
Semilir angin sesekali menerbangkan helaian rambut Victoria yang tergerai, langit tampak mulai gelap, beberapa kali di langit gerombolan burung-burung terbang tanda jika mereka akan pulang ke sangkar mereka karna hari akan memasuki senja. Mata Victoria terus menatap sekeliling, terlebih pada pemandangan danau di depannya.
Fredrick masih diam sambil memejamkan matanya, punggungnya sudah menyentuh rerumputan, dengan tenang dan sabar dia menunggu Victoria membuka mulutya, karna dia tahu, akan ada banyak pertanyaan yang akan di ajukan gadis cerdas yang sedang duduk manis dengan arah pandang yang menerawang jauh ke depan.
"Kau sengaja kan memperlihatkan semua ini?"
Tanpa menoleh dan tanpa menjawab, Fredrick segera menegakkan punggungnya, karna sesi tanya jawab sudah di mulai atau mungkin akan berujung ke sesi yang lain. Victoria kembali membuka mulutnya.
"Aku menikmati perjalanan ini, perjalanan yang punya maksut lain ini"
Fredrick masih hanya diam. Victoria memejamkan matanya, pikirannya menerawang dan berkelana jauh. Tidak bisa di pungkiri jika kejadian dan apa yang di lihatnya hari ini sempat masuk ke dalam prediksinya. Perkataan Kelly tentang hubungan Albany dan ibu kota, membuat Victoria masuk dalam kesimpulan jika, Inilah salah satu alasan kenapa tragedi Albany bisa terjadi. Dada Victoria berdesir, segela perasaan tidak enak merayap memenuhi hatinya.
"Bash, apa ini alasan kenapa kalian?" Mulut Victoria terasa keluh. "Alasan kenapa kalian merebut Albany kami?"
"Iya"
Jawaban singkat dan tenang Fredrick membuat dada Victoria bergemuruh, tangannya terkepal kuat
"Salah satunya?"
"Iya"
Kembali, Fredrick menjawab singkat dan juga tenang, dengan arah pandang yang masih sama, mentap ke depan.
"Dan alasan lainnya karna kalian takut dengan keluargaku?"
Kali ini Fredrick menoleh sebentar untuk menatap Victoria lalu kembali menatap ke depan lagi
"Kami harus memotong, apapun yang menjadi racun untuk sekarang maupun untuk di kemudian hari"
Dengan dada yang mulai penuh amarah, Victoria mencoba menarik nafas dalam beberapa kali, berharap batinnya bisa sedikit tenang.
"Kami bukan racun dan kalian tidak bisa merebut milik kami! semua yang ada di Albany, semua yang di peroleh dan di hasilkan keringat Albany adalah milik kami! kalian mencurinya! Kalian..."Tenggorokoan Victoria tercekat, kedua matanya mulai buram, dadanya semakin bergemuruh kuat. "Kalian pembunuh!"
Nafas panjang Fredrick terdengar
"Kau benar"
"Kalian bukan manusia!"
"Itu juga benar Vic, seorang raja tidak bisa menjadi manusia"
__ADS_1
Karna air mata yang sudah penuh memenuhi kedua matanya, Victoria menengadah ke atas. Berharap air matanya tidak meluncur. Karna percakapan ini belum berakhir, masih banyak yang harus di tanyakannya, dan akan sangat memalukan jika dia terlihat hancur sekarang.
"Bisakah kau menjawabku dengan jujur Bash?"
Fredrick menoleh dan menatap kedua bola mata Victoria yang sudah berkaca-kaca.
"Aku tidak akan berbohong, aku ingin tidak ada kebohongan dan rahasia, aku akan menjelaskan apapun dan mengatakan semua"
Victoria mengangguk pasrah
"Apa kalian juga menginginkan yang lain setelah Duchy?"
"Jika Duchy tidak cukup, maka kami akan menuju Bedford"
"Kalian ingin laut Bedford?!"
"Benar.... Tapi itu belum masuk dalam agenda, hanya pemikiran singkat, karna Albany seharusnya cukup"
Dengan menekan segala perasaannya, Victoria mencoba meneruskan semua percakapan mereka.
"Kenapa kalian harus membunuh? Itu..."
"Albany tidak akan menyetujui kesepakatan, kalian tidak akan pernah ingin berbagi dan bekerja sama"
"Kau bohong!"
Dengan tenang dan masih menatap depan Fredrick tidak membuka mulutnya lagi. Fredrick yakin, jika Victoria bisa membaca, mana yang benar dan mana yang tidak
"Berapa luas perbedaan ibu kota dan seluruh wewemang raja di bandingkan Duchy?"
"Dua belas jari untuk seluruh Kerajaan, empat di antarannya dalam pengaruh Duke yang tidak terikat dengan kami dan salah satunya Albany, tapi celakanya, Albany adalah daerah paling subur dan kaya, tanah Albany menjadi titip pusat kemakmuran. Walau Albany hanya mempunyai satu jari tapi, kekuasaan dan ikatan Arathorn terus menghambat dan meracuni banyak titik, menyebar cepat dan semakin melebar, jika di biarkan....... suatu hari kalian akan menciptakan monster untuk kerajaan"
"Berhenti mengatakan keluargaku racun!!!"
"Aku sudah mengatakan jika aku akan jujur Vic, dan aku berbicara apa adanya dari sudut pandang kami"
Keheningan melingkari mereka setelah ucapan Fredrick selesai. Victoria terus mengepalkan tangannya dengan mata terpejam kuat. Mencari ketenangannya yang mulai retak.
Sebenarnya, di dalam pikiran dan hatinya Victoria sudah pernah menyimpulkan semua ini, tapi, dia tidak yakin dan tidak percaya hingga saat mendengar langsung, membuatnya sangat terguncang dan menyakitinya. Keluarganya bukan racun! atau apapun sebutan yang mereka berikan untuk menggambarkan keluarganya!
"Kenapa Lottie juga harus...." Victoria menjedah karna isakannya mulai pecah. "Kenapa kalian harus membuat Lottie seperti itu, Lottie tidak ada hubungannya dengan semua pelik ini!!"
__ADS_1
Fredrick menoleh dan menatap Victoria yang sudah menangkup wajahnya dengan kedua tangan, ingin rasanya membawa tubuh bergetar itu masuk ke dalam pelukkannya tapi, itu tidak akan berhasil sekarang, maka Fredrick membuang jauh-jauh keinginannya itu untuk sekarang
"His Majesty menginginkanmu, jika Lady Charlotte ada, akan ada banyak perbandingan dan mungkin pemilihan untuk kalian berdua, karna itu, keputusan His Majesty....."
Ucapan Fredrick terhenti karna dia memang tidak ingin meneruskan terlebih, karna isakan Victoria semakin kuat. Dengan mulut keluh dan bibir bergetar, Victoria mencoba bersuara
"Dengan menodainya hingga mati?"
Dengan pandangan penuh amarah, Victoria menatap Fredrick yang sempat menoleh untuk menatapnya, sebelum wajah Fredeick kembali menatap ke depan.
"Itu di luar keinginan kami karna kesatria yang ikut dalam pembersihan saat itu, tidak hanya di bawah kuasa kami. Para bangasawan dari sisi kerajaan yang sudah geram mengirimkan juga wakil mereka untuk ikut ambil bagian dalam pembersihan racun"
"Kalian bedebah!!"
"Maafkan aku......"
"Aku tidak akan pernah memaafkan kalian! tidak akan pernah!!!"
"Aku tahu"
Suara umpatan dan hinaan Victoria terus berlanjut, tangisan raungan Victoria semakin menguat, segala perasaan mencabik hatinya. Sangat perih dan sangat menyesakkan.
Cukup lama Fredrick hanya diam membiarkan Victoria menangis untuk mencoba mengeluarkan segala hinaannya hingga, suara Victoria yang terdengar mulai tenang dan kembali membuka suara.
"Apa kalian tidak bisa berusaha sendiri? apakah kalian tidak bisa mencari solusi lain? Apa kalian bodoh? kenapa harus membunuh dan mencuri keluargaku? kenapa?"
Dengan mata terpejam dan terus membuang nafas panjang, Fredrick kembali mengatur ketenangannya, karna dia butuh banyak ketenangan untuk kali ini. Untuk memberikan penjelasan panjang tentang kenyataan
"Daerah subur di ibukota hanya di bagian selatan, dan itu perbatasan antara Francia dan kerajaan Vancia, itu daerah konflik yang sudah berlangsung selama lima puluh tahun lebih. Awalnya, saat His Majesty baru duduk di atas tahta, dia membuat rencana baru untuk mencoba membuat lahan pertanian di sana, lebih tepatnya memaksakan. Tapi, semuannya sia-sia, hanya membuat banyak korban petani lalu, His Majesty kembali memaksa dengan membuat prajurit tangguh menjadi petani, itu bertahan selama beberapa tahun dan setelahnya tetap sia-sia. Vancia terus mengganggu dan menghancurkan daerah itu. Vic dengar...." Fredrick menatap Victoria dengan serius. "Banyak cara sudah kami coba, banyak hal sudah kami lakukan tapi semuanya tidak cukup untuk kesejahteraan seluruh rakyat, puluhan tahun rakyat kesulitan saat musim panas tiba dan semakin menyakitkan saat musim gugur, bantuan dari Duchy lainpun selalu tidak cukup untuk seluruh rakyat, terlebih rakyat miskin dan semuanya semakin buruk saat Duke William memegang Duchy Albany, mediang memegang jalur perdagangan, mediang menjual hasil perdagangan ke luar dan menguasainya, membuka jalur perdagangan dari luar dengan dingin, tanpa sedikitpun menoleh pada rakyat Francia. Berulang kali His Majesty terus mendekati mendiang Duke William, seperti yang kau tahu jika mendiang Duke dan His Majesty bersahabat tapi, tetap tidak menggoyahkan sedikitpun aturan turun menurun Arathorn. Arathorn selalu dan akan terus dan hanya ingin berhubungan dengan keluarga mereka. Apa ucapanku ada yang salah.....?"
Victoria tidak bergeming, kepalanya seperti habis di pukul dengan balok, dadanya seperti terhimpit batu besar, tenggorokkannya seperti penuh dengan kerikil. Fredrick yang melihat jika Victoria tidak akan bisa menjawab melanjutkan
"Ini keputusan ku sendiri untuk membuka semuanya dan jika kau tidak percaya, aku akan menunjukkan gambaran rakyat saat musim gugur tiba, yang kau lihat hari ini hanyalah setitik dari gumpalan besar kesakitan rakyat miskin"
\=\=\=\=💚💚💚💚
Permainan politik kejam banget, terlebih di kalangan bangsawan jaman dulu. Di cerita eike ini, isinya bukan cuma tentang percintaan simple yang coba eike bahas, eike juga coba nuangin dikit gambaran tentang rumit dan peliknya history kaum bangsawan dan kekuasaan di jaman kerajaan eropa. Jadi, yang ga kuat gpp boleh skip aja cerita eike. Karna eike juga sadar, BTC ini isi ceritanya agak sedikit berat dan ribet. Banyak konflik yang agak tidak biasa, ga cuma masalah cinta-cintaan dan balas membalas simple, apa lagi ini makek latar era abad ke-19 yang banyak aturannya. Ini karya pertama eike, mohon maaf bgt, karya eike memang masih banyak banget kekurangan tapi eike udah coba sebaik mungkin buat mikir dan nulis pakek pengetahuan eike. Sekali lagi terimkasih banyak...
Eike makasi banget sama readers tersayang yang masih bertahan dan udah selera sama karya eike, makasih juga sama yang sudah mau repot buat sekedar mampir. Pokoknya sayang banyak-banyak buat kalian semua✨
Silahkan tinggalin jejak kalian...
__ADS_1