Behind The Castle

Behind The Castle
**CALISTA**


__ADS_3

Calista datang dengan seorang pelayan yang membawa nampan di tangannya dan mereka mulai menata meja kembali, Calista mengganti cangkir Victoria yang lama dengan cangkir gelas yang baru, lalu memberikan cangkir dan kudapan lama ke nampang yang berada di tangan pelayan yang datang bersamanya, dua teko teh masih di atas meja yang membuat Victoria membuka suara


"Teko ini?"


Jari telunjuk Victoria menunjuk ke arah teko teh yang lama, Calista tersenyum ramah dan menjawab dengan mantap pertanyaan Victoria


"His Highness Pangeran Fredrick sangat suka teh jasmine My Lady"


Victoria melirik pelayan yang membawa nampan berisi cangkirnya yang lama dan piring kudapan yang lama, kepalanya tertunduk bahkan pada sesama pelayan, pelayan Calista. Senyum miring Victoria terbit


"Aahh begitu ternyata"


Setelah selesai dengan tatanan meja Calista segera akan mengangkat teko tapi, suara gonggongan Grey membuat Calista tersentak dan menjatuhnya teko yang ada di tangannya, tepat di depan Victoria.


Rasa panas teh membuat Victoria memekik, Grey yang mendengar pekikan Victoria langsung berlari bersama Diana menuju bangku dengan terus menggonggong Grey seperti sudah siap menyerang tapi belum mencapai meja grey menghentikan langkahnya masih sambil menggonggong, karna Victoria segera berteriak.


"STOP GREY!!!"


Calista yang masih terkejut dan juga karna takut segera berlari dari sana, Diana dan pelayan yang datang bersama Calista segera meletakkan asal nampannya dan dengan sigap mencoba membersihkan gaun depan Victoria yang sudah basah bahkan masih terasa hangat.


"My Lady, apa anda baik-baik saja?"


Victoria hanya diam dan hanya menatapi Diana dan pelayan yang sedang membersihkan gaunnya. Victoria melirik sekitar, para pelayan sedang mengintip, merasa keributan sudah cukup Victoria mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya yang membuat suara gonggongan Grey yang menggema langsung berhenti.


"Ada apa ini?"


Suara berat dan jantan itu membuat semua kepala menoleh. Fredrick yang masih menggunakan pakaian berkuda segera menghampiri keributan. Victoria menyeringai


"Sudah cukup, biarkan saja"


Diana dan pelayan yang mendengar perintah Victoria segera mundur sambil membungkuk dalam. Fredrick yang sudah mencerna situasi segera memeriksa keadaan Victoria.


"Apa kau tidak apa-apa?"


Victoria menatap Fredrick dengan wajah meringis


"Panas"


Melihat Victoria yang bukan tidak apa-apa, kepalanya segera berputar dan menatap tajam ke arah Diana dan pelayan tadi.


"Apa yang kalian lakukan hah!!!"


Victoria menyentuh lembut tangan Fredrick karna sepertinya dia sudah akan mengamuk. Fredrick yang mendapat sentuhan lembut itu segera menoleh kembali pada Victoria dengan wajah cemas


"Apa sangat panas?"


Victoria menggigit kuat pipi dalamnya untuk menahan tawanya agar tidak pecah tapi yang terlihat di mata Fredrick, Victoria seperti menahan sakit.


"Kenapa bisa begini?"


Victoria mencoba tenang dan mengubah wajahnya menjadi datar kembali


"Bukan mereka"


"Siapa?"


Victoria menatap wajah Fredrick yang masih terlihat cemas tapi dia tahu, sesekali kedua bola mata abu-abu Fredrick terus melirik ke potongan rendah dadanya.


"Ijinkan saya menghukumnya His Highness"


Fredrick mengerutkan dalam alisnya dan menatap wajah Victoria yang sudah menatap pelayan di samping Diana.


"Panggil kembali Calista ke sini"

__ADS_1


Suara dingin Victoria membuat pelayan itu langsung meluncur ke pintu masuk, Victoria melirik wajah Fredrick yang terlihat menyimpan banyak pertanyaan dan pikiran, Victoria melirik Diana yang masih terus membungkuk.


"Duduklah dulu"


Fredrick menarik kursi untuk Victoria dan saat bokong Victoria sudah mendarat Fredrick ikut duduk di kursi.


Cukup lama mereka duduk dalam diam hingga Calista muncul dan segera membungkuk dalam


"Maafkan saya Your Highness, maaf saya terkejut"


Fredrick segera menatap Calista yang sudah membungkuk dalam


"Apa yang terjadi?"


Victoria menaikkan satu alisnya sambil menekan bibirnya ke dalam, Diana yang melihat wajah Victoria yang seperti sedang menahan diri langsung merasa merinding dan mengepalkan tangannya untuk menahan kegugupan yang entah karna apa.


"Saya terkejut karna anjing itu tiba-tiba menggonggong You Highness, saya takut pada anjing itu karna saya teringat kejadian di taman waktu itu"


Fredrick membuang nafas panjang


"Sudahlah, perbaiki kinerjamu dan upahmu untuk 6 bulan ke depan akan ku potong"


Victoria hampir meledak mendangar ucapan Fredrick hingga tanpa sadar tangannya mencekam kuat tangan kursi, Victoria menarik nafas agar bisa kembali tenang secepat mungkin dan setelah cukup tenang Victoria membuka mulutnya


"Your Highness"


Fredrick dan Calista segera menoleh pada Victoria saat suara datarnya terdengar


"Bukankah tadi saya sudah mengatakan jika saya yang akan menghukumnya?"


Calista mengeraskan rahangnya dengan Fredrick yang mencoba tenang


"Tenanglah Vic, aku sudah memotong upahnya untuk waktu yang cukup lama"


"Maafkan ketidak sopanan saya Your Highness tapi yang dia siram dengan teh panas adalah saya dan........"


Ucapan Victoria terhenti karna Calista segera memotong upannya yang belum selesai


"My Lady... saya tidak sengaja, saya bukan menyiram anda tapi saya tidak sengaja, itu juga karna saya takut pada anjing anda yang tiba-tiba menggonggong"


Fredrick menatap wajah Calista yang sudah memerah menahan marah dan melirik Victoria yang.... terkekeh?


"Vic..."


Fredrick mencoba menengahi, tapi ucapannya terhenti ketika Victoria segera memotong ucapannya


"Apa maksutmu ini semua kesalahanku sendiri Calista? Apa rasa panas yang ada di kulitku ini karna aku sendiri?"


"Buk....."


Calista mencoba menjawab tapi Victoria kembali bersuara


"Setelah menyiramku dengan teh panas, kau bahkan lari begitu saja dan sekarang kau menyalahkan ku Calista?"


Suara dingin tapi tajam Victoria membuat Fredrick mengepalkan tangannya untuk menahan diri agar tidak membawa Calista secepatnya pergi dari sini, karna dia akhirnya bisa melihat raut wajah baru dari ekspresi Victoria tapi, raut wajah itu pertanda buruk.


"Saya sudah mengatakan jika saya tidak sengaja My Lady"


Victoria menangkap suara Calista yang mulai menajam dan segera menatap Fredrick


"Apa pelayan istana memang di didik seperti ini Your Highness?"


Fredrick meneguk kasar ludahnya dan menatap raut wajah Victoria yang seperti sudah siap mengigit, bahkan warna wajahnya sudah memerah hingga ke telinga.

__ADS_1


Belum sempat Fredrick membuka mulut, Calista segera berlutut dengan isakan kecilnya yang mulai terdengar.


"Saya sungguh tidak sengaja Your Highness, saya minta maaf, tolong maafkan saya"


Fredrick hampir refleks akan mengangkat tubuh berlutut Calista tapi kekehan Victoria segera menyadarkannya dan suara Victoria yang kembali terdengar membuatnya bungkam


"Aahh... bahkan dia tidak juga meminta maaf pada saya"


Calista menaikkan arah pandangnya menatap Victoria dengan mata yang mengkilap tajam


"Saya minta maaf Lady Victoria"


Bukan, bukan nada permintaan maaf yang keluar dari mulut Calista tapi suara tajam menahan marah yang sampai di indra pendengaran orang-orang sekitarnya.


Victoria membalas tatapan Calista dengan tatapan tak kalah tajam


"Kalau begitu berlututlah sampai matahari berganti bulan"


"Tidak perlu sampai begitu Vic"


Tanpa sadar Fredrick mengeluarkan suarannya yang setelah itu membuatnya menyesal


"Apakah Your Highness mencoba membelanya?"


"buk......"


"Apakah tidak benar jika saya menghukumnya?"


"bukan begi....."


"Jadi apa Your Highness? tolong jelaskan pada saya yang bodoh ini"


Fredrick kembali mengepalkan tangannya ketika semua ucapannya yang belum juga keluar sudah di pukul balik oleh ucapan Victoria. Fredrick melirik Calista yang sudah menatapnya dengan tajam, baru sebentar dia duduk rasa panas matahari musim semi sudah membuatnya gerah apa lagi membayangkan akan berjemur selama berjam-jam.


"Dengarkan dulu aku Vic, bukan begitu maksutku, dia hanya tidak sengaja, aku juga sudah memberikan hukuman, terlalu kejam jika kita menghukum dengan menjemurnya di bawah terik matahari seperti sekarang"


Victoria melipat tangannya dengan anggun ke atas meja, sorot matanya sangat dingin dengan raut wajah yang tidak kalah dingin, beberapa detik wajah dan sorot mata itu menatap Fredrick hingga suaranya kembali terdengar


"Your Highness Pangeran Fredrick, aku ingin bertanya, pertanyaanku ini adalah pertanyaan biasa yang akan di keluarkan seorang bangsawan ketika melihat respon anda"


"Apakah untuk anda kulit dan tubuh saya tidak berharga? Apakah rasa sakit dan malu yang saya dapatkan membuat saya tidak cukup berhak untuk menghukumnya? dan apakah kelancangannya selama percakapan kita bisa membuatnya lepas begitu saja dengan upah yang di potong? Tolong jawab saya Your Highness"


Fredrick menggigit pipi dalamnya menahan dirinya agar tidak bertindak gegabah, hatinya berteriak pada Calista agar dia juga tidak gegabah dan cukup diam.


"Tapi pelayan juga manusia Victoria"


Setelah Fredrick mengatakan itu Diana yang sedari tadi berdiri dengan gugup semakin gugup dan merinding saat Victoria tiba-tiba berdiri.


"Jadi karna sesama manusia, saya ingin Calista juga merasakan apa yang saya rasakan"



CALISTA OPHELIA GAFTON


Age: 24. YO


๐ŸŽ€รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท๐ŸŽ€


Hallo Readers.... Jangan lupa like, komen, bintang dan lope-nya yaaa


Terimakasih sudah mampir dan semoga kalian masih tertarik untuk lanjut...


Salam sayang untuk kalian semua โœจโœจ

__ADS_1


__ADS_2