Behind The Castle

Behind The Castle
**OBROLAN SIANG I**


__ADS_3

"Dia belum mendapatkan apapun, semua tentang castle Larina sangat rahasia dan tertutup, malah cerita yang di dapat Kelly jika pelayan di sana cuma sedikit dan berisi orang-orang dari His Majesty"


Victoria menghembuskan nafas pasrah dan mengingat kembali pesan dari aunty Jasmine-nya pada Diana yang melarang dirinya untuk mengirim pesan, bahkan meminta Victoria untuk duduk manis di istana tapi Victoria tidak bisa, rasa amarahnya masih menggebu walaupun sekarang dia sudah cukup bisa mengendalikan amarahnya, telebih rasa penasarannya yang semakin sulit dia tahan


"Selesai.... aku membuat gulungan rambutmu yang seperti biasa Vic"


Suara Diana akhirnya mengambalikan pikiran Victoria ke dunianya dan segera menatap hasil tangan Diana saat Diana mengambil cermin untuk memantulkan tampilan belakang rambutnya



"Ini bagus... seperti biasa"


Diana tersenyum lega dan segera mengambil topi untuk Victoria, karna mereka punya janji siang ini


"Ayo Vic.... mereka pasti sudah menunggu"


Dengan cekatan Diana memasangkan pita topi ke dagu Victoria, Diana memilih topi yang sedikit lebar dan tebal untuk menyesuaikan keadaan cuaca cerah musim panas, Diana harus melindungi wajah Victoria dari terpaan sinar matahari


"Apa Grey akan kita bawa Vic?"


Victoria menyeringai


-00-00-00-00-


"Selamat siang Your Highness"


"Selamat siang Lady Calista"


Henry yang akhirnya bisa melihat Victoria kembali tersenyum hangat


"Se la-lamat siang Lady Victoria"


Victoria membalas senyum hangat Henry lalu menatap Calista yang belum juga membalas sapaannya karna, Calista menegang melihat kehadiran Grey, hingga akhirnya Henry berdehem kuat yang membuat Calista kembali fokus


"Selamat siang Lady Victoria"


Dengan tanpa beban Victoria segera mendaratkan bokongnya saat kursi sudah di tarik Diana, dengan pilihanan terbaiknya, mengambil tempat di samping Calista, tentu saja Grey yang tidak di perintahkan untuk bermain segera mendekat pada kursi Victoria


"Wahh! a-apa ini anjing?"


Seruan takjub Henry membuat Victoria tersenyum


"Benar Your Highness"


Mata Henry berbinar takjub melihat bentuk Grey yang sangat anggun dan bulunya yang lebat cantik


"Bisakah a-aku memegangnya?"


Kembali Victoria tersenyum penuh arti


"Kalian harus berkenalan dulu Your Highness"


Henry segera berdiri dari kursinya sambil menatap Victoria yang berbicara pada Grey


"Grey, silahkan berkenalan dan jangan nakal yaa...." Victoria menatap Henry. "Your Highness silakan beri tangan anda"


Henry segera mendekatkan tangannya, tapi Grey terlihat enggan yang membuat Victoria menepuk pelan perut Grey


"Ayo Grey berkenalan, jangan malas"


Akhirnya Grey mulai mengendus tangan Henry, walau sedikit gugup dengan bentuk Grey, rasa kagum dan penasaran mendorong dirinya untuk maju dan mencoba dengan ragu.


Grey mendekatkan kepalanya pada telapak tangan Henry, dengan pelan dan masih sedikit takut, Henry membelai kepala Grey


"Ha-halo... namamu Grey ya... A-aku Henry.... kau cantik sekali"


Grey hanya diam dan menikmati belaian tangan Henry di kepalanya


"A-aku tidak pernah me-melihat anjing seperti ini, dari ma-mana asalnya?"


Dengan senyum yang masih tercetak di bibirnya Victoria menjawab sambil melirik Calista yang tidak bergeming di tempatnya bahkan untuk menarik nafas saja, Calista terlihat sangat berhati-hati. Victoria hampir terbahak

__ADS_1


"Dia dari benua Rusian Your Highness"


Henry mengangguk dan kembali ke tempat duduknya lalu menatap Calista yang terlihat tegang


"Cal, se-sekarang kau... berkenalanlah, anjing i-ini cantik sekali"


Dengan cepat Calista menggeleng dan menatap Victoria


"Aku sedikit alergi pada anjing, bisa katakan padanya untuk duduk di sebelah sana saja, jangan di antara kita Lady Victoria"


Mendengar ucapan Calista yang tidak bersahabat dan terkesan aneh, Henry mengerutkan alisnya tapi tidak ingin berkomentar


"Oh begitu Lady Calista"


Victoria menatap Grey


"Kesebelah sini Grey"


Dengan cepat Grey mengangkat bokongnya dari semen taman istana utama dan mengambil posisi


Melihat suasana yang mulai dingin, Henry mencoba mencari topik pembicaraan dan mencoba bertanya pada Victoria


"Apa Fred be-belum juga datang? kemana d-dia?"


Dengan acuh Victoria menjawab


"Saya juga tidak tahu Your Highness"


"Dia memeriksa keadaan ibu kota seperti biasa saat musim panas tiba, tapi Jeremmy mengatakan jika dia sudah mendapat pesan dari mu Hen"


Suara Calista yang terdengar tanpa di minta membuat Henry semakin tidak enak dan melirik Victoria yang terlihat... acuh?


"Ahh.. be-begitu"


Beberapa pelayan datang dengan mendorong trolley teh dan membawa piring bertingkat yang berisi kudapan. Victoria hanya melirik pada tangan pelayan itu sambil mendengarkan percakapan akrab antara Calista dan Henry


Cukup lama Victoria hanya diam menjadi penonton dan pendengar di meja itu hingga usapan lembut di bahunya dan suara akrab di depannya menghilang. Victoria segera memutar kepalanya meskipun aroma begamont, mint, kayu manis dan buah pir sudah menguar di indra penciumannya, aroma jantan dan segar yang sudah di kenalnya.


"Santai saja, jangan terlalu kaku Hen, duduklah"


Henry segera mengangguk dan kembali mendaratkan bokongnya di kursi, kursi di sebelah Victoria di tarik dan pria itu segera duduk di sampingnya sambil menatap Grey


"Hey boy, sudah lama tidak bertemu"


Grey mengabaikan dan masih tidak bergeming di tempatnya meskipun sekarang kepalanya sudah di belai dengan gemas


"Dia terlihat bosan Vic"


Victoria ikut menatap Grey


"Itu karna panas"


"Oh.. kau tidak suka panas ya"


Semua mata ikut fokus melihat Grey dengan posisi mereka yang ikut menunduk hingga suara Henry terdengar


"Bagaimana i-ibu kota Fred?"


Akhirnya Fredrick menegakkan lagi punggunnya untuk menatap Henry yang ada di sebelahnya


"Aman"


Henry mengangguk singkat


"Kalian sudah lama?"


Fredrick bertanya sambil menatap Victoria


"Belum Your Highness"


Fredrick mengeryit mendengar ucapan formal Victoria tapi akhirnya hanya diam tidak mengeluarkan protesnya.

__ADS_1


Basa basi di mulai dengan saling bertanya apakah sudah makan siang, Henry datang dengan siapa, Calista datang dengan siapa dan obrolan-obrolan singkat yang berlanjut ke pembicaraan lama tentang tiga orang lain yang ada di meja Victoria.


Victoria yang tidak mengerti tentang pembicaraan mereka hanya melirik Diana yang terus meliriknya juga, lalu melirik ke cangkir teh dengan irisan lemon yang ada di depannya



Henry yang menyadari jika Victoria yang hanya terus menatap cangkirnya, akhirnya memulai percakapam dengan membawanya


"Apa Lady Victoria merasa bo-bosan?"


Dengan anggun Victoria mengangkat camgkirnya dan menatap Henry yang bersuara, suara yang membuat percakapan mereka terhenti


"Tidak Your Highness"


Fredrick yang akhirnya mengerti dengan situasi ikut mentap Victoria dengan lekat


"Kau bosan Vic?"


Dengan anggun Victoria kembali meletakkan cangkirnya


"Tidak Your Highness"


"Tapi anda terlihat bosan Lady Victoria, maafkan kami jika mengabaikanmu"


Tembakan langsung Calista membuat Victoria segera menatapnya sambil tersenyum manis


"Apa saya terlihat seperti butuh perhatian Lady Calista"


Calista tersenyum culas


"Saya hanya bertanya Lady Victoria, apa anda tersinggung?"


Melihat suasana yang kembali mulai tidak bersahabat Fredrick menengahi dan mencari topik pembicaraan lain


"Dua minggu lagi akan ada lomba memanah di istana seperti biasa untuk menyambut awal musim panas"


"Benar! a-aku sudah lama tidak me-melihat, apa aku bo-boleh ikut hadir Fred?"


Mendengar pertanyaan Henry Victoria mengeryit dan menarik kembali kursi penontonnya untuk menilai situasi


"Tentu saja, datanglah..."


"Apa tahun ini masih mengadakan lomba memanah untuk berburu?"


Calista bertanya sambil menatap Fredrick dengan berbinar


"Tidak, tahun ini cuma lomba membidik target"


"Aahh... aku tidak sabar ingin melihat, kau pasti menang lagi Fred"


Fredrick menyenderkan punggungnya ke kursi dan menatap Calista


"Semoga saja"


Mendengar ucapan Fredrick, Henry ikut masuk dalam obrolan


"A-apa kudamu masih be-belum cukup banyak Fred?"


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


>>To Be Countinued


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Hai readers...


Tolong like, komen, bintang, lope-nya....


Semoga kalian masih tetap berminat untuk lanjut membaca


Salam sayang semua✨

__ADS_1


__ADS_2