Behind The Castle

Behind The Castle
**KEJUTAN PAGI**


__ADS_3

Cukup lama Diana dan Victoria sudah sampai di depan pintu kamar Fredrick, setelah beberapa kali pintu kamar Fredrick di ketuk oleh Diana dan seorang pelayan pria, tetap hingga sekarang tidak ada jawaban.


"Apa His highness masih tidur?"


Diana bertanya pada pelayan pria itu yang di ketahui pelayan pribadi Fredrick. Sambil melirik Victoria dan Diana dengan tertunduk pelayan pria itu menjawab


"Masih My Lady, sepertinya His Highness baru istirahat saat hampir dini hari, karna saya membuatkan teh untuknya tengah malam tadi"


Diana melirik Victoria yang segera bergerak maju dan ikut mengetuk pintu.


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


Pelayan pria itu menggigit bibirnya melihat Victoria yang ikut mengetuk pintu.


TOK TOK TOK


Akhirnya suara kunci di putar membuat pelayan itu dan Diana membuang nafas lega.


"Mois! kau meng....."


Ucapan Fredrick terhenti saat melihat wajah manis seorang gadis di depan pintunya, di pagi hari saat dia belum cukup waktu untuk mengumpulkan nyawanya yang masih berterbangan.


Victoria menatap penampilan Fredrick yang berantakan, rambut hitam pekatnya yang biasa terlihat rapih dengan atau tanpa di sisir dengan kaku menggunakan perapih rambut, kali ini terlihat berantakan yang membuatnya semakin terlihat menggoda, garis-garis bekas linen atau bantal tercetak di pipinya, kedua bola mata abu-abunya yang mempesona masih terlihat sayu bahkan satu matanya masih menyipit seperti mencoba menerima terpaan cahaya dan yang terpenting, Fredrick hanya memakai celana putih tidurnya tanpa.... baju.


Menyadari penampilan Fredrick yang sedang bertelanjang dada dan menampakkan semua bentuk ototnya yang berwarna coklat ke emasan panas membuat Victoria segera memalingkan wajahnya dengan cepat.


Fredrick yang akhirnya sudah mencerna situasi dengan baik terlihat heran dan juga terkejut.


"Vic?"


"Selamat pagi Your Highness maaf mengangganggu tidur anda"


Menyadari jika Victoria yang sudah memalingkan wajah dan juga Diana yang menunduk kaku membuat Fredrick menurunkan arah pandangnya ke tubuhnya. Fredrick menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Ohh maafkan penampilanku, ada apa Vic?"


Masih dengan wajah berpaling Victoria akhirnya mengatakan tujuannya datang


"Saya ingin menepati janji, apa anda punya waktu untuk sarapan bersama saya?"


Fredrick menggosok-gosok matanya hingga senyum lebarnya terbit.


"Ok! tunggulah sebentar aku akan bersiap" Sambil menggeser tubuhnya ke samping pintu, Fredrick melirik Mois yang dengan cekatan segera masuk ke kamar untuk menyiapkan kamar mandi dan keperluan Fredrick. "Aku tidak akan lama"


"Tidak Your Highness, gunakan waktu anda, saya tidak masalah"

__ADS_1


Dengan cepat Victoria berputar dan Fredrick juga menarik handle pintu untuk menutup pintu kembali tapi, tangannya berhenti dan menatap Victoria sambil mengerling menggoda


"Atau kau ingin menunggu di dalam? atau membantuku mungkin?"


Victoria memutar bola matanya dan berjalan dengan cepat melewati pintu dan wajah Fredrick yang sudah terkekeh.


Sambil menuruni tangga dan melangkah menuju dapur istana barat, Victoria melirik Diana yang terus mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya yang memerah sambil membuang nafas cepat


"Oohh ya ampun.. pagi ini panas sekali my Lady, ya Tuhan... panasnya"


Victoria kembali memutar bola matanya dengan bosan


"Apa sepanas itu Di?"


Tepukan pelan mendarat di tangan Victoria, Diana menatap Victoria sambil mencibik sebal


"Apa anda ini normal My Lady?"


Victoria mengedipkan bahunya acuh dan terus melaju menuju pintu ruang makan. Setelah sampai di depan pintu ruang makan, Victoria menghentikan langkannya dan melebarkan arah pandangnya.


"Cari seperti apa bentuk 'mereka' Di"


Dengan mengangguk paham dan raut wajah yang berubah serius Diana meninggalkan Victoria yang masuk ke ruang makan.


-00-


"Apa kau ingin minum teh?"


"Tidak perlu Your Highness, rasanya perut saya sudah sangat penuh"


Fredrick mengangguk dengan Victoria yang terlihat diam tapi dengan pikiran yang terus berputar dan hanya dia yang tahu.


"Bagaimana dengan pelatihanmu dan oh..." Senyum Fredrick terbit sambil menatap ke wajah Victoria yang duduk di sebelahnya. "Terimakasih sudah meluangkan waktu hingga datang ke sini"


Victoria hanya mengangguk singkat


"Apa anda juga mendapat pelatihan seperti ini?"


Fredrick mengangguk


"Tentu saja, bahkan aku punya enam orang pelatih Vic"


Victoria menaikkan arah pandangnya untuk menatap Fredrick


"Benarkah? apa anda sudah mendapatkannya dari anda kecil? karna anda putra mahkota?"


Sambil membalas tatapan kedua bola mata sehijau daun Victoria, Fredrick tersenyum getir tanpa menjawab, tangannya terangkat untuk merapikan poni Victoria yang terus bergerak karna angin. Victoria masih menatap wajah Fredrick yang terlihat sendu?

__ADS_1


"Apakah berat Your Highness?"


Mendengar pertanyaan Victoria, dada Fredrick bergetar hebat, jari-jari Fredrick yang bergerak di poni Victoria langsung terhenti.


Victoria menangkap itu, sesuatu yang tidak pernah Victoria lihat dari dalam kedua bola mata abu-abu panas itu, sepersekian detik bola mata itu bergetar, ada sebuah kesedihan dan... luka? yang sangat dalam dan luas tapi, dengan cepat kedua bola mata itu kembali tenang, seolah sudah terbiasa untuk dengan cepat menekan sesuatu apapun itu, batin Victoria bertanya, apa? kenapa?


Masih dengan terus menatap Fredrick yang sekarang sudah menatap ke arah depan, pikiran Victoria berputar keras, kenapa? apa yang terjadi di masa lalu? atau benar karna perselingkuhan itu? Victoria tidak tahu bagaimana cerita dari seseorang yang kecewa karna sebuah penghianatan, lingkaran keluargannya menjalani hidup karna cinta, menikah karna pilihan dan cinta yang hati mereka pilih, dari jaman kakek nenek buyut Arathorn dan Rubens hanya kisah cinta sehidup semati 'hingga maut yang memisahkan' yang selalu Victoria lihat dan dengar kecuali kehilangan, ya! rasa kehilangan mendadak, rasa pedih kehilangan keluargamu yang sangat Victoria mengerti tapi sekali lagi batin Victoria bertanya, apa karna kehilangan? kehilangan mendiang Her Highness Ratu Rosemary yang membuat kedua bola mata itu bergetar karna kesedihan yang mendalam dan luas? benarkah karna itu? atau lebih tepatnya benarkah hanya karna itu?


Suara kekehan Fredrick membuat Victoria mengejap-ngejapkan matanya dan mengehentikan otaknya yang terus berputar.


"Jangan menatapku seperti itu Vic, atau aku akan salah mengartikannya"


"Hhmm..?"


Fredrick yang melihat wajah Victoria menjadi bingung mencubit pipinya dengan gemas.


"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan dan apa yang coba kau pecahkan di dalam otak cantikmu ini" Fredrick meraih sejumpuk ujung rambut tergerai Victoria di jari telunjuknya. "Tapi hentikan itu, berhentilah memikirkan sesuatu dengan keras" Dengan jari telunjuknya yang sudah menggulung-gulung rambut Victoria, Fredrick menatap Victoria. "Aku tidak ingin otak cantik ini meledak"


Victoria mengerucutkan bibirnya dengan sebal yang kembali membuat Fredrick terkekeh.


"Berapa lama lagi pelarihanmu selesai Vic?"


Victoria mencoba menghitung dengan mengangkat tangannya dan menekuk-nekuk jarinya bergantian.


"Sepertinya dua puluh hari lagi Your Highness"


Fredrick meraih jari-jari kecil Victoria dan mencubitnya dengan gemas yang membuat Victoria melotot. Fredrick tersenyum gemas.


"Seperti yang di harapakan, kau memang cerdas jadi...."Fredrick menjedah dan kembali jari telunjuknya menggulung-gulung ujung rambut Victoria yang halus. "Jadi kau akan ada waktu bebas salam seminggu sebelum debut?"


Victoria mengangguk


"Saya tidak sabar untuk bebas Your Highness"


Fredrick menggerling menggoda dan menatap Victoria


"Dan saat itu kau akan merindukan aunty Anna"


Victoria terbatuk lalu terkekeh tanpa rasa humor, bahkan raut wajahnya bertambah datar.


Melihat raut wajah Victoria, Fredrick tergelak tawa hingga mencubit pipi Victoria dengan gemas dan geli.


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Hallo readers... terimakasih karna sudah mampir dan masih berminat untuk lanjut membaca...


Kalau suka dan bersedia tolong like, komen, bintang dan lope-nya yaa...

__ADS_1


Salam sayang semua ✨✨


__ADS_2