Behind The Castle

Behind The Castle
**LOVE**


__ADS_3


Francesca Victoria Rosemary Emylis Georgia Castalarox


Age: 17 Y.O



Ferdinand Fredrick George William Castalarox


Age: 17 Y.O



Summer Sebastiana Alexandrina Castalarox


Age: 13. Y.O


 


Francia baru saja akan memasuki awal musim panas. Musim panas yang sekarang sudah tidak pernah lagi membuat kepala Raja berdenyut karna, segala kesulitan menjadi gampang terpecahkan semenjak Francia memeluk Vancia. Terlebih karna Raja dan Ratu mereka yang sudah memiliki orang-orang hebat di sisi mereka.


Fredrick, Arthur dan Henry terlihat sedang sangat serius membahas sesuatu, mereka sedang berada di ruang kerja Arthur, karna mereka semua sedang berkumpul di Duchy Albany. Entah apa yang mereka bahas, tapi yang Victoria tebak jika itu menyangkut rencana perdagangan yang akan Francia sebarkan ke seluruh benua seperti biasa, saat musim panas sudah mulai mendekati Eropan.


Victoria kembali menggigit biskuitnya bersama Charlotte yang sedang serius membaca buku sejarah. Well... Lottie-nya memang masih kutu buku dan tidak pernah berubah.


"Lihat Ri"


Setelah meletakkan biskuitnya, Victoria menggeser tubuhnya sedikit agar bisa melihat apa yang coba di tunjukkan Charlotte padanya dan ternyata.... tidak ada yang spesial, sejarah tentang Raja dan Ratu terbaik Francia. Mereka menulis kisah Fredrick dan Victoria dengan cara yang sangat mendramatisir dan Victoria sudah pernah membacanya. Mereka di tuliskan di dalam sejarah seperti Raja dan Ratu perang terbaik sejagat raya dunia, Raja dan Ratu tersukses dalam mensejahterakan rakyatnya, belum lagi tentang kisah cinta mereka dan kehebatan keluarga mereka. Victoria memutar bola matanya dengan malas, dia merasa sejarah itu sangat berlebihan. Memang apa spesialnya kisah cintanya? dan lagi pula, karna mereka bisa menahlukkan kerajaan hebat dan besar seperti Vancia dalam sekali serangan, bukan berarti mereka semacam dewa dewi perang kan? Sungguh sejaran itu sangat berlebihan dan Victoria sangat malas untuk mendengar isi sejarah itu lagi


"Kalian terdengar keren di buku yang ini Ri"


Victoria hanya mengedipkan bahunya dengan acuh, dia tidak peduli


"Mama..."


Suara yang memanggil, membuat Victoria segera menoleh dan langsung tersenyum


"Apa berkudamu sudah selesai nak?"


"Sudah ma" Summer mencium pipi ibunya dan menuju pipi Charlotte. "Apa yang aunty baca?"


"Buku sejarah sayang, tentang ayah dan ibumu"


Charlotte terkekeh dan memberikan buku yang di peganggnya pada Summer yang juga ikut terkekeh


"Ini bohong, papa tidak sekeren itu dan harusnya mereka menuliskan juga jika Raja Francia itu pencemburu dan kekanakan"


Summer terkekeh geli yang di ikuti Charlotte, Victoria hanya tersenyum sambil merapikan pita rambut putri bungsunya yang sedikit miring


"Siapa yang pencemburu dan kekanakan hm?"


"Oups! orangnya datang aunty"


Summer kembali terkekeh dan segera berdiri, berjinjit saat Fredrick menunduk untuk memberikan ciuman di pipi Fredrick


"Di mana yang lain nak?"


"Terakhir sebelum aku pergi Frances bersama gapa di ruang buku dan mungkin sekarang sedang memanah bersama Tomy. Dinand dan Mike bersama Edward dan Jeremmy sedang berburu pa"


Tangan Fredrick terulur untuk mengusap pipi lembut bungsunya sambil tersenyum gemas. Bungsunya ini sangat manis sekali. Seperti istrinya plus dengan wajah ramah


"Dan kau sayang?"


"Habis berkuda bersama Carl"


"Hallo Summer..."


Summer langsung menoleh pada arah suara, dan langsung mendekat pada Henry


"Halo Uncle Henry...."


Henry tersenyum hangat dan langsung mengusap surai coklat kepirangan yang sama seperti surai Victoria


"Bagaimana kudanya, kau suka nak?"


"Suka uncle, trimakasih. Summer sayang uncle"


Henry langsung menundukkan punggungnya agar Summer bisa dengan mudah mencium pipinya


"Bagaimana denganku?"


Suara Arthur yang tiba-tiba muncul di belakangnya membuat Summer segera berjinjit dan mendaratkan bibirnya di pipi Arthur


"Tentu saja aku juga sangat sayang padamu uncle tapi, uncle Henry yang terbaik"


Summer mengerling ke arah Henry yang langsung terkekeh geli sambil mencubit pipi bungsu Victoria dan Fredrick itu.


Mereka mulai mengambil posisi duduk setelah sebelumnya, Arthur mengantar istri dan anaknya ke kereta kuda karna mereka akan berkunjung ke rumah mertuanya

__ADS_1


Victoria duduk di sofa panjang dengan di apit Arthur dan Charlotte. Di sofa yang berhadapan Summer seperti biasa, harus duduk di sebelah ayahnya dan menempel seperti lem pada lengan Fredrick yang duduk di sebelah Henry. Obrolan dan saling melempar godaan mereka langsung berlangsung, kekehan geli, tawa terbahak tanpa ingat status dan tanpa tatakrama bangsawan tinggi selalu terjadi saat mereka sedang berkumpul seperti sekarang. Hingga suara pintu di buka kasar membuat kepala mereka langsung menoleh pada pintu


Ferdinad masuk bersama Edward sambil menyeret benda hitam yang sangat besar. Victoria yang baru akan meminum tehnya tersedak saat melihat putranya itu sedang menyeret beruang dewasa dengan di bantu Edward


"Ohh Tuhan... Dinad! kenapa kau bawa masuk monster itu"


Fredrick langsung berteriak karna melihat anaknya yang membawa seekor beruang dengan tubuh penuh anak panah. Ferdinad mengabaikan dan terus melangkah dengan di bantu Edward


"Lihatlah bagaimana dia mengabaikanku! ini pasti didikan kau Ed!"


Semua yang di sana hanya tersenyum dan terkekeh geli, terlebih saat melihat Edward yang terlihat acuh dan mengabaikan Fredrick.


"Bety... Diana...."


Ferdinad berteriak di tengah ruang tamu yang membuat kedua nama yang di panggilnya segera datang dengan tergopo-gopo. Bety mengeryit melihat benda hitam super besar yang sedang di seret dan Diana terbelalak kaget


"Bety yang cantik dan Diana yang super cantik. Urus daging beruang ini agar menjadi juicy dan empuk ya. Kita akan makan besar"


Kekehan geli langsung meluncur dari bibir Bety dan Diana masih terlihat tercengang di tempatnya berdiri


"Tentu saja, Your Highness"


Setelah menyerahkan urusan seret menyeret beruang pada Edward, Ferdinad segera menuju ruang tamu di tempat keluarganya berkumpul


"Apa yang kalian lalukan mamaku yang super manis?" Ferdinad segera mencium kuat pipi Victoria dan semakin kuat saat mencium pipi Charlotte. "Apa kalian sedang membicarakanku?"


"Kau sudah dewasa Dinand! Berhenti menciumi mamamu!"


Dengan malas, Ferdinad memutar bola matanya.


"Pa, kau itu sudah tua, kurangilah kadar kecemburuan dan kekanakanmu itu"


Fredrick langsung melotot dan akan membuka mulutnya tapi Victoria segera menengahi


"Sudah... Jangan terus-terusan ribut" Tangan Victoria mengusap pipi Ferdinad yang kotor. "Bersihkan dirimu nak. Kau kotor"


"Ok ma.."


Kembali Ferdinad mendaratkan ciuman kuat dan lama di pipi Victoria dengan kedua matanya yang menatap Fredrick dengan menyebalkan


"Kau!!!!"


Belum sempat Fredrick melempar bantalan sofa, Ferdinad segera berlarian menuju ke tangga sambil terkekeh. Sungguh, jagoannya itu sangat menyebalkan.


Melihat kelakuan ayah dan anak lelakinya yang sama-sama kekanakan membuat mereka yang melihat hanya bisa terkekeh sambil menggelengkan kepala. Mereka sudah sangat terbiasa melihat ini.


Kembali mereka saling melempar obrolan dan candaan. Suara tawa dan kekehan langsung mengisi suaran di ruang tamu hingga dari arah pintu belakang seseorang dengan wajah datar masuk bersama seseorang dengan seseorang bersurai memutih sambil tersenyum hangat


Suara Summer membuat mereka langsung menoleh ke arah pintu belakang. George dan Francesca mendekat. Dengan cepat, Francesca menciumi pipi ayah dan ibunya, para unclenya, dan aunty kesayangannya


"Apa kalian habis memanah sayang?"


Dengan wajah datar dan tubuh yang terus berdekatan pada George, Frances mengambil posisi duduknya. Masih dengan tubuh yang terus menempel pada George, walau hanya sedikit kulit yang bersentuhan. Sungguh anak gapa.


"Iya ma. Kalian sedang apa?"


"Seperti biasa sayang, berbicara omong kosong"


Jawaban Victoria membuat George terkekeh dan Frances hanya tersenyum tipis. Victoria mengamati wajah putri sulungnya itu. Wajahnya sungguh sangat datar dan irit senyum, dan itu cukup membuat Victoria tersentil setiap kali mengamati raut wajah Francesca karna, raut wajah dan cara berbicara Francesca sangat dirinya sekali. Fredrick juga ikut mengamati raut wajah anaknya yang akan mewarisi tahtanya kelak, bibir Fredrick tersenyum tipis. Francesca akan menjadi Ratu yang tajam dan tegas suatu hari nanti tapi, yang membuatnya sedikit kesal adalah karna cara berpikir Francesca yang sangat sama seperti ayahnya. Sialan memang! Francesca akan menjadi ular betina yang penuh trik licik dan rahasia. George memang ular tua!


"Jangan mengumpatiku Fred"


Summer langsung terkekeh melihat ayahnya yang tersentak saat George langsung menebak isi pikirannya


"Kau tua bangka mengerikan George"


Dan mereka semua langsung terkekeh bersama, dengan George yang tampak acuh dan meraih biskuit kesukaannya, biskuit keju dari Yorksire.


"Oh iya Frances, ku dengar kau mendapatkan lamaran dari tiga pangeran lagi?"


Francesca tampak malas ketika pembahasan tentang itu kembali di lontarkan seseorang. George tersenyum hangat menatap Henry yang bertanya


"Setiap hari Hen... dan para pengeran itu tidak pernah menyerah" Kali ini George menatap Fredrick. "Kau harus berpikir mulai sekarang Fred, para pangeran di luar kerjaan akan semakin ganas memberikan lamaran setelah Frances debut bulan depan"


"Gapa.... aku belum ingin memikirkan itu"


George tersenyum hangat sambil meraih tangan Francesca


"Kau harus sweetheart, dan mulai sekarang kau harus benar-benar memikirkannya. Karna suamimu nanti akan menjadi pendamping tahtamu. Kau harus menguliti semua kepribadian dan isi otak mereka. Jangan sampai kecolongan"


"Tenanglah George. Ayahnya yang mantan bajingan pasti pintar mencium aroma bajingan, dan ibunya si penahluk bajingan pasti bisa memberikan jurus untuk membuat bajingan bertobat"


Suara tersedak kuat langsung membuat semua terkekeh geli. Summer terlihat panik dan menepuk-nepuk punggung ayahnya yang terus tersedak kuat hingga wajahnya memerah.


Arthur si pelaku, hanya mengulum senyum sambil mengedipkan satu matanya pada Francesca yang tersenyum geli.


"Benar Frances, papa pasti bisa melihat sesamanya dengan cepat. Kau hanya perlu bertanya pada papa bagaimana aroma bajingan, papa pasti paham"


Suara yang tiba-tiba muncul dan ikut mem-bully Fredrick membuat mereka kembali tergelak tawa. Kecuali Summer yang langsung melotot pada Ferdinad

__ADS_1


"Jangan mengejek papa Dinad!!"


Ferdinad memutar bola matanya dengan malas dan langsung menyelinap di sofa, duduk di antara Victoria dan Charlotte


"Booo!!! Anak kesayangan papa marah"


Dengan wajah yang masih memerah dan mata yang ikut memerah, Fredrick menarik nafasnya yang seperti hampir putus saat dia tersedak. Summer dengan wajah khawatir terus mengusapi punggung Fredrick.


"Apa papa baik-baik saja?"


Ohh Fredrick jadi ingin menangis sekarang. Lihatlah bagaimana bungsu kesayangannya ini. Wajahnya yang penuh rasa khawatir mau tidak mau membuat Fredrick harus mengangguk, meski nafasnya masih sedikit sesak. Sialan memang! untung saja Arthur kakak kandung istrinya.


"Apa aku melewatkan sesuatu?"


Ahh.. itu Michael atau Mike. Mike adalah nama panggilan yang buat si kembar untuknya waktu kecil. Dengan cepat Michael mencium pipi ibunya, tubuhnya sedikit bergeser untuk menuju pipi Victoria tapi,


"Jangan tempelkan bibirmu di pipi mamaku Mike"


Michael terkekeh geli dan dengan sekali gerakan yang langsung melewati Ferdinad, wajahnya mendapatkan pipi Victoria.


Bugh!!!


"Sialan kau Mike!" Michael mengusap tangannya yang di pukul Ferdinad, mulutnya kembali terkekeh dan menatap Fredrick sambil mengedipkan satu matanya "Pipi aunty selalu wangi bunga azela, dan manis seperti vanilla, uncle"


Dan benar saja, bantalan sofa langsung melayang tepat ke arah kepala Michael. Belum cukup serangan yang di dapatnya, kaki kirinya mendapat injakan dari Ferdinad. Ayah dan anak yang sama-sama kekanakan.


Semuanya, termasuk Victoria memutar bola mata mereka dengan malas. Kecuali Francesca yang hanya menatap datar ke arah pertikaian


"Well.. like father like son"


Charlotte berucap sambil menertawakan anaknya yang sudah merengut. Menertawakan akibat dari apa yang dia pancing.


Michael segera mengambil tempat duduk di samping Henry. Henry langsung menatap Michael


"Kau dari mana nak?"


Dengan acuh Michael meraih biskuit di atas meja


"Biasa uncle, urusan lekaki"


"Biasa? memang urusan apa Mike?"


Michael hanya menjawab Henry dengan tersenyum penuh misteri


---000---


Setelah makan malam bersama keluarga dengan menu utama daging beruang yang juisy dan empuk plus bumbu-bumbu yang membuat mereka ingin terus makan. Fredrick dan Victoria duduk di kamar mereka sambil menatap langit malam yang penuh taburan bintang


Kedua bola mata abu-abu Fredrick menerawang jauh sambil memeluk pinggang Victoria yang duduk di pangkuannya. Victoria ikut menerawang jauh ke luar jendela dengan tangan yang melingkar manja di leher suaminya


"Aku bahagia Bash..."


Bibir Fredrick tersenyum lembut


"Aku lebih bahagia Vic..."


Victoria mengubah arah wajahnya pada Fredrick. Dan mereka langsung saling menatap dalam diam, dalam keheningan, dalam ketenangan dan dalam kebahagiaan yang luar biasa. Kedua mata mereka saling menyelami mata mereka, jendela hati mereka, isi perasaan mereka dan... rasa yang ada di dalam hati mereka hingga mulut Victoria terbuka mengatakan isi hatinya


"I Love You"


Tanpa suara.


Fredrick menarik tengkuk Victoria dan menempelkan dahi mereka dengan saling memandang dengan dalam. Mulutnya terbuka dan ikut menyuarakan isi hatinya


"I Love You More"


Tanpa suara.


Bibi mereka tersenyum hangat dan saling memberikan pandangan lembut penuh perasaan cinta. Perasaan yang tidak boleh mereka miliki tapi, tidak bisa mereka tolak. Menyusup dan terus menguat dari waktu ke waktu tanpa bisa mereka cegah. Tidak peduli seberapa kuat dan seberapa besar mereka terus menekan perasaan itu tapi, perasaan itu tetap menyusup dan melahap hati mereka.


Cinta, sesuatu yang tidak boleh di miliki para pemilik mahkota. Tapi cinta adalah kekuatan yang paling kuat dari semua kekuatan. Dan karna cinta, mereka bahagia dan sangat bahagia.


"Terimakasih sudah hadir di hidupku Vic"


"Terimakasih sudah menyempurnakanku Bash"


Dan sekali lagi, Victoria mengucapkan seluruh isi hatinya tanpa suara, dan langsung di balas Fredrick dengan seluruh isi hati dan jiwanya


"I Love You, Bash"


"I Love Your more, Vic"


..........THE END..........


\=\=\=\=💛💜💚💛


Mau curhat sedikit donk readers.


pertama2 mau minta maaf buat eror beberapa part di atas. Ada empat! empat part! yg ga tau knp eror. ga ngerti ada masalah apa eike sma NT. lol. Entah kalian paham atau ga, tp yang di atas ada yg keulang part-nya dan sialnya ga bsa d hapus, itu yg pertama muncul masih mentah isinya blm di edit, n yg ke dua yg sdh selesai ke edit tp, sma NT di up semuanya donk 😌. Yg after war tdinya buat ekstra hari ini tp malah keluar kemaren. lol. Tauu ahh gelap... Pusing eike... jadi rusak gini daahh. Ngilangin semangat yang bgini ni... Dah segitu curhatnya. balik lagi ke topik.

__ADS_1


Puas gak sama endingnya? Sudah happy-happy banget kan... sesuai request. Hehee...


__ADS_2