Behind The Castle

Behind The Castle
**BASH**


__ADS_3

"Acara yang di buat 'anak itu' sangat sukses, Your Majesty"


"Aku sudah dengar itu Nin dan ku dengar juga, dokter Lily di panggil ke kamarnya. Ada apa?"


Sambil meletakkan piring kudapan, Nina, pelayan pribadinya menjawab


"Anak itu terserang sakit lambung karna kelelahan, Your Highness"


"Begitu ya... Bagaimana menurutmu Hen?"


Henry meletakkan cangkir tehnya sambil menatap si pemberi pertanyaan. Ibunya.


"Dia sangat bekerja keras beberapa bulan ini. Dan hasilnya bisa kita lihat sendiri. Wajar jika dia kelelahan"


Ratu Elisabeth mengangguk singkat


"Simpati rakyat padanya semakin kuat. Kalangan ton juga ikut-ikutan sekarang"


"Benar ibu, dia luar biasa"


Henry tersenyum lebar sambil meraih kookies di atas piring. Ingatannya kembali saat bagaimana pertemuannya dengan 'anak itu'. Wanita manis penuh pesona yang sekarang sudah berubah menjadi cukup ganas


"Kau sangat menyukainnya Hen?"


Sambil menatap ke luar jendela, alih-alih menggigit biskuitnya, Henry malah memainkan biskuit itu di tangannya


"Bisakah aku memilikinya ibu?"


Ratu Elisabeth menyeringai dan menatap Nina yang berdiri di sebelahnya.


"Buka Drachenburg Nin"


Henry tersenyum tipis mendengar perintah ibunya pada Nina.


"Baik Your Majesty"


Ratu Elisabeth kembali menatap Henry


"Bersiaplah Henry"


"Tentu saja ibu"


--000--


Warna putih semakin tebal menumpuk di semua tempat. Pepohonan semakin memutih. Udara yang berhembus semakin kuat dan semakin dingin, menandakan jika musim salju sudah berada di puncak dan musim dingin, sebentar lagi akan tiba.


Victoria mengeratkan mantelnya, kedua bola mata sehijau daunnya menatap kolam yang mulai beku dengan es tipis. Sesekali penutup kepala mantelnye bergerak karna angin, sesekali tangan Victoria bergerak membersihkan salju yang jatuh di bahunya.


"Your Hingness, anda akan kedinginan"


Akhirnya Victoria mengangguk dan membiarkan Carl menuntun jalannya. Sudah dua minggu Victoria mengetahui jika dia hamil dan semenjak itu, dirinya menjadi sangat berhati-hati


"Saya sudah meminta seseorang untuk ke Wilayah barat lagi, Your Highness. Semua di sana berjalan dengan lancar, hanya karna jika udara sangat dingin saja yang membuat penduduk untuk berhenti melakukan pembangunan"

__ADS_1


Carl menggigit pipi dalamnya. Untuk menekan dan menahan perasaan tidak nyamannya. Dia takut jika Victoria akan menanyakan sesuatu yang tidak bisa di jawabnya


"Seperti yang ku duga. Mereka saat mencintai wilayah mereka"


"Benar Your Highness. Kabarnya mereka juga sangat antusias dan selalu bersemangat"


Victoria tersenyum hangat


"Maaf Carl, karna merepotkanmu"


Alis Carl mengerut dalam


"Anda tidak boleh meminta maaf Your Highness, Ini memang tugas saya"


Sambil terus menggamit sikut Carl, Victoria menggeleng


"Itu seharusnya bukan tugasmu Carl. Jika saja His Highness mengirimkan surat seperti sebelum-sebelumnya. Kau dan kesatria yang kau kirim tidak akan kesusahan untuk terus menerjang badai memantau di sana"


Helaan nafas panjang Carl terdengar dan menatap Victoria singkat


"Apa anda.... apa anda tidak ingin menanyakan hal lain Your Highness?"


Dengan bibir tersenyum tipis, Victoria menggeleng singkat


"Tidak ada yang perlu di tanyakan lagi, jika His Highness ingin menghilang makan dia bisa menghilang, jika dia ingin kembali maka dia akan kembali dengan sendirinya"


Ucapan Victoria yang terdengar acuh, entah kenapa berbeda makna dengan yang di tangkap Carl. Kata-kata itu terdengarkan menyedihkan dan seperti istri yang mencoba tenang di saat suaminya menghilang bahkan tanpa kabar selama berminggu-minggu.


"Iya Your Highness"


"Bawa aku ke kamar His Majesty, setelah itu tolong panggil Diana untuk menungguku di luar kamar His Majesty"


Carl mengangguk patuh


"Baik Your Highness"


Setelah mendapat perintah dari Victoria. Carl langsung membawa langkah mereka menuju ke koridor kamar Raja George. Setelah sampai, Carl langsung pamit pergi dan menjalankan perintah


Pintu yang di ketuk membuat pelayan pribadi Raja George langsung membuka pintu. Victoria masuk tanpa ingin melepas mantelnya. Sekarang sudah menjadi kebiasaannya untuk tidak melepas mentel kecuali, saat dia sedang tidak berada di kamarnya


"Selamat pagi, Your Majesty"


Bibir pucat Raja George tersenyum hangat


"Selamat pagi Putri"


Victoria langsung mendaratkan bokongnya pada kursi yang langsung di sediakan pelayan di sebelah ranjang Raja George yang sekarang, sedang terbaring lemah di atas ranjang


Sambil memperhatikan pelayan yang sedang membantu Raja George untuk minum obat, Victoria memandang dengan dalam keadaan Raja George sekarang. Keadaannya semakin memburuk dan hanya bisa terbaring di atas rajang, benar-benar terbaring karna Raja George sudah tidak sanggup lagi untuk menopang punggungnya. Tubuhnya semakin kurus hingga membuat kerutan di wajahnya semakin banyak. Sorot matanya yang selalu tegas tampak meredup dengan kelopak mata yang selalu sayu


Setelah pelayan membaringkan lagi tubuh lemah Raja George. Victoria tersenyum singkat pada pelayan yang memberikan hormat untuknya sebelum pamit dan berdiri di ujung meja


"Bagaimna kabar anda Your Majesty?"

__ADS_1


Kembali, Raja George tersenyum hangat


"Cukup beruntung karna aku masih bisa menghirup udara tahun baru. Bahkan masih bisa melewati tahun baru. Putri"


Kembali, hati Victoria tercubit. Jauh di dalam lubuk hati terdalamnya ada perasaan tidak nyaman yang di rasakannya. Tapi, untuk yang kesekian kalinya, Victoria menekan perasaan itu.


"Anda akan baik-baik saja, Your Majesty"


Raja George hanya tersenyum tipis pada perkataan basa basi Victoria. Dia juga tahu jika tidak ada yang bisa di janjikan untuk kesehatan dirinya


"Aku sudah meminta Edward untuk mencari anak bodoh itu, Putri. Tunggulah sebentar lagi, dia pasti akan kembali"


Victoria hanya mengangguk singkat. Dan kembali menatap Raja George dengan dalam


"Ada seperti sudah terbiasa kehilangannya Your Majesty"


Kepala Raja George mengangguk singkat dan memandang ke luar jendela dengan pandangan sedih


"Dulu, saat dia sedang merindukan ibunya. Dia akan menghilang berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan hingga Edward menemukannya terdampar entah itu di sebuah ista kuda, penginapan kecil atau di bangunan tua"


Victoria tersenyum geli


"Dia sangat aneh, Your Majesty"


Meski Victoria mencoba mencairkan suasana, tapi Raja George tetap memandang ke luar jendela dengan pandangan sedih.


"Aku merusaknya, Putri. Semua karna ku, karna kesalahan ku dan juga karna 'siapa' aku" Dengan bibir bergetar, Raja George menatap Victoria dengan dalam. "Dia terluka luar dan dalam, Putri. Dan apapun yang sudah coba ku lakukan, aku tetap tidak bisa meraih hatinya untuk kembali"


Bukan... bukan ini yang di inginkan Victoria. Pria yang masih sangat di bencinya bukanlah seorang pria rapuh dan menyedihkan seperti yang di lihatnya sekarang. Bahkan kedua mata tegas yang selalu mampu mengantarkan teror jika dia menginginkannya sekarang sudah tergenang air mata. Victoria tidak menginginkan ini


"Your Majesty..."


"Aku tahu, aku tahu jika aku tidak pantas untuk meninta ini padamu Putri. Karna aku juga sudah menghancurkan hidupmu tapi, sekali ini, hanya sekali ini saja...."


"Your Majesty" Victoria dengan cepat meraih tangan Raja George yang bertaut di dadanya, tangan seorang Raja yang sedang memohon padanya. "Apa yang anda lalukan Your Majesty. Anda tidak boleh seperti ini. Anda seorang Raja kerajaan ini"


Tetap dengan memaksakan tangan lemahnya, Raja George terisak dengan susah payah di sela-sela nafas beratnya, yang membuat Victoria menegang. Seorang Raja menangis di depannya? Victoria tidak bisa melihat ini, Victoria tidak menginginkan ini


"Dia masih tersesat dan aku tetap tidak bisa menolongnya Putri. Jika aku pergi nanti, dia akan sendiri. Tolong, tolong jangan tinggalkan dia. Ku mohon.... Ku mohon bimbing dia...."


"Your Majesty..."


"Anggap ini permintaan terakhir dari orang tua tidak tahu diri ini, Putri. Putraku Bash, Bash anakku, aku sangat menyayanginya"


\=\=\=💙💙💙💙


Aahh... yang ngarang siapa yang baper siapa...


Kl sdh masalah ortu tuh gampang bet baper eike. lol


Yuk jejakya yukk


Salam sayang semua✨

__ADS_1


__ADS_2