Behind The Castle

Behind The Castle
**FESTIVAL MEMANAH IV**


__ADS_3

"Hallo...."


Dengan cepat kepala Fredrick berputar saat suara yang di kenalnya dan selalu mulai di tunggunya terdengar.


Victoria menatap bergantian pada dua lawan jenis yang sekarang sedang dalam posisi yang..... romantis?


"Apa saya menggangu?"


Melihat raut wajah Victoria yang acuh tapi kedua matanya terus menatap ke arah tangannya, Fredrick dengan cepat melepas tangan Calista yang masih di tahannya


"Hai Vic....."


Dengan tersenyum tipis pada Fredrick tapi melirik pada Calista, dengan anggun dan angkuh Victoria mendekat pada Fredrick.


"Katanya saya harus memberikan ucapan selamat pada anda Your Highness, jadi selamat"


Fredrick menaikkan satu alisnya dan mendekat pada Victoria, kedua matanya menatap lekat kedua bola mata sehijau daun di depannya, tangannya yang selalu gatal ingin menyentuh wajah Victoria akhirnya menangkup dengan lembut wajah Victoria.


Victoria yang merasakan jika tangan Fredrick menyentuhnya, dengan cepat menghidar, Victoria segera memundurkan langkahnya dan membiarkan tangan Fredrick melayang di udara


Fredrick mengeryit dan menatap dalam pada Victoria


"Your Highness... tolong jangan sembarangan menyentuh saya karna saya masih marah"


Peringatan dari Victoria akhirnya membuat Fredrick sadar diri, sambil mengusapi tengkuknya Fredrick memasang wajah memelas dan menatap Victoria.


"Jadi... apa yang harus ku lakukan Vic?"


Sambil menatap Fredrick dan menyempatkan bola matanya untuk melirik penonton berambut merah yang entah di ingat atau tidak oleh Fredrick keberadaannya, Victoria mengedipkan bahunya acuh


"Selayaknya seseorang yang bersalah dan menyesal"


"Maafkan aku"


Nada lirih dengan wajah memelas Fredrick membuat Victoria ingin melempar topinya ke wajah itu tapi, dia harus menyimpan tenaganya yang belum makan untuk pertarungan lain


"Karna.....?"


"Melukaimu"


"Dan......?"


Fredrick memutar otaknya untuk mencari jawaban 'dan' yang di maksut Victoria


Dengan tersenyum miring, Victoria kali ini menatap Calista dengan penuh celaan, karna rencananya kali ini, Victoria akan membuat kedua bola mata coklat yang selalu tampak liar itu basah lagi, entah itu di tangannya atau karna 'orang lain'


"Dan semuanya..."

__ADS_1


Dengan santai tanpa beban Fredrick menjawab dengan asal, karna dia tidak bisa menemukan jawaban, tapi itu cukup lucu untuk Victoria hingga bibirnya melengkung ke atas terlebih karna, wajah Fredrick yang terlihat putus asa. 'Walau bagaimanapun juga, dia tetap seorang Pangeran'


Karna mengingat ucapan Diana, akhirnya Victoria berniat untuk menghentikan permainannya tapi, baru saja dia akan melunak, suara yang tanpa di undang dengan tidak tahu malu malah datang, membuat Victoria mengangkat pisaunya


"Apakah pantas kau begitu Fred, kau seorang Pangeran dan Putra mahkota kerajaan ini, kau harus tegas Fred, bukankah dia" Calista menatap Victoria dengan senyum culasnya yang sudah terbit di bibir merekahnya. "Dia.. calon Ratu kan?"


Victoria akan membuka mulutnya tapi, suara Fredrick yang terdengar membuatnya menarik kursi penonton


"Apa kau sedang mengajariku Calista?"


Calista mengerutkan alisnya dalam saat suara tidak bersahabat Fredrick tertuju untuknya


"Aku?" Masih dengan alis berkerut dalam Calista memindahkan arah pandangnya pada wajah menyebalkan Victoria. "Aku sedang menegur Lady Victoria yang sedang tidak sopan pada tunangannya yang seorang putra mahkota"


Victoria terkekeh geli yang membuat Fredrick menutup kembali mulutnya yang akan menjawab Calista


Masih dengan sisa kekehannya, Kedua bola mata sehijau daun Victoria bergerak naik dan turun pada tubuh Calista, menatap seluruh bentuk Calista dengan penuh celaan hingga mulut kecilnya terbuka


"Anda ternyata sangat paham tentang posisi yang saya miliki ini Lady Calista..." Victoria melirik Fredrick yang sudah berkacak pinggang sambil membuang nafas panjang dan melanjutkan. "Apa karna setiap malam anda memimpikan posisi ini?"


"Apa maksut anda Lady Victoria!"


Dengan mengedipkan bahunya acuh Victoria tersenyum culas dan mulut kecilnya kembali terbuka


"Men...ye...dih...kan.."


Fredrick yang sudah berdiri di depan Victoria segera menangkup wajah datar Victoria dan mendekatkan wajah mereka, Fredrick berbisik


"Kau nakal sekali" Fredrick semakin mendekatkan wajah mereka hingga hidung mereka bersentuhan. "Apa ini masih ingin di teruskan?"


Sambil melotot pada Fredrick Victoria ikut berbisik


"Dia yang mulai" Lalu, raut wajah Victoria langsung berubah menjadi menyebalkan. "Dan ini seru"


Calista yang berdiri di belakang punggung Fredrick melihat semua yang di lakuakan pasangan di depannya, dia memang tidak bisa mendengar ucapan mereka tapi, perlakuan Fredrick sudah cukup untuk membuat air matanya menggenang


"Fred...."


Fredrick menangkap itu, suara yang biasanya sebentar lagi akan menjadi sebuah tangisan tapi, wajah yang sedang ada di kedua tangannya tidak bisa membuatnya berpaling apa lagi peduli.


"Cal, aku perlu bicara dengan tunanganku"


Hati Calista mencelos jatuh, dengan air mata yang juga ikut terjatuh, dengan segala kekecewaan dan pedih di hatinya, Calista memutar tubuhnya untuk segera berlari menuju pintu keluar lapangan.


Victoria terus menegakkan lehernya sambil bergerak ke kiri dan ke kanan untuk mencoba melihat pemandangan di balik punggung Fredrick, tapi tubuh besar Fredrick terus bergerak menghalangi yang membuat Victoria kesal, dan Fredrick mengabaikan semua kekesalan Victoria karna mereka perlu menyelesaikan sesuatu


"Jadi apa aku di maafkan?"

__ADS_1


Sambil melotot kesal akhirnya Victoria berdiri diam, kakinya berhenti bergerak-gerak dan lehernya berhenti di tarik-tarik.


"Tidak!"


Karna kesal Victoria segera memutar tubuhnya untuk pergi dari sana tapi Fredrick segera menahan lengannya, kali ini tanpa kekerasan.


"Katakan, apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkan ku"


Setelah yakin jika ketenangannya sudah kembali, Victoria memutar kepalanya, wajah datarnya yang sudah kembali terpasang membuat Fredrick melepaskan lengannya karna Victoria pasti sudah bisa di ajak berkomunikasi tanpa emosi


"Untuk apa meminta maaf, jika nanti anda akan menggores kembali harga diri saya dengan membela 'sahabat' anda"


Penekanan di kata tertentu dan kata-kata yang akurat membuat Fredrick membuang nafas panjang dan menatap lekat manik mata Victoria, sangat lekat dan dalam, Fredrick membuka dirinya, agar Victoria bisa menilai semua ucapananya


"Kau pasti tahu jika di 'obrolan siang' bukan karna itu alasanya"


Victoria tak bergeming, hanya membalas tatapan ke dua manik abu-abu Fredrick, menilai dan menyelami.


"Aku sedang menyelamatkan nama baikku dan nama istana ketika kau akan bermain-main dengan mempertaruhkan itu, walaupun yang ku pilih membuat harga dirimu tergores"


Setelah ucapan Fredrick selesai Victoria mengedipkan bahunya acuh dan membuang wajahnya. Cukup lama keheningan mengisi sekitar mereka dan Fredrick yang melihat jika Victoria tidak juga akan menjawab akhirnya mulai tidak sabar


"Jadi, bagaimana Vic?"


Dengan menahan semua gejolak perasaanya Victoria berusaha memasang raut wajahnya dan menatap Fredrick


"Satu maaf, satu kali menunggangi kuda"


Senyum lebar Fredrick terbit, dengan langkah pasti Fredrick mendekat lagi pada Victoria, dengan perasaan yang luar biasa menjadi tenang kembali karna wajah manis Victoria bisa berada di kedua tangannya lagi, Fredrick memandang setiap bentuk wajah yang tidak pernah bosan di tatapnya itu


"Jadi, kapan kita akan berkuda Vic?"


Setelah menyelesaikan ucapannya, Fredrick menatap mata di depannya yang sudah berbinar, bibirnya tersenyum manis, dan topeng datarnya terlepas menjadi wajah seorang gadis ramah, dan ini, membuat Fredrick waspada


"Besok, dan kita akan berkuda di bukit belakang istana"


Fredrick mengulum senyumnya saat semua penilaiannya benar, demi tahta ayahnya! Fredrick benar-benar gemas hingga rasanya ingin menggigit wajah gadis yang sedang di tangkupnya sekarang.


"Lusa kita akan berkuda di lapangan istana"


Senyum Victoria pudar


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like, komen, bintang dan lope-nya yaa...


Semoga kalian belum bosan sama cerita ini..

__ADS_1


__ADS_2