
Rapih, bersih, bersahabat, tenang dan damai itulah tampilan di depan halaman parlemen kerajaan Francia tapi, tidak ketika masuk ke dalam ruang rapat, terlebih saat ini
"Kita sudah melihat bagaimana kinerja His Highness Pangeran Henry saat mengerjakan bendungan kita yang bocor di ibu kota, hanya perlu dua hari untuknya kerapikan dan menampal kembali bendungan Marquess Mincheas!!"
"Tapi itu hanya bendungan Viscount Cornwell! bagaimana dengan keamanan ibukota dan wilayah pertahanan kerajaan yang hampir roboh karna serangan pasukan kerajaan Vancia, His Highness Pangeran Fredrick menyelesaikannya dan memangkas habis pasukan mereka hanya dalam 4 hari, bahkan dalam 3 hari His Highness Pangeran Fredrick sudah mensusun ulang pertahanan!"
Earl Albert yang berada di tengah-tengah kubu Pangeran Fredrick dan Pangeran Henry yang terus berdebat hanya melipat tangan sambil mengangguk-anggukan kepalannya mendengar segala perdebatan dan argumen yang terus di muntahkan kedua belah pihak
Keadaan ini sudah berlangsung hampir tiga jam dan Albert sudah mulai lapar, keadaan panas ini terjadi karna masih kosongnya kursi wakil ketua Parlemen tetap, setelah sebelumnya posisi itu di tinggalkan oleh Duke Thomas Rubens yang menggantikan mendiang adik iparnya Duke William Arathorn untuk duduk di kursi ketua utama. Waupun dalam beberapa bulan terakhir istana mengirim sendiri wakil istana tapi tetap pemegang tetap harus segera di tentukan
"Tidak Viscount Cornwell dan Viscount Russlent! His Highness Pangeran Fredrick juga mampu untuk mengurus urusan lain selain pertahanan! satu tahun yang lalu His Highness mampu menanggulangi banjir di ibu kota dan daerah selatan!"
"Itu berkat bantuan dari kerajaan dan juga dari Parlemen Earl Xenas dan Earl Kendal!! His Highness Pangeran Fredrick hanya mampu berdiri karna bantuan His Majesty dan penyokong lain! lihat saja riwayat skandalnya yang sangat luar biasa bersama para wanita! His Highness Pangeran Fredrick hanya anak manja yang kebetulan lahir duluan!"
"Jaga mulut anda Viscount Russlent!"
"Kenapa saya harus menjaga mulut saya Earl Kendal! His Highness memang hanya mampu menangani wanita! bukan rakyat dan tanggung jawab!"
"Dimana sopan santun anda Viscount Cornwell! yang anda cibir adalah putra mahkota kerajaan ini!"
"Saya hanya mengatakan kenyataannya Earl Xenas! keponakan anda tidak memiliki kemampuan untuk memimpin! His Highness Pangeran Fredrick bisa menyelesaikan sesuatu karna bantuan dan selalu berlindung di ketiak His Majesty!"
"His Highness Pangeran Henry adalah anak dari istri ke dua! kita punya aturan!"
"Kita sedang memilih wakil parlemen! bukan calon raja!!"
"Jangan sampai rakyat mendapatkan pemimpin seorang pemain! bahkan His Highness bermain dengan pelayan istana! di istana!"
"Itu hanya gosip! Bagaimana para gentleman bisa mempercayai gosip!"
"Bagaimana rakyat bisa di pimpin oleh orang yang bahkan tidak bisa lancar berbicara!"
"Jaga mulut anda Duke Argentt!"
"Saya hanya mengatakan kenyataan Marquess Somersset!"
Albert mencerna semua argument panas yang terjadi di sekelilingnya dengan tenang, tapi sesekali dia menggaruk telinganya yang terasa gatal karna teriakan mereka yang menyiksa gendang telinga, dia mendengarkan semuanya dengan baik tapi juga memiliki pemikirannya sendiri, jika dia harus memilih di antara ke dua pangeran itu jelas Fredrick akan berada pada daftar pilihan terbawah tapi, dia juga tidak bisa memilih Henry yang hanya pernah di temuinya beberapa kali, Albert tidak tahu pasti bagaimana kinerjannya, bagaimana wawasannya, bagaimana caranya memimpinnya, bagaimana caranya mengambil keputusan, apakah dia bisa di percaya, apakah dia mampu membantu kakak iparnya atau malah merepotkan saudara-saudara iparanya yang sedang duduk di meja ketua dan sekertaris, terlebih, apakah dia bisa di ajak bekerjasama demi kepentingan menyeluruh.
__ADS_1
Albert yang dari tadi hanya diam akhirnya mulai bosan dan semakin lapar, terlebih karna keadaan semakin tidak terkendali, para gentleman mulai mengumpat. Akhirnya dengan perut lapar dan telinga yang gatal Albert memilih pilihannya
BRAAAKKKK!!!
Suara yang menggema seperti letusan bom di tengah-tengah suara teriakan membuat semua orang terkesiap.
Dengan acuh Albert merapikan cravat-nya yang sedikit miring sehabis dia membanting kursi duduknya.
"Selamat siang gentleman, karna ini sudah sangat siang jadi kita segera saja ambil suara" Albert menjeda dan dengan santai menarik satu kursi utuh untuknya duduk. "Masukkan nama Albert Arthur Arathorn ke dalam kandidat"
-00-000-00-000-
Braakk!!
Duke Thomas yang sedang asik dengan kertas-kertasnya menaikkan arah pandangnya untuk melihat siapa yang sudah berani membuka pintu ruangan utama perlemen tanpa permisi. Tidak jauh berbeda dengan Marquess Charless yang segera menghentikan guratan tintannya ketika pintu di buka dengan kasar oleh orang tidak sopan.
Albert menutup kembali pintu yang di bukanya dengan santai, dia berjalan menuju meja di samping Duke Thomas dan menyusun balok-balok huruf menjadi namanya, setelah selesai dengan balok huruf dengan malas dia menarik kursi meja di samping Duke Thomas dan mendaratkan bokongnya.
Duke Thomas hanya tersenyum tipis dan melanjutkan membaca kertas-kertasnya. Marquess Charless yang cukup tergelitik terekekeh geli menatap Albert yang sudah duduk dengan malas di depannya.
"Jadi, kau sudah memutuskan?"
"Apa aku juga perlu membuat surat pengajuan resmi padamu tentang hasil suara Duke Thomas yang terhormat?"
Duke Thomas hanya mengedipkan bahunya acuh
"Bagaimana Marquess Charles, apa aku harus mengirim surat persetujuan ke istana?"
Marquess Charles tersenyum geli
"Aku akan mengirim langsung pada His Majesty, tenanglah kau tidak perlu menulis, itu pekerjaanku"
"Tentu saja, kau sekertaris Charles, Ck! sialan! kursi ini akan merepotkan!"
Marquess Charles terkekeh geli dengan Duke Thomas yang kembali tersenyum tipis
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1
"Apa anda akan menyetujuinya Your Majesty?"
Setelah membaca surat pengajuan yang di kirim dari parlemen, Raja George segera memberikan stempel Raja tanpa perlu berpikir panjang.
"Mereka bergabung lagi Your Majesty, apakah tidak masalah?"
Raja George melipat kembali surat yang sudah di setujuinnya dan menatap Edward dengan amplop yang juga sudah di gesel dengan stempel kerajaan.
"Wakil sementara yang di kirim tidak, mata-mata yang kita kirim, tidak bisa menarik minat anggota parlemen dan juga tidak bisa mengikuti dengan baik alur dan kebiasaan parlemen, kita memang butuh orang yang berpengalaman dan terbukti berkwalitas terlebih, memang mempunyai bakat"
Edward menyambut amplop surat yang di sodorkan Raja George
"Tapi ini sangat berbahaya Your Majesty, kita tidak tahu apa yang mereka bisikan ketika mereka sudah kembali dalam satu ruangan yang sama tanpa pemantau, dan kenapa juga anda tidak menunjuk langsung nama His Highness Pangeran Fredrick, kubu kita sudah membuka jalan"
Raja George terkekeh tanpa rasa humor mendengar pertanyaan Edward yang di anggapnya konyol
"Kepentingan rakyat di atas segalannya Ed, dan memang orang-orang itulah yang sangat tepat untuk berada di posisi itu dan siapa? Fredrick?"
Kali ini Raja George terkekeh geli
"Jika itu masalah militer aku akan percaya untuk menyerahkan tanggung jawab itu padanya tapi ini parlemen, yang mencakup semua kepentingan kerajaan, terlebih jika aku menunjuknya langsung, kritikan berbahaya akan langsung mengacung ke wajahku dan istana, semua skandalnya yang sudah coba ku redam akan terbang begitu saja ke telinga para ton bahkan yang terburuk rakyat, kau mengerti?"
Edward menarik nafas panjang sambil memijat pangkal hidungnya
"Keluarga itu mengerikan"
Raja George bangkit dari duduknya dan menuju jendela, kedua bola mata abu-abunya mentap ke langit cerah di musim semi.
"Karna itu aku menggunakan cara pintas untuk memotong salah satu kepala mereka, mereka orang-orang unggulan yang terlahir dari darah unggulan, aku sedang memaksakan takdir" Raja Geoge menghembuskan nafas lelah lalu membuka jendela ruang kerjanya. "Aku berharap apa yang kulakukan adalah yang terbaik untuk kerajaan ini Ed"
Mendengar ucapan Raja George Edward segera membungkuk dalam
"Anda sudah mengupayakan segalanya Your Majesty"
รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท
Hallo readers... kalau suka sama ceritannya tolong like, komen, bintang dan lope-nya ya...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir dan semoga kalian masih berminat untuk lanjut membaca
Salam sayang semua โจโจ