
"Apa dia menerimanya Di?"
Diana mengangguk sambil menyampirkan di tangannya dengan rapih sebuah tudung kepala berwarna hitam.
"Sudah Vic, tanpa berpikir dia langsung segera menerimanya begitu saja"
Victoria kembali membelai bulu Grey sambil menatap langit yang masih gelap, cahaya matahari masih belum menampakkan diri dan udara musim semi semakin dingin terlebih di saat sekarang
"Apa yang kau katakan padanya?"
Diana berjalan ke samping Victoria dan ikut menatap langit
"Sesuai permintaanmu, aku mengatakan jika kau suka dengannya dan cincin yang ku berikan padanya adalah hadiah pertemuan darimu."
Diana melirik Victoria yang hanya menunjukan wajah datarnya
"Bagaimana dengan tawarannya?"
"Dia menerimanya dan bercerita sedikit..." Diana menjedah dan merapikan poni Victoria yang tertiup angin fajar. "Dia mempunyai seorang kakek yang sedang sakit, ayahnya sudah meninggal, kakak laki-lakinya seorang buruh kasar pengangkut buah-buahan di pasar dan ibunya seorang tukang kebun di rumah seorang bangsawan janda dengan upah perminggu, dia bisa menjadi pelayan di istana karna bantuan majikan ibunya"
"Apa dia kenal dan dekat dengan majikan ibunya?"
Diana menggeleng
"Tidak Vic, dia bahkan tidak tahu apa gelar majikan ibunya"
Victoria mengangguk dan menatap Grey yang duduk sambilnya sambil ikut menatap jendela, Victoria menangkup wajah Grey dan menatap ke dua bola mata emas itu.
"Grey, hari ini aku tidak bisa membawamu, aku akan menitipkanmu pada Dolores, ingat jangan nakal pada Dolores dan untuk hari ini kau harus menuruti semua perintah Dolores, hanya Dolores"
Grey menggonggong dua kali dan segera ikut berdiri mengikuti Victoria dan Diana yang menuju pintu keluar.
"Vic, sepertinya pelayan itu gampang menerima bayaran dan aku takut dia tidak bisa di percaya"
Victoria tersenyum miring
"Aku tidak butuh kesetiannya dan..." Victoria melirik wajah bingung Diana. "Untuk sekarang memang orang sepertinya yang sedang ku cari"
Diana mencoba mencerna ucapan Victoria hingga alisnya berkerut dalam
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
"Dolores, di mana Victoria?"
Dolores yang melihat pintu ruangannya di buka dengan tiba-tiba dan juga langsung mendapatkan pertanyaan tiba-tiba segera berdiri dari kursinya dan membungkuk hormat
"Selamat pagi Your Highness"
"Lady Victoria sudah pergi ke kapel dari matahari baru terbit Your Highness"
Fredrick mengerutkan alisnya dalam
"Kemarin dia ke kapel dan sekarang juga ke kapel dari matahari baru terbit? Ck! apa dia setiap hari ke kapel?"
Dolores melirik Fredrick sambil menggeleng
"Tidak Your Highness, kemarin adalah hari minggu Lady Victoria memang selalu datang ke kapel untuk ibadah minggu kalau hari ini..." Dolores menjeda dan melirik Fredrick yang terlihat masih menatapnya dengan wajah penasaran. "Kalau hari ini Lady Victoria hanya ingin berdoa Your Highness"
Fredrick mendengus kasar lalu berdecak kesal
"Berdoa atau menghindari seseorang Dolores?"
Dolores menggigit bibirnya dengan gugup, dia bingung, haruskah dia mengatakan yang sebenarnya atau hanya diam
"Katakan padaku Dolores, kau mulai berani mengabaikan pertanyaanku?"
Mendengar ucapan Fredrcik, Dolores segera membungkuk dalam dengan kepalanya menggeleng kuat
"Tidak Your Highness, saya tidak berani, dari matahari baru terbit, Lady Victoria datang ke ruangan saya untuk mengatakan pada saya agar tidak menyiapkan makan pagi dan siangnya karna dia akan menghabiskan waktunya berada di kapel hari ini"
Dolores melirik Fredrick yang sudah berkacak pinggang den menatapnya dengam tajam
"Dolores, apa kau sedang mencoba mengabaikan pertanyaanku lagi?"
Mendengar suara Fredrick yang menjadi dingin, tubuh tua Dolores semakin membungkuk dalam, tangannya mulai gemetar takut dan gugup
__ADS_1
"Tidak Your highness"
"Katakan yang benar Dolores!"
Dolores memejamkan matanya sebentar dan menarik nafas dalam.
"Hari ini adalah hari ulang tahun mendiang Duchess Albany Your Highness"
Setelah mengatakan itu Dolores kembali memejamkan matanya, keterdiaman Fredrick membuatnya semakin mengeratkan tangannya yang gemetar bertaut di depan perut. Tidak lama langkah kaki Fredrick terdengar, Dolores membuka matanya, dengan tubuh yang masih membungkuk dalam dia melirik ke depan melihat langkah kaki Fredrick yang semakin menjauh darinya. Setelah langkah kaki Fredrick keluar dari pintu ruangannya Dolores akhirnya menegakkan kembali tubuhnya dan membuang nafas panjang, Dolores melirik kursi ruangannya dan ingatannya kembali pada kejadian tadi pagi di mana Victoria dan Diana yang tiba-tiba datang ke ruangannya.
FLASHBACK
TOK TOK TOK
"Siapa?"
"Lady Victoria datang Dolores"
Setelah Diana menyebutkan kedatangan nonannya pintu segera terbuka. Dolores menunduk hormat pada Victoria yang sudah berdiri di samping Diana
"Selamat pagi My Lady, silahkan......"
Dolores menuntun Victoria untuk duduk di kursi ruangannya dan melirik Diana yang sudah berdiri di samping kursi Victoria
"Anda ingin minum sesuatu My Lady?"
"Tidak Dolores, aku hanya ingin berbincang sebentar"
Dolores mengangguk, arah pandangnya menatap gaun Victoria yang terlihat sangat berbeda pagi ini, Victoria memakai gaun hitam dengan sarung tangan hitam tanpa satupun perhiasan yang melekat di tubuhnya, lalu Dolores melirik Diana yang juga memakai gaun hitam sederhana dengan...... kain hitam di tangannya?
"Dolores, untuk hari ini, makan pagi dan siangku tidak perlu kau siapkan karna seharian aku akan berada di kapel"
"Baik My Lady, bagaimana dengan makan malam?"
Victoria tersenyum
"Siapkan saja, mungkin aku akan makan"
"Maafkan kelancangan saya My Lady, tapi karna ini menyangkut kesehatan anda, bolehkan saya tahu kenapa anda berencana akan berdoa sepanjang hari dan melewatkan makan anda My Lady?"
"Hari ini ulang tahun ibuku"
Dolores menekan bibirnya dan kembali menundukkan kepalanya
"Baik My Lady"
"Dan aku punya maksut lain untuk kedatanganku Dolores"
Dolores melirik Victoria yang masih duduk tenang sambil menatap ke meja kerjanya
"Silahkan My Lady"
"Apakah pelayan di istana barat masih akan di ganti tiap 5 bulan sekali?"
Dolores menatap Diana yang hanya diam dan kembali menatap Victoria
"Masih My Lady"
Victoria mengangguk singkat
"Bolehkah aku minta tolong padamu Dolores?"
Dolores mengangguk singkat
"Saya akan mencoba melakukan permintaan anda semampu saya My Lady"
"Hhhmm.. Aku pernah bertemu seorang pelayan muda di istana barat, gadis itu seumuran denganku, rambutnya berwarna gelap dengan kedua bola matanya yang juga berwarna gelap, namanya Kelly" Victoria menjeda dan mengatakan sesuatu pada Diana yang membuat Diana mengangguk dan berjalan ke luar pintu. "Jadi aku ingin meminta tolong padamu, saat pergantian pelayan, bisakah kau membawa gadis itu untuk menjadi pelayan di sini?"
Dolores melirik Diana yang sudah membuka pintu ruangannya dan menatap Victoria dengan alis berkerut
"Saya akan memeriksa riwayat kinerjanya dulu My Lady"
Victoria menggeleng singkat
"Tidak perlu Dolores, aku cukup suka dengannya dan karna dia seumuran denganku senang rasanya jika mempunyai teman lain, jadi bisakah kau membantuku Dolores?"
__ADS_1
Dolores menelan ludahnya dengan kasar, perasaannya campur aduk terlebih melihat raut wajah memelas Victoria tapi, dia juga tidak ingin gegabah, kejadian beberapa bulan lalu membuatnya menjadi sangat berhati-hati untuk memilih pelayan di istana selatan jika tidak, dia akan kembali berhadapan dengan kemarahan Fredrick.
"Saya akan tetap harus memeriksa kinerjanya My Lady"
Dolores menatap wajah Victoria dan melihat raut wajah Victoria yang langsung menjadi sedih, membuatnya membuang nafas panjang, lalu dengan berat hati menimpali ucapannya
"Tapi.... saya akan mengusahakannya My Lady"
Victoria segera tersenyum lebar dan Dolores hanya bisa membalas dengan tersenyum pasrah.
"Kapan waktu pergantian pelayan akan di ulang?"
"Sekitar 3 bulan lagi My lady"
Victoria mengangguk-anggukkan kepalanya dengan manis sambil tersenyum, melihat itu membuat hati berat Dolores sedikit meringan
"Aku juga punya satu lagi permintaan Dolores"
Dolores melirik pintu ruangannya yang kembali terbuka, di sana Diana masuk bersama Grey yang berjalan dengan anggun mendekat padanya
"Aku ingin minta tolong padamu untuk menjaga Grey hari ini Dolores, karna aku tidak bisa membawanya ke kapel" Victoria segera berdiri dan berjalan dengan anggun mendekat pada Grey dan Dolores. "Karna aku akan pergi bersama Diana aku hanya bisa mempercayakan Grey padamu"
Dolores tersenyum dan membelai kepala Grey yang sudah menggosok-gosokkan kepalanya pada rok pakaian Dolores.
"Baik My Lady tapi, apakah saya harus membawa Grey berjalan-jalan seperti yang sering anda lakukan?"
Victoria menekuk lututnya untuk menangkup wajah Grey dan menatap kedua bola mata emasnya.
"Ingat apa yang ku katakan tadi Grey, jangan nakal pada Dolores dan menurutlah dengan perkataan Dolores"
Grey menggonggong dan berlari memutari Dolores yang membuat semua mata di sana langsung tersenyum gemas, Victoria kembali menatap Dolores
"Jika kau sibuk, tidak apa-apa untuk tidak membawa Grey jalan-jalan dan berikan perintah apapun padanya, hari ini dia sepenuhnya akan patuh padamu Dolores"
Dolores mengangguk dan membungkuk
"Baik My Lady"
FLASHBAK OFF
TOK TOK TOK
"Nyonya Dolores"
Ketukan dan suara di balik pintu mengembalikan lamunan Dolores
"Masuklah"
Pintu terbuka di sana ada seorang pelayan laki-laki dan Grey yang langsung berjalan masuk dengan anggun.
"Terimakasih Mois, kau sudah boleh pergi"
Pelayan itu mengangguk dan menutup kembali pintu, Dolores menatap Grey yang sudah duduk dengan lidah menjulur menatapnya, Dolorea tersenyum gemas
"Kau sudah menyelesaikan urusanmu Grey? apa perutmu sudah lega?"
Grey menggongong dua kali
"Baiklah, karna aku ada pekerjaan sebentar di luar ruangan, kau tunggulah di sini, tidurlah di kursi manapun yang kau suka, aku hanya sebentar"
Grey kembali menggonggong dua kali, Dolores membelai bulu di perut Grey dengan gemas
"Anak pintar"
"Kau patuh sekali dan juga sangat manis seperti tuanmu"
๐รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท๐
Hallo readers.... Terimakasih karna sudah mampir....
Jangan lupa like, komen, bintang dan lope-nya ya...
Semoga kalian masih tertarik untuk lanjut membaca
Salam sayang untuk kalian semua โจโจ
__ADS_1