Behind The Castle

Behind The Castle
**MINE**


__ADS_3

Nafas mereka masih memburu dengan tubuh mereka yang sama basahnya. Jendela yang terbuka dengan udara dingin di luar nyatanya tidak mampu lagi mendinginkan mereka saat dalam pergumulan.


Victoria memejamkan matanya dengan puas dan lelah. Sungguh, semua yang di berikan Fredrick sangat luar biasa, dia sekarang mengerti kenapa pada wanita tidak mampu menolak suaminya ini. Terlebih karna ucapan Calista tentang urusan ranjang yang entah kenapa tiba-tiba berputar di kepalanya. Bisakah dia memiliki pria ini untuk dirinya sendiri sampai maut yang memisahkan?


"Kau milikku Vic"


"Hhm?"


Dengan perasaan puas di sekujur tubuhnya Fredrick mengangkat wajahnya dari ceruk leher Victoria untuk menatap wajah istrinya.


"Kau milikku"


Victoria hanya diam dan entah dorongan dari mana, tangan Victoria terangkat dan menyingkirkan rambut pekat suaminya yang berantakan dari dahinya. Menatap lekat kedua bola mata abu-abu membara suaminya yang mulai mereda, meski ada secuil semangat yang sepertinya masih bisa tersulut kapan saja di sana. Victoria panik


"Itu Bash"


Bola mata Victoria melirik ke bawah, ke arah penyatuan mereka. Fredrick tersenyum geli dan mengangguk lalu menegakkan punggungnya hingga kedua pahanya bersimpu di depan Victoria.


Mata Fredrick menjelahi pemandangan di bawahnya. Raut wajah istrinya yang mengundang. Bola mata hijaunya yang mempesona dengan kelopak mata yang sayu, kulit wajahnya yang memerah, bibir istrinya yang membengkak, rambutnya yang indah tumpah di atas ranjang tanpa bantal.


Semakin ke bawah bola mata abu-abunya menatap sekujur kulit Victoria yang indah tanpa cela sedikitpun. Semuanya seputih susu bersih dengan dada bulat dan pucuk yang berwarna merah muda cantik. Semakin ke bawah lagi pinggang istrinya memang sangat kecil tapi menggemaskan, dan yang paling membuatnya gila adalah milik Victoria yang bersih dan terlihat cantik meski dia belum menjelajahi matanya hingga ke seluruh bagian di bawah sana, bahkan rasanya tidak perlu pembuktian lagi untuk keindahan di bagian itu terlebih setelah mendapatkan kenikmatan yang luar biasa gila dari sana. Oohh yang benar saja! sekarang Fredrick ingin mengulangi lagi malam panas mereka terlebih saat matanya menatap penyatuan mereka.


"Stop Bash!!!"


Victoria bergerak gelisah saat merasakan milik Fredrick yang ada di dalamnya mulai siap kembali telebih karna kilapan semangat di bola mata Fredrick yang kembali bangkit. Fredrick mengerling


"Sekali lagi?"


"Tidak! tolong ampuni aku Bash" Mata Victoria melotot saat pinggul Fredrick kembali bergerak pelan menggoda. "Tolong Bash, aku sangat lelah dan itu perih"


Fredrick terkekeh geli dan *****, dengan sangat enggan menarik penyatuan mereka. Victoria melenguh pelan saat milik Fredrick akhirnya sepenuhnya lepas. Campuran cairan mereka dan darah Victoria yang menyelimuti miliknya membuat hati Fredrick membuncah bahagia. Victoria bernafas lega.


Dengan cepat Fredrick langsung berdiri. Victoria hanya diam memandangi tiap lekuk pahatan otot sempurna tubuh Fredeick dan miliknya yang sudah setelah berdiri bergerak karna kakinya bergerak menuju jendela dan menutupnya kembali.


Setelah jendela kembali tertutup, Fredrick melempar tubuhnya dengan kuat ke samping Victoria. Hingga tubuh kecil istrinya sedikit melompat di atas ranjang. Victoria memutar bola matanya saat Fredrick kembali terkekeh usil. Membiarkan Fredrick menarik tubuh lemah dan setengah basahnya untuk masuk ke dalam dekapan suaminya


"Kau milikku Victoria"


Fredrick berguman di sela-sela ciumannya yang menghujami wajah istrinya


"Apa kau milikku Bash?"


"What? tentu saja sayang"


Victoria hanya mengangguk sambil semakin menenggelamkan wajahnya ke dada keras dan bidang suaminya. Mencari kenyamanan dan kehangatan di sana


"Ada yang ingin kau tanyakan sayang?"


Dengan lembut tangan Fredeick merapikan surai istrinya yang berantakan. Victoria yang sebenarnya sudah sangat lelah dan mengantuk memaksakan dirinya untuk mendongak dan menatap Fredrick dengan mata sayunya.


"Kau tadi kemana?"

__ADS_1


Oh... Fredrick tahu nada lirih dan sedih ini. Dia tahu jika tadi apa yang di lakukannya sangat kekanakan dan brengsek


"Maafkan aku yang meninggalkanmu tapi..." Fredeick menangkup wajah Victoria dan mengecup dalam dahi istrinya. "Aku sedang mencari tahu sesuatu dan harus memancing seseorang"


"Calista?"


Fredrick mengangguk dan kembali mengecup dalam dahi istrinya dengan penuh permintaan maaf


"Apa dia ada hubungannya dengan merpatiku?"


"Aku tidak tahu. Tadinya aku akan mencoba memancingnya untuk keluar dari aula menuju ke camp tapi, saat kami mulai akan membuatnya mabuk untuk menggali informasi..." Mata Fredrick menatap Victoria dengan mengerling menyebalkan. "Istriku yang kehilangan suaminya langsung mencari dan memanggil suaminya dengan wajah galak"


Victoria berdehem untuk menekan rasa malunya. Fredrick dengan gemas mengigiti pipi Victoria yang merona malu. Ohh demi tahta ayahnya! Akhirnya Fredrick bisa melakukan apapun pada istrinya setelah penantian sabarnya. Victoria sekarang miliknya, selamanya!


"Apa ada lagi orang yang kau curigai Bash?"


"Banyak"


"Her Majesty?"


Dengan acuh Fredrick mengedipkan bahunya


"Bisa siapa saja. Banyak orang yang tidak menginginkan pernikahan kita"


Dengan isi kepala yang mulai terbuka karna ucapan Fredrick, Victoria kembali mendongak untuk menatap wajah Fredrick


"Apa...." Victoria ragu tapi perlu untuk membagi pemikirannya pada orang yang tepat. Suaminya yang sudah dia lantunkan sumpah pernikahan. "Apa keluargaku juga Bash?"


Fredrick yang melihat kecemasan dan ketakutan istrinya membelai pelan pipi Victoria sambil menatap lekat manik gelap istrinya


Victoria mengangguk, Fredrick kembali menyuarakan isi kepalanya


"Bisakah kau tidak mendekat pada Her Majesty Vic?"


Kali ini Victoria mengeryit dan memandang wajah suaminya yang terlihat sendu


"Aku tidak dekat dengannya Bash"


"Dia menyukaimu"


Ucapan terakhir Fredrick dengan dekapannya yang semakin mengerat membuat tanda tanya besar di kepala Victoria tapi juga sebuah kesimpulan muncul. Mungkin inilah alasan kenapa Fredrick yang tidak pernah mengabaikannya, sempat mengabaikannya dengan acuh saat jamuan, mungkin karna pertemuannya dan Ratu Elisabeth? Aahhh... Ternyata suaminya sangat sulit di baca jika dia tidak ingin orang lain membacanya, sepertinya Victoria harus mengamati dan menilai dengan baik sifat dan cara berpikir suaminya yang sedikit-sedikit sudah mulai bisa di selami Victoria. Tapi yang terpenting, Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu?


--000---000--


Suara ketukan pintu membuat Fredrick dengan enggan membuka matanya tapi, suara ketukan itu terus terdengar yang membuat Fredrick harus bangun karna jika tidak, suara itu bisa mengganggu istrinya yang sedang tertidur cantik di dekapannya. Fredrick tersenyum melihat pemandangan Victoria yang tidur dengan selimutnya yang sudah turun hingga ke perut, menampakkan sebagian dadanya yang bulat dan padat. Oohh ya ampun... bisakah dia mendapatkan sekali lagi sebelum pergi melakukan pekerjaan menyebalkannya?


Tok tok tok


"Ck! sialan memang mereka"


Fredrick mendengus kasar saat kembali pintu di ketuk dan segera membatalkan niatnya barusan. Memisahkan pelukan perlahannya dan menyelipkan bantal di kepala Victoria sambil menarik tangannya dari bawah kepala istrinya. Setelah tubuhnya lepas, Fredrick menciumi singkat wajah menggemaskan istrinya

__ADS_1


"Pergilah Grey!"


Fredrick terkekeh geli dan menarik hingga keleher selimut istrinya. Menutupi sekujur kulit Victoria yang penuh tercetak bercak-bercak merah karna ulah buasnya.


Tok tok tok


"Your Highness"


Dengan cepat Fredrick berdiri, meraih celananya dan memakainya dengan tergesah. Kakinya segera melangkah lebar menuju pintu dan langsung membuka pintu.


Diana tampak terkejut saat melihat Fredrick dengan tanpa memakai atasan membuka pintu.


'Apa Your Highness tidur di sini?'


Meski batin Diana penuh tanda tanya tapi tetap Diana hanya membungkam mulutnya dan dengan cepat segera menundukkan wajahnya agar tidak melihat tubuh Fredrick


"Masuklah tanpa suara"


Dengan pelan dan patuh Diana masuk ke dalam kamar yang ternyata tidak sendirian, Kelly ternyata mengekorinya sambil menatap dengan berani tubuh panas Fredrick.


"Jangan bangunkan dia, bersihkan kamar dengan tenang"


Diana mengangguk patuh dengan Kelly yang terdiam menatap ranjang yang berantakan dengan tubuh Victoria yang tertidur pulas di atas ranjang. Kembali Kelly menatap tubuh Fredrick yang sudah berbalik, mata Kelly membulat saat punggung kekar itu penuh cakaran dan di sebelah bahunya tergambar sebuah gigitan.


Fredrick dengan cepat membuka pintu penghubung dan segera masuk ke kamarnya. Saat masuk ke kamarnya, kembali suara ketukan terdengar dari depan pintu kamarnya. Fredrick berdecak kesal dan langsung membuka pintu.


"Pengganggu"


Jeremmy dengan acuh langsung masuk dan matanya langsung mengejap-ngejap karna saat Fredrick berbalik, matanya di siguhi pemandangan guratan banyak cakaran di punggung serta sebuah gigitan di sebelah bahu Fredrick


"Ada apa?"


"Anda tidak tidur di kamar anda Your Highness?"


"Memang apa masalahmu Jer"


Jeremmy memutar bola matanya dengan malas


"Hampir setengah jam saya mengetuk pintu kamar anda, bahkan bersama Lady Diana yang mengetuk kamar di sebelah totalnya menjadi satu jam"


Fredrick mengedipkan bahunya acuh dan segera membunyikan lonceng


"Biarkan aku mandi dulu"


Mata Jeremmy menatap Fredrick penuh selidik saat melihat Fredrick tersenyum-senyum tolol menatapi punggungnya yang penuh cakaran dari depan cermin


"Malam yang panas heh?"


Fredrick menyeringai sambil melirik Jeremmy yang bertanya sambil mengejek


"Sangat panas"

__ADS_1


Jeremmy terkekeh dengan terus berdoa di dalam hatinya. Semoga kebahagian tuannya dan juga sahabatnya ini bisa terus berlanjut sampai maut yang memisahkan. Semoga.


\=\=\=💙💙💙💙


__ADS_2