Behind The Castle

Behind The Castle
**WE ARE ARATHORN**


__ADS_3

Dari dulu hingga sekarang Arthur selalu mencintai halaman belakang castle Albany. Banyak alasan yang membuatnya sangat menyukai tempat itu meskipun terbentang hutan lebat yang jika malam menjelang, tempat itu akan menjadi penuh kegelapan dan penuh dengan suara binatang malam yang mencekam. Tapi sekali lagi, Arthur tetap sangat menyukai tempat itu.


Semilir angin yang cukup kencang terus menerbangkan rambutnya yang tanpa dia sadari sudah panjang menutupi dahinya. Entah kapan terakhir kali dia memotong rambutnya, kesibukannya dan juga hal-hal yang terjadi di awal musim gugur membuatnya melupakan gambaran dirinya. Terlebih karna dia terlalu sibuk untuk membongkar masa lalu. Masa lalu yang sedari awal selalu di curigainya.


Sekali lagi, angin berhembus kencang. Kedua matanya sedikit menyipit saat rambutnya lagi-lagi menerpa kedua arah pandangnya.


Sebuah tangan lembut dan penuh kehangatan yang sangat di sukainya menyingkirkan rambut mengganggu matanya. Tangan halus dan penuh kehangatan yang menjadi kesukaannya, tangan yang selalu menunjukkan kelembutan yang sama dengan tangan ibu dan adiknya


"Kau harus memotong rambutmu Archi"


Arthur membalas senyum hangat yang tercetak dari bibir si pemilik tangan kesukaannya


"Akan ku lalukan nanti, Lottie"


Arthur tersenyum lembut dan langsung nenggenggam tangan kakaknya dengan penuh kasih sayang, yang selalu di lakukannya dari dulu hingga sekarang, baru sekarang dia bisa kembali menggenggam tangan itu.


"Apa lukamu sudah sembuh seluruhnya Archi?"


Arthur hanya mengangguk singkat dan menegakkan punggungnya agar mereka benar-benar duduk sejajar, matanya ikut menatap ke depan, ke arah hutan lebat belakang castle, mengikuti arah pandang kakaknya. Charlotte kembali berucap lembut. "Apa Riri baik-baik saja?"


Kembali Arthur hanya menjawab dengan mengangguk singkat. Charlotte tersenyum tipis


"Aku pikir, aku adalah kesayanganmu Archi" Charlotte tersenyum kecut. "Tapi aku salah, kau tetap akan membela Riri walaupun dia salah, walaupun kau tidak pernah menunjukkan perlakuan pilih kasihmu padanya" Kekehan halus meluncur dari bibir Charlotte, kedua matanya berbinar dan kembali menetap ke depan. "Aku tahu Archi, aku selalu tahu jika saat kau memarahinya karna dia nakal, setelah itu kau akan selalu diam-diam memperhatikannya saat dia sudah menangis di gudang" Arthur tersenyum getir dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Charlotte. "Tapi aku juga tahu, jika kau selalu memeriksa luka yang ada di kakiku setiap malam, luka yang di sebabkan karna kenakalan Riri" Kedua mata Charlotte mulai berkilap karna genangan, bibirnya tetap tersenyum tipis dengan tangan yang mengeratkan genggamannya pada Arthur. "Kenapa kita jadi seperti ini Archi?"


Pertanyaan Charlotte membuat pandangan Arthur semakin jauh, menerawang jauh, sangat jauh saat ingatannya kembali pada masa kecil mereka, pada saat mereka masih lengkap dan bahagia dan ya.... kenapa mereka bisa jadi seperti ini?


"Mungkin karna kita memang harus seperti ini Lottie" Charlotte ikut memandang jauh ke depan, sangat jauh, sambil ikut mengingat masa lalu. "Lottie..." Arthur tersenyum getir. "Kami sangat mencintaimu"


"Tapi kalian meninggalkanku, kalian tidak menginginkanku dan kau membela Riri. Seperti biasa"

__ADS_1


Charlotte mengerling menggoda dan penuh candaan. Ucapannya sama seperti dulu saat dia marah karna Arthur selalu mendatanginya setelah memarahi Victoria. Arthur akan menceramahinya sangat lama. Arthur selalu seperti itu, dia adalah pria yang paling bijaksana setelah ayahnya. Charlotte membuang nafas panjang yang juga di ikuti Arthur, karna mereka kembali sama-sama mengingat masa itu, masa lalu


"Kau berubah Lottie"


"Kalian juga berubah Archi, tapi aku tidak masalah dengan itu. Aku...." Charlotte menarik nafasnya dengan berat. "Aku tetap selalu mencintai kalian"


"Masa dewasa merubah kita tapi.. aku tahu jika hati kita tetap ada di masa itu, Lottie. Hingga kita mati, rasa cinta kita tidak akan berubah walau apapun yang terjadi"


Keheningan dan ketenangan kembali menyelimuti mereka. Ingatan dan kenangan masa lalu menyusup dan kembali berputar-putar kuat di dalam ingatan mereka, suara gesekan pohon yang tertiup angin menjadi aluanan lembut dalam keterdiaman mereka, hingga Arthur kembali berucap


"Aku menemukan jurnal ayah" Charlotte menoleh singkat pada Arthur, lalu kembali menatap depan. Arthur melanjutkan. "Kita tahu jika jurnal ayah selalu di tulis dengan kata-kata kiasan yang sangat sulit untuk di artikan dan di pecahkan" Arthur membawa tangan kakaknya ke dalam kedua tangannya dengan arah pandang mereka yang sama-sama masih menatap ke depan. "Awalnya aku hanya ingin menbaca asal karna merindukan ayah, tapi saat aku melihat ada sesuatu, aku mulai mencari tahu".


Kali ini, Charlotte menangkap keseriusan Arthur dan ikut mendengarkan dengan serius


"Apa yang kau temukan?"


"Alasan kenapa persahabatan ayah dan mendiang Raja semakin merenggang, alasan kenapa ayah dan uncle Albart pernah sering menyerang, alasan kenapa pernah beberapa kali orang istana mendatangi castle saat tengah malam, alasan kenapa...." Hati Arthur bergetar penuh perasaan berkecamuk. Arah pandangnya mulai buram. "Kenapa tragedi di malam itu harus terjadi"


"Apa.. apa yang sudah di lakukan ayah sangat berat?"


Genggaman tangan mereka semakin saling menguat dengan arah padang mereka yang semakin buram.


"Ayah... ayah adalah pria paling hebat dan paling luar biasa. Tidak ada yang bisa mengubah itu. William Arathorn adalah ayah terbaik di dunia ini"


Ucapan Arthur sudah menjawab semua pertanyaannya, Charlotte mengusap lelehan hangat yang jatuh begitu saja membasahi ke dua pipinya


"Karna itu kau sedari awal selalu bersedia memihak Riri?"


Arthur mengangguk singkat.

__ADS_1


"Aku menemukan itu setelah pulang dari wilayah barat dan saat itu, aku bertekat akan membela satu-satunya saudariku yang tersisa. Karna aku saat itu hanya punya Riri"


Charlotte segera bersimpu di atas lututnya dan langsung memeluk Arthur sambil saling terisak. Bukan... Archinya bukan terisak karna perpisahan mereka ataupun perasaan lain tapi... karna rasa kecewa dan hancur. Ini tangisan Arthur untuk hatinya yang remuk redam. Dan Charlotte tahu itu, dia sangat tahu adik-adiknya terutama saat mereka sedang menyembunyikan sesuatu, Charlotte sangat mengenal bagaimana cara adik-adiknya ketika sedang menyembunyikan rasa sakit mereka, Charlotte tahu jika Arthur ingin menyimpan semua masa lalu itu sendirian dan Charlotte, akan mengikutinya.


"Ya Archi... ayah tetap cinta pertamaku dan tetap pria paling hebat di dunia ini. William Arathorn adalah ayah kita yang paling dan selalu luar biasa, ayah adalah seorang ayah yang paling terbaik di dunia ini."


Tangisan Arthur semakin menjadi, Charlotte semakin mengeratkan pelukannya saat merasa wajah Arthur sudah membasahi gaun di depan dadanya. Arthur sedang hancur.


Mereka terus saling terisak dalam kekecewaan dalam dan luas tapi, hati mereka tetap sama karna 'keluarga di atas segalanya' dan karna


Mereka adalah seorang Arathorn...


Angin terus berhembus membawa suara isakan mereka, membawa suara isakan pilu kesedihan, ketiga saudara itu saling menangis, menangis dalam kenangan mereka. Victoria terus menutup kuat mulutnya dengan tubuh yang tetap bersembunyi di belakang pohon. Air matanya tumpah dan terus tumpah tapi, di tengah rasa hancur hatinya, di dalam bagian terdalam dan sangat dalam hatinya tetap 'keluarga di atas segalanya' karna mereka adalah


Seorang Arathorn...


Fredrick hanya bisa diam dan menatap Victoria dari jauh. Seperti yang sudah di katakannya jika ini masalah kelurga dan dia, tidak akan ikut campur. Dia hanya akan membiarkan istrinya menangis dalam persembunyiannya bersama para kakak-kakaknya. Menangisi kenyataan masa lalu mereka untuk yang terakhir kalinya


"Kirim surat pada Carl untuk menyiapkan eksekusi pangeran itu, dan segera persiapankan keberangkatan Lady Charlotte Ed..."


Edward mengangguk singkat pada Fredrick dan segera memutar tubuhnya untuk kembali menatap ke arah castle Albany sejenak. Hatinya bergetar sedih sambil membungkuk dalam ke arah Castle


"Cinta mereka pada kalian tidak akan pernah berubah apapun yang telah terjadi, kalian tetap orang tua paling sempurna untuk mereka, dan setelah ini mereka akan bahagia Duke dan Duchess Arathorn... Tenanglah di sana. Selamat tinggal"


\=\=\=💚💚💚💚


Besok menuju akhir guys...belom tahu apa berapa part bisa cuman satu ato juga lebih. Staytune


Ayukk jejaknya yukk

__ADS_1


Salam sayang semua


__ADS_2