
Setelah Fredrick mengantar Victoria hingga ke depan pintu taman, Victoria segera melangkah masuk ke dalam taman dan melebarkan arah pandangnya saat kakinya sudah menginjak semen taman istana utama, di sana, si sisi kanan taman, di depan kolam air mancur, sudah tersedia meja panjang dengan sembilan kursi, di atas meja sudah tersaji berbagai kudapan yang di tata dengan cantik di atas piring-piring bertingkat dan cangkir-cangkir terbuka. Di sisi kanan tidak jauh dari meja, ada empat orang pelayan yang berdiri di samping trolley mereka.
"My Lady... mereka sudah menunggu"
Ucapan seorang pelayan membuat Victoria mengangguk singkat dan melangkah semakin masuk ke dalam taman istana. Di sisi kiri taman ada kursi panjang yang berhadap-hadapan, di sana ada beberapa orang gadis bangsawan yang sedang bercengkrama sambil sesekali tersenyum geli, Victoria semakin menajamkan arah padangnya untuk mencari dua orang gadisnya yang di kabarkan akan mendapatkan surat undangan dan juga menjadi alasan Victoria untuk cukup mempunyai semangat melakukan hal yang tidak di sukainya sekarang.
Jamuan penuh aturan dan tatakrama, senyum sopan dan malu-malu, gerakan anggun dan lembut, tidak bisa menyuarakan pendapat tapi bisa bergosip semaunya, bahkan untuk membuang nafas saja di depan publik seorang Lady punya aturan.
Saat Victoria sudah mendekat, beberapa Ladies yang melihat kedatangannya segera berdiri sambil tersenyum, termasuk dua gadis yang sangat di rindukan dan di tunggunya
"Selamat siang Ladies..."
Dengan anggun Victoria memberi salam pada mereka, delapan Ladies di depannya satu persatu membalas salam Victoria dan berkenalan. Victoria mencoba mengingat nama mereka tanpa peduli nama belakang mereka. Annas, Ribca, Cecil, Amelia, Lissa dan, tiba saatnya gadis-gadis yang di tunggunya akan membalas sapaannya, Victoria langsung melepas wajah datarnya dan tersenyum hangat.
"Selamat siang Lady Victoria, saya Juliet Rubens"
Dengan tersenyum hangat dan berwajah hangat Victoria menjawab
"Hallo Lady Juliet Radellae Rubens"
Lady Juliet yang mendengar sepupunya menyebut nama lengkapnya secara lantang, dengan mata berbinar segera mengedipkan satu mata emerald-nya pada Victoria. Victoria membalas mengedipkan satu matanya lalu menggeser arah pandangnya ke samping, ke gadis yang juga di tunggunya
"Selamat siang Lady Victoria"
Dengan mata berkaca-kaca dan suara sedikit bergetar, kedua tangan gadis itu mencengkam gaunnya, seperti menahan diri agar tidak segera melompat untuk memeluk Victoria
"Selamat siang Lady Easter Carollina Xenuds"
Lady Easter menggigit bibirnya dengan pandangan haru yang di balas Victoria dengan mengedipkan satu matanya.
Victoria kembali menggeser arah pandangnya pada satu lagi Lady yang sudah menatapnya dengan lekat, dan bibir yang menyunggingkan senyum Culas
"Selamat siang Lady Victoria, bagaimana kabar anda?"
__ADS_1
Dengan wajah ramah dan bibir yang semakin tersenyum lebar hingga menyeringai Victoria menatap gadis itu dan membalas
"Hallo... saya baik-baik saja dan akan selalu begitu Lady Calista"
'Sebenarnya siapa yang membuat undangan ini?'
Batin Victoria mulai bertanya-tanya
--000---
Obrolan di atas meja mulai berjalan dan di awali dengan saling menanyakan kabar masing-masing, basa basi dengan saling memuji gaun dan perhiasan, bagaimana cuaca, basa basi saling menanyakakan kabar keluarga mereka dan menjelaskan cerita terbaru tentang keluarga mereka dan banyak basa basi lain yang tidak menarik minat Victoria. Tapi dengan tenang dan tersenyum tipis Victoria mengikuti permainan di atas meja dengan selalu saling melirik pada Juliet dan Easter yang juga tampak malas.
"Saya mendengar jika di pesta pertunangan Lady Victoria dan His Highness Pangeran Fredrick. Lady Calista dan Lady Victoria sempat bertengkar?"
Dengan anggun Victoria yang duduk di kuris utama menatap si pemberi pertanyaan yang Victoria ingat bernama Lissa
"Itu hanya sedikit permainan yang kami lakukan Lady Lissa" Victoria menggeser bola matanya untuk menatap Calista yang tampak acuh menyesap tehnya. "His Highness Pangeran Fredrick dan His Highness Pangeran Henry bersahabat dengan Lady Calista yang artinya, Lady Calista juga sahabat saya. Bukan begitu Lady Calista?"
Dengan santai Calista mengangguk dan dengan wajah tenang menatap sekelilingnya
Dengan wajah sangat ramah Calista menatap Victoria yang juga memberikan senyuman tak kalah ramah. Dari ekor matanya, Victoria melirik pada Easter dan Juliet yang mengangguk-nganggukan kepala mereka dengan dramatis, yang membuatnya bibir Victoria berkedut menahan geli
"Saya dengar His Highness Pangeran Fredrick, His Highness Pangeran Henry dan anda sangat dekat Lady Calista, apa benar begitu?"
Kembali Lady Lissa membuka suaranya, dan dengan bibir yang masih tersenyum ramah Calista menjawab dengan santai
"Benar Lady Lissa, kami bertiga sudah bersahabat dari kecil"
"Apakah karna Baronnes Gafton berteman dengan mendiang Her Majesty Ratu Rosemary, Lady Calista?"
Tanpa menahan diri, Victoria segera ikut bergabung dalam obrolan. Calista menggeser arah pandangnya dan menatap Victoria dengan tersenyum tipis
"Anda tahu itu Lady Victoria? dari mana anda mendengar cerita itu?"
__ADS_1
Dengan bibir yang sudah tersenyum culas, Calista menatap Victoria yang tampak tenang dan santai
"Kenapa anda harus bertanya Lady Calista, bukankah sudah sewajarnya jika Lady Victoria tahu cerita tentang sahabatnya?"
Dengan santai Juliet menjawab pertanyaan bodoh Calista yang sebenarnya di tujukan pada Victoria. Kekehan Calista membuat semua kepala menatapnya dengan bingung, tapi tidak dengan Victoria, Juliet dan Easter yang langsung menggangkat cangkir teh mereka untuk menyesap teh
"Maafkan saya, karna biasanya Fred" Calista menjedah dan memasang wajah memelas pada semua kepala di sana. "Maafkan ketidak sopanan saya karna kami jarang bersikap formal, maksut saya His Highness Pangeran Fredrick jarang membicarakan masa lalu atau.. " Kembali Calista menjedah dan menatap Victoria. "Atau Lady Victoria mendengar cerita dari His Highness Pangeran Henry? karna kalian terlihat sangat dekat, dan saat festival, bukankah His Highness Pangeran Henry menjadi pasangan anda dan duduk berdampingan di kursi pasangan?"
Ucapan Calista membuat semua kapala menoleh dan semua mata menatap pada Victoria. Dengan santai dan penuh perhitungan juga dengan persiapan Victoria menjawab
"Tentu saja kami dekat, karna kami akan menjadi keluarga nanti, jadi apa ada yang salah jika kami dekat Lady Calista? atau anda punya pengertian berbeda dari kedekatan calon ipar dan calon keluarga?"
Setelah ucapan Victoria meluncur, Juliet dan Easter segera menarik kuris penonton mereka. Para Ladies yang lain menatap bergantin antara Victoria dan Calista dengan wajah antusias dan menunggu.
"Benar Lady Victoria, meskipun saya tidak berpikir jika kedekatan kalian berbeda, tapi sebuah kedekatan memang sering membuat orang lain berpikiran lain, terbukti kedekatan saat festival itu membuat desas desus kurang sedap yang tertuju pada Lady Victoria. Sebenarnya.." Calista menatap Victoria dan bola matanya bergerak pada semua wajah di meja. "Sebenarnya saya cukup prihatin pada anda yang di serang rumor buruk itu"
Sambil memasang wajah menyesal dan beberapa kali mengedipkan matanya dengan pelan pada Victoria. Calista sudah memulai serangannya untuk Victoria
Dengan santai Victoria mengangkat sendoknya dan mengaduk tehnya yang sudah di aduk, lalu dengan anggun meletakkan kembali sendok sambil menatap Calsita.
"Saya juga mengerti perasaan anda Lady Calista, karna kita dalam posisi yang sama. Saya juga prihatin dengan rumor yang..." Victoria ikut memasang wajah menyesal dan mengedipkan matanya beberpa kali dengan pelan. "tentang rumor yang menyebutkan jika anda selalu mencoba menggoda ke dua Pangeran agar bisa merangkak untuk meraih tempat dan nama di istana"
Setelah balasan Victoria meluncur, Juliet yang selalu memasang telingatnnya hampir tersedak biskuit yang hampir melewati tenggorokkannya. Easter yang akan memasukkan biskuit ke mulutnya lagi segera menghentikan tangannya yang sudah berada di depan mulutnya. Para Ladies segera menutup mulut mereka dengan wajah terkejut dan Calista.......
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To Be Continued.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuk tinggalin jejak kalian di tombol like, komen, bintang dan lope-nya yaa readers...
Biar eike semangat nulis.....
__ADS_1
Salam sayang ✨