Behind The Castle

Behind The Castle
**DUCHY ARGENTT II**


__ADS_3

Dengan langkah lebar, Fredrick menuju ke lantai dua setelah memutuskan untuk tidak meladeni perbincangan dengan Calista. Fredrick segera menuju kamar Victoria, tapi, di depan kamar Victoria, Diana yang terus meremas-meremas tangannya dengan raut wajah terlihat khawatir hingga tidak menyadari sosok Fredrick yang sudah mendekat ke arahnya


"Apa Victoria sudah tidur?"


Suara Fredrick membuat langkah mondar mandinya Diana terhenti dan menatap Fredrick dengan bingung


"Your Highness"


Fredrick menatap Diana penuh selidik.


"Apa dia melarangmu untuk mengijinkanku bertemu dengannya?"


Diana semakin bingung


"Pardon Your Highness..?"


Nafas panjang Fredrick berhembus lelah


"Kenapa dia kekanakan sekali, panggil dia sekarang"


Ucapan Fredrick membuat perasaan Diana yang tadinya bingung menjadi kesal


"Maaf Your Highness tapi, bukankah Lady Victoria sedang bersama anda?"


Dengan perasaan yang juga ikut kesal, Fredrick segera melangkah lebar dan membuka pintu dengan tidak sopan.


"Your Highness"


Fredrick mengabaikan peringatan Diana dan melebarkan arah padanya di dalam kamar tapi, tidak ada siapapun di sana?


"Dimana dia bersembunyi? katakan sekarang padaku!"


Dengan perasaan yang kembali bingung dan juga kesal, Diana menatap Fredrick


"Lady Victoria belum ada di kamarnya saat saya tiba hingga sekarang Your Highness"


"Apa maksutmu! kemana kau dari tadi hingga tidak tahu keberadaan Lady-mu?"


Dengan remasan tangan yang semakin kuat, Diana mencoba menjawab

__ADS_1


"Maaf Your Highness, tapi saat di dapur, Lady Lawson meminta pertolongan saya untuk meracik obatnya dan saat sa....."


Belum selesai Diana mengatakan ucapannya, Fredrick dengan cepat berputar dengan sedikit berlari. Diana yang melihat pergerakan Fredrick juga ikut berlari mengikuti langkah Fredrick. Fredrick menuju seorang penjaga di lantai satu, dan memerintahkan untuk memanggil Jeremmy di kamarnya dan menerintahkan juga untuk menelusuri semua daerah yang mungkin saja Victoria kunjungi.


Waktu sudah semakin malam dan semakin malam, hingga Fredrick yang mulai merasa cemas karna pencarian tidak membuahkan hasil tanpa berpikir lagi segera memanggil tuan rumah, keributan akan terjadi malam ini.


--000--000--


Di sisi lain, Victoria merasakan jika tubuh atasnya terasa dingin, sesekali permukaan kulitnya terasa di belai, dengan kesadaran yang tidak penuh dan kepala yang berputar karna rasa pusing yang terus menyerang. Victoria mencoba membuka matanya. Di sampingnya, Diana sedang duduk di atas ranjang dan membelai pelan seluruh kulitnya. Tunggu.... seluruh kulitnya???


Dengan mengumpulkan seluruh kesadarannya Victoria mencoba menajamkan arah pandangnya, tetap, wajah Diana yang ada di sampingnya, bahkan Diana sedang tersenyum menyeringai menjijikkan padanya


"Di...???"


Diana tidak menjawab dan malah terus membuka tali gaun depan Victoria hingga sampai..... ke bawah??. Di sisa kemelut tubuhnya yang lemas, pikiran yang bingung dan arah pandang yang buram. Victoria mencoba menjauhkan tangan Diana dan dari situ dia sadar jika tangan itu berbeda. Permukaan kulit tangan itu keriput dan juga tangan itu terasa besar, berbeda dan sangat berbeda dari tangan hangat Diana yang jutaan kali sering menyentuh kulitnya


"Kau.... kau siapa?"


Dengan terbata dan tubuh yang lemah Victoria mencoba meyakinkan dirinya saat tali terakhir yang di bawah perutnya lolos dari depan tubuhnya. Victoria mengeryit saat tangan kasar dan besar itu membelai korsetnya hingga ke...... atas?


Dengan kekuatan penuh dan kepala yang langsung hanya berisikan pikiran waspada. Victoria mencoba bangkit tapi tangan itu segera menahannya, menahan dadanya! yang sudah menyembul separuh karna terhimpit korset. Tangan lemah Victoria mencoba menyingkirkan tangan yang semakin liar meremas dadanya. Jantungnya bergemuruh, rasa takut merayap memenuhi jiwanya, rasa ngeri merayap cepat ke seluruh aliran darahnya. Kembali Victoria mencoba bergerak menjauh hingga kekehan terdengar


"Sayang, kau memang terlihat kecil tapi ternyata, di dalamnya padat menggiurkan. Kau pasti nikmat. Aku akan mengisi milikmu malam ini. Tenanglah"


Ucapan menjijikan dengan wajah Diana tapi suara serak seorang pria itu membuat segala jenis rasa takut mengalir di sekujur tubuhnya. Victoria tercekat tanpa mampu bergerak lagi saat kedua tangannya di ikat ke atas.


"Siapa kau.... jangan... jangan..."


Sekuat tenaga Victoria meronta-ronta, sekuat hati Victoria mencoba berteriak dan sekuat pikirannya Victoria memikirkan segala hal yang bisa dia lakukan untuk berlari karna, Diana sekarang ikut meloloskan bajunya sendiri. Tunggu dulu... baju??


Kali ini dengan seribu persen Victoria yakin jika itu bukan Diana.


"Jangan.... jangan...."


Sambil merintih takut Victoria terus mencoba bergerak saat 'Diana' sudah menarik celananya dan hanya memakai dalaman celana pria


"Tenang sayang... ini akan nikmat. Oohh kau pasti perawan kan Lady terhormat?" 'Diana membelai halus bagian depan tubuh Victoria dengan menekan pelan gundukan dada Victoria yang sedikit menyembul. "Atau tunanganmu sudah mencicipi tubuh indah ini? Oohh ya ampun... aku yakin dia pasti ketagihan"


"Bed*bah menjijikan!"

__ADS_1


'Diana' terkekeh geli dan segera memiringkan tubuh Victoria untuk menarik tali korsetnya tapi, kesempatan itu di gunakan Victoria yang dengan sekuat tenaga mencoba berguling agar jatuh ke lantai. Tapi sia-sia, karna tali korset yang di tarik membuat 'Diana' bisa menahan pergerakan tubuhnya yang hampir jatuh


"No sayang... jangan begitu, sebenarnya aku ingin segera merobek milikmu tapi, kejutan yang ku dapatkan dari balik tubuhmu ini membuatku ingin mencicipi semuannya di mulutku"


"Bajing*n! kau gila!.... aku..." Victoria menahan tubuhnya saat 'Diana' akan mengangkat sedikit tubuhnya untuk meloloskan korsetnya. "Aku ini tunangan His Highness!"


'Diana' kembali terkekeh


"Tunanganmu sepertinya sedang dalam pergumulan bersama kekasihnya. Kau tahu kan, jika mereka sepasang kekasih? tapi jangan sedih sayang, kita akan membalasnya. Kita akan bergumul juga. Aku tidak akan kalah hebat untuk memuaskanmu"


Sekuat tenaga Victoria menahan tubuhnya agar korsetnya tetap pada tempatnya karna, pertahanan terakhir tubuh atasnya tinggal sebatas korsetnya


"Oohh ya ampun.... segalanya berwarna putih bersih... sangat indah"


Dengan air mata yang sudah membasahi pelipisnya. Victoria terus merontak dan mencoba berteriak terlebih karna tangan pria itu mulai menarik kuat gaunya. Sekeras apapun Victoria tidak bisa melawan, sekuat apapun Victoria berteriak sia-sia, sebanyak apapun doa yang di ucapkannya semua tidak berarti saat pria itu meloloskan gaunnya.


"Ku mohon jangan...."


Dengan kekehan yang kembali menggema, 'Diana' berdiri ke pinggir ranjang dan meloloskan sisa kain di tubuhnya. Victoria memalingkan wajahnya dengan mata terkatup kuat. Batinnya menjerit pada Tuhan, hatinya meminta tolong pada ayah dan ibunya yang sudah berada di sisiNya. Masih banyak perjuangan yang harus di tempuhnya, masih banyak kesakitan yang harus di balasnya, masih banyak tanggung jawab yang harus di jalankannya tapi... jika kehormatan dan harga dirinya berakhir sekarang. Dia tidak yakin bisa berdiri lagi. Dia akan hancur hingga ke dasar, tidak akan ada apapun yang akan tersisa darinya.


Tangan kasar dan besar itu kembali membelai tubuh Victoria. Kilapan penuh n*fsu dengan miliknya yang sudah mengacung sempurna sudah sangat menjelaskan, bahwa dia sudah siap untuk merobek Victoria, menghancurkan semua kehormataan dan harga diri Victoria, melebur semua kebanggaan Victoria


"Jangan... ku mohon jangan..."


'Diana' mendekat dan mulai menghimpit tubuh Victoria yang hanya terbalut rok dalam. Dengan gerakan pelan, tangan 'Diana' menarik rok itu hingga lolos.


Victoria menjerit dan langsung bergerak membabi buta, mencoba bergerak dengan menyalurkan semua tenaga yang di milikinnya. 'Diana yang melihat pergerakan Victoria menahan dan menekan pinggul telanjang Victoria, tangan satunya mencoba melebarkan kaki Victoria


"Jangan! tidak! jangan!"


Merasa mulai geram, satu pukulan kuat mendarat di pipi Victoria, pukulan itu sangat kuat. Kepala Victoria yang masih pusing bertambah semakin pusing hingga telingannya berdengung dan rasa anyir memenuhi mulutnya. Tapi Victoria tidak menyerah, dengan segala kekuatan dia terus merapatkan kakinya yang terus coba di buka 'Diana' yang mulai kewalahan.


"Kau ingin bermain kasar hah! Baiklah sayang, mari kita bermain kasar!"


\=\=\=🎀🎀🎀🎀


Yukk tinggalin jejaknya di tombol like, komen, bintang dan lope-nya....


Salam sayang semua✨

__ADS_1


__ADS_2