Behind The Castle

Behind The Castle
**SHOW TIME**


__ADS_3

Hujan lebat masih mengguyur ibu kota, jejalanan basah, pohon-pohon basah, semua ibu kota basah karna air mata langit yang masih ikut bersedih.


Sangat banyak penduduk yang masih berdatangan ke depan gerbang istana untuk memberikan bunga, hadiah terakhir dan juga ucapan selamat jalan untuk mendiang Raja mereka. Hujan lebat tidak sedikitpun menyurutkan semangat mereka untuk meletakkan penghormatan terakhir pada mendiang pemimpin kerajaan Francia terlebih, untuk mereka yang sudah merasakan sendiri, bagaimana perhatian dan rasa cinta mendiang Raja untuk rakyat kecil yang selalu di utamakannya dengan mengorbankan banyak hal semasa hidupnya.


Tapi, semua gambaran berkabung dan kesedihan yang ada di luar istana tidak terjadi untuk di dalam istana. Dengan ceria dan tampak tanpa beban banyak bangsawan, anggota parlement dan para pendukung si pemilik tahta lain sedang berkumpul dan menikmati pesta di dalam aula utama dalam kebahagiaan. Bahkan aula utama sudah penuh dengan kehadiran mereka.


Musik orkestra terus di mainkan, lantunan musik lembut dan berkelas menemani setiap senyum bahagia dan juga tawa penuh tata krama para manusia yang di sebut-sebut sebagai orang-orang yang memiliki gelar kehormatan.


Ratu Elisabeth terus meladeni semua percakapan yang di buka untuknya, sesekali tangannya menenggak isi gelas anggun merah yang terus mengisi satu tangannya. Henry dan Calista juga ikut menyambut obrolan yang berisikan dukungan dan selamat. Semua obrolan mereka yang sangat beraroma... penjilat.


Keelft hanya diam bersama para kesatria emas lain yang memiliki perasaan sama dengannya. Perasaan bersedih tapi juga marah. Bagaimana seorang Ratu tetap bisa membuat pesta di saat Raja mereka baru saja mangkat? bahkan tubuh tidak bernyawa mendiang Raja masih tersimpan di kamar duka khusus Raja? Ini lebih dari kata gila! Sungguh, Keelft benar-benar ingin menghancurkan segala isi aula tapi, mengingat perkataan Edward untuk sabar dan tetap diam, Keelft dan yang lain hanya bisa patuh dengan kesetian mutlak mereka. Menunggu dengan sabar semua hal yang sudah di siapkan mendiang Raja mereka.


Pesta terus berlanjut dan terus berlanjut dalam keselarasan dengan gambaran lain, gambaran kemenangan. Beberapa pelayan sesekali berlalu lalang dengan wajah yang tampak tidak bersemangat. Para penjaga dan pengawal pintu hanya diam dengan wajah duka. Bahkan di beberapa sudut istana masih terdengar isakan pilu dari para pelayan dan keluarga dari keluarga jauh Raja George.


James dan Steven yang datang dengan tujuan untuk mengurus persiapan pemakaman hanya bisa menelan segala kemarahan mereka saat ini, mereka hanya bisa berdoa untuk datangnya sebuah keadilan. Keadilan untuk penghinaan keji yang di berikan orang-orang yang tidak memiliki empati dan hati di aula. James terus menekan segala perasaan sedih dan amarahnya, Steven hanya bisa terus membuang nafas panjang yang terdengar syarat akan kemarahan.


TING TING TING


Suara dentingan gelas membuat semua fokus berpindah pada Ratu Elisabeth yang sudah berdiri di atas undakan tahta dengan gelas anggurnya. Senyum anggun dan penuh kemenangannya terus tercetak di bibir tuanya.


"Terimakasih atas kedatangan para tamu yang tetap bersedia memenuhi undangan meski keadaan di luar terus turun hujan, dan kita masih dalam keadaan berduka. Tapi bukan tanpa sebab saya tetap membuka pintu aula karna, keadaan yang memaksa saya, saya sebagai Ratu kerajaan yang saat ini memegang kekuasaan tertinggi karna Raja kita, Raja George II baru saja berpulang ke sisiNya tadi malam"


Ratu Elisabeth merubah raut wajahnya yang menjadi terlihat sendu, dan menatap seisi aula yang tampak diam menunggu kelanjutan ucapannya


"Karna itu juga, saya Ratu Elisabeth, sebagai pemimpin kerajaan Francia tidak bisa membiarkan kursi tahta tetap kosong"


Keelft dan kesatria emas lain yang mulai mengerti arah ucapan Ratu Elisabeth mengepalkan tangan mereka dengan kuat. Mereka terus menekankan ucapan Edward untuk tetap diam dan sabar.


"Karna itu, dengan keadaan sekarang dan dengan semua dukungan dari para tamu terhormat, saya Ratu Elisabeth mengangkat, His Highness Pangeran Henry Aristide Philip Frances untuk naik di garis tahta, dan naik untuk menjadi..... Raja Francia yang baru"

__ADS_1


Suara tepukan tangan semua penjilat di dalam aula menggema, Ratu Elisabeth mengangkat ke atas gelasnya yang di ikuti oleh semua tamu penjilat


"Demi kerajaan Francia"


"DEMI KERAJAAN FRANCIA!"


Ratu Elisabeth langsung menyesap isi gelasnya yang di ikuti oleh para penjilat.


James dan Steven hanya bisa terus dan terus menekan kemarahan mereka terlebih Keelft dan para kesatria lain, yang dengan kesetian mutlak pada Raja hanya bisa terus mematri dengan kuat amanah Edward. Pelatih dan juga kapten mereka itu.


"Kemarilah Henry..."


Henry tersenyum lebar sambil melepaskan tangannya dari Calista, lalu memandang Calista sejenak, Calista langsung mengangguk penuh keyakinan pada Henry.


Dengan langkah pasti, Henry menuju tangga undakan tahta, di mana letak kursi Raja dan Ratu terpajang dengan segala kehormatannya. Dengan bibir yang tidak henti-hentinya tersenyum, Ratu Elisabeth berbisik pada Henry


Henry mengangguk patuh dan langsung duduk. Melihat jika kursi tahta sudah di tempati, para tamu undangan penjilat langsung mengambil gestur mereka. Para gentlemen membungkuk dalam dan para Ladies memyilangkan kaki mereka, menarik sisi gaun sambil sedikit menunduk


Keelft rasanya ingin menangis karna menahan murka, bahkan tangannya sudah gemetar menahan segala larva panas di hatinya


Senyum puas dan kemenangan tercetak di bibir Ratu Elisabeth dan Calista. Keinginan mereka tercapai, mimpi mereka untuk menghancurkan segala kebanggaan dan kerja keras mendiang Raja George tercapai. Mereka menang dan tinggal menjalankan sisanya tapi,


BRAAAAKKKKKKK!!!


Pintu aula yang sudah terbuka lebar di tendang kuat dan sangat keras oleh kaki seorang wanita bergaun merah


PRAAAAAANGGGG!!!!


Satu meja tidak berdosa berisi minuman terpental di atas lantai saat sebuah kaki yang terbalut setelan baju kesatria khusus menendangnya dengan sangat kuat.

__ADS_1


Semua pekikan terkejut dan semua kepala langsung tertuju pada arah pintu, Senyum kemenangan Ratu Elisabeth dan Calista pudar seketika saat Edward masuk dengan mengangkat tinggi tangannya ke atas, tangannya yang memegang gulungan perkamen emas spesial, gulungan yang sudah di jaga Edward dengan amanat penuh kesetian mutlak


Edward menyeringai menatap semua wajah yang tampak terkejut dan tercengan dengan kedatangannya terlebih, karna kedatangan Victoria yang sudah memakai semua atribut khusus untuk sebuah pesta khusus milik mendiang Ratu terpilih.


Keelft dan kesatria yang bersamanya hampir bersorak lega dengan mata berkaca-kaca. James dan Steven membuang nafas lega tapi juga penasaran.


"APA YANG KAU LAKUKAN PENJAHAT!!"


Dengan bibir yang masih menyeringai Edward semakin maju ke tengah-tengah aula dan mengabaikan suara mengaum singa tua ompong yang sedang murka. Edward hanya menatap penuh celaan pada dua badut yang dengan tidak tahu malu menempati panggung tahta. Dengan pasti dan tegas suara tenang Edward terdengar


"DEKRIT RAJA TIBA"


Ratu Elisabeth terkesiap, Henry yang baru beberapa menit menikmati kursi Raja langsung menegang di kursinya.


Seringai Edward sudah berubah menjadi seringai mengerikan dan mencekam tapi juga penuh dengan celaan, karna tidak ada yang menundukkan kepala saat Edward sudah mengatakan apa yang di pegangnya. Sekali lagi, Edward bersuara masih dengan mengangkat tinggi perkamen spesial di atas tangannya


"DEKRIT RAJA GEORGE II TIBA"


Setelah dua kali menyebutkan titah Raja tertulis itu, barulah semua kepala menuduk sopan, kecuali dua orang yang ada di atas panggung tahta. Mereka hanya diam dan menatap Edward dengan raut wajah yang terlihat menggelikan di mata Edward


Edward mulai membuka gulungan dan mengangkat tinggi-tinggi perkamen emas spesial di depan wajahnya, setelah sebelumnya menyempatkan matanya untuk melirik Victoria yang hanya diam dengan mata menatap tajam ke arah panggung tahta


"Saya akan membacakan dekrit terakhir Raja George II"


\=\=\=🎀🎀🎀🎀


Ayukk jejaknya yukkk


Salam sayang semua

__ADS_1


__ADS_2