Behind The Castle

Behind The Castle
**QUEEN VICTORIA II**


__ADS_3

Ke dua mata Victoria terpejam kuat, dengan kepalanya yang terus berdenyut sakit. Berhari-hari kegiatannya hanya di isi dengan rapat, rapat dan rapat. Beberapa hari ini sangat menguras semua indra di tubuhnya.


Victoria mendesah lelah sambil menatap kembali tumpukan kertas dan perkamen di atas meja kerja mendiang Raja yang sekarang sudah sering di tempatinya, sungguh, ternyata bebannya yang selama sebelum kepergiannya bukanlah apa-apa di bandingkan dengan semua beban barunya. Victoria tidak habis pikir, bagaimana selama ini mendiang Raja mengerjakan dan mengurus semuanya sendiri terlebih saat dia juga harus mengurusi urusan Ratu.


Victoria ingin mengumpat saat lagi-lagi mengingat kabar jika suaminya yang entah sedang di mana dan melakukan apa belum juga kembali. Banyak pekerjaan yang masih menumpuk terlebih banyak kerusakan yang masih harus di perbaiki karna ulah Queen Dowager itu, Ratu janda itu benar-benar tidak berguna dan hanya menumpuk beban. Lalu, sebenarnya untuk apa Raja George menikahinya dan menyimpannya? dan kenapa juga dia harus menjadikannya Ratu jika hanya di buat untuk menjadi beban? Apa itu semua karna rasa cintanya sudah melebihi akal kewarasan? Selama mengenal Ratu janda itu Victoria bisa menilai jika sebenarnya... Ratu itu tidak sakit sama sekali seperti rumor dan cerita yang tersebar selama ini. Victoria sangat yakin dengan itu


Kedua alis Victoria mengerut dalam saat pemikiran itu hinggap di kepalanya dan akhirnya.... Victoria mendapatkan pencerahan, Victoria akhirnya mengerti semua ini. Berbulan-bulan sering bertukar pikiran dengan mendiang Raja membuatnya paham dan bisa mengerti jalan pikiran serta cara berpikir mendiang. Victoria kembali mendesah lelah dan menatap sekeliling ruangan dengan pikirannya yang kembali menerawang jauh.


TOK TOK TOK


"Your Majesty"


"Masuklah Ed"


Edward segera masuk dan mendekat pada meja Victoria


"Selamat siang Your Majesty"


Akhirnya, Victoria berdiri dari kursi penuh beban itu dan berjalan menuju ke depan jendela kaca. Edward seperti kebiasaanya dengan sigap mendekat pada meja teh kudapan yang sudah tersedia dan selalu di sediakan di sana, yang juga dulu selalu di sediakan untuk mendiang Raja.


"Bagaimana Ed?"


Sambil menuangkan teh ke dalam cangkir, Edward mulai membuka suaranya


"Kamarnya masih sunyi, tidak terdengar apapun di sana semenjak malam itu. Pelayannya hanya keluar sesekali untuk mengambil makan ke dalam kamar"


"Anaknya?"


Setelah teh terisi di cangkir, Edward memasukkan dua balok gula ke dalam cangkir


"Sama, dia juga hanya diam dan belum ke luar kamar tapi kemarin kabarnya His Highness Pangeran Henry ke kamar ibunya. Ratu janda itu memanggilnya. Apa anda tidak ingin melakukan sesuatu pada mereka Your Majesty?"

__ADS_1


"Sekarang mereka sudah tidak bisa bergerak sedikitpun, mereka sudah sangat kehilangan wajah, mereka sudah tidak akan mampu lagi menunjukkan wajah mereka keluar telebih di dalam kalangan ton, dan sisanya itu akan menjadi urusan Fredrick, His Majesty, Raja"


Edward mengauk setuju


Victoria menoleh pada Edward saat mendengar langkahnya yang mendekat pada meja kerja, lalu meletakkan cangkir teh yang di buatkannya untuk Victoria. Victoria tersenyum tipis


"Terimakasih Ed"


Edward hanya mengangguk singkat dan dengan santai menempelkan bokongnya di pinggir meja sambil ikut menatap ke luar jendela.


"Besok hari ke lima, Your Majesty. Hari terakhir kita meratap, apa kita harus menunda pemakaman?"


Nafas panjang Victoria berhembus


"Apa Fredrick belum ada kabar?"


"Belum, tidak ada tanda apapun mereka akan kembali, tapi menurut saya mereka memang akan kembali secara diam-diam agar tidak menimbulkan perhatian"


"Ed, jika malam ini mereka tetap belum kembali, besok kita akan tetap melalukan pemakaman. Jalankan sesuai peraturan Francia"


"Baik Your Majesty. Saya akan mengurusnya" Edward menatap Victoria sekilas lalu kembali bersuara. "Anda belum bercerita tentang bayi anda Your Majesty"


Sudut bibir Victoria tertarik ke atas dan menoleh pada Edward yang raut wajahnya tampak antusias dan penasaran


"Yang pertama Her Highness dan yang kedua His Highness"


"Wow! calon Ratu!"


Edward bersorak girang dan tersenyum hangat sambil menatap Victoria dengan lekat. Victoria ikut membalas tatapan Edward dengan mata berkaca-kaca


"Tolong jaga kami Ed"

__ADS_1


Hati Edward bergetar hingga matanya ikut berkaca-kaca. Edward langsung menegakkan tubuhnya dan meletakkan kepalan tangan kanannya di depan dada kirinya sambil membungkuk dalam


"Sebuah kehormatan...." Edward menarik nafas dalam. "Untuk saya, Your Majesty"


Suasana di dalam ruangan itu menjadi emosional. Victoria kembali menatap jendela dan menerawang jauh, sangat jauh. Pikirannya kembali mengingat surat yang di berikan Edward padanya setelah dia berhasil menerima tahtanya, surat dari ayahnya. Surat dengan segel yang masih utuh, surat dengan tulisan khas ayahnya, surat terakhir ayahnya dengan isi yang penuh dengan isi hati ayahnya untuk dirinya, untuk masa depannya.


...Dear my sweetheart putriku Victoria,...


...Ayah tidak tahu apakah surat ini akan sampai atau tidak kepadamu nak, tapi jika surat ini berhasil sampai di tanganmu, ayah ingin mengatakan jika kami, sangat dan sangat mencintaimu....


...Maafkan kami yang harus memilih jalan ini, maafkan ayahmu ini yang sudah membuat hidupmu menderita. Ke-egoisan ayah dan ketidak pedulian ayah membuat masa depan hidupmu hancur. Ayah sadar, dan paham jika apa yang ayah lakukan selama ini sangat egois dan serakah tapi, semuanya sudah terlambat untuk ayah perbaiki. Karna itu nak, karna itu ayah dan ibumu memilih jalan ini untuk mempertahankan harga diri terakhir ke-egoisan kami, kami pantas menjadi kurban untuk memperbaiki semua hasil dari ke-egoisan kami....


...Ayah tidak tahu bagaimana masa depanmu nanti, apakah kau berhasil ke luar dari Francia atau berhasil di miliki Geogre, sahabatku. Tapi, satu hal yang perlu kau ingat nak, ayah dan ibu hanya ingin kebahagiaan kalian, anak-anak kami, kebahagianmu....


...Jika kau berhasil keluar dari Francia ayah doakan kau selalu hidup bahagia, memiliki keluarga yang indah, memiliki seseorang yang bisa melindungi dan membahagiakanmu di manapun kau berada nanti. Tapi, jika kau berakhir menjadi milik istana, ayah harap kau bisa mejadi seorang Ratu yang baik dan mencintai semua rakyatnya. Ratu yang perhatian dan pengertian, Ratu tulus yang terus melangkah ke depan, Ratu yang penuh maaf, Ratu yang penuh cinta dan takut akan Tuhan, yang terpenting... Ratu yang selalu berbahagia bersama keluarga dan rakyatmu...


......Sekali lagi ayah dan ibu meminta maaf padamu Victoria putriku. Berbagialah nak, berbahagialah... ayah dan ibu akan selalu mendoakanmu dari tempat kami sekarang, kami akan selalu memperhatikanmu selamanya hingga tiba saatnya Tuhan menyatakan jalanmu untuk kembali berkumpul bersama kami di sini...


...Dari Ayah dan Ibumu, William dan Emilys Arathorn yang sangat mencintaimu...


Edward segera menutup pintu dengan perlahan saat melihat air mata Victoria yang sudah memenuhi matanya. Kedua mata Edward tidak jauh berbeda, penuh dengan genangan air mata. Edward menatap langit cerah di penghujung musim semi dan kembali mengingat apa yang di lakukannya di masa lalu, mengingat bagaimana tangannya mengayunkan pedang di tenggorokan kedua orang tua Victoria. Edward tidak bisa menyesali semua itu, Edward tidak bisa menolak semua itu, itu di luar kekuasaannya terlebih itu adalah jalan untuk kebaikan semuanya. Bibir Edward bergetar dan berguman lirih


"Maafkan saya Duke Wiliiam, maafkan saya Duchess Emilys. Tenanglah di sana, karna selama saya masih bernafas, dengan atau tanpa maaf dari putri kalian, dengan atau tanpa kebencian dari putri kalian, saya akan terus memperhatikan dan melindungi keluarganya dengan seluruh nyawa saya. Hingga tiba saatnya nanti putri kalian meminta balasan atas semua perbuatan saya. Saya berjanji dan bersumpah dengan seluruh nyawa saya"


Kedua mata Edward terpejam kuat sambil membungkuk dalam dengan segala penghormatan dan segenap sumpahnya.


\=\=\=❤❤❤❤


Mesti eike cengeng kalo bawa2 ortu dalahh...


Ayukk jejaknya yukkk

__ADS_1


Salam sayang semua


__ADS_2