Behind The Castle

Behind The Castle
**FREDRICK's FINAL DECISION**


__ADS_3

"Ada apa Fred?"


"Apa kalian mengingat kejadian sore tadi?"


Adam mengerutkan alisnya. Calista segera menatap Fredrick dengan mata yang mulai berkaca-kaca


"Pertanyaanmu tertuju padaku atau pada ayahku Fred?"


Akhirnya Fredrick menggerakkan kedua bola mata abu-abunya dan menatap Calista dengan dingin. Calista mengepalkan tangannya


"Pada kalian"


"Tentu saja Your Highness... itu perlakuan paling kasar yang pernah kami terima, terlebih untuk putri saya"


Adam yang menyadari kepalan tangan putrinya segera menggenggam kepalan tangan itu, mencoba menguatkan semua perasaan yang sedang di rasakan putrinya.


"Bukankah itu karna ulah kalian sendiri?"


Dengan acuh sambil menyenderkan punggungnya ke sofa, Fredrick mengeluarkan pertanyaan yang langsung menyulut amarah dua orang di depannya


"Apa maksutmu Fred!"


"Benar Your Highness.. kami tidak mengerti maksut anda, kami bahkan tidak tahu masalah tunangan anda yang tiba-tiba datang menyerang kami"


"Tunanganmu itu mulai gila Fred! dan kau malah menyalahkan kami! apa kau juga mulai ikut gila!"


Jeremmy hampir saja melompat maju untuk memukul seseorang yang menghina langsung seorang putra mahkota di depan wajahnya langsung tapi, tangan Fredrick segera terangkat yang membuat Jeremmy membatalkan segala rencana di kepalanya.


"Kita mulai dari di sini dulu Lady Calista"


Ucapan dingin tanpa memandang dan dengan bahasa sopan Fredrick membuat kepalan tangan Calista semakin kuat. Fredrick melanjutkan ucapannya.


"Kalian tahu siapa aku, mulai sekarang gunakan bahasa yang baik dan perlakukan aku sesuai gelarku. Sopan dan tahu dirilah"


Merasa tidak tahan lagi, Calista segera berdiri dari duduknya


"FRED!!!"


Dengan masih kembali tanpa menatap Calista bahkan terkesan mengabaikannya, Fredrick hanya menatap Adam yang tampak kebingungan. Fredrick kembali membuka mulutnya


"Jika anda Baron, tidak bisa mendidik putri anda, aku bisa merekomendasikan seorang guru etiket untuk putri anda, mungkin juga untuk anda sekalian, kalian bisa mengulang kembali dari awal pelajaran etiket seorang bangsawan"


"Apa maksutmu Fredrick!"


"Duduk Cal"


Ucapan Fredrick yang penuh dengan cibiran membuat Adam segera bertindak dan segera menarik tangan putrinya dengan kuat agar kembali duduk. Fredrick melanjutkan


"Apa benar kalian tidak tahu apapun tentang hari ini?"


"Sudah ku katakan Fred! kami...."


"Diam Calista!"


Dengan wajah yang sudah hampir menangis Calista menutup mulutnya dan menatap ayahnya yang tampak gusar.

__ADS_1


"Saya akan mendidiknya Your Highness dan sungguh... kami tidak tahu apapun tentang kejadian hari ini"


Satu alis Fredrick terangkat


"Lalu?"


"Saya mewakili putri saya dan saya sendiri untuk meminta maaf, atas kelancangan kami hari ini pada Lady Victoria di jamuan sore tadi"


"Ayah!"


"DIAM CAL!!"


Jeremmy mulai terhibur dan menarik kursi penontonnya, tapi, dia juga mulai menyesali keputusannya untuk mengambil posisi di belakang Frederick, karna Jeremmy juga ingin menonton raut wajah Fredrick selama drama berlangsung.


"Kenapa... kenapa Fred....??"


Suara lirih Calista mulai terdengar, kedua bola mata coklatnya mulai penuh air mata yang sudah siap untuk meluncur kapan saja. Tidak hanya Jeremny yang menyadari itu tapi Fredrick juga, dan akhirnya Fredrick menatap Calista dengan raut wajah tidak terbaca


"Kita akhiri semua ini, sekarang juga"


"APA MAKSUTMU FRED! TIDAK! TIDAK BISA!!"


Dengan susah payah Adam mencoba mencerna situasi dan ucapan Fredrick, perkataan Fredrick bagaikan bom yang langsung di lemparkan ke depan wajahnya hingga membuat otaknya sulit untuk berpikir


"Bisa saja, semua bisa saja terjadi Lady Calista dan" Fredrick menatap Calista dan Adam bergantian. "Jangan lupa untuk sopan dan tahu diri padaku dan" Kali ini Fredrick menatap Calista, dengan tatapan tajam. "Pada tunanganku, Lady Victoria"


Tangis Calista pecah sambil menutup wajah dengan kedua tangannya, isak tangis Calista segera mengisi suara di ruang tamu. Jeremmy memutar bola matanya dengan malas.


"Terimakasih atas masa lalu yang menyenangkan selama ini Baron Gafton, saya akan selalu mengenangnya tapi, itu akan tetap menjadi masa lalu dan tidak akan terulang lagi"


"Kau membuangku Fred?"


Dengan santai Fredrick mengangguk


"Iya..."


"Fred! kau tidak bisa membuangku begitu saja! kenapa? apa karna tahta? aku" Calista menarik nafas dan mencoba menelan tangisnya agar bisa berbicara dengan benar. "Aku akan patuh setelah ini, aku akan sabar menunggu dan tidak akan mencampuri atau menggangumu hingga kau naik tahta, aku..."


"Tidak perlu"


Suara Fredrick segera memotong ucapan susah payah Calista. Calista menggigit bibirnya yang gemetar karna tangisnya, juga dengan perasaan di dadanya yang sudah mulai penuh amarah.


"Apa maksutmu Fred?"


"Cal!"


Adam mencoba mengingatkan putrinya tapi sia-sia karna Calista kembali membuka mulutnya dan mengabaikan ayahnya


"Apa maksutmu? kita sudah pernah berjanji Fred, kita akan selalu bersama apapun yang terjadi Fred. Aku mencintaimu sangat, dan kau juga mencintaiku kitaa..."


"Aku sedang mengkoreksi perasaanku Lady, karna ketika aku merasakan sebuah ketertarikan luar biasa pada gadis lain, aku mulai mempertanyakan hatiku yang selama ini ku pikir tetuju untukmu"


Nafas Adam tercekat, tidak tahu harus berpikir bagaimana lagi terlebih bagaimana nanti dia akan menolong perasaan putrinya yang setelah ini pasti akan hancur. Calista menatap Fredrick dengan mata basah dan kilapan tajam kebencian


"Siapa? siapa gadis itu! apa tunanganmu itu?" Calista kembali berdiri dan berjalan ke arah Fredrick. Jeremmy yang menyadari jika drama semakin panas segera maju, terlebih saat satu tangan Calista akan terangkat, tapi lagi, tangan Fredrick menghalangi langkah Jeremmy dan

__ADS_1


PLAAKK!


Tanpa menghindar dan seolah membiarkan, Fredrick menerima tamparan dari tangan Calista. Setelah kesadaran Adam kembali, dengan cepat Adam menarik putrinya untuk segera menjauh dari Fredrick, terlebih ketika tangan Calsita yang mulai akan terangkat lagi.


Fredrick menatap wajah Calista yang sudah mengeras, wajahnya memerah, kilap kebencian memenuhi pandangnnya, yang entah tertuju untuk siapa. Dan suara Calista kembali terdengar


"Kau tidak bisa membuangku begitu saja Fred! jika kau mencampakkanku! aku tidak akan segan untuk membuka masa lalu! tidak hanya masa lalu tentang kita!"


Dengan acuh Fredrick membalas tatapan Calista


"Kau bilang, kau mencintaiku, jika kau mencintaiku kau tidak akan menghancurkan ku Lady atau.... semua ucapanmu selama ini hanya omong kosong?"


Ucapan tenang dan santai Fredrick membuat Jeremmy membulatkan matanya dengan rahang yang ikut membulat. Adam tidak jauh berbeda, bahkan wajahnya sekarang tampak bodoh. Calista segera tertawa tanpa rasa humor dan menatap Fredrick dengan segala rasa sakit di dadanya


"Dasar licik! kau ingin memanfaatkan perasaanku untuk menutup mulutku?"


"Aku hanya butuh pembuktian"


Tawa Calista semakin kuat hingga menggeleng-gelengkan kepalanya. Fredrick tidak ambil pusing dan segera berdiri dari duduknya lalu kembali menatap Calista


"Tunjukkan rasa cintamu Lady"


"Lalu aku akan dapat apa Fred! apa yang akan ku dapatkan selain rasa sakit ini!"


Dengan mulai melangkah menuju pintu Fredrick menjawab


"Entahlah...."


Tanpa menoleh lagi, Fredrick segera melangkah lebar untuk keluar yang di ikuti Jeremmy,tapi, suara Calista kembali terdengar


"Aku tahu kau sedang terjepit Fred, tapi aku juga tahu kau juga tidak akan pernah melupakan ibumu. Jadi aku akan tutup mulut dan menunggumu, datanglah atau jemputlah aku ketika kau lelah dan merindukanku, aku akan menjadi wanitamu yang patuh"


Fredrick mematung. Suara lirih dan perkataan Calista membuat perasaan Fredrick berkecamuk, pikirannya segera melayang jauh entah kemana. Jeremmy yang menyadari jika ucapan Calista berhasil menyentuh luka lama Fredrick, dengan tenang Jeremmy mengingatkan


"Your Highness.. apakah kita jadi kembali ke istana?"


Suara Jeremmy tentu saja membuat dua kepala lain di sana segera menoleh dan menatap punggung Fredrick dengan penuh harapan


"Kita kembali, 'rumahku' di sana. Dan tunanganku, 'calon istriku' menunggu"


Jawaban tajam dan penuh penekanan Fredrick membuat Jeremmy langsung menyeringai dan segera membukakan pintu. Saat Fredrick sudah berjalan cukup jauh dari pintu, Jeremmy menatap kembali ke dalam rumah dan mulai beraksi


"Lord Adam dan Lady Calista, selamat tinggal, semoga kita semua setelah ini terus hidup berbahagia di jalan kita masing-masing"


"Dia pasti akan kembali padaku"


Setelah menyelesaikan ucapannya dan mengabaikan ucapan Calista, tanpa menoleh lagi dan mengabaikan suara gaduh barang-barang yang di lempar dengan menyusul suara tangis teriakan, tidak lupa juga suara-suara yang mencoba menenangkan. Jeremmy melangkah pasti untuk mengikuti dan menemani setiap langkah baru tuannya.


\=\=\=💚💚💚💚


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya readers....


Tombol like, komen, bintang dan lope-nya jangan lupa di tekan


Vote-nya juga boleh yuk di sebar...

__ADS_1


Salam sayang semua✨


__ADS_2