
Raja George dengan tenang menyesap tehnya, sesekali mulutnya terbuka untuk bersuara dan tertawa, Edward seperti biasa dengan patuh dan setia berdiri di sudut ruangan dekat ujung pintu memperhatikan interaksi dua saudara ipar di depannya.
"Apa dia bisa menyelesaikan dasar dengan baik?"
Pertanyaan Raja George membuat lawan bicaranya menghembuskan nafas pasrah? lelah? atu kesal? Raja George yang melihat jika adik iparnya terlihat penuh beban hanya bisa mengulum senyum.
"Dia sangat menyebalkan dan sombong Your Majesty tapi saya akui, dia memang cerdas dan tangkas, otak dan lidahnya sangat cerdas, sangat menyebalkan jika dia sudah membuka mulutnya"
Kembali, Raja George mengulum senyumnya dan melirik Edward yang juga meliriknya
"Jika aku tidak salah hitung, berarti tinggal tiga minggu lagi semuanya selesai, apa aku benar anna?"
Anna Castalarox, Countess Xenas, istri dari adik sepupunya James Castalarox, Earl Xenas, mengangguk malas dan menatap Raja George dengan kesal.
"Saya berharap semua ini cepat selesai Your Majesty"
"Sepertinya kau sangat tidak menyukainya tapi, aku harap kau mau bertahan sedikit lagi ann dan terimakasih banyak sudah mau memenuhi permintaanku"
Mendengar ucapan dan permintaan Raja George yang penuh dengan nada suara memelas, Countess Xenas segera menundukkan kepalanya dengan hormat
"Your Majesty, melayani anda adalah tugas kami, anda tidak perlu berterimakasih"
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Setelah menyelesaikan pertemuannya dengan Countess Xenas, Victoria dengan tergesah masuk ke kamarnya, dia mengabaikan sapaan Diana dan Grey ketika melihat dia memasukki kamar. Victoria melepas sarung tangannya dan membuang asal, lalu menarik kursi ke depan jendelan, Victoria mendaratkan bokongnya ke kursi dan mulai berpikir keras, kali ini dia memutar penuh otakanya untuk menyambungkan pelajarannya hari ini yang membuatnya menemukan suatu kesimpuan berbahaya.
Pelajaran hari ini tentang pernikahan kerjaaan, dimana pernikahan sebagian besar kerajaan di benua eropan termasuk Fransia mengikuti peraturan ikatan pernikahan Roman. Victoria menautkan tangannya dan menatap ke depan sambil otaknya mulai berputar. Pertama, semua pernikahan dengan mengikuti peraturan Roman akan terikat seumur hidup 'sampai mau yang memisahkan'...., tidak akan ada yang namanya pembatalan pernikahan terlebih untuk pernikahan kerajaan, walaupun belum pernah terjadi tapi, jika memang roman menyetujui pembatalan pernikahan, seorang mempelai laki-laki atau wanita yang ingin menikah lagi harus memiliki syarat utama, yaitu, mantan pasangannya harus sudah meninggal yang sesuai dengan sumpah pernikahan 'sampai maut yang memisahkan'
Victoria menggerutkan alisnya dalam hingga alis itu menjadi segaris dan mulai bermain dengan pikirannya lagi, kedua, Raja George menikah dua atau tiga tahun setelah mendiang Her Majesty Ratu Rosemary mangkat, tapi.... merasa perlu memastikan Victoria memutar kepalanya mentap Diana yang sedang menyisir bulu Grey.
"Di, apa benar dari cerita yang pernah ku dengar jika mending Her Majesty Mangkat setelah sakit selama 10 hari penuh dengan penyakit yang tidak di ketahui?"
Mendapat serangan pertanyaan berat secara tiba-tiba Diana langsung berpikir keras, hingga tangannya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan menatap wajah Victoria yang terlihat sangat serius dan datar, Diana mengangguk tapi setelah itu menggeleng?
__ADS_1
Victoria yang melihat respon Diana semakin mengerutkan alisnya dalam tapi tidak lama kepalanya mengangguk saat Diana membuka suara.
"Aku lupa Vic berapa lama mendiang Her Majesty sakit tapi cerita ayahku memang begitu dan penyakitnya tidak di
ketahui apa dan karna apa"
"Kau pernah dengar bagaimana cara penyakit itu menyerang mendiang Her Majesty?"
Dengan memandang Victoria, Diana menggeleng, kepalanya juga ikut berpikir dan bertanya kenapa Victoria tiba-tiba memikirkan cerita itu, tapi Diana hanya diam saat Victoria kembali ke posisinya dan menatap lurus ke depan jendela.
Victoria kembali menautkan tangannya dan menatap lurus ke depan saat otaknya mulai berputar kembali. Ketiga, penyakit mendadak dan kematian mendadak mendiang Her Majesty Ratu Rosemary.
Keempat, His Majesty Raja George sudah memiliki anak lain yang berbeda dua tahun dari His Highness Pangeran Fredrick, anak itu dari istrinya yang sekarang Her Majesty Ratu Elisabeth, perselingkuhan!! Victoria mengigit bibirnya mencoba mengingat dan menghitung usia perselingkuhan itu, pernikah ke dua His Majesty yang sudah memenuhi syarat untuk mendapat ijin dari Roman saat His Highness Pangeran Fredrick berumur 12 tahun, Mendiang Her Majesty Ratu Rosemary Mangkat saat His Highness Pangeran Fredrick berumur 9 tahun, apa saat itu Pangeran Fredrick sudah tahu semuannya? kembali Victoria mengigit bibirnya.
Yang ke lima, pernikahan His Majesty dan mendiang Her Majesty Ratu Rosemary adalah sebuah perjodohan, pernikahan politik! Victoria menarik nafas dalam sambil memijat pelipisnya saat kepanya semakin hebat berputar terlebih pada yang terakhir, His Majesty menyembunyikan istrinya yang sekarang atau yang sekarang bisa Victoria simpulkan dan sebut dengan, mantan selingkuhannya. Apa karna ini Her Majesty Ratu Elisabeth di sembunyikan atau bersembunyi?? di Larina.
Hembusan nafas panjang Victoria membuat Diana dan Grey kembali menoleh padanya, merasa tidak kuat lagi akhirnya Victoria menuju ke ranjang dan membuang tubuhnya dengan kasar yang membuat tubuh Grey sedikit meloncat di atas ranjang.
"Di, tolong buatkan teh sakit kepala ku dan siapkan teh penenangku untuk nanti malam"
-000-000-
Gerakan tangan Victoria akhirnya sampai pada membalik garpu dan pisaunya, meraih gelasnya dan mengangkat napkin-nya untuk mengusap ujung bibirnya. Semua gerakan anggun yang sudah ke seribu kalinya Diana lihat, malam ini sedikit berbeda karna Victoria makan dengan sangat lambat bahkan, minum air pun dengan sangat pelan yang membuat Diana semakin khwatir, karna pasti Victoria makan sambil berpikir keras.
"Vic, apa yang sedang kau pikirkan?"
Victoria mengabaikan pertanyaan Diana dan berjalan menuju jendela, Diana yang melihat jika Victoria akan membuka jendela mencoba mengingatkan.
"Udara dingin vic"
"Hanya sebentar"
Kembali pikiran Victoria berputar mencoba mencerna semuanya, banyak pertanyaan di kepalanya seperti, bagaimana hubungan His Highness Pangeram Fredrick dan His Highness Pangeran Henry terlebih Her Majesty Ratu Elisabeth.
__ADS_1
"Vic, tehmu"
Hembusan nafas panjang dan gerakan tangan Victoria yang menutup kembali jendela kamar membuat Diana akhirnya tenang. Victoria mendaratkan bokongnya di kursi riasnya sambil menatap teh herbal yang sudah di siapkan Diana.
"Di, malam ini kau tidur di sini ya, karna besok aku perlu bangun pagi"
Diana menaikkan satu alisnya dan mantap Victoria penuh selidik
"Bangun pagi? Kau kan besok mendapat istirahat dari Countess Xenas?"
Sambil menyesap tehnya Victoria mengangguk
"Iya, tapi aku butuh bangun pagi agar tidak terlambat"
"Terlambat? memang besok kau ingin pergi jam berapa?"
Victoria terus menyesap tehnya sambil melirik wajah Diana dari depan kaca
"Sebelum sarapan pagi"
Diana mengangguk
"Memang mau ke mana?"
"Istana barat"
Kepala Diana langsung berputar untuk menatap wajah Victoria yang datar sambil terus menyesap tehnya tanpa bergeming, Victoria serius.
รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท
Hallo reader... terimakasih sudah mampir dan masih mau lanjut membaca...
Kalo suka silahkan like, komen, bintang dan lope-nya yaaa
__ADS_1
Salam sayang semua โจโจ