Behind The Castle

Behind The Castle
**PERGERAKAN**


__ADS_3

Sambil terus bergerak dengan pena dan perklamen penting di atas mejanya, mata Charles terus melirik ke arah pintu. Dimana di sana, Thomas dengan wajah penuh kharismannya menyambut dengan diplomatis kedatangan beberapa bangsawan yang silih berganti untuk memberikan ucapan selamat dan kado.


Ini masih terlalu pagi untuk berkutat dengan serius tapi, seseorang yang berada di depan mejanya tampak sudah sangat serius dengan pemikirannya. Albert yang tanpa mengerjakan apapun, hanya melipat tangan di depan dada dengan tenang dalam diam, yang Charles yakini jika iparnya itu sedang berpikir keras.


Braakk!


Suara benda di letakkan dengan kasar membuat arah pandang Charles begeser ke sebelah Albert, ke meja kerja Thomas. Beberapa tumpukan kado besar mulai menggunung di sana. Charles kembali menggeser bola matanya ke samping, pada Albert yang tidak bergeming sedikitpun dengan semua pergerakan dan suara di sekitarnya, hingga membuat Charles juga ikut melepas senjatanya dan menempelkan punggungnya di kursi.


"Kapan kita akan mulai mengatur semuannya?"


Suara Thomas yang terdengar membuat Albert akhirnya bergeming dari pikirannya dan menatap Charles dan Thomas secara bergantian.


"Secepatnya sebelum Arthur kembali"


Thomas mengangguk singkat untuk ucapan Albert dan ikut membuka suara


"Kita buat pertemuan dalam minggu ini, pastikan semua terjaga rapih"


Charles memijat tangannya dengan perasaan mulai cemas dan ikut bersuara menimpali ucapan Thomas


"Semoga Tuhan memperlancar semuanya, jujur..." Dengan rasa cemas yang semakin menjadi, Charles memijat kembali tangannya dan menatap ke dua iparnya dengan cemas. "Jujur aku ingin kita memiliki solusi lain tapi hanya ini yang kita miliki sekarang"


Rasa menggigil merayap cepat ke punggung Albert hingga membuat tangannya bertaut dengan erat. Thomas yang selalu tampak tenang penuh wibawa pun segera memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong saku sambil menerawang jauh ke luar jendelan


🔅🔅🔅🔅🔅


"Perang di wilayah barat lebih cepat dari yang kita perhitungkan di awal Your Majesty"


Raja George yang baru akan mengguratkan tinta pena ke atas kertas segera menaikkan arah pandangnya mentap Edward, tangannya yang masih melayang di atas meja segera melepaskan dan menghentikan segala hal yang sedang di pikirkan ataupun di kerjakannya


"Berapa lama?"


Edward menatap Raja George dengan serius, bahkan sangat serius


"Prediksi dari Tomy dan Carl yang ikut memeriksa keadaan dari pesan yang kita dapat, mereka akan menang dalam sepuluh bulan lagi tapi....." Dengan tangan bertaut ke belakang punggung raut wajah Edward berubah menjadi tidak terbaca sambil terus menatap ke depan. "Tapi menurut perhitungan saya, mereka akan kembali paling lama delapan bulan lagi, setelah musim dingin berakhir, Your Majesty"


Ucapan Edward membuat Raja George segera berdiri dari kursinya untuk menuju jendela. Kedua bola mata abu-abunya menatap jauh ke langit cerah musim panas yang sudah melewati pertengahan. Pikiran Raja George mulai kalut. Semua sedikit berbalik sekarang. Jika dulu mereka menginginkan 'ikatan' untuk secepatnya terjadi tapi sekarang berbeda. Mereka membutuhkan waktu lebih banyak. 'Ada' Perasaan-perasaan Yang masih membutuhkan waktu cukup lama untuk di pupuk agar berkembang. Terlebih 'anjing lain' yang juga akhir-akhir ini semakin berani menggonggong, bahkan mulai nenunjukkan gerak gerik mencurigakan.

__ADS_1


"Bagaimana Baron Webex?"


Edward ikut mendekat ke arah jendela hingga posisinya berdiri di belakang Raja George


"Mereka mulai bergerak"


"Apa yang mereka lakukan?"


Masih dengan posisinya, Edward menatap bahu Raja George yang tetap terlihat kokoh dan kuat di usianya sekarang, yang tanpa banyak orang ketahui, jika di kedua bahu itu memikul banyak hal yang harus di jalani seorang Raja. Edward membuka mulutnya dengan sedikit khawatir


"Mereka mencoba menarik 'anjing lain' untuk membuat koloni baru yang lebih besar, sepertinya mencari kekuatan untuk menyerang. Tapi kita belum tahu apa jenis serangan yang sedang mereka rancang"


Nafas lelah Raja George berhembus. Dia tahu kenapa 'anjing-anjing' itu menjadi kepanasan sekarang. Kejadian-kejadian yang mengejutkan dan juga tidak masuk dalam perhitungannya membuat mereka tidak bisa membuat 'para anjing' diam, terlebih karna salah satu 'anjing' di istana merenggang nyawa karna hukuman yang di jatuhkan untuknya. Perasaan ketika melihat anakmu yang mati sudah sangat menyakitkan terlebih harus mendapati jika tubuh tidak bernyawa anakmu yang membusuk tergeletak di depan pintu rumahmu. Sangat tidak berperasaan.


Kembali nafas panjang Raja George berhembus lelah, sangat lelah. Dia tidak tahu jika Fredrick bisa semurka itu untuk memberikan hukuman yang cukup serius, walaupun untuknya, apa yang di lakukan Fredrick cukup berkelas. Dengan tidak menggunakan cara seperti dengan memberikan banyak fitnah berat untuk memuluskan jalan agar bisa menyeret mereka ke tiang gantungan. Sebuah cara yang sangat picik tapi juga bukan hal baru untuknya.


"Pemakaman Hans sudah selesai?"


"Sudah Your Majesty. Keadaan tubuh yang sudah membengkak tidak bisa menunda lagi untuk pemakaman, keluarganya segera memakamkan di pagi hari berikutnya setelah menyiapkan semuanya pada malam hari dengan cepat"


Edward memejamkan matanya dan mengangguk singkat, suara Raja George yang penuh doa terdengar tulus, sangat berbeda dengan respon si pemberi hukuman saat menerima kabar kematian. Fredrick hanya diam dan bahkan terlihat santai, entah bagaimana cara berpikirnya, entah dia memikirkan atau tidak apa yang bisa terjadi jika membuat para anjing tersinggung. Dan semua itu semakin memperjelas pengamatan dan penilain Edward selama ini pada Fredrick. Fredrick, benar-benar mewarisi ayahnya atau mungkin bisa lebih keras dan kejam di kemudian hari. Semua pemikiran itu membuat Edward bergindik tapi juga bangga.


"Bagaimana parlement?"


Suara Raja George membuat pikiran Edward kembali fokus dan kembali menatap punggung di depannya.


"Sepertinya, kabar tentang 'halaman istana' bisa teredam dengan baik Your Majesty"


"Belum"


Edward mengerutkan alisnya dalam dengan bingung.


Setelah ucapan Raja George, kehening terjadi di antara mereka, Raja George masih menerawang jauh ke atas langit cerah dari balik kaca jendelannya. Hingga akhirnya suara Raja George kembali terdengar.


"Kita harus bergerak Ed, perasaanku mengatakan jika mereka akan mulai bergerak. Mereka tidak akan diam lagi"


Edward mengangguk yakin

__ADS_1


"Kita akan mulai dari mana Your Majesty?"


Sambil membuka jendela, Raja George kembali menatap langit


"Awasi seperti biasa, perhatikan gerak gerik bangsawan lain"


"Bangsawan pihak mereka masih tenang sampai hari ini Your Majesty"


"Bukan"


Alis Edward kembali mengkerut semakin dalam hingga alis pekat itu bertaut menjadi segaris. Suara Raja George kembali terdengar.


"Bukan hanya bangsawan pemihak mereka tapi....." Sambil memutar kepalanya, Raja George menatap Edward dengan tatapan dingin dan wajah dingin tidak terbaca. "Bangsawan 'Larina'. Perhatikan mereka dengan baik"


Dengan mata yang berkedip beberapa kali dan raut wajah bingung, Edward mengangguk singkat


"Apa mereka........" Edward meneguk ludahnya dengan kasar dan menggeleng kuat. "Tidak mungkin mereka....."


"Semua bisa mereka lakukan, apapun akan mereka lakukan Ed, karna itu jangan lengah"


Edward tersentak sepersekian detik hingga isi kepalanya terasa berputar, ada sebuah pemikiran yang sangat tidak mungkin dia yakini terjadi atau mungkin memang tidak ingin dia yakini? hingga mulutnya terasa keluh walaupun sangat ingin bertannya. Raja George yang sudah kembali menatap jendela sangat memahami pemikiran dan perasaan Edward, dan dia akan memperjelas pada Edward yang sedang dalam kebingungan dan kecemasan


"Selama bertahun-tahun mereka mencari-cari kelemahanku untuk menjadi senjata mereka di kemudian hari, senjata yang bisa di gunakan untuk 'kejadian' seperti sekarang di saat aku memaksa dan merebut milik mereka. Aku mempunyai kecurigaan jika mereka sudah mendapatkan itu. Keadaan ini terlalu tenang Ed, terlalu tenang untuk ukuran penguasa dengan isi kepala dan kekuasaan seperti mereka. Perasaanku selalu mengatakan jika selama ini mereka diam bukan karna tidak ingin bergerak tapi, karna mereka sedang 'mencari'..... Kau paham apa yang harus kita lakukan Ed?"


Edward terkesiap dengan mata membulat hingga wajahnya terlihat bodoh. Mendengar semua intuisi Raja George membuatnya semakin yakin, jika dia memang sangat bodoh.


"Jangan katakan apapun pada Fredrick tentang ini, aku ingin pupuk di tabur dengan alami agar bunga yang tumbuh murni dan alami", Jendela di tutup dan Raja George menatap wajah bodoh Edward. "Walaupun aku juga curiga jika mereka akan melakukan sebuah permainan murahan", Dengan langkah lelah Raja George melewati Edward yang masih mematung karna otak bodohnya sedang berputar keras. "Cara murahan yang bisa membuat banyak kehancuran"


\=\=\=💜💜💜💜


Yang geretan karna penasaran angkat kakinya... hehhee...


Terimakasih banyak karna sudah bertahan sampai sejauh ini, terimakasih atas support-nya yang terus mengalir readers....


Vote-nya jangan malu-malu buat di sebar. Tombol like, komen, bintang lope-nya jangan ragu buat di tekan...


Salam sayang semua✨

__ADS_1


__ADS_2