Behind The Castle

Behind The Castle
**FREDRICK POV**


__ADS_3

Langit siang ini sangat cerah, karna musim panas sebenar lagi akan tiba. Mungkin sekitar dua minggu lagi dan sekitar waktu itu juga, Victoria akan melahirkan. Aku sudah sangat tidak sabar untuk melihatnya, yang ku harapkan dia akan mirip seperti Victoria. Aku sangat berharap anak ke tiga kami kali ini mirip sepertinya. Tidak ada hal yang lebih luar biasa ketika aku akan selalu bisa melihat dua wajah Victoria yang akan menjadi milikku. Well... tolong bantu doakan agar anak ke tiga kami nanti mirip seperti Victoria.


Aku dan George sempat bertengkar hebat karna Victoria, istriku yang paling manis sejagat raya dunia meminta George untuk membuatkan nama anak ke tiga kami nanti. Cih! Enak saja! aku tentu tidak terima! bisa-bisanya tua bangka itu memberikan nama untuk anakku, hasil kerja kerasku dan hasil benihku yang sering aku tanamkan dengan sengaja... Ekhem! Tolong jangan beri tahu Victoria tentang ini, karna setelah kami selesai bercinta aku selalu berkilah jika aku tidak sempat mencabut milikiku saat sudah meledak. Hah! dan akhirnya kerja kerasku membuahkan hasil kan? meski harus menunggu waktu lima tahun. Waktu yang cukup lama itu di karenakan pekerjaan kami yang semakin berat di awal Francia melebarkan kerajaan. Itu yang di katakan dokter Lily padaku saat aku berkonsultasi diam-diam padanya


Aku menatap Ferdinad yang sedang bermain bersama Edward. Jagoan tampan ku itu sangat suka berpedang dan juga sangat suka pada Edward. Crab! sialan memang! Bagaimana ke dua anak-anakku bisa sangat menyukai dua orang yang paling menyebalakan di dunia ini? Aku beritahu pada kalian. Francesca, putri cantik keras kepala ku itu sangat suka pada George. Dia tidak akan bisa tidur sebelum George yang menidurkannya terebih dulu, dan saat dia belajar, aku melihat jika pitriku menjadi semakin mirip dengannya. Cara bicaranya, senyumnya, cara berpikirnya dan masih banyak lagi. Bukankah itu bencana?


Lalu Ferdinand, jagoanku itu sangat suka sekali pada Edward. Pernah sekali aku sengaja tidak membawa Edward ke Yorksire dan kalian tahu apa? Ferdinand menangis seharian hingga aku harus memerintahkan Carl menjemput Edward. Setiap waktu jika mereka bertemu, Ferdinad akan meminta Edward mengajarinya berpedang, demi tahtaku! Ferdinad baru berusia lima tahun lebih! Tapi sudalah... Anak lelaki memang harus ganas, sexy dan... menggoda kan? Sst! ini juga jangan beritahukan pada istriku, karna jika dia mendengarnya telingaku bisa di tarik hingga memanjang.


Aku melirik George yang dengan santai menikmati pemandangan di depannya. Pemandangan Lady Charlotte yang sedang tertawa bersama istriku, keponakkan ku Michael yang sedang bermain bersama Francesca dan Jeremmy, Ferdinad yang sedang berpedang-pedangan dengan Edward dan Carl, serta kami yang sedang duduk berdua di meja taman sambil saling herhadap-hadapan menikmati teh siang.


Wajah tuanya yang terakhir kali di selundupkan hampir terlihat seperti mayat, sekarang semakin hari malah semakin segar. Uh! aku sangat kesal dengan wajah itu, terutama saat dia tersenyum hangat. Aku beritahu, ayahku itu punya berjuta rahasia tersembunyi yang sulit untuk di baca apa lagi di bongkar. Dia itu ular licik berbahaya, well... meski dia memang penyayang dan aku juga menyayanginya. Ekhem! rahasiakan ucapan terakhirku.


Aku kembali memandangi istriku. Wanita luar biasa dan hadiah luar biasa untukku itu sedang menggoda Lady Charlotte yang terlihat mulai kesal. Dia pasti sedang mengatakan sesuatu yang menyebalkan pada kakaknya. Meski jelas dia sangat mencintai kakaknya itu.


Aku ingat dia menangis seharian ketika aku baru memberitahukannya jika Lady Charlotte memutuskan untuk pindah ke kerajaan Transia. Dia sangat marah padaku karna merahasiakan ini, padahal aku ini tidak bersalah. Duke Arthur lah yang merencanakan itu dan aku hanya mendengar kabar. Aku tidak salah kan?


Aku kembali melirik George yang baru meletakkan cangkirnya. Rambut pekatnya semakin memutih, guratan tuanya semakin jelas, meski wajah itu tampak sangat segar dengan tubuh yang juga ikut segar. Sialan! aku jadi kesal lagi.


"Jangan mengumpatiku dalam hati Fred, mengumpatlah di depan wajahku langsung"


Geezzzz.. Ular tua itu memang tahu segalanya, bahkan isi hatiku.

__ADS_1


"Apa kau bahagia George?"


"Tidak pernah sebahagia ini. Dan kau?"


Tanpa bisa menahan, bibirku tersenyum sambil menatap kedua bola matanya yang sama persis sepertiku


"Terimakasih sudah membawa Victoria di hidupku"


Aku bisa melihat jika sudut bibirnya ikut tersenyum sambil matanya yang berbinar bahagia menatapku dengan dalam


"Apapun akan ku lakukan, apapun yang terbaik untuk kebahagiaanmu nak"


Dan kali ini, matanya menggenang. Ck! tua bangka itu pasti akan menangis. Dan aku harus merubah topik sebelum dia benar-benar menangis.


Satu alis George terangkat


"Untuk apa?"


"Aku memintannya menjadi penasehatku"


George memutar bola matanya dengan malas

__ADS_1


"Kau itu bukan memintanya untuk menjadi penasehat, tapi untuk menghandle pekerjaan yang akan kau abaikan agar kau bisa bermain-main dengan anakmu kan?"


"Binggo!"


Kembali, George memutar bola matanya. Tapi aku tidak peduli, aku memang punya pikiran licik untuk Henry. Henry dulu juga mendapatkan pelajaran untuk menjadi Raja, pelajaran yang tentu saja diam-diam di lakukan 'wanita itu' dan Thanks God! sekarang pelajaran itu akan sangat membantuku.


Berbicara tentang Henry, tahun depan dia akan menikah dengan seorang gadis biasa dari kerajaan timur. Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa bertemu apa lagi untuk peduli dengan kisah cinta mereka tapi, aku ikut berbahagia dari lubuk hati terdalamku. Jujur saja, jauh di dalam lubuk hatiku, aku sangat mencintai adik malangku itu. Dia anak yang patuh, polos, dan baik, tidak sepertiku.


Sedari kecil dia anak yang jujur, dia akan mengatakan apapun padaku termasuk dulu tentang hubungan ibunya dan ayahku. Walau dulu kami tidak paham tentang hubungan itu tapi sekarang aku tahu, jika Henry sering khawatir pada ibuku. Mendiang Ratu Rosemary yang sering menangis saat bertemu ibunya membuat Henry mengkhawatirkan ibuku hingga selalu menceritakan padaku agar aku memberi penghiburan untuk ibu. Dan juga walaupun dulu ibuku sempat sangat menbenci ibunya tapi ibuku yang sangat baik itu tidak pernah membenci Henry. Aku ingat perkataannya yang juga sering memgingatkanku ketika aku sudah dewasa dan mengerti cerita, aku harus tetap mencintai Henry. Karna dia adalah satu-satunya saudaraku, adikku. Baiklah... cukup bicara masa lalu.


Apa ada yang ingin tahu tentang Calista? mungkin tidak ada, tapi aku akan tetap menceritakannya. Terakhir, aku bertemu dengannya di pesta ulangtahun Victoria tahun lalu. Awalnya aku tidak tahu kenapa dia bisa datang tapi ternyata, Victoria yang mengundangnya. Istriku yang ganas tapi juga berhati sangat hangat itu mengatakan jika sebenarnya nasip Calista tidak jauh berbeda dengannya. Mereka wanita yang menjadi koban ke-egoisan masa lalu dan juga korban permainan politik. Jadi, istiku ingin semuanya berdamai dan menyambut masa depan yang penuh kelegaan di hati.


Well... Terserah istriku saja, karna sebenarnya aku tidak perduli. Oh iya.. Calista juga sudah menikah dengan Isac, kalian ingat kesatria yang selalu menjaganya itu? dan pernikahan itu bisa di katakan pernikahan paksa karna kebaikan istriku juga.


Victoria membuat pilihan pada Isac, mati karna dosa membunuh anjing keluarganya, atau menikahi Calista. Mengingat wajah Isac saat Victoria memberikan pilihan itu padanya membuatku ingin terus tertawa. Wajah Isac saat itu seperti habis melihat ikan paus berjalan. Sungguh sangat lucu!


Dan ku beritahu sesuatu, jika istriku mempunyai alasan lain untuk pernikahan mereka. Victoria, istri terbaik sedunia ku itu ingin Calista ada yang menjaganya, karna dia ingat pesan ibuku. Pesan terakbir ibuku untuk selalu menjaga Calista meski aku sudah menjadi Raja. Luar biasa kan? tentu saja... dia istriku! hah!!


"Apa yang kau pikirkan?"


Lagi-lagi si tua bangka itu bersuara menganggu lamunanku

__ADS_1


"Entahlah..."


__ADS_2