
Semua putaran sudah selesai, semua penilaian sudah di akhir dan nama seorang pemenang sudah di sebut-sebut, bahkan saat putaran untuknya belum berjalan dan dirinya belum maju untuk unjuk gigi di depan para penonton dan penilai.
Dengan nilai sempurna dan fisik sempurna, pada Lady di kursi penonton menggila, bahkan mereka tidak segan untuk berteriak menyuarakan isi hati mereka saat enam anak panah, melesat dengan sempurna ke enam titik lingkaran poin. Kebisingan semangat yang semakin terus menusuk pendengaran Victoria juga ikut membuat cacing di perutnya semakin semangat meminta makan.
Dengan perut lapar tapi juga penasaran, Victoria melirik ke sebelah kirinya, dengan mata berbinar, Henry terus bertepuk tangan penuh semangat dan penuh rasa bangga. Melirik ke depan, kegaduhan dari para penonton cukup mejelaskan bagaiman semangatnya mereka dan, melirik ke bawah, sepasang bola mata abu-abu sedang menatapnya dengan lekat, wajah si pemilik mata itu tampak bersinar sambil memberikan senyum mempesona dan penuh daya pikat untuknya.
Dengan wajah datar, Victoria membalas dengan formal, melengkungkan bibirnya ke atas yang, tidak sampai ke hati.
Dengan segala aura kekuasaanya, Raja George mengangkat satu tangannya ke atas yang membuat semua suara hilang dalam sekejap dan semua kaki ikut tegak saat pria paling berkuasa di Francia itu bangkit dari kursinya, termasuk Victoria. Langkah Raja George mulai menapaki tangga undakan dan dengan segala hormat, semua kepala menunduk menemani langkah kaki Raja George untuk menuju ke tanah lapangan.
"Selamat sore rakyatku"
Suara Raja George yang menggema segera membuat semua kepala kembali tegak dan menatapnya dengan perhatian penuh.
"Meskipun festival tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya tapi, semoga saja tetap bisa memberikan sedikit hiburan untuk kita semua menyambut musim panas tahun ini, semoga kita semua bisa melewati musim panas tahun ini dengan banyak perbedaan yang membahagiakan dan yang terpenting, semoga tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, Tuhan selalu melindungi dan menyertai Francia, semoga rakyatku selalu sehat dan selalu berbahagia"
"LONG LIVE THE KING! GLORY FRANCIA!"
Victoria mengamati dan menilai sekitar, di mana dengan telapak tangan kanan berada di dada kiri, semua orang yang ada di sana meneriakan dengan bangga doa untuk raja dan kemuliaan untuk kerajaan, semua orang, kecuali, dirinya.
Raja George mulai mengamati bergantian ketiga pemenang yang sudah berdiri di hadapannya, seseorang datang dengan membawa sebuah kotak kecil dengan lambang pedang yang di apit dua kepala ular, lambang kerajaan. Dengan tersenyum hangat Raja George meraih kotak kecil itu dan memberikan ke pada pemenang ke tiga yang menerima kota itu dengan hormat dan mata berbinar, membuat Victoria bertanya-tanya, berapa banyak koin emas yang ada di dalam kotak kecil itu?
Seseorang kembali datang, dengan membawa nampan yang berisi dua segel dari besi berwarna emas dan perak, masih dengan tersenyum hangat Raja George meraih segel besi yang berwarna perak dan menyerahkan kepada pemenang kedua yang menerima dengan wajah penuh rasa haru.
Raja George menghentikan langkahnya sejenak untuk mengamati pemenang pertama dan dengan tersenyum hangat meraih segel besi berwarna emas untuk di berikan kepada pemenang pertama
"Apa kau tidak bosan Fred? jujur saja, aku bosan tiap tahun harus menyerahkan ini kepadamu"
Suata tawa dan kekehan langsung menggema, mengisi isi lapangan, Victoria melirik ke kiri, di mana Henry berdiri dengan mata berbinar menatap bangga kedua pria yang sedarah dengannya.
"Terimakasih Your Majesty, karna sudah menambah koleksi kuda tangguh saya"
"Ck! aku khawatir istal kudamu tidak akan bisa menampung penghuni baru, jadi tahun depan jangan ikut lagi"
Kembali kekehan menggema mengisi isi lapangan
__ADS_1
"Anda mengatakan itu setiap tahun Your Majesty"
Dan kembali, kekehan menggema di seluruh lapangan yang kali membuat Victoria ikut tersenyum tipis, karna kedua bola mata sehijau daunnya menangkap pemandangan diamana, seorang ayah dan anak yang saling menatap penuh bangga dan bahagia, mengingatkan Victoria pada masa lalu.
Setelah Raja George melakukan pemberian hadiah dan menutup acara, langkahnya langsung menuju ke istana utama dan meninggalkan lapangan yang juga di ikuti para penonton yang langsung membubarkan diri dari kursi penonton untuk menuju ke tanah lapangan atau juga segera menuju ke pintu keluar lapangan.
"Semua acara su-sudah selesai La-lady, kita sudah bisa kembali se-sekarang"
Henry menoleh pada Victoria yang menjawabnya dengan.... menggeleng?
---0000---
Fredrick melebarkan arah padangnya untuk mencari seseorang, dan saat arah pandangnya menangkap tujuannya, dengan tergesah dan berlarian kecil Fredrick mengejar seseorang yang berjalan menuju ke lapangan belakang kursi para penonton.
"Selamat sore tuan"
Pria yang mendengar jika dirinya di sapa segera menghentikan langkahnya dan memutar kepalanya, melihat siapa yang menyapa, dengan sedikit terkejut kepalanya segera tertunduk hormat
"Selamat sore Your Highness Pangeran Fredrick"
Pria itu mengangkat kembali kepalanya dan menatap Fredrick yang sudah menatapnya
"Bolehkah saya meminta tolong sesuatu kepada anda tuan?"
Dengan bingung dan juga terpesona, pria itu kembali menundukkan kepalanya dengan sopan
"Sialahkan Your Highness, saya akan membantu dengan semua kemampuan saya"
Sambil merogoh kantong sakunya Fredrick tersenyum hangat
"Aku ingin kita bertukar ini" Fredrick mengulurkan tangannya yang sudah memegang segel besi berwarna emas hadiahnya hari ini. "Aku meminta tolong pada anda tuan"
Dengan mata membulat pria itu menatap tangan Fredrick yang sedang memegang segel besi berwarna emas, walaupun dengan segela kebingungan di kepala dan batinya tapi, dengan yakin dan bahagia pria itu segera mengangguk antusias. Pria itu segera mengulurkan tangannya yang terus memegangi segel besi berwarna peraknya, dengan kepala tertunduk sopan, pria itu menyerahkan segel besi berwarna peraknya pada Fredrick
"Silahkan Your Highness"
__ADS_1
Senyum lebar Fredrick terbit dan segera meraih segel besi berwarna perak yang sudah di inginkannya sambil menyerahakan segel besi berwarna emas miliknya.
"Terimakasih tuan"
Dengan cepat pria itu menggelang
"Tidak Your Highness, saya yang sangat berterimakasih tapi...." Dengan melirik Fredrick pria itu menjedah dan dengan sedikit takut melanjutkan ucapannya. "Tapi, apakah anda yakin Your Highness?"
Fredrick yang mengerti kekhawatiran pria di depannya segera terkekeh dengan tangan yang langsung memasukkan segel perak ke dalam kantong saku celananya.
"Tenang saja tuan, aku tidak akan berubah pikiran, kuda jantan tangguh yang menang turnamen tahun kemarin itu benar-benar menjadi milik anda sekarang"
Dengan mata berbinar haru pria itu membungkuk dengan dalam pada Fredrick
"Terimakasih banyak Your Highness... terimakasih"
Setelah melakukan pertukaran yang di inginkannya, dengan senyum yang masih tercetak di bibir, Fredrick segera melangkah untuk menuju tujuannya yang lain, tujuan yang selalu membuatnya menjadi tidak sabaran tapi,
"Haii Fred..."
Suara lembut dan sedikir serak seorang gadis tiba-tiba menyapanya, Fredrick memutar tubuhnya, aroma mawar yang nyaman dan menggoda segera memenuhi indra penciumannya saat seorang gadis dengan surai merah menantang semakin mendekat, gaun biru pastel dengan potongan dada rendah dan bahu yang sedikit terbuka menambah semua pesoana dan daya pemikat pada dirinya.
"Selamat Fred atas kemenanganmu dan bertambahnya koleksi kuda tangguhmu...." Gadis itu tersenyum sensual dan menatap Fredrick dengan dalam, mengunci kedua bola mata abu-abu Fredrick. "Aku ingin memberikan ucapan selamat dan hadiah juga" Dengan aroma menggoda, penampilan yang panas dan tatapan sensual, gadis itu semakin mendekat pada Fredrick. "Mari kita bermain menunggangi ketangguhan milikmu yang lain Fred...."
Fredrick tersenyum tipis dan segera menangkap tangan Calista yang akan menyentuh tubuhnya, Fredrick sudah siap membuka mulutnya untuk menjawab Calista tapi, sebuah suara dari punggung Fredrick membuat kedua bola mata coklat Calista terkesiap dan Fredrick terdiam
"Hallo......"
>>> To Be Continued....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Seperti biasa readers yang budiman tolong tekan tombol like, komen, bintang dan lope-nya yaaa... biar jadi semangat buat eike lanjut nulis...
__ADS_1
Salam sayang semua✨