Behind The Castle

Behind The Castle
**BEFORE TRAGEDY**


__ADS_3

FALSHBACK


"Ayolah ayah.... biarkan Lottie ikut denganku"


Duke William kembali menggeleng dengan tersenyum hangat pada Victoria yang sudah merengek dari pagi untuk membiarkan dirinya dan Charlotte pergi ke kediaman keluarga Xonuds, Viscount dan Viscountess of Cornwell


"Tidak sayang, Charlotte masih sedikit flu, biarkan dia sembuh dulu, kau dan Easter pasti akan melompat ke sana ke mari yang membuat Charlotte juga akan ikut, dia akan melupakan sakitnya"


Sambil mengerucutkan bibirnya Victoria segera berdiri dari sofa keluarga, tempat ayahnya duduk tanpa mengerjakan apapun


"Tentu saja, kami kan memang akan bermain ayah.. uuhh!! kasian Lottie akan sendirian hingga besok"


Duke William kembali tersenyum hangat


"Sendirian? lalu ayah, ibu, Grey, Bety, Joseph, semua pelayan dan semua pengawal tidak di anggap?"


Sambil mencium pipi ayahnya Victoria tidak menjawab dan segera keluar pintu ruangan untuk menuju kamar Charlotte. Sambil berlarian dengan tidak anggun, Victoria langsung membuka kamar kakaknya begitu saja saat kakinya sudah sampai di depan pintu


"Lottie.... ayah tetap tidak memberi ijin"


Dengan wajah memelas dan kecewa Victoria mengadu pada kakak perempuannya yang sedang duduk di kepala ranjang sambil membaca buku


"Tidak masalah Ri, kau dan Easter juga nanti akan melompat ke sana kemari dan membuatku semakin sakit"


Sambil melempar tubuhnya ke ranjang Charlotte, Victoria menggeser-geser tubuhnya untuk meletakkan kepalanya ke pangkuan Charlotte


"Tapi nanti kau hanya akan membaca jika ku tinggal, kau akan menjadi Lady membosankan Lottie"


Sambil membelai surai Victoria, Charlotte menatap Victoria dengan wajah yang tampak tidak biasa di mata Victoria, Victoria sangat tahu jika ada sesuatu yang mungkin sedang di sembunyikan Charlotte


"Kenapa? kau terlihat sedih Lottie? atau benar kau memang sangat ingin ikut ke Cornwell?"


Victoria menatapi wajah kakaknya dari pangkuan Charlotte


"Tidak Ri, aku harus melakukan ini, ini perintah ayah, kita harus bertahan"


Victoria mengeryit, entah kenapa perasaannya merasa tidak enak yang membuatnya segera menegakkan kepalanya untuk menatap lebih dekat wajah Charlotte


"Kau aneh Lottie"


Tanpa aba-aba Charlotte segera memeluk Victoria, meski semakin bingung Victoria segera membalas pelukkan Charlotte hingga Victoria merasa jika bahunya basah


"Hei kau menangis Lottie?"


Victoria akan menguraikan pelukkan mereka, tapi Charlotte menahannya dan semakin mengeratkan pelukkan mereka


"Aku pasti akan sangat merindukanmu Ri, kami sangat menyayangimu"


Dan setelah itu isakan Charlotte tidak bisa di bendung lagi hingga bahunya bergetar kuat


Victoria yang merasa semakin aneh dan entah kenapa, perasaannya jadi sedih dan ikut terisak di pelukkan Charlotte


"Aku juga menyangi kalian, sangat Lottie"


Charlotte mengagguk dan mengurai pelukkan mereka, tangannya terulur untuk mengusap pipi Victoria yang basah, dan Victoria ikut mengulurkan tangannya untuk mengusapi pipi Charlotte yang lebih basah


"Apa kau benar-benar ingin ikut? aku akan menangis di depan ibu dan memohon pada ayah agar membawamu, jangan menagis"


Sambil menggeleng kuat Charlotte tersenyum hangat dan menatap lekat kedua bola mata hijau pekat adiknya

__ADS_1


"Tidak Ri, ingat ini, kita Arathorn selalu kuat, perpisahan tidak akan menghancurkan kita, malah akan membuat kita semakin kuat dan semakin kuat lagi"


Victoria mengangguk dengan pengertiannya yang berbeda dari ucapan Charlotte.


TOK TOK TOK


"My Lady..."


Mendengar pintu di ketuk, Victoria dan Charlotte segera menghapus semua jejak basah di mata dan pipi mereka, menarik nafas dalam untuk menenangkan suara dan diri mereka


"Masuklah Bety"


Suara Charlotte membuat pintu terbuka, seorang pelayan paruh baya segera masuk dan menatap bergantian antara Charlotte dan Victoria dengan pandangan sedih


"My Lady.... Viscount Cornwell dan Lady Easter sudah datang"


Victoria segera berdiri dan di ikuti Charlotte


"Ayo Vic... setelah ini kita akan lebih kuat"


Dengan perasaan yang sangat tidak enak dan pikiran yang penuh tanda tanya, Victoria mengangguk dan menyambut uluran tangan Charlotte, sambil bergandengan tangan mereka menuju pintu keluar


William dan Emylis yang melihat jika anak-anak gadisnya sudah keluar kamar segera tersenyum hangat dan membawa mereka untuk menuju tangga


"Sayangku Victoria.... ingat selalu siapa dirimu sayang, jangan pernah lupakan pesan kakekmu"


"Hhmm...??"


Victoria yang merasa bingung menatap ibunya yang tersenyum hangat sambil membelai surainya dengan lembut, tapi akhirnya tetap mengangguk ragu.


Saat mereka sudah hampir menuruni tangga dan melihat Viscount Cornwell dan putri bungsunya Easter Xenuds duduk di sofa, genggaman tangan Charlotte menguat, Emylis segera memeluk Victoria tanpa aba-aba yang membuat Victoria sangat dan sangat bingung, terlebih perasaannya, dia merasakan sesuatu yang sangat menyesakkan


Emylis tidak menjawab dan isakan yang sepertinya sudah dia tahan-tahan akhirnya pecah hingga bahunya bergetar hebat


"Ibu kenapa...."


Dalam pelukkan tangis ibunya, Victoria menatap ayahnya yang tersenyum hangat sambil membelai kepalanya dengan mata berkaca-kaca


"Kami hanya takut merindukanmu Vic tapi yang paling kami takuti jika kau akan berbuat nakal di Cornwell"


Humor ayahnya kali ini tidak menyentuh Victoria sedikitpun, meski ibunya dan Charlotte terkekeh sambil mengusap air mata mereka.


Emylis akhirnya mengurai pelukkan mereka dan mencium lama dahi Victoria


"Ayo putriku yang hebat dan paling kuat"


"Dan yang paling cerdas"


William menimpali dan mendekat pada Victoria untuk memeluk Victoria dengan sangat erat, Victoria membalas dengan perasaan yang membuatnya jadi ingin membatalkan rencananya untuk ke luar castle


"Aku tidak ingin ke Cornwell ayah"


William segera menguraikan pelukkan mereka dan menatap dengan lekat kedua bola mata yang sewarna dengan warna mata istrinya


"Kau harus pergi, Viscount Cornwell dan Lady Easter sudah di bawah"


Dengan ragu Victoria mengangguk singkat meski perasaannya semakin tidak enak. William ikut mencium lama dahi Victoria


"Ayo nak..."

__ADS_1


William mengandeng tangan Victoria dengan Emylis yang ikut menggandengan tangan Victoria, Charlotte membelai surai adiknya hingga mereka berada di akhir tangga di mana Viscount Cornwell dan Lady Easter menunggu mereka


"Selamat siang Your Grace"


Viscount Cornwell memberikan salamnya pada William dan Emylis dengan pandangan sedih


"Selamat siang my Lord"


William dan Emylis membalas sapaan Viscount Cornwell sambil mengepalkan tangan mereka agar tidak menangis


"Selamat siang Your Grace"


"Selamat siang Lady Charlotte dan Lady Victoria"


Lady Easter memberikan salamnya untuk keluarga yang sedang berdiri di depannya, walaupun dia bingung, kenapa mereka tampak sangat sedih.


William dan Emylis mengangguk singkat pada Easter dan Charlotte dengan anggun membalas sapaan Easter


"Selamat siang Lady Easter"


"Tolong... tolong jaga putriku Aron hingga saatnya dia harus kembali"


Tanpa perlu berpikir panjang, Viscount Cornwell, Aron Xenuds segera memeluk William, sahabatnya


"Kami akan menjaganya sampai kapanpun, demi tanah Cornwell dan nama Xenuds aku bersumpah, kau bisa tenang Will"


William membalas pelukkan jantan dari Aron sahabatnya, hingga Aron menguraikan pelukkan jantan mereka. Emylis tersenyum getir melihat Aron dan suaminya lalu nenatap Victoria


"Nak... ingat selalu pesan ayahmu dan ibu juga kakak-kakakmu"


Dengan sangat ragu dan dengan perasaan yang sangat dan sangat tidak enak Victoria mengangguk lalu mendekat pada ayah, ibu dan Charlotte-nya, untuk memberikan ciuman perpisahan yang saat itu Victoria tidak ketahui, jika itu adalah ciuman selamat tinggal.


"Your Grace" Aron menatap bergantian pada William dan Emylis yang sudah mengusapi mata mereka. "Kalian tenang saja"


Willian segera merangkul istrinya dan mengangguk


"Lady Chatlotte juga, anda harus kuat"


Dengan menggigit kuat bibirnya dan mata yang sudah buram, Charlotte mengangguk singkat


Bety dan Joseph yang terus berdiri menatapi salam perpisahan yang di lakukan keluarga yang sudah mereka layani sejak leluhur mereka dan akan tetap mereka layani hingga akhir khayat mereka, tidak kuasa menahan air mata lagi, dengan mengusap diam-diam air mata mereka, Bety dan Joseph menuntun Aron, Easter dan Victoria untuk ke luar pintu, dimana kereta kuda Xenuds sudah menunggu.


Sebelum benar-benar keluar, sekali lagi Victoria memutar kepalanya untuk menatap keluarganya secara bergantian, senyuman hangat dengan mata berkaca-kaca yang saat itu tanpa Victoria sadari akan menjadi pemandangan paling normal terakhir untuk Victoria lihat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To Be Continued....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jujur, eike nangis pas bikin ini, mungkin karna eike selalu bikin tiap part dengan hati kali ya makanya cengeng bgt di bagian ini....


Kl ada yang sedih coba absen


Next Flashback lagi...


Tombol like, komen, bintang dan lope-nya jgn lupa di tekan ya


Salam sayang✨

__ADS_1


__ADS_2