyum dan memutar tubuhnya menatap wajah Fredrick yang memandangnya dengan pandangan yang tidak bisa di artikan


Victoria menyilangkan kakinya dan menekuk sedikit lututnya dengan kedua tangannya yang menarik sisi roknya.


"Selamat siang Your Highness, saya mohon pamit"


"Vic......"


Victoria segera memutar tubuhnya dengan cepat mengabaikan suara Fredrick yang entah untuk apa. Dengan langkah cepat kakinya menuju pintu keluar.


"Kemari Grey!"


Diana segera berlari mengikuti langkah cepat nonannya dengan Grey yang sudah berada di sebelah Victoria.


Victoria melirik pelayan yang berkumpul di koridor pinggir, mereka terlihat bekerja tapi Victoria tahu mereka hanya berpura-pura sibuk.


Selama perjalanan Victoria hanya diam yang di ikuti Diana yang terus meliriknya, Grey selalu di sampingnya berjalan dengan anggun ketika langkah Victoria sudah memelan, Victoria memutar jalan, tidak melewati jalan tercepat yang mereka lewati saat datang tapi, dia melewati jalan yang paling terjauh dan harus melewati tujuannya, tempat rapat pemasok, dan sesuai perkiraannya di sana cukup ramai, banyak pelayan, penjaga, pedagang dan beberapa pengusaha sedang bercengkrama, mereka segera menoleh ketika Victoria muncul, kemunculannya langsung membuat semua mata tertarik, Lady anggun dan manis bertopi lebar berwarna tosca, dengan gaun indah yang kotor? berwarna senada dengan topinya, Di sebelahnya ada anjing yang mirip srigala, jenis anjing yang tidak pernah mereka lihat, anjing dengan tubuh cukup besar dan berbulu lebat cantik berjalan dengan anggun di sebelah Lady manis, di belakang Lady manis berjalan seorang gadis yang cukup cantik berpakaian pelayan, gadis bermata biru itu terus berjalan sambil menatap punggung Lady di depannya dengan wajah cemas.


Lama Victoria terus berjalan dalam diam melewati semua mata yang tertuju padanya, hingga mereka sampai di depan istana selatan, langkah Victoria kembali cepat melewati koridor, beberapa pelayan mencoba menyapa tapi Victoria tahu jika mereka hanya mencoba melegakan rasa penasaran mereka pada gaun Victoria yang kotor.


"Di, segera siapkan mandiku"


Diana segera berlari melewati Victoria saat Victoria bersuara dan saat pintu kamar Victoria terlihat, dengan cepat Diana membukakan pintu untuk Victoria.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Setelah kepergian Victoria dengan cara yang 'tidak benar' Fredrick terdiam cukup lama di halaman hingga suara gerakan Calista yang membersihkan roknya membuat Fredrick kembali ke duniannya.


"Lututku sakit sekali Fred"


Fredrick segera berlari dan mengabaikan Calista yang kebingungan karna Fredrick mengabaikannya, langkah Fredrick menuju ke pintu masuk koridor.


Fredrick masih berlari untuk menuju ke arah istana selatan, semua mata yang di lewatinya menatapnya dengan penasaran sambil memberi hormat, Fredrick mengehentikan larinya dan kembali berjalan saat sudah di depan koridor istana selatan, dengan nafas yang sedikit kacau dan perasaan yang sangat kacau dia terus berjalan hingga tiba di depan pintu kamar Victoria, menimang sebentar akhirnya Fredrick mengetuk pintu hingga beberapa kali tapi tidak ada jawaban, dia terus mencoba memanggil dan mengetuk pintu hingga seorang pelayan datang menghampirinya.


"Selamat siang Your Highness, Lady Victoria tidak ada, beliau belum kembali ke kamar"


Mendengar ucapan pelayan itu Fredrick mengusap kasar wajahnya lalu pergi kembali menuju istana barat sambil melebarkan arah pandangnya untuk mencari sosok Victoria. Tanpa terasa langkahnya sudah kembali ke istana barat, mengabaikan sekelilingnya Fredrick segera menuju pintu kamar dan membukannya dengan kasar.


"Astaga! Kau mengagetkanku Fred!"


Fredrick yang melihat Calista hanya berpakaian dalam dengan tangannya yang mencoba melepas korset segera melebarkan arah pandangnya, setelah yang di carinya tertangkap oleh kedua mata abu-abunya Fredrick melempar pakaian pelayan itu ke atas kursi


"Pakai pakaianmu sekarang dan mulai sekarang, jangan pernah masuk ke kamarku tanpa seijinku"


Calista membulatkan matanya dan menatap wajah dingin Fredrick dengan sorot mata tajam, Calista tahu jika Fredrick serius tapi dengan acuh dia melepas korsetnya hingga tubuh atasnya telanjang. Calista memutar tubuhnya dan kembali menatap wajah Fredrick yang masih menunjukkan raut wajah dingin


Fredrick mengepalkan tangannya saat Calista mendekat padanya, bagian atas Calista yang telanjang bergerak dengan bebas saat dia berjalan, Fredrick cukup tergoda dan akan selalu begitu tapi, saat ini keadaan akan menjadi lebih buruk jika mereka berakhir di ranjang. Fredrick segera memundurkan langkahnya, penolakkan lembut tapi tegas Fredrick segera di tangkap Calista


"Kau serius Fred?"


Belum sempat Fredrick menjawab ucapan Calista suara ketukan pintu terdengar


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


"FREDRICK!"


Fredrick memejamkan matanya ketika mendengar suara Edward di depan pintu, dia melirik Calista yang segera berlari menuju ranjang dan setelah tubuh Calista masuk ke dalam selimut Fredrick membuka pintu

__ADS_1


"Ada a......."


Ucapan Fredrick terhenti ketika kedua bola mata abu-abunya bertabrakan dengan ke dua bola mata abu-abu di depannya. Fredrick yang masih cukup terkejut terdorong ke dalam saat tubuh di depannya masuk melewati pintu, dengan pasrah dia membiarkan Raja George melihat isi kamarnya.


"Kau pasti sangat senang hari ini"


Calista yang mendengar suara dingin yang cukup dia kenal segera membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya tapi, arah pandangnya segera menangkap Raja George yang sedang menatap ke arah ranjang yang sedang di tempatinya


"Setelah kau mempermalukan dan menjatuhkan harga diri seorang Lady terhormat, kau langsung bermain dengan jalangmu?"


Fredrick hanya diam dan menunduk, Calista yang berada di atas ranjang mulai gemetar, ingatan masa lalunya ketika dia di seret keluar dari kamar yang sama tanpa sehelai benangpun di kulitnya membuatnya semakin gemetar.


Raja George membuang nafas panjang


"Sampai kapan lagi aku harus melihat dan mendengar keberadaan ****** menjijikan itu di istanaku Ed?"


Edward hanya diam dan menundukkan kepalanya sambil melirik Fredrick yang tampak tidak biasa, karna Fredrick tidak menjawab atau berteriak ketika Raja George menghina Calista.


Raja George mendaratkan bokongnya ketika Edward dengan cepat menarik sebuah kursi untuknya. Sambil memijat pelipisnya Raja George kembali menatap Fredrick dengan suara dinginnya yang kembali terdengar


"Pembahasan terakhir kita adalah saat Lady Victoria sudah tiba di istana, aku tidak mau lagi melihat atau mendengar kau yang masih menyelundupkan atau membiarkan jalangmu berada di rumahku dan kau menyanggupinya saat itu, lalu saat Lady Victoria sudah di sini kau masih juga melakukannya, seperti yang selalu kau lakukan, menghinaku secara terang-terangan" Raja George menjeda dan meraih sebuat buku di atas meja dengan cepat dan kuat buku itu terayun pada wajah Fredrick


PLAAAKKK!!


Tamparan dengan buku yang melayang kuat di wajah Fredrick membuat Edward semakin menundukkan kepalanya, Calista segera memejamkan matanya yang sudah berair dengan tubuhnya yang sudah masuk kedalam selimut.


"Mulai detik ini, aku tidak akan pernah lagi paduli, di sebelah barat kau bebas melakukan apapun yang kau mau, aku juga sudah lepas tangan jika suatu hari Lady Victoria akan berakhir terikat pada penerus yang lain"


Raja george melempar buku di tangannya dan segera berjalan menuju pintu tapi baru saja kakinya mendarat di depan pintu suara dinginnya kembali terdengar


"Kurasa aku perlu mengingatkan ini lagi, karna sepetinya otakmu sudah tenggelam di dalam s*la*gk*ng*n j*l**g itu" Raja George menjeda dan memutar kepalanya. "Siapapun yang berhasil terikat dengan Arathorn dan Rubens, dialah pemenangnya, detik ini juga aku membuka ikatan penerus tahta"


๐ŸŽ€รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท๐ŸŽ€


Hallo Readers... di mohon like, komen, bintang dan lope-nya yaaa....

__ADS_1


Semoga masih berminat untuk lanjut membaca


Salam sayang untuk kalian semuaโœจโœจ


__ADS_2