Behind The Castle

Behind The Castle
**ANAK ITU**


__ADS_3

"Alex, apa saja yang kau dapat?"


"Anak itu sering pergi ke taman bersama anjingnya setelah makan malam. Sesekali minum teh di taman dan sekarang semakin sering bersama His highness pangaeran Fredrick untuk ke istal kuda. Mereka juga sudah beberapa hari ini berkuda, mereka terlihat semakin akrab" Alex melirik kesatria lain yang sedang sibuk dengan senjata mereka dan semakin mendekatkan diri pada dua orang pria di depannya untuk berbisik. "Apa kau punya rencana Isac? aku sangat gemas ingin membuat wajah sombongnya itu menangis"


Sambil mengayun-ngayunkan pedangnya, Hans ikut melirik Isac yang duduk tenang di atas batang kayu sambil terlihat berpikir


"Ada banyak, tapi kita tidak boleh sembarangan bermain-main dengannya, 'ular tua' yang selalu tampak tenang di tahtanya itu bisa saja mematuk tanpa pergerakan"


Hans dan Alex mengangguk, dan kembali melirik Isac yang sudah menegekkan punggungnya


"Aku punya rencana. Jika kita tidak bisa bermain langsung dengannya, kita bisa bermain dengan miliknya"


Hans dan Alex langsung saling pandang. Isac tersenyum lebar dan melanjutkan ucapannya


"Aku tidak sabar untuk membuatnya menangis"


"Apa kita perlu berkenalan dulu?"


Pertanyaan Hans membuat Alex dan Isac menyeringai


"Tentu saja"


🌺🌺🌺🌺🌺


Beberapa gulungan kertas dan perklamen yang melayang dari atas meja ke lantai selalu menjadi pemandangan indah Jeremmy untuk pagi ini. Suara dengusan kasar dan hembusan nafas panjang sudah mengisi kesunyian Jeremmy pagi ini. Dan lukisan panorama seorang pria yang terus memijat pelipisnya melengkapi semua kesempurnaan Jeremmy untuk pagi hari ini.


Untuk yang keseratus kalinya, dengan tenang Jeremmy memunguti barang-barang yang bertaburan dari atas meja kerja Fredrick, dan untuk yang keseribu kalinya dengan santai Jeremmy meletakkan dan merapikan kembali semua benda itu ke atas meja kerja Fredrick kembali, dan entah untuk yang keberapa kalinya semua itu membuat Fredrick berdecak kesal


"Tidak bisakah kau singkirkan dulu itu Jer? Kepalaku sakit sekali"


Dengan acuh dan mengabaikan semua suara-suara protes di sekitarnya, Jeremmy tetap merapikan semua barang kembali, dengan sangat rapih.


"Aarrghh.. sialan! kenapa aku harus punya tangan kanan sepertimu Jeremmy!"


"Anda sendiri yang memilih saya Your Highness, mungkin anda lupa karna itu sudah terjadi dari tujuh tahun yang lalu"


Karna semakin kesal, Fredrick melempar satu perklamen ke arah Jeremmy yang dengan santai di hindari oleh Jeremny. Lalu dengan acuh Jeremmy memungut kembali perklamen tidak berdosa itu, dan meletakkan dengan rapih kembali di atas meja Fredrick, dengan sangat rapih.


Karna semakin kesal Fredrick mengusap kasar wajahnya sambil sesekali mengumpat. Semua hal itu akhirnya membuat Jeremmy membuka suaranya


"Apa anda ingin minum?"


"Tidak. Aku akan berkuda nanti sore dengan Victoria. Dia akan menjauh dari wajahku jika mencium bau alkohol"


"Saya menawarkan teh Your Highness"


Dengan mata yang langsung melotot pada Jeremmy, kembali satu perklamen melayang ke arah Jeremmy dan seperti yang terjadi sebelumnya. Jeremmy menghindar, memungut, dan merapikan kembali.


"Anda harus menyelesaikan ini Your Highness, minggu depan akan ada pertemuan pengusaha dan bangsawan ibu kota yang memegang pasar"


Dengan membuang nafas pasrah, Fredrick menyederkan punggungnya ke badan kursi kerjanya, sambil menengadahkan kepalanya yang terus berputar-putar dengan nyeri


"Aku ingin bertemu Victoria Jer, ijinkan aku"


Dengan wajah serius Jeremmy menggeleng singkat


"Nanti sore Your Highness. Jadwal kalian bertemu dan keluar nanti sore, sekarang saatnya bekerja"

__ADS_1


"Kau sangat menyebalkan Jer!"


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Dia sudah ada di sini Vic"


Dengan cepat Victoria memutar kepalanya dan melangkah lebar menuju puntu keluar


"Di bagain mana?


Saat Victoria sudah melewati pintu, Diana segera memanggil Grey untuk ikut


"Seperti saat di istana barat My Lady, bagian linen"


Victoria tersenyum tipis


"Bagus, mulai besok pagi kau dan dia akan membersihkan kamarku"


Diana menatap Victoria sambil mengerling


"Pagi....??"


Kekehan Victoria yang langsung meluncur dari mulutnya, membuat kekehan Diana ikut terdengar


"Maksutku setelah ku bangun Di"


Diana mengangguk sambil tersenyum geli


"My Lady, sore ini kita akan berkuda lagi bersama His Highness"


Bibir ranum Victoria melengkung ke atas dengan matanya yang langsung berbinar


"Tentu saja"


🌺🌺🌺🌺🌺


Sambil membantu memberi cap stempel kerajaan pada kertas, Edward mengangguk


"Semua surat selalu di kirim Your Majesty, tapi tidak ada sedikitpun respon"


Raja George membuang nafas panjang dan kembali mengguratkan tinta pena bulunya pada perklamen


"Dia harus memperbaiki image-nya sedikit"


"Tapi sepertinya Lady Victoria tidak peduli, Your Majesty"


Kembali hembusan nafas panjang Raja George terdengar


"Pilah surat-surat itu, dan selidiki tiap-tiap tamu yang akan di undang di tiap acara. Jika menemukan tamu lain yang berhubungan dengannya, lain kali saat memberikan undangan beri pancingan sebuah pesan, jika nama itu akan ikut datang di acara"


Edward mengahentikan pergerakan tangannya dan menatap Raja George


"Apa ada nama yang terkecuali Your Majesty?"


"Tidak masalah, asal mereka anak muda..." Raja George menaikkan arah pandangnya untuk menatap Edward dengan serius. "Asal bukan undangan minum teh dari salah satu aunty-nya"


Edward mengangguk mengerti, dan kembali menggerakkan tangannya untuk mengerjakan stempel pada kertas-kertas dan perklamen

__ADS_1


"Bagaimana jika undangan dari sepupunya?"


"Jangan, karna itu berarti acara akan di buat di dalam kediaman mereka"


Kembali Edward mengangguk mengerti


"Kenapa kita tidak membuat acara untuknya di dalam istana Your Majesty? dan mengatur undangan dengan memberikan satu atau dua nama yang di kenalnya"


Mendengar ucapan Edward, Raja George segera menatapnya dengan tersenyum miring


"Aku pikir kau hanya pintar saat mengayunkan pedang dan berperang Ed"


Edward mengerucutkan bibirnya dengan sebal, dan tawa Raja George terdengar. Cukup lama keheningan kembali di sekitar mereka, hanya tangan mereka yang sibuk terus bergerak hingga suara Raja George kembali memecah keheningan


"Bagaimana Duchy?"


Dengan melepas semua yang ada di tangannya dan menghentikan segela pergerakannya, Edward menatap Raja George dengan serius


"Kepala pelayan itu rutin mengirim pesan ke bedford seperti biasa, dan sejauh ini bedford tetap menbiarkan seperti biasa Your Majesty"


"Hhmm... dan...?"


Dengan wajah yang masih serius Edward kembali membuka mulutnya


"Sampai sekarang, kami belum menemukan tambang berlian itu, meski selama beberapa bulan ini hampir seluruh Duchy kami telusuri"


Tangan Raja George terhenti, dan membalas tatapan Edward dengan tak kalah serius


"Besar kemungkinan tambang itu bukan di Duchy, tapi telusuri dan selidiki lagi Duchy hingga dua kali. Saat kita tetap tidak menemukan apapun, anggap pernyataan ku ini benar"


Edward menegakkan bahunnya dengan wajah semakin serius menatap pada wajah Raja George yang terlihat berpikir, hingga arah pandang Raja George tidak menatap kembali ke semua kertas dan perklamen di atas meja. Suara Raja George kembali terdengar


"Percepat penelusuran, setidaknya kita harus dapat kesimpulan sebelum wilayah barat selesai berperang dan pewaris kembali"


Dengan yakin Edward mengangguk dan kembali menatap Raja George


"Tapi, bukankah saat pewaris sudah kembalipun kita masih bisa tetap mengendalikan Duchy Your Majesty?"


Kali ini Raja George mengangkat bokongnya dan melangkah menuju ke jendela, kedua bola mata abu-abunya menerawang jauh ke luar jendela


"Penduduk di wilayah Albany sangat setia, karna memang dari jaman leluhur William hingga dirinya sangat memakmurkan dan memanjakan mereka. Apa kau salah Ed?"


Sambil melangkah mendekat pada Raja George, Edward mengangguk


"Benar Your Majesty. Sehari setelah pembersihan castle dan kami mulai berkeliling melihat keadaan di duchy, tidak ada satupun penduduk bicara pada kami bahkan mereka tidak membuka mulut mereka untuk menjawab pertanyaan kami. Mereka semua hanya menatap kami dengan permusuhan, memusuhi kami para kesatria-kesatria yang memakai pakaian resmi kerjaan. Dan karna itu juga, kami sulit untuk mendapatkan informasi apapun dan harus mengintai menyelidiki sendiri hingga berhari-hari. Bahkan hanya untuk mempelajari cara berdagang, atau berapa hasil yang di dapat dari dagangan mereka kami kesulitan"


Raja George mengangguk


"Meski masih muda saat 'anak itu' jika di beri pengarahan dan sedikit gambaran dia pasti akan langsung tahu apa yang harus dan apa yang tidak harus dia lakukan"


Edward mengeryit


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To Be Continued.......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tombol like, komen, bintang dan lope-nya jangan lupas di press ya readers.... Biar jadi semangat buat eike...


Salam sayang semua ✨


__ADS_2