
Tanpa memperdulikan apapun Diana langsung berlari ke luar camp dengan Jeremmy yang juga berlari secepat kilat menuju insta kuda.
Perasaan Diana sangat tidak nyaman hingga tangannya yang sudah menarik gaunnya ke atas gemetar. Entah kenapa perasaan Diana mengatakan jika akan ada badai yang jatuh malam ini. Entah kenapa Diana menangis bahkan hanya karna mendengar berita mengejutkan barusan. Semua mata yang berpapasan dengannya menatap Diana dengan heran. Diana tidak peduli lagi dengan semua tatakrama dan keanggunan sialan! Diana hanya ingin secepatnya menuju kamar Victoria, mengatakan hal yang barusan di dengarnya. Entah kenapa, jika dia tidak segera sampai ke kamar Victoria, keterlambatannya akan membuat dirinya menyesali segalanya. Diana semakin terisak dengan terus berlari mengangkan rok gaunnya.
Saat sudah masuk ke dalam koridor kamar, mengabaikan rasa bingung semua pengawal dan penjaga. Tangan gemetar Diana membuka kunci pintu dan masuk dengan kasar
"Your Highness!"
Diana semakin mendekat pada ranjang untuk membangunkan Victoria yang sepertinya sudah terlelap.
"Your Highness! Your Highness bangunlah!"
Victoria mengejap-ngejapkan matanya dan mencoba memahami situasi
"Ada apa Di? aku baru terlelap". Walau dengan kesadaran yang masih belum sadar sepenuhnya pun, Victoria bisa menangkap jika sesuatu terjadi. Wajah Diana yang berubah pias dengan berlinang air mata membuatnya langsung menegakkan punggung. "Ada apa Di?"
Tubuh Diana terasa lemas hingga jatuh ke lantai. Victoria mengeryit dan akan kembali membuka suara tapi
"Grey.... Grey hilang dan sekarang berada di Castle Drachenburg"
Kedua alis Victoria mengerut dalam
"Kenapa bisa dia masuk ke sana?"
Kepala Diana menggeleng kuat sambil terisak
"Castle Drachenburg sudah punya penghuni Vic"
Victoria semakin bingung dan menjadi tidak sabaran
"Katakan yang benar Diana"
"Castle Drachenburg sudah di buka karna..." Diana menarik nafas dalam. "Seseorang sudah tinggal di sana" Diana kembali menarik nafas dalam. "Lady Calista"
Victoria ingin mencoba tenang tapi nyatanya dia tidak akan bisa. Dengan cepat Victoria langsung berlari menuju pintu
__ADS_1
"Your Highness!"
Mengabaikan peringatan Diana, Victoria terus berlari hingga mencapai pintu. Dia melupakan gaunnya, dia melupakan alas kakinya, dia melupakan kondisi tubuhnya, dia melupakan kehamilannya, dia mengabaikan semua tatapan padanya, dia terus mengabaikan teriakan Diana karna, karna rasa khawatirnya sudah memenuhi segala aliran darahnya. Rasa khawatir, cemas, ketakutan yang sama. Rasa yang sama pernah dia rasakan terulang kembali dan rasa ini membuatnya tidak bisa berpikir apapun lagi. Berlari dan terus berlari tanpa bisa merasakan sakit dan dingin di kaki telanjangnya dengan telinga yang serasa tuli tidak mampu mendengar apapun karna semua syaraf di tubuhnya hanya berteriak 'cepat!'
--000--
Sambil membelai perutnya, Calista memejamkan mata dan menikmati udara dingin yang menerpa wajahnya. Castle Drachenburg memang bukan Castle yang terindah dan termegah tapi semua itu cukup untuknya. Karna dia bisa tinggal berdekatan lagi dengan pemilik hatinya, belahan jiwanya yang akan di perjuangkannya. Hanya kematianlah yang bisa menghentikannya. Menghentikan perasaannya.
Sambil terus berjalan untuk semakin masuk ke belakang halam castle. Calista tersenyum menatap semua halaman. Segala macam rencana terlintas di pikirannya, dia akan mengatur, memperbaiki dan memperindah Castle ini. Tempat yang akan di buatnya menjadi tempat penuh cinta untuk keluarga kecilnya, tidak peduli dengan cacian ataupun segala kutukan untuknya. Bahkan, tanpa berpikir dengan suka rela dia akan menjual jiwanya pada iblis untuk meraih kembali kebahagiaannya, kekasihnya, dan keluarga kecilnya.
Saat sedang asik dengan pikirannya, Calista mengeryit saat mendapati hal ganjil. Di balik tumpukan salju di antara pepohonan ada sebuah pergerakan dan suara gesekan pelan. Apakah itu tupai? Pemikiran itu membuat Calista menjadi antusias dan mendekat pada arah gerakan. Dengan raut wajah penasaran tapi juga antusias, Calista semakin mendekat untuk melihat tapi,
Senyum Calista pudar saat hewan berbulu lain yang muncul dari sana. Berbulu abu-abu tebal dan sekarang sudah mengeram saat melihatnya dengan tatapan tajam. Kedua bola mata emas itu mengkilap di tengah kegelapan
"Ka-kau...."
Kaki Calista mundur dengan lutut yang mulai lemas. Dia punya banyak trauma dengan hewan yang sekarang sudah keluar dari balik pepohonan gelap itu. Saat hewan berbulu itu semakin maju, semakin Calista bisa melihatnya, sosok yang di lihatnya langsung membuat kaki Calista terus mundur ketakutan
"Pergi!!"
"Ku bilang pergi! pergi!!"
Teriakan itu tidak berguna sama sekali karna hewan berbulu abu-abu itu semakin mendekat, dan Calista semakin ketakutan. Kakinya yang gemetar hampir membuatnya terjatuh.
"Tolong! tolong aku!! TOLONG AK... AAKKK!!"
Bokong Calista terjatuh menghantam tanah yang lembut tertutup salju. Hewan berbulu itu semakin mengeram kuat dan mulai mengeratkan otot di ke empat kakinya. Siap untuk menerkam manusia yang di ingatnya sering membuat tuannya marah bahkan, pernah membuat tuannya menangis di halaman istana. Jangan ragukan ikatan batian antara anjing dan tuannya. Grey bisa merasakan semua perasaan Victoria pada manusia di depannya, dan itu semua membuat Grey tanpa ragu melompat, tapi....
Dengan kuat tubuhnya melayang menghantam tanah, hingga tubuhnya terdiam sepersekian detik
"Isac! Alex!!!"
Suara Calista kembali berteriak ketakutan tapi juga lega karna, kesatria yang menjaganya datang
"Tenanglah Lady"
__ADS_1
Dengan cepat Alex membantu Calista untuk berdiri tapi, suara Grey yang menggogong seperti kesetanan membuat mereka berhenti bergerak. Grey sudah berjalan pelan sambil mengelilingi mereka dengan memamerkan taringnya. Mengeram dalam, kuat, penuh ancaman dan siap membunuh.
Isac dan Alex yang terbiasa di pertempuran menangkap ancaman Grey. Alex berbisik pada Calista yang seluruh tubuhnya sudah gemetar hebat
"Jangan bergerak Lady, tetap di belakang saya"
Secepat kilat Grey kembali melompat, dengan secepat kilat juga Isac menendangnya kembali. Grey kembali terlempar kuat ke tanah penuh salju tapi, kali ini dia seperti tidak akan menahan diri lagi karna sudah di tantang.
Dengan cepat tubuh anjing cantik itu kembali berdiri dan mengeratkan semua otot kakinya. Isac yang cukup mulai kewalah langsung menarik pedangnya sambil memberikan peringatan terakhir
"Jangan maju, atau aku tidak akan segan"
Seolah tidak gentar dan tidak kenal takut, Grey mengabaikan peringatan yang di mengertinya dan tetap melompat. Insting kesatria Isac sudah siap dan,
SRAKKKKKKKKKKKKKK!!!
Jeritan suara Calista, mata terbelalak Alex, dan warna merah yang merambat pada salju di atas tanah membuat angin dingin berhembus kencang. Tubuh Grey tergeletak dengan darah yang membasahi seluruh bulu di perutnya. Semakin detik berjalan, semakin warna merah mengalir dari tubuh anjing cantik itu
"TIDAAAAKKK!!!!"
Suara seseorang yang menjerit, dengan bokongnya yang langsung menghantam tanah membuat mereka bertiga menoleh ke arah suara. Mereka menegang, bukan karna suara jeritan itu tapi... karna seorang wanita bergaun putih tanpa alas kaki yang hanya terdiam dengan wajah datar menatap tubuh anjingnya yang tergeletak dengan bersimbah darah.
Diana menjerit-jerit kuat sambil terisak kuat. Alex memegangi tangannya yang gemetar. Calista hanya bisa meneguk ludahnya dengan susah payah, dan Isac dengan tenang berucap
"Saya sudah mengingatkannya Your Highness. Dia akan menyerang Lady Calisya dan saya hanya menjalankan tugas saya untuk melindungi Lady Calista..." Isac menarik nafas. "Melindungi Lady Calista yang sedang mengandung"
Dan malam itu, satu badai jatuh di belakang Castle Drachenburg. Suara isak tangis Diana yang semakin mejadi-jadi, tatapan ketakutan Calista padanya, raut wajah ketakutan Alex padanya dan pandangan bingung isak padanya tidak bisa di sadari Victoria lagi.
Angin berhembus semakin kuat, udara dingin semakin menusuk kulit, suara hewan malam menjadi hening saat Victoria menggerakkan kakinya untuk berjalan mendekat pada tubuh Grey yang masih bergerak-gerak halus dengan suara-suara sekaratnya.
\=\=\=🎀🎀🎀🎀
Silahkan ekspresikan perasaan kalian
Salam sayang semua✨
__ADS_1