Behind The Castle

Behind The Castle
**WEDDING DAY II**


__ADS_3

Emas, adalah tradisi untuk pemilihan cincin pernikahan di kerajaan eropan termasuk Francia. Fredrick memilih rancangan untuk pembuatan cincinnya sendiri yang sesuai dengan gelarnya sebagai putra mahkota. Mengukir lambang putra mahkota yang sama dengan lambang stempelnya dengan di bagian tengah cincinnya menyematkan sebuah berlian Albany. Makna dari ikatan pernikahannya sangat terasa di gambaran cincinnya.



Victoria menarik nafas dalam dan meraih cincin untuk di sematkan ke jari kelingking Fredrick.


Victoria sendirilah yang memilih untuk menyematkan cincin itu di jari kelingking karna, sebentar lagi cincin itu pasti akan di lepas karna di kerajaan eropan termasuk Francia seorang pria kerajaan bebas untuk memakai atau tidak memakai cincin pernikahannya. Tidak ada aturan untuk keharusan memakai cincin pernikahan dan cincin lainnya selain nanti, saat Fredrick naik ke atas tahta dan menerima cincin Rajanya.


Saat cincin milik Fredrick sudah terpasang. Fredrick meraih cincin Victoria dengan tersenyum hangat dan menyematkan cincin itu di jari manis sebelah kiri Victoria.



Sesuai dengan tradisi romawi kuno jika jari manis sebelah kiri memiliki arti Vena amoris/Vein of love. Jari manis sebelah kiri yang di percaya menuju langsung pada pembulu darah ke jantung. Ya.... Fredrick akan mengikat Victoria dengan erat, menyegel langsung ke titik pusat nadi kehidupan Victoria.


"Dengan ini kalian sudah terikat dan sah dalam pernikahan di mata Tuhan. Apa yang sudah di satukan Tuhan, tidak boleh di pisahkan manusia. Mempelai pria boleh mencium mempelai wanita"


Masih dengan bibir yang mencetak senyum hangat Fredrick dengan pelan membuka Vail Victoria. Menatap dengan lekat wajah manis yang hari ini terlihat seperti setengah bidadari. Menatap dengan dalam kedua bola mata sehijau daun gadis yang sudah merona di depannya. Lalu memiringkan wajahnya untuk memberikan kecupan lembut di bibir ranum itu.


Dengan gugup, Victoria menutup matanya dan membiarkan Fredrick mendaratkan kecupan ringan penuh kelembutan tapi tetap sangat terasa panas. Victoria berdesir yang entah karna apa. Tidak jauh berbeda dengan Fredrick yang juga merasakan jika seluruh tubuhnya ikut berdesir.


Fredrick menarik bibirnya dan menempelkan dahi mereka. Tangannya memeluk lembut pinggang istrinya sambil berbisik


"Apa kita sudah bisa langsung ke kamar?"


Satu cubitan mendarat di pinggang Fredrick dengan kekehan Fredrick yang mengikuti


"Demi tahta ayahmu Bash! Kita sedang berada di tempat yang suci!"


Semua hal yang di lakukan mereka, senyum bahagia, dan moment bahagia mereka tidak lepas dari pandangan semua tamu yang mengisi Kapel. Calista mengepalkan tangannya yang ada di dalam genggaman tangan ayahnya. Hatinya remuk bagai tertimpa godam, hatinya panas bagai di hujam tombak api.


"Kuatkan dirimu nak"


Adam berbisik lirih di telinga anaknya sambil terus mencoba menenangkan hati anaknya yang tidak bisa dia gambarkan bagaimana sakitnya sekarang.


"Aku tahu ayah. Aku hanya perlu bersabar. Ini tidak akan lama. Fredrick akan kembali padaku. Aku tahu itu, dia akan selalu begitu"


Ucapan lirih dengan penuh kesedihan tapi keyakinan Calista membuat Adam mendesah lelah dan kembali menatap ke depan Altar.


Fredrick dengan tangan yang mengganggam tangan Victoria menuntun langkah mereka untuk menuju ke luar Kapel di mana kereta kuda mereka sudah menunggu. Mereka akan mengelilingi ibu kota untuk menyapa dan menunjukkan pernikahan bersejarahnya.


--000--000--

__ADS_1


Setelah arak-arakan keliling ibu kota selesai. Kerajaan Francia memiliki tradisi untuk melepaskan sepasang burung merpati ke udara langit bebas. Mereka dan para pemilik istana lain sudah berdiri di balkon sambil memberikan lambaian tangan pada rakyat yang sudah menunggu untuk melihat dan menyapa mereka langsung dari bawah di depan gerbang istana.


Meski senyum Victoria masih Tercetak di bibirnya tapi, isi kepalanya tidak berada di tempatnya. Ada kedatangan seseorang yang cukup menyita segala perhatian, terlebih semua bangsawan. Seseorang itu berdiri dalam pelukkan pria yang di ketahui putranya.


Ratu Elisabeth yang tidak pernah di kenalnya, tidak pernah di lihatnya, tidak pernah terdengar kabarnya sekarang berada di tempat yang sama dengannya. Berdiri dengan di apit Henry dan Raja Geogre. Pikiran Victoria terus tertuju ke sana hingga Edward datang membawa sangkar burung di depan mereka.


"Fokus sayang"


"Aahh... maaf..."


Fredrick mengangguk maklum dan meraih burung jantan yang sudah di keluarkan Edward dari sangkar. Di ikuti Victoria yang dengan hati-hati meraih burung betina berbulu putih cantik yang baru di keluarkan Edward dari sangkar.


Melihat pergerakan Victoria yang hampir menerbangkan burung di tangannya membuat Fredrick tersenyum geli


"Sabar. Belum saatnya. Kau sepertinya sudah tidak sabaran untuk segera membuang burung itu"


Dengan malu Victoria menggigit bibirnya


"Jadi kapan? Dia terus menggeliat di tanganku"


"Pegang yang erat"


Sungguh! Demi tahta ayahnya! Fredrick sangat gemas. Entah mantra apa yang di taburkan Victoria padanya hingga membuat Fredrick sendiri merasa aneh dengan dirinya. Terlebih hari ini, meski dia juga merasakan sesuatu yang tidak nyaman karna ada setitik rasa tidak nyaman yang entah karna ada. Fredrick hanya berpikir mungkin karna kedatangan tiba-tiba ibu tiri dan adik tirinya itu.


"Tunggu aba-aba ok... pegang yang benar karna tidak ada lagi persedian burung betina jika itu lepas"


Dengan tangan gugup dan hati-hati Victoria menganggukkan kepalanya hingga aba-aba dari Edward muncul.


Fredrick dan Victoria langsung melempar ke atas langit burung di tangan mereka yang langsung merentangkan kedua sayapnya saat sudah berada di udara tapi,


SRRAAKK!


Suara memekik, jeritan dan teriakan dari banyak orang membuat senyum Victoria langsung pudar. Fredrick langsung menarik Victoria ke belakang tubuhnya. Para kesatria langsung menarik pedang mereka dan membuat benteng di sekitar balkon untuk memberikan perlindungan pada para keluarga pemilik istana.


Burung merpati betina yang baru saja akan di bebaskan, baru saja merentangkan sayang kebebasannya, baru saja akan menggapai udara bebas itu terjatuh dengan kuat dari udara ke atas tanah dengan bersimbah darah. Dengan kepala yang tertancap sebuah anak panah yang entah datang dari mana


"Tidak! ada apa ini..!!!!"


"Lindungi! Lindungi!"


"Bubarkan!"

__ADS_1


"Cepatt!!!"


"Cari! Cari!!!"


"Aaakkkk!!!! apa yang terjadi!!!"


Semua teriakan orang-orang, pergerakan kesatria, pelukkan kuat Fredrick pada tubuhnya yang belum bisa mencerna dengan baik situasi sangat memekakkan telinga Victoria.


"Kita masuk ke dalam"


Dengan kesadaran dan pikirannya yang seolah melambat membuat Victoria hanya mengikuti langkah Fredrick yang langsung membawanya ke dalam istana. Situasi menjadi ricuh dan bising karna kepanikan. Para kesatria semakin banyak memenuhi koridor dengan atribut lengkap. Victoria tidak bisa memikirkan apapun lagi selain


"Apa yang terjadi Bash?"


Fredrick dengan cepat melangkah dan terus menarik Victoria untuk semakin ke dalam istana tanpa berniat menjawab pertanyaan Victoria yang juga tidak mampu untuk di jawabnya sekarang hingga langkah mereka sampai di depan kamar Victoria yang baru, di istana utama.


Fredrick dengan pelan menuntun Victoria untuk masuk dan duduk di pinggir ranjang. Menggenggam tangan Victoria dengan erat sambil menatap wajah Victoria yang sudah memucat


"Tunggu di sini dan jangan pernah keluar"


"Bash...."


"Tunggu di sini dan jangan pernah keluar"


Fredrick kembali menekankan ucapannya hingga Victoria mengangguk


"Bisa tolong panggilkan seseorang untuk menemaniku?"


Fredrick menggeleng tegas dan menatap Victoria dengan tegas


"Saat ini sendirian adalah yang teraman hingga aku kembali. Berjanjilah"


Dengan pasrah Victoria hanya bisa kembali mengangguk. Fredrick mengecup singkat pelipis istrinya dan melesat cepat ke pintu penghubung antara kamar Victoria dan kamarnya.


Saat tubuh Fredrick sudah menghilang dan pintu penghubung kamar mereka sudah tertutup rapat. Victoria menautkan tangannya yang mulai gemetar. Memejamkan mata dengan kuat sambil berdoa. Berdoa untuk kehidupannya, semua orang yang di sayanginya dan seluruh rakyat.


\=\=\=💙💙💙💙


Yuk bisa yukk jejaknya di tinggalin


Salam sayang semua ✨

__ADS_1


__ADS_2