Behind The Castle

Behind The Castle
**CHARLOTTE**


__ADS_3

Victoria melirik jendela, langit tampak baru mulai gelap, dengan tubuh yang terbaring di ranjang dan kaki yang menjuntai ke lantai, pikirannya terus memikirkan bagaimana pesta 'debut aneh' yang akan di jalaninya nanti. Kembali nafas panjang Victoria membuat Grey meliriknya.


"Kenapa? kau tidak suka dengan suara nafasku Grey?"


Grey hanya diam dalam malas, mereka berdua sedang bermalas-malasan selama seharian, lebih tepatnya sudah hampir 2 bulan dari pesta ulang tahun Raja George, Victoria terus bermalas-malasan, sesekali dia keluar taman untuk membawa Grey jalan-jalan dan sesekali juga dia minum teh bersama Fredrick karna paksaan Diana..


Victoria memutar-mutar tubuhnya di ranjang, dengan nakal dan sengaja dia menindih tubuh Grey yang hanya bisa menghindar dan sesekali menendangnya


TOK TOK TOK


"My Lady"


"Masuk Di"


Diana segera membuka pintu dan melangkah masuk, saat sudah berdiri di depan ranjang, arah pandangnya langsung di suguhi pemandangan ranjang yang habis di serang Napoleon, bantal berhamburan, selimut terbentang di lantai, seprei sudah menggulung ke tubuh grey yang hampir tampak seperti mummy, kotak-kotak perhiasan terbuka dengan isi yang berhamburan, berjalan sedikit ke pembatas kamar dan ruang makan, di sana kookies berhamburan di meja makan.


Diana mennggeleng-gelengkan kepalanya, nonannya pasti sudah terlalu bosan di kamar tapi juga enggan untuk keluar, setelah pesta ulang tahun Raja George, Diana menangkap ada keanehan yang terjadi, Victoria tiba-tiba pulang dari pesta tanpa Fredrick, setelah itu dia seperti biasa kembali terus menolak undangan minum teh dari Fredrick, bahkan saat Diana sudah memaksa Victoria untuk menerima undangan minum teh, suasana mereka sangat dingin, bukan Fredrick yang dingin tapi Victoria, Fredrick selalu mencoba mencairkan suasana, godaan maut dan mematikan selalu dia lancarkan tapi Victoria hanya membatu, sangat dingin dan keras yang membuat Diana terus meringis sepanjang waktu karna perasaanya sangat tidak enak pada Fredrick, bagaimanapun juga Fredrick adalah seorang Pangeran.


"Apa ini saatnya mandi?"


Diana mengangguk dan mendekat pada Victoria yang akan membuka gaunnya sambil melangkah ke arah kamar mandi, satu persatu Diana membantu Victoria menbuka gaun dan pakaian dalamnya lalu menuntun Victoria untuk masuk ke dalam bak mandi air hangat yang sudah di sediakannya, sebelum dia keluar sebentar untuk meminta pelayan dapur menyiapkan menu makan malam keinginan Victoria.


Diana mulai membaluri tubuh Victoria yang sudah terendam air di dalam bak mandi.


"Di, bagaimana pesta debut mu?"


Diana menatap punggung Victoria yang sudah mulai di gosoknya


"Aku tidak pernah pesta debut Vic, umur 16 tahun aku sudah menjadi pelayan di sini"


Victoria mengangguk


"Kita sama"


"Hhmm?"


"Kita sama-sama tidak bisa merasakan pesta debut"


Diana mengerutkan alisnya dengan bingung


"Tapi 2 bulan lagi kau akan debut Vic"


Victoria tersenyum kecut


"Apa itu di sebut pesta debut? Pesta debut yang pernah ku dengar dari Charlotte tidak seperti pesta debut yang akan ku jalani"

__ADS_1


Diana berpindah menggosok ke tangan Victoria


"Benarkah? memang kenapa?"


Victoria tidak bergeming tapi pikirannya menerawang mengingat percakapannya dengan Charlotte.


FLASHBACK


"Katakan, bagaimana pesta debut mu lottie?"


Charlotte memutar-mutar rambut bawahnya yang ikal sambil melirik Victoria yang terlihat antusia menatapnya yang duduk di depan cermin


"Ramai Ri, melelahkan"


"Oh yaa... bagaiman? bagaimana? ceritakan lottie.... ayo ceritakan semua..."


Charlotte tersenyum melihat adik perempuannya yang merengek dengan wajah penuh antusias, sambil berjalan menuju ranjangnya Chalotte mulai mengingat pesta debutnya


"Jadi, kami semua di pakaikan gaun sederhana berwarna putih, wajah kami di rias, saat kami sudah siap, kami semua masuk ke dalam ballroom, saat itu kami berjumlah 27 orang, pesta debutku ternyata cukup banyak." Charlotte menjedah dan merebahkan tubuhnya di samping Victoria. "Jadi kami punya kotak kartu dansa, di mana di sana akan di isi seperti no antrian untuk seorang gentleman meminta sebuah dansa padamu, ada beberapa season dansa yang akan kami lewati dan karna kartu dansaku dengan cepat penuh aunty Elis yang menjadi pendampingku, meninggalkanku yang terlalu subuk tidak bisa sedikit saja berhenti berdansa"


Victoria mengangguk


"Kau sangat cantik Lottie, tentu saja semua pria akan antri untukmu"


"Dan juga karna pendamping dan nama belakangku"


"Apa kalian hanya terus berdansa?"


"Tidak, setelah pesta dansa yang hampir menatahkan kakiku, kami berbasa-basi dengan yang lain, lalu masuk ke sesi 'tawar menawar'....."


"Tawar menawar?"


"Ya, sesi perkenalan yang ku sebut sama saja seperti tawar menawar, karna di saat itu kami akan di kenalkan atau dia ajak berkenalan oleh para gentleman"


Victoria mengangkat kepalanya dengan bertopang pada satu tangan untuk menatap Charlotte.


"Biar ku tebak, pasti banyak pria yang mengajakmu untuk berkenalan, apa antrian mereka panjang?"


Chalotte mencubit pipi Victoria sambil tersenyum gemas tanpa menjawab pertanyaan Victoria yang sebenarnya adalah pernyataan


"Apa ada gadis yang tidak mendapatkan kartu?"


"Eemm... aku tidak terlalu memperhatikan karna aku sibuk bergerak dan sibuk menjawab pertanyaan dan sapaan para pria tapi, aunty bercerita pada saat itu ada cukup banyak gadis di wallflower"


Victoria mengangguk-anggukkan kepalanya dengan lucu yang membuat Charlotte kembali mencubit pipinya

__ADS_1


"Menurutmu lottie, apa saat aku debut nanti akan ada yang melirikku? atau kartu dansaku akan kosong dan akhirnya aku akan berakhir di wallflower?"


Charlotte menaikkan alisnya dengan tinggi dan tersenyum menggoda pada Victoria


"Jika kau terus melompat kesana ke mari, dan terus-terusan bermain dengan uncle Albert, pasti tidak akan ada seorang priapun melirik Lady nakal sepertimu"


Victoria mencibik kesal dan mengambil satu bantal yang langsung melayang ke tubuh Charlotte, melihat Cahrlotte yang akan membalasnya, Victoria segera berlarian ke sekeliling kamar Charlotte, entah berapa lama mereka bermain hingga kamar itu tampak seperti habis terkena serangan tsunami. Karna lelah tertawa dan berlari akhirnya tubuh mereka berakhir tergeletak di lantai.


"Aku yakin debutmu nanti juga akan sangat sukses Ri, kau adikku yang sangat manis"


"Terlebih seorang Arathorn dan Rubens"


Victoria segera menimpali ucapan Charlotte dan di balas dengan anggukan setuju dari Charlotte.


FLASHBACK OFF


"Apa yang kau pikirkan Vic?"


Suara Diana menbuat lamunan Victoria terputus, dengan mata yang mulai berkaca-kaca bibirnya tersenyum getir


"Hanya mengingat Charlotte"


Diana menghentikan tangannya yang sedang menggosok betis Victoria, Diana menatap wajah sendu Victoria


"Kau merindukannya?"


Victoria menarik nafas dalam sambil memejamkan matanya untuk menenangkan perasaannya


"Iya Di, Aku sangat merindukannya"


Setelah mengatakan itu, Victoria menangkup wajanya dengan sesekali suara isakan pelannya terdengar. Diana yang melihat kesedihan nonannya hanya bisa menekan bibirnya saat arah pandangnya juga semakin buram


"Kau tahu kan Di, pesta debut ku nanti tidak akan ada kartu dansa, tidak akan ada peserta lain, bahkan aku akan bertunangan saat itu, itu aneh sekali, padahal dulu lottie sudah banyak mengajariku untuk persiapan pesta debut" Victoria menengadahkan kepalanya ke atas untuk menghalau air matanya. "Itu bukan pesta debut tapi hanya pengenalan resmi ku di depan publik agar mereka bisa melangsungkan pertunangan" Victoria mengepalkan tangannya dan menatap Diana dengan tajam sambil berdesis tajam


"Aku sangat sangat sangat membenci mereka!"



CHARLOTTE ELIZABETH ARATHORN


21 Y.O


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Hallo readers... kalau suka sama ceritannya tolong like, komen, bintang dan lope-nya ya...

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir dan semoga kalian masih berminat untuk lanjut membaca


Salam sayang semua ✨✨


__ADS_2