Behind The Castle

Behind The Castle
**DI BALIK PINTU**


__ADS_3

"Kau benar tidak akan pergi ke luar Vic? Kau harus keluar, mungkin di sana akan sedikit menjernihkan pikiranmu"


Walaupun sudah hampir putus asa, tapi Diana masih mencoba untuk membujuk Victoria agar mau pergi ke festival memanah yang di adakan di lapangan istana.


Selama dua minggu ini, setelah kejadian 'obrolan siang' di taman istana, Victoria benar-benar tidak keluar kamar, dulu dia pernah juga mengurung diri untuk menghindari seseorang bahkan hingga berbulan-bulan tapi, saat malam sesekali Victoria masih keluar untuk mengajak Grey bermain atau keluar untuk menjemput Grey yang sudah selesai makan di dapur, tapi kali ini berbeda, selama hampir dua minggu, sekalipun kakinya tidak pernah menapak lebih dari satu langkah ke keluar pintu.


"Vic... ayolah..."


Victoria masih tidak bergeming dan sibuk merapikan kukunya, terkadang yang entah untuk apa, Victoria mengguntingi sedikit ujung rambutnya, Diana tahu jika Victoria bosan, bahkan setelah membuat ekor Grey hampir tipis, Dia masih sesekali mengguntingi bulu di perut Grey, untung saja Grey jenis anjing yang memiliki bulu yang sangat lebat dan cepat tumbuh, jika itu anjing biasa, bisa di pastikan keadaan Grey membuat orang akan berpikir jika Grey habis di kerjai oleh tuannya yang sekarang sudah luar biasa bosan.


"Vic ayolah....."


Sambil berdecak kesal dan meletakkan gunting dengan sembarang, Victoria menatap Diana


"Kau cerewat sekali Di, tunggu saja"


Diana menatap Victoria dengan memelas


"Menunggu apa Vic? aku takut kau semakin gila karna bosan"


Kali ini satu cubitan mendarat di tangan Diana, lalu kekehan geli tanpan beban Victoria membuat Diana mengeryit


"Aku tidak akan gila Di, tenanglah, lebih baik kau ceritakan kabar terbaru di luar"


Diana menghela nafas panjang dan menarik kursi ke sebalah kursi meja rias yang sedang di duduki Victoria.


"Masih sama seperti biasa"


Sambil meraih tangan Victoria, Diana memeriksa kuku Victoria yang habis di rapikannya sendiri


"Bagian yang mana?"


"Gosip pelayan"


"Yang.....?"


Akhirnya Diana menatap Victoria dan berdehem beberapa kali sambil menutup hidungnya untuk mengikuti suara cempreng seorang pelayan yang di dengarnya bergosip di dapur.


"Tentang tunangan His Highness Pangeran Fredrick yang pecemburu, dia yang sedang cemburu buta karna kedekatan tunangannya dan gadis lain mendorong Lady Calista dari kursi bahkan memerintahkan anjingnya untuk menyerang Lady Calista di depan His Highness Pangeran Henry, yang juga sahabat kecil Lady Calista" Diana menjedah dan memperhatikan Victoria yang dengan acuh menggulung ujung rambutnya sambil tersenyum geli. "Cemburu buta Lady Victoria membuat His Highness Pangeran Fredrick marah tapi bukannya merasa bersalah dia malah melawan dan malah mengurung diri di kamar dan balik marah pada His Highness Pangeran Fredrick, bahkan setelah hampir tiap hari His Highness Pangeran Fredrick ke istana selatan untuk minta maaf, Lady Victoria yang sombong dan angkuh tetap mengabaikannya. Lihatlah.... betapa sombongnya gadis tawanan itu, percuma dia cantik jika hatinya sekeras batu"


Walaupun sudah mendengar cerita ini beberapa kali tapi, isi perut Victoria tetap bergejolak ingin keluar, rasanya selalu seperti baru mendengar cerita itu, cerita yang membuatnya ingin muntah.


"Jadi sekarang gelarku sudah berubah? atau bertambah menjadi Lady Pecemburu?"


Victoria terkekeh geli, Diana hanya menatap Victoria dengan aneh


"Maafkan aku jika lancang Vic, tapi...." Diana menimang kembali, apakah akan meneruskan ucapannya atau tidak. "Tidak jadi Vic"

__ADS_1


Victoria yang sudah menunggu untuk pertanyaan Diana dan malah mendengar Diana yang membatalkan ucapannya, membuat Victoria mendaratkan sebuah pukulan di tangan Diana


"Katakan apapun yang kau pikirkan, tanyakan apapun yang mengganggumu Di"


Sambil meremas tangannya Diana menatap Victoria dan akhirnya membuka suara


"Apa ini juga rencanamu?"


Victoria tersenyum dan.... menggeleng?


"Bukan, sebenarnya rencanaku adalah ingin bermain dengannya dan setelah itu aku ingin bermain dengan identitas pelayan di acara 'teh panas' tapi gagal, dia bahkan bisa menahan seranganku...."


Dengan alis berkerut dalam Diana menatap Victoria dengan wajah bingung


"Maksutnya? siapa yang menahan serangan? aku tidak paham Vic"


Sambil berdiri dari kursi, Victoria membuka jendela kamarnya untuk menatap langit malam yang bertabur bintang, dan suaranya kembali terdengar


"Benar kata uncle Albert, aku tidak boleh lengah padanya, lengah berarti sama saja dengan meremehkan kan? dan karna itu aku malah mendapat serangan balik" Victoria menatap jauh ke luar jendela. "Aku bahkan tidak memperhatikan sekitar saat itu"


"Hhmm..?? Siapa? apakah His Highness Pangeran Fredrick? tapi....."


"Diana, dia cerdas dan cepat membaca situasi" Victoria mengangkat tangannya ke atas, seolah ingin menggapai bintang lalu menyeringai. "Dia memang seorang yang punya 'banyak pemikiran'....."


Ucapan Victoria yang memotong ucapan Diana membuat Diana semakin bingung, alih-alih mendapatkan pencerahan Diana malah semakin merasa binggung hingga otaknya semakin berputar.


Sambil terkekeh geli Victoria melempar dengan kuat tubuhnya ke ranjang yang membuat Grey terkejut hingga bangun dari atas ranjang. Diana yang melihat jika jendela tidak di tutup kembali, segera berdiri menuju jendela dengan kepala penuh tanda tanya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


Victoria mengumpati suara pintu yang tidak berhenti di ketuk, ini masih terlalu pagi untuk bangun, terlebih dia baru tidur kembali saat Diana meletakkan sarapan yang sering di abaikannya, karna Victoria selalu memilih tidur di atas segalanya.


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


"Sialan! Grey! bantu aku membuka pintu! jangan pura-pura tidak mendengar!"


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK

__ADS_1


"Brengsek! Harusnya Archi mengajarimu cara memutar kunci dan membuka pintu Grey, aku sangat mengantuk, tolong aku...."


TOK TOK TOK


"Yaa Tuhanku.... Iya! tunggu dulu! aku harus pakai mantelku dulu heii...!!!"


Saat suara Victoria yang akhirnya mengatakan 'iya', suara menggebu ketukan pintu berhenti.


Sambil menghentak-hentakan kakinya dengan wajah bangun tidur yang kesal, Victoria menuju pintu, demi berlian Albany! dia akan memarahi siapapun yang ada di balik pintu!


"Selamat pagi Lady Victoria"


Baru saja akan membuka mulutnya untuk memaki, wajah-wajah di depan pintunya membuat mata Victoria membulat, bahkan nyawa bangun tidurnya yang masih berterbangan segera menyatu kembali dalam sekejap


"Se-selamat pagi Your Majesty...."


Dengan kaku dan canggung terlebih dengan kepala yang penuh tanda tanya, Victoria memberikan salam hormatnya pada orang nomer satu di kerajaan Francia, orang yang sekarang berdiri di depan pintunya sambil tersenyum geli yang entah karna apa


"Apa aku mengganggu Lady Victoria?"


Akhirnya Victoria mengangkat kepalanya dan melirik wajah-wajah selain Raja George yang sekarang sedang tersenyum geli berdiri di depan pintu, di sana ada Jeremmy, Edward, dua orang yang memakai baju kesatria yang entah siapa, Victoria tidak berminat ingin tahu.


"Tidak Your Majesty" Victoria mengigit bibirnya karna malu. "Maafkan penampilan saya dan juga... ucapan saya di balik pintu tadi"


Raja George terkekeh geli dan menatap Victoria dengan berbinar


"Aku punya sesuatu untukmu"


Setelah mengatakan itu, Jeremmy segera maju dan memberikan sebuah amplop, Victoria mengamati amplop yang tersegel stempel dari orang paling penting di kerajaan Francia, bukan hanya stempel kerajaan tapi stempel khusus Raja George! Victoria meneguk ludahnya


"Your Majesty ini......"


Raja George segera mundur dan berbalik untuk pergi dari depan pintu, dengan suaranya yang mengikuti


"Datanglah bersama Henry, nanti siang dia akan menjemputmu"


Kembali Victoria membulatkan matanya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai hai hai....


Gmna readers... apa sudah bosan? eike harap belum ya, semoga kalian masih tertarik untuk membaca....


Terimakasih banyak sudah mampir dan masih setia sampai di part ini...


Jangan lupa like, komen, bintang dan lope-nya yaaa...

__ADS_1


Salam sayang semua✨


__ADS_2