
Dengan tergesah-gesah, Fredrick segera melompat dari atas punggung Panter. Jeremmy yang sekarang perasaannya sudah jauh lebih baik, kembali memberikan pergerakan bersahabat. Menarik tali Panter dengan pelan, membelai kepala kuda-kuda mereka yang lelah dengan lembut, lalu menyerahkan kuda mereka pada seorang pengawal.
Dengan sedikit berlarian, Fredrick langsung menuju ke kamar istana utama dan saat sudah berdiri di depan pintu kamar tujuannya, Fredick langsung mengetuk pintu.
Diana lah yang menbuka pintu. Sekilas, Fredeick memberikan tatapan kesal pada Diana yang sepertinya kembali menyembunyikan keadaan Victoria saat sakit. Diana dengan pasrah hanya menunduk.
"Bagaimana dia?"
"Her Highness demam, mungkin karna terlalu kelelahan, Your Highness"
Kedua mata Fredrick memicing tajam pada Diana
"Mungkin?"
Dengan pasrah, Diana mengangguk
"Her Highness tidak ingin dokter, Your Highness"
Tangan Fredrick terkepal kuat, guratan kesal tercetak di wajahnya
"Lagi? kau....."
"Bash"
Ucapan Fredrick yang akan marah terhenti saat suara lembut dan lemah yang di rindukan telingannya itu menyebut namanya dengan manis. Kemarahan Fredrick langsung terbang entah kemana dan lebih memilih tersenyum sambil mendekat pada obyek manis dan kecil yang sedang makan di atas ranjangnya.
Victoria menyunggingkan senyum tipis di bibir pucatnya saat Fredrick sudah di samping ranjang. Lalu melepas asal sepatunya dan naik ke ranjang sebelah Victoria. Fredrick mengamati dengan lekat sambil membelai lembut wajah Victoria yang tampak lebih kurus. Rasa khawatir tapi juga ingin marah yang entah untuk apa langsung menyebar di dalam dadanya.
Dengan pelan, Victoria menaikkan tangannya untuk membuang dan membersihkan salju-salju di kepala Fredrick
"Apa kau tidak memakai penutup kepala Bash..." Dengan lekat, kedua bola matanya menatap Fredrick yang tampak habis menerjang badai. "Kau seperti habis di serang Napoleon Bash. Kacau"
Hati Fredrick menghangat hingga rasanya rasa hangat ini bisa mencairkan segala es yang habis di terjangnya. Rasa lelahnya entah sudah menguap ke mana karna selama perjalanannya ada badai kecil yang cukup membuat kuda mereka merajuk tapi Fredrick, tetap memaksakan diri tanpa berhenti sedikitpun selama perjalanan karna rasa khawatir dan ingin segera mungkin melihat istrinya, secepat yang dia bisa
"Kau tidak menjawabku Bash"
Fredrick menangkap tangan Victoria dan meletakkan di bibirnya.
"Bagaimana sekarang? apa yang masih sakit? apa kau sudah minum obat? dari kapan sebenarnya kau sakit? Kenapa kau bisa sakit sayang? kenapa tidak memanggil dokter? ken...."
"Sstt! kau cerewet sekali"
Fredrick mendesah berat dan langsung menyingkirkan nampan makan Victoria yang sudah kosong. Diana dengan sigap mengambil nampan dan secepat cahaya pergi dari tempat yang berbau kemesraan itu.
Dengan kuat Fredrick memeluk Victoria, membenamkan wajahnya ke curuk leher Victoria, menghirup aroma Victoria yang selalu menyenangkannya. Tapi, saat Victoria baru akan menikmati pelukan suaminya, Victoria mengeryit saat hidungnya mengendus sesuatu yang sangat mengganggu indra penciumannya. Dengan tenang, sambil menahan nafas, Victoria bertanya
"Apa perjalananmu melelahkan?"
Fredrick semakin mengeratkan pelukkannya dan semakin menghirup dalam-dalam aroma istrinya
"Tadinya iya, tapi sekarang tidak lagi saat sudah melihatmu baik-baik saja"
"Kapan kau berangkat dari wilayah barat?"
Dengan berat hati, Fredrick menguraikan sedikit pelukannya untuk menatap Victoria
"Aku berangkat tiga hari yang lalu tapi..." Fredrick mejedah dan menimang, apakah dia akan mengatakan semuannya sekarang atau nanti hingga akhirnya dia memilih... "Kemarin kami singgah ke kediaman Webex, Calista mencoba bunuh diri"
Victoria mengangguk paham dan tersenyum hangat. Dia mengerti, walaupun suaminya mampu mencampakkan Calista untuk dirinya ataupun untuk tahta tapi mungkin ada cerita masa lalu yang tidak bisa di abaikan begitu saja, dia ingat perkataan Calista, jika huhungan mereka pastilah menyimpan banyak rahasia gelap dan mungkin sangat mengerikan. Hubungan mereka jelas bukan hanya hubungan percintaan biasa tapi sebuah ikatan kuat di masa lalu. Dan Victoria akan menunggu suaminya sendiri yang membuka mulutnya jika tidak, dia yang akan menekan suaminya hingga dengan suka rela atau mungkin terluka untuk membuka ulang cerita itu padanya. Keterdiamam Raja George selama ini juga menjadi penguat kesimpulan Victoria, karna jika tidak, sudah lama Calista tidak akan bernafas lagi
__ADS_1
"Kau menginap di sana?"
Kembali Fredrick memeluk erat istrinya dengan perasaan menyesal
"Iya, kuda-kuda kami perlu istirahat sejenak Vic. Maafkan aku"
"Apa kau tidur dengannya?"
Ucapan tanpa basa basi Victoria membuat Fredrick langsung melepaskan pelukkanya dan menatap Victoria dengan alis bertaut dalam
"Kenapa kau berpikir begitu?"
Dengan acuh, Victoria mengedipkan kedua bahunya
"Semua mantelmu bearoma mawar meski samar, dan ini dulu pernah terjadi. Aku hanya menebak"
Fredrick mengusap rambutnya dengan kasar, lalu berdiri dari ranjang dan membuka mantel dalam lalu kemejannya hingga dia bertelanjang dada. Victoria hanya mengamati dengan satu alis menukikik tinggi.
Fredrick dengan cepat kembali masuk ke dalam selimut dan merebahkan diri di samping Victoria dengan pergerakan kesal
"Apa aku sebajingan itu Vic?"
"Tentu saja"
Mendengar ucapan istrinya yang terdengar lantang dan menyakitnya membuatnya langsung membalikan tubuh, membelakangi Victoria yang sekarang sudah menaikkan kedua alisnya
"Bash?"
"Diamlah. Biarkan pria bajingan ini tidur dulu. Ck! menyakitkan sekali"
What? apa ini? sikap apa ini? apa pria tidak tahu malu ini sedang marah?. Victoria terkekeh geli dan ikut merebahkan dirinya
Dengan masih membelakangi Victoria. Fredrick tidak menjawab. Oh.. Dia sangat tersinggung sekarang. Yang benar saja! bagaimana istrinya bisa sangat jujur. Ayolah... dia tidak sebajingan itu. Dan apa itu tadi? istrinya malah terkekeh geli di tengah rasa sakit hatinya
"Bash?"
Tangan Victoria terangkat, mengusap dengan lembut punggung lebar dan kekar Fredrick, warna kecoklatan kulitnya semakin memperkuat tarikan sensu*l suaminya. Fredrick pasti banyak menghabisakan waktu untuk bekerja di bawah sinar mata hari. Pahatan otot kekarnya dan kulit kecoklatannya membuat Victoria paham, jika semua itu di dapat dari hasil latihan bertahun-tahun. Atau mungkin dari saat dia kecil? enatahlah, tapi yang jelas Fredrick bukanlah seorang putra mahkota manja. Walaupun dia malas saat harus berhadapan dengan tulisan
"Jangan memancingku Vic. Jangan sembarangan menyentuhku. aku ini pria bajingan"
Victoria kembali terkekeh, dengan gemas langsung memeluk dari belakang tubuh besar yang sedang tidak ingin berkompromi itu.
"Selamat istirahat suamiku yang kekanakan"
Fredrick langsung memejamkan matanya dengan kedua sudut bibir berkedut menahan senyum. Dian berusaha untuk tidak menunjukkan perasaannya karna.... Jangan lupa dia sedang tersinggung!
--000--
Sesekali Victoria memukul dan menepis dengan kasar tangan Fredrick yang sedang memandikannya. Dengan tidak tahu malu, Fredrick menculiknya dan menidurkannya di kamar suaminya itu. Lalu menyeretnya untuk berendam bersama di bak mandi kamarnya yang memamg sangat besar di banding bak mandinya.
Plakk!
Fredrick terus terkekeh saat Victoria terus menyingkirkan tangan nakalnya yang mencoba lenyusup dan merem*s bagian sensitive istrinya.
"Apa urusan di wilayah barat sudah selesai?"
Tangan kecil Victoria mulai membantu menggosok tangan Fredrick. Saat dirinya sudah selesai di bersihkan suaminya.
"Belum. Rumah sakit yang ke tiga masih dalam proses akan di bangun. Pasar masih terus di perbaiki. Jalan-jalan juga masih jauh dari kata selesai. Aku juga sedang mencoba menghitung dana, jika memang ada yang tersisa, kami berencana untuk membantu pembangunan rumah penduduk yang rusak parah saat serangan dan penyergapan"
__ADS_1
Victoria mengangguk paham, dan mulai menggosok punggung suaminya. Fredrick hanya bisa memejamkan matanya, menikmati gosokan lembut istrinya yang sangat membuat tubuhnya nyaman.
"Emm... menurutku, lebih baik sisa dana di buat tempat penampungan Bash, agar merata"
"Penampungan?"
"Iya, untuk anak-anak yang kehilangan orang tua dan gelandangan. Untuk sekarang, kita abaikan dulu rumah penduduk. Nanti akan ku coba untuk mencari dana. Bagaimana?"
Fredrick membuka matanya sekilas untuk menatap wajah istrinya yang sedang terlihat serius menggosok dadanya.
"Apa rencanamu?"
Victoria mendesah berat
"Entahlah... tapi, apa bisa kita memakai dana persiapan Bash? belum tentu juga Vancia akan menyerang daerah selatan kan?"
Kepala Fredrick langsung menggeleng kuat
"Jangan Vic. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, apapun bisa terjadi. Semuanya akan sia-sia jika Vancia menyerang apa lagi jika perang pecah di keadaan kita yang krisis. Lebih baik kita mengorbankan sejenak hal kecil untuk kebaikan semuanya"
"Hhmm.. kau benar Bash"
"Kebawah lagi sayang"
"Hm?"
Victoria yang bingung, menatap suaminya yang susah menggerling menyebalkan sambil menarik tangannya yang berada di perut untuk semakin ke bawah. Victoria langsung melotot horor
"Kau akan mendapatkannya nanti. Jangan bermain-main saat aku sedang serius Bash"
Bibir Fredrick menekuk ke dalam sambil mengangguk-ngangguk kuat
"Ok"
Victoria kembali fokus dan membuka percakapan serius mereka
"Jadi mau tidak mau, kita harus menekan pajak?"
Kali ini wajah Victoria berubah khawatir dan menatap Fredrick yang raut wajahnya tampak berpikir
"Pajak?"
"Iya, aku berpikir untuk membuat pajak baru, pajak untuk benda-benda mewah atau juga teh dan bahan untuk riasan wajah yang mahal. Oh ya, dan juga bagaimana jika kita melambungkan pajak dari barang-barang jual yang masuk dari luar kerajaan?"
Fredrick terkekeh dan langsung menarik istrinya yang langsung memekik terkejut, terlebih karna Fredeick langsung menggigiti pipinya dengan gemas.
"Kau akan membuat bangsawan dan para pengusaha kaya kebakaran jenggot sayang"
Dengan cepat, Fredrick mengangkat tubuh Victoria dari bak mandi dan mengguyur istrinya dengan cepat
"Hei! pelan-pelan!"
"No! kita harus kembali ke ranjang atau kita akan berakhir bercinta di sini. Aku sudah sangat tidak tahan Vic"
Ucapan Fredrick berhasil membuat wajah Victoria panas. Sialan memang! Fredrick membuatnya malu
\=\=\=❤❤❤❤
Ayukk jejaknya yukk
__ADS_1
Salam sayang semua