
Aron menatap Victoria dengan nanar dan Erna sudah terisak pilu sambil bertumpu di depan meja kerja Aron
"Kerajaan ingin merebut Albany dan karna William bertahan, mereka akan merebut paksa nak, dan.." Aron mendekat pada Victoria dan memegang tangan Victoria yang sudah gemetar. "His Majesty Raja George juga menginginkanmu"
Dengan air mata yang sudah mengalir deras Victoria segera menekuk lutunya di lantai sambil menautkan kedua tangannya di dada
"Saya mohon My Lord, biarkan saya ke sana, saya ingin melihat keluarga saya, saya ingin ke castle"
Melihat Victoria yang sudah berlutut, Easter yang berdiri tidak jauh dari mereka segera ikut membantu Aron mengangkat Victoria agar kembali berdiri
"Tidak bisa nak, William memintaku untuk menjagamu hingga lewat malam ini, akan sangat berbahaya untukmu jika kesana"
Victoria mengeleng kuat dan menatap Aron dengan arah pandang yang sudah buram dan pipi yang sudah basah.
"Mereka tidak akan menyakiti saya my Lord, anda mengatakan jika His Majesty menginginkan saya, mereka tidak akan menyakiti saya, saya mohon my Lord"
Erna yang sudah tidak tahan mendengar tangisan dan permohonan Victoria segera berlari pada Victoria sambil terisak pilu dan memeluk Victoria dengan erat
"Tidak nak, pesan ayah dan ibumu pada kami, kau harus di sini hingga semua kembali tenang, kau tidak akan kesana, kau punya tujuan lain nak, maafkan kami tapi ini demi kebaikanmu"
"Tidak my Lady! saya harus ke sana! saya harus melihat keluarga saya My Lady, tolong.. tolong saya"
Sambil terisak pilu, Erna menggeleng kuat dan terus memeluk Victoria yang semakin terisak di pelukkan Erna.
Aron yang sudah tidak mengerti harus bagaimana menatap putri bungsunya yang juga sudah menangis sambil menatap Victoria
"Vic... ku rasa kau harus mengikuti keinginan His Grace dan Her Grace, jika tidak mereka akan membawamu ke istana, His Majesty menginginkan sesuatu dari mu"
Aron mengangguk pada putrinya karna sudah ikut mencoba meyakinkan Victoria
Dengan cepat Victoria mengurai pelukkan Erna dan menatap Erna dengan lekat
"Lalu setelah melewati malam ini apa My Lady? mereka akan cepat mengetahui keberadaan saya dan akan memburu saya ke sini bahkan bisa juga malam ini! sekarang!"
Aron segera membalik bahu Victoria untuk menatapnya
"Perhitungan William benar jika kami membawa kalian pergi keluar sekarang, hasilnya akan sama seperti Lady Charlotte, jadi kami akan membawamu ke luar Francia besok, William sudah menyiapkan segalanya untukmu dan Lady Charlotte, sebenarnya rencana awal William, Lady Charlotte akan di sembunyikan di rumah rekan bisnis kami malam ini dan mengirimnya juga besok ke luar Francia tapi tujuan kalian akan berbeda"
"Tidak my Lord! sekarang Charlotte tertangkap! dan jika saya berhasil kabur, bagaimana dengan Charlotte dan Arthur?! Bagaimana dengan Duchy?! Itu rumah kami my Lord!! rumah Arathorn!! dan saya adalah seorang Arathorn!!!"
Aron menatap wajah penuh air mata Victoria yang sudah mengeras, kedua bola mata hijau pekatnya mengkilap penuh amarah dan keyakinan. Erna tidak menyerah dan mencoba menggenggam tangan Victoria tapi, dengan cepat Victoria melangkah mundur.
__ADS_1
"Dengan sangat saya memohon, tolong ijinkan saya keluar dari sini My Lord, cukup berikan saya kuda, saya akan pergi sendiri"
Easter yang sudah tidak kuat lagi dan juga sudah terlalu lemas untuk bisa menahan semua goncangan kenyataan segera menjatuhkan diri ke lantai, terlebih, dia sudah mengenal Victoria dari kecil dan kilapan yang di lihatnya dari ke dua bola mata Victoria sekarang menjelaskan, walau apapun yang akan terjadi, hingga badai menyerangpun Victoria akan tetap pergi.
Erna menatap Aron sambil menggeleng, Aron yang tidak tahu harus bagaimana lagi melirik putrinya yang sudah bersimpu di lantai sambil menangis menatapnya dengan ikut menggeleng kuat
"Saya mohon My Lord... walaupun nanti saya akan berakhir di tangan mereka, saya lebih memilih itu terjadi dengan perlawanan, bukan ketika saya berlari, dan jika Tuhan memberikan saya kesempatan" Victoria menjedah, tangannya mencengkam dengan kuat gaunnya dengan rahang terkatup rapat, hingga bibirnya berdesis tajam "Jika memang ada kesempatan, saya akan mencoba menyelamatkan keluarga saya dan menyelamatkan Duchy"
Dengan pasrah Aron memejamkan matanya, satu tetes air matanya mengalir dan dengan segala doa permohonannya dia meminta agar William dan Emylis mau memaafkannya
"Baiklah"
"Ayah!"
"Tidak Aron!"
Teriakan penolakan Easter dan Erna tidak merubah pikiran Aron kerika kembali melihat kilapan di kedua bola mata Victoria.
"Kami akan mengantarmu, secepat yang kami bisa"
Victoria mengangguk, suara tangisan Easter dan Erna langsung saling bersaut-sautan. Aron mendekat pada Victoria dan menggenggam tangannya dengan erat
FLASHBACK OFF
Suara isakan kuat Victoria membuat Diana dengan pelan menutup kembali pintu dan menunggu di luar pintu. Diana menekuk lututnya dan memeluk Grey yang seperti menatapnya dengan bingung
"Grey, kita harus selalu ada di sisi Victoria, kita harus selalu menemani dan melindunginya karna mungkin nanti jalan Victoria akan semakin penuh duri" Diana mengeratkan pelukkannya pada Grey dengan air mata yang sudah menetes. "Kita di sini dulu ya Grey, biarkan tuanmu puas menangis"
πππππ
"Mereka mulai mempertanyakan Your Majesty, meski pihak mereka masih percaya diri jika wanita itu tidak akan tergeserkan"
Sambil memijat pelipisnya Raja George mendengarkan semua ucapan Edward dan juga membaca semua perklamen yang ada di mejanya
"Bagaimana bisa mereka sangat percaya diri jika suatu hari nanti akan ada kesempatan untuk mereka bisa membuat wanita itu menyandang nama keluargaku"
Melihat Raja George yang sudah melepaskan perklamen di tangannya, dengan sigap Edward mengangkat teko untuk mengisi cangkir
"Bagaimana dengan si bodoh itu? apa mereka masih berkomunikasi di luar atau dari dalam?
Sambil meletakkan kembali teko Edward membuka tutup botol kecil dan menaburkan sedikit isinya ke dalam cangkir teh
__ADS_1
"Sejauh ini tidak ada Your Majesty, wanita itu terus mengirim surat tapi karna Jeremmy mendapat perintah untuk tidak memberikannya lagi, terkadang dengan iseng Jeremmy membalasnya"
Raja George segera menatap Edward dengan satu alisnya yang menukik tinggi
"Apa yang anak kaku itu tulis?"
Dengan bibir berkedut geli dan mencoba menekan kekehannya Edward membuka mulutnya
"Balasan pertama, Jeremmy meminta wanita itu untuk menunggu di sebuah tempat. Balasan ke dua, Jeremmy meminta wanita itu untuk tidak mengirim surat lagi dengan alasan karna jika semakin banyak surat yang di kirim akan semakin banyak kertas dan itu membuat pepohonan akan semakin berkurang, dan yang ketiga, Jeremmy mengatakan jika Lady Victoria lebih cantik dan lebih muda darinya"
Tanpa bisa di tahan, kekehan Raja George segera meluncur keluar dengan Edward yang juga ikut terkekeh
"Aku tidak tahu jika anak itu bisa begitu Ed, aku pikir dia hanya tahu aturan dan teori"
Edward mengangguk
"Saya juga Your Majesty, selama saya mengenal dan membimbingnya, dia murid paling kaku yang pernah saya miliki"
Cukup lama Edward memberikan cerita-cerita ringan dan humor-humor menyenangkan untuk Raja George, untuk membuat Raja George sedikit nyaman setelah banyak berpikir berat, hingga akhirnya Edward menatap Raja George dengan serius. Raja George yang melihat tatap serius Edward segera mengakkan punggungnya dan menautkan tangannya di atas meja sambil menatap Edward
"Saya sekarang jadi khawatir dengan 'anjing lain' Your Majesty, melihat bagaimana mereka saat pembersihan Albany dan bagaimana mereka memandang Lady Victoria, mungkin saja mereka nanti akan mencoba bermain-main"
"Kalau begitu tinggal selalu di pantau kan, ini istana, rumahku, walaupun ingin tapi mereka tidak akan melakukan hal berat untuk bermain dengan calon menantuku"
"Kami tidak bisa selalu memantau Your Majesty, anjing sungguhan Lady Victoria sangat waspada dan peka"
Raja George terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Edward
"Kenapa kalian yang repot dan harus berpikir Ed?"
Dengan alis berkerut Edward menatap Raja George yang berdecak kesal
"Jadi kita harus bagaimana Your Majesty?"
"Fredrick"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tombol like, komen, bintang dan lope-nya jangan lupa di tekan yaa..
Salam sayangβ¨
__ADS_1