Behind The Castle

Behind The Castle
**BUKIT ISTANA**


__ADS_3

"Bagaimana?"


"Tenang Hans, semua aman, Jackson mau bertukar denganku dan kau tinggal menunggu di depan istana selatan besok"


Senyum di bibir Hans segera terbit sangat lebar hingga menyeringai


"Thanks!"


"Tapi ingat Hans, jangan macam-macam, kau bilang hanya ingin memperhatikan dan mempelajarinya"


Masih dengan tersenyum lebar, Hans mengangguk penuh dusta dan melirik ke dua kesatria lain yang sedang menyeringai memperhatikan percakapannya dan pria di depannya


"Tenang saja"


🌺🌺🌺🌺


Setelah mendapat perintah dari Edward, Jeremmy segera memeriksa nama kesatria yang akan menemani Victoria sore ini dan setelah mendapatkan jika nama para kesatria itu amam, Jeremmy segera ke tempat jamuan teh di halaman belakang istana, di mana sedang berkumpul delapan bangsawan dan tiga pengusaha yang ambil bagian besar di pasar ibu kota.


Jeremmy mendekat pada Edward yang berada di posisi seperti biasa, berdiri diam dan tenang tidak terlalu jauh dari kursi Raja George. Jeremmy memberikan satu anggukan pada Edward yang segera di balas satu anggukan, tanda jika Edward sudah bisa melepaskan pikirannya pada Victoria yang tidak akan di temani Fredrick atau pun Jeremmy sore ini, karna pertemuan ini membutuhkan mereka.


"Jer....."


Suara Fredrick yang bagai alarm untuk membuat tubuhnya bergerak, segera membuat kepala Jeremmy mengangguk singkat dan membuka kotak berisi banyak perklamen. Dua perklamen yang di pilih segera di serahkan Jeremmy pada Fredrick.


Fredrick segera membuka Perklamen itu, yang berisi hasil kerja dan rancangan dari pengamatannya selama delapan hari kemarin.


"Kita tetap tidak bisa menaikkan pajak Duke Argentt, musim panas sudah akan masuk pada pertengahan dan kita tidak bisa mengambil resiko yang akan menyulitkan untuk rakyat biasa"


"Tapi kita akan mendapat dana dari mana Your Highness, terlebih untuk wilayah selatan, kita akan selalu membutuhkan dana perang, mereka selalu mengusik kita"


Fredrick mengangguk dan melebarkan satu perklamen ke atas meja


"Tahun ini kita sudah cukup banyak kemajuan dan rakyat bisa sedikit tenang karna kita bisa menyediakan bahan pangan, meski tidak banyak" Fredrick menjedah dan melirik satu persatu pria dia atas meja. "Kita bisa menaikkan harga pangan untuk para kalangan menengah ke atas dengan mematok harga yang sama dengan harga saat mereka membeli bahan pangan ke luar kerjaan"


"Bagaimana jika mereka tetap akan membeli ke luar Your Highness? kebanyakan dari kita karna setiap tahun sudah terbiasa membeli dari pemasok pangan di luar, kita sudah menjadi langganan dan banyak keuntungan yang sering di dapat"


Kembali Fredrick membuka satu perklemen lagi dan melebarkannya ke atas meja.


"Tutup jalur perdagangan ke luar"


Setelah perkataan Fredrick selesai, cukup lama keheningan terjadi hingga Raja George ikut bersuara.


"Tidak akan ada masalah walau kita memaksa penutupan selama dua musim ini, karna kita akan membuat Albany tidak akan memasok ke luar dan membuka jalur perdagangan lagi dari luar kerajaan"


Kepala-kepala di atas meja mulai bergerak untuk mengangguk


Raja George tersenyum tipis tapi dengan pemikiran yang hanya dia yang tahu.


🌺🌺🌺🌺


Di sisi lain, Victoria mengambil kesempatan emas yang jarang terjadi seperti sekarang, waktu berkudanya tidak akan di awasi oleh Jeremmy atau Fredrick.


Victoria masih berusaha membujuk tiga orang kesatria yang sedang mengawalnya agar mengijinkannya utuk berkuda di belakang istana, lebih tepatnya di belakang bukit istana dan lebih tepatnya lagi mendekat pada castle Larina.


"Tidak bisa My Lady, itu terlalu jauh, anda bisa mengelilingi semua sudut istana, itu bahkan lebih luas dari bukit di sana"


Victoria semakin memelaskan wajahnya bahkan sekarang sudah menautkan tangannya di depan dada. Dua orang kesatria di sana semakin tidak kuasa lagi untuk terus menolak, pertahanan mereka sudah di ujung tanduk tapi, semua perasaan berkecamuk di hati mereka terlepaskan karna seorang kesatria lagi membuang nafas panjang dan membuka suara

__ADS_1


"Baiklah My Lady, tapi jangan terlalu jauh dan tetap berada di sekitar kami"


Tanpa sadar, Victoria segera melompat sambil bertepuk tangan, bibirnya tersenyum lebar dengan mata berbinar. Tindakan dan pergerakan Victoria membuat sebuah suaran mengaum


"My Lady"


Suara tenang tapi penuh peringatan dari Diana membuat Victoria mengerucutkan bibirnya.


"Anda boleh membawa pelayan anda My Lady"


Ucapan kesatria baik hati yang sudah memberinya ijin tadi semakin membuat senyum Victoria melebar


"Aku belum pernah melihatmu, siapa namamu?"


Kesatria itu menyeringai


"Saya Hans, My Lady"


Masih dengan tersenyum lebar Victoria mengangguk tanpa tahu, apa yang akan terjadi nanti


--000--


Dengan cara yang tidak anggun Victoria melompat dari kudannya dan segera berlarian kecil menuju ke arah Diana yang baru turun dari kuda dengan seorang kesatria bernama Ferry.


"Ayo Di, kita ke sana"


Sambil menunjuk ke pinggir bukit, lebih tepatnya kepinggir jurang, untuk melihat pemandangan castle Larina dari sana


"Waahh apa itu castle Larina Fer?"


"Benar My Lady, saya mohon jangan semakin maju My Lady, karna berbahaya"


Dengan acuh Victoria mengabaikan ucapan Ferry dan semakin mendekat.


"My Lady".


Kali ini Diana ikut memberikan peringatan pada Victoria, yang akhirnya membuat langkah Victoria berhenti.


"Baiklah... baiklah..." Victoria melirik sekitar. "Kemana yang lain Fer?"


Ferry juga ikut memperhatikan sekitar dan tidak menemukan sosok teman-temannya yang tadi berada di samping kuda mereka, hingga membuat Ferry mengeryit


"Sebentar My Lady, saya akan coba melihat mereka"


Dengan mengangguk antusias Victoria memberi ijin


Setelah kesatria Ferry melangkah kembali ke dalam pepohonan bukit, Victoria segera menyeret Diana untuk semakin ke ujung jurang. Diana yang sebenarnya paham akan otak nonanya, kali ini mengikuti


"Menurutmu berapa lama jika dari sini ke sana Di?"


Diana mencoba berpikir lalu menggeleng dan berbisik


"Sepertinya, kita tidak bisa ke sana jika dari sini Vic, kita harus lewat jalan menuruni bukit"


Victoria mengamati sekitar lalu mengangguk setuju


"Benar, sepertinya kita harus ke sisi kanan, aku melihat tadi saat perjalanan ada jalan menuruni bukit, mungkin di sana ada jalan menuju ke sana"

__ADS_1


Sambil menarik tangan Victoria agar kembali menjauh dari pinggir bukit, Diana melirik sekitar yang entah kenapa menjadi lebih tenang dan Diana kembali berbisik


"Kemana mereka Vic? kenapa perasaanku jadi tidak enak, harusnya kita membawa Grey"


Dengan langkah gontai, dan dengan perasaan yang sebenarnya juga merasa tidak enak, Victoria tetap melangkah menuju ke tempat kuda mereka di ikat.


Victoria menajamkan arah pandangnya dan tidak menemukan siapapun di sana


"Kemana mereka?"


Dengan perasaan yang sudah menjadi cemas, Diana ikut menajamkan arah pandangnya dan ikut bertanya.


"Kemana mereka Vic? apa mereka meninggalkan kita?"


"Tidak mungkin, kuda mereka di sini Di, apa mereka sedang buang air ya?"


Diana mengeryit lalu menggaruk lehernya dengan perasaan yang semakin cemas


"Tapi mereka tidak memberi tahu kita, entah kenapa aku jadi merasa tidak enak Vic"


Walaupun Victoria juga merasakan perasaan yang tidak jauh berbeda dari Diana, tapi sebisa mungkin Victoria mencoba tenang, walau pikirannya melayang jauh memikirkan hal buruk apa yang akan terjadi pada mereka dan apa saja yang akan dia lalukan jika terjadi hal buruk. Otak cerdas Victoria segera merespon dengan tajam.


"Tenang Di, coba kita lihat ke dalam"


Dengan ragu Diana mengangguk dan segera menggandeng tangan Victoria. Victoria tersenyum karna perlakuan Diana mirip dengan Charlotte-nya ketika merasa cemas.


Beberapa menit berlalu dan mereka tidak menemukan siapapun di sana, tangan Diana yang ada di genggaman Victoria semakin menguat


"Sebaiknya kita kembali ke dekat kuda Vic"


"Baiklah"


Victoria dan Diana akhirnya memutar langkah mereka lagi, untuk kembali ke dekat pinggiran jurang tapi,


"Hallo Ladies.... "


Diana terkesiap karna suara seseorang yang tiba-tiba muncul dan sosoknya pun tiba-tiba hadir di depan mereka, bahkan ada dua orang kesatria berbeda di depan mereka


"Ahh Hans, kau mengejutkan saja" Victoria mengamati dua kesatria yang sedang berdiri di sebelahnya. "Dimana Ferry dan Edith Hans?"


Ketiga kesatria di depannya langsung terkekeh melihat wajah bingung Victoria


"Tidak akan ada Ferry dan Edith, yang ada di sini aku, Alex dan Gaston"


"Kalian bertukar tugas?"


Ucapan santai Victoria membuat Hans dan Alex maju mendekat pada Diana dan Victoria. Tanpa rasa curiga Victoria hanya diam, hingga langkah mereka sudah di samping Diana. Diana memekik karna tangannya di tarik sengan kasar


"Apa yang kalian lakukan!"


"Kami ingin bermain sebentar dengan pelayan cantikmu ini Lady"


----πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Yuk tinggalin jejak di tombol like, komen, bintang dan lope-nya yaaaa


Salam sayang semua✨

__ADS_1


__ADS_2