Behind The Castle

Behind The Castle
**ISTANA BARAT**


__ADS_3

Victoria masih menatap langit dari jendela kamarnya hingga akhirnya dia beranjak dari depan jendela


"Di, siapkan topi yang paling lebar dan ambil korsetku"


Diana yang sedang bermain dengan Grey dengan melempar-lemparkan topi, segera menghentikan pergerakannya dan menatap Victoria yang sedang membuka kotak perhiasannya.


"Kita akan keluar?"


"Hhmm"


Setelah membalas ucapan Diana hanya dengan berguman, Victoria segera berdiri saat Diana membawakan korsetnya.


"Tumben kau ingin memakai korset"


"Untuk perlindungan"


Diana mulai memasangkan korset itu ke pinggang kecil Victoria.


"Kau ingin di bekap kencang?"


Victoria mengangguk


"Pakai formal Di"


Diana yang merasa sedikit aneh tetap menjalankan tugasnya, tangan piawainya sudah mulai menarik-narik tali korset untuk semakin mengecilkan dan membuat punggung Victoria selalu tegap.


"Pilih gaun dan sarung tangan yang tebal"


Diana yang masih merasa aneh tetap menjalankan tugasnya


"Baiklah Vic"


Setelah selesai Diana kembali ke lemari untuk mengambil gaun, sarung tangan dan topi sesuai permintaan Victoria, lalu menuju kabinet untuk mengambil kotak perhiasan.


Diana mulai menjalankan semua tugasnya dengan piawai hingga yang terakhir tantanan rambut Victoria


"Ingin di apakan rambutmu Vic?"


"Jangan di tatan ke atas, gerai saja dengan ikatan kecil"


Diana mengerutkan alisnya


"Tapi di luar sangat panas"


"Untuk berjaga-jaga"


Diana semakin merasa aneh tapi tetap tidak berkomentar dan hanya menjalankan tugasnya. Setelah selesai Victoria berdiri di depan cermin melihat dirinya sambil meraba kalung rubi yang menggantung indah di lehernya. Hari ini Diana memilihkan gaun berwana tosca dengan potongan dada yang cukup rendah karna, Diana pasti memikirkan cuaca panas di luar,m. Victoria tersenyum saat menyadari bagaimana peka dan piawainya Diana untuk memanjakan dirinya



"Apa kau ingin gaun yang lebih sederhana Vic?"


"Tidak Di, ini sempurna"


Victoria mengulurkan tangannya ketika Diana sudah membawa sarung tangannya. Setelah semua selesai Diana merapikan meja rias kembali.


"Kemari Grey!"


Grey segera melompat dari ranjang bersiri di depan Victoria.


"Sit!"


Grey segera mendaratkan bokongnya di lantai dengan lidah terjulur dan fokusnya menatap kedua mata Victoria.


Victoria menjentikkan jarinya yang membuat Grey menggonggong dan berhenti ketika Victoria menjentikkan kembali jarinya. Diana yang berada di depan meja rias terus memperhatikan apa yang di lakukan nonannya dengan tangannya yang juga terus bergerak. Kali ini Diana melihat Victoria yang mengayunkan tangannya kedalam, membuat Grey segera melompat tinggi.


Victoria tersenyum dan segera berlutut untuk membelai gemas bulu Grey.

__ADS_1


"Goodboy!, karna kau selalu pintar, hari ini ikut ke luar, kau senang kan" Victoria menjeda dan menangkup wajah Grey agar mata mereka bertemu. "Tapi ingat, jangan melakukan apapun tanpa perintahku"


Grey menggonggong sekali dan Victoria segera duduk kembali di kursi agar Diana bisa memakaikan topinya. Sambil tangannya mengikat tali topi, Diana akhirnya bertanya


"Kita ke mana Vic?"


"Istana barat"


Diana membulatkan matanya.


------------------------------


Pengawal di pintu istana barat segera membukakan pintu ketika melihat Victoria datang. Victoria melebarkan arah pandangnya ketika kakinya semakin masuk ke dalam koridor.


"Di"


"Iya My Lady"


"Bawa Grey ke halaman belakang, aku dengar di sana ada kolam, bawa dia melihat ikan"


Diana menggangguk dan segera mengajak Grey untuk ikut bersamanya


Victoria terus melangkah maju hingga bertemu seorang pelayan yang membungkuk memberi salam


"Selamat siang Lady"


Victoria memperhatikan pelayan yang berdiri di depannya. Pelayan itu terlihat masih muda, mungkin seumuran dengannya


"Apa Jeremmy ada di sini?"


Mendengar pertanyaan Victoria, pelayan tersebut mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Victoria


"Kalau boleh saya tahu ada keperluan apa anda mencari tuan Jeremmy My Lady?"


Victoria menukikkan satu alisnya mendengar mulut lincah pelayan yang sekarang bahkan masih terang-terangan menatapnya


Menyadari kesalahannya dan sindiran tajam Victoria, gadis itu segera menundukkan kepalanya


"Maafkan saya My Lady"


"Tuan Jeremmy tidak ada di sini"


"Bagaimana dengan His Highness Pangeran Fredrick?"


"His Highness juga tidak ada My Lady, His Highness sudah pergi bersama Tuan Edward dan Tuan Jeremmy ke istal kuda dari tadi pagi"


Victoria melebarkan arah pandangnya lagi dan melihat dinding kaca yang menunjukkan pemandangan halaman samping istana, di sana Diana dan Grey pasti sedang bermain


"Aku ingin minum teh bersama His Highness di halaman samping"


"Baik My Lady, kami akan menyampaikan pesan pada His Highness dan menyiapkan keperluan"


"Tidak, aku ingin pelayan Calista yang melayaniku, aku punya keperluan dengannya"


Kembali pelayan itu menaikkan arah pandangnya untuk menatap wajah datar Victoria, Victoria yang melihat wajah penuh pertanyaan gadis itu kembali membuka suara


"Apa pelayan Calista sedang tidak ada?"


"Ada My Lady...." Pelayan itu menjeda, wajahnya terlihat berpikir. "Saya akan melihatnya di kamar His Highness dan menggantikan pekerjaannya"


"Terimakasih"


Mendengar ucapan terimakasih Victoria pelayan itu segera menggeleng kuat


"Tidak My Lady, anda tidak perlu berterimakasih untuk saya, ini sudah pekerjaan saya"


Victoria tersenyum mendengar ucapan pelayan itu

__ADS_1


"Siapa namamu?"


"Saya Kelly My Lady"


---------------------------------


Dengan duduk tenang arah pandang Victoria terus memperhatikan Diana dan Grey yang sedang mengelilingi kolam ikan, walaupun jarak mereka cukup jauh tapi Victoria masih bisa melihat kegembiraan Grey saat melihat ikan-ikan yang mendekat di pinggir kolam ketika Diana melempar kulit roti ke kolam.


"Silahkan My Lady"


Mendengar itu Victoria melirik rambut merah Calista yang terlihat semakin membara di bawah sinar matahari, Calista sudah menyelesaikan meja Victoria dan berdiri di samping untuk menemani dan memenuhi kebutuhan Victoria selama dia sedang bersama dengan tehnya


"Apakah aku mengganggu pekerjaanmu Calista?"


Calista menggeleng singkat


"Tidak My Lady"


"Terimakasih Calista karna sudah mau melayaniku hari ini"


Calista tersenyum ramah yang membuat Victoria menaikkan bibirnya ke satu arah.


Victoria mulai mengangkat cangkirnya sambil sesekali melirik Calista yang terlihat mengawasi Diana dan Grey yang berada di sekitar kolam. Cukup lama mereka berada di bawah sinar mata hari, yang sebenarnya sudah membuat Victoria sudah tidak nyaman tapi, ada seseorang yang pasti lebih tidak nyaman karna kilapan keringat di pelipisnya mulai terlihat


"Calista, apakah kookies kemarin masih ada? dan apakah di sini ada teh hitam?"


Calista mengerutkan dalam alisnya mendengat teh hitam untuk cuaca sepanas ini?


"Ada My Lady"


"Bolehkan aku minta tolong padamu untuk membawakan itu?"


"Tentu saja My Lady"


"Sekali lagi terimakasih Calista"


Victoria tersenyum lebar dan menatap kepergian Calista menuju pintu masuk. keheningan mulai memenuhi sekitar Victoria, hanya air kolam yang mengisi nyanyian seisi taman


GREY!!


Beberapa detik keadaan masih sama hingga langkah berlari Grey langsung terdengar dan Diana menyusul dengan tergopo-gopo sambil memanggil Grey


"Oh ya ampun, maafkan saya My Lady, Grey tiba-tiba berlari ke sini"


Victoria terkekeh sambil mengusap kasar bulu di perut Grey


"Aku yang memang memanggilnya Di"


Diana mengejap-ngejapkan matanya, merasa takjub dengan pendengaran Grey yang ternyata luar biasa tajam.


"Di, bawa Grey duduk di bawah pohon itu"


Diana memutar kepalanya melihat pohon di belakangnya


"Baik My Lady"


Victoria tersenyum manis


"Aku punya pertunjukan untukmu Di"


Diana hanya diam dengan otaknya yang berpikir keras


๐ŸŽ€รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท๐ŸŽ€


Hallo Readers.... Jangan lupa like, komen, bintang dan lope-nya yaaa


Terimakasih sudah mampir dan semoga kalian masih tertarik untuk lanjut...

__ADS_1


Salam sayang untuk kalian semua โœจโœจ


__ADS_2