Behind The Castle

Behind The Castle
**PREGNANT**


__ADS_3

Tenda-tenda besar dan berlapis sudah memenuhi alun-alun ibu kota. Jejalanan sudah di bersihkan dari es yang menumpuk. Sebuah panggung yang di siapkan untuk para imam memimpin doa malam hari raya sudah tertata. Victoria tersenyum puas pada kesatria dan pada rakyat yang ikut membantu. Antusias mereka yang melebihi harapan Victoria membuatnya tidak bisa berhenti tersenyum. Sambutan ramah dan antusias mereka padanya juga membuat perasaan Victoria menghangat.


"Carl"


"Iya Your Highness"


"Ku rasa semua cukup, ayo kita kembali ke istana"


Carl dengan patuh langsung membawa langkah Victoria menuju kereta kuda. Victoria sesekali melambaikan tangan dengan tersenyum tulus pada rakyat yang memanggilnya, sesekali menghentikan langkahnya saat ada yang memberikannya bunga, hadiah ataupun hanya sekedar ingin memegang tangannya untuk memujinya dan memberikan doa terbaik untuknya.


Setelah naik ke dalam kereta kuda, Victoria membuka jendela kereta dan melambai dengan tersenyum hangat


"Selamat hari raya semuanya, tetaplah selalu sehat dan bahagia...."


Rakyat yang terus mengerumuninya membalas ucapan Victoria dengan antusias, anak-anak kecil berteriak dengan lucu, para orang tua tersenyum hangat dan bangga padanya. Dan semua itu cukup untuk membuat Victoria bahagia. Semua itu cukup untuk semakin menguatkan tujuan Victoria.


Diana yang juga melihat bagaimana di cintai dan di hormatinya Victoria, meski dirinya baru saja menapaki semua jalan curamnya tersenyum haru.


"Mereka mencintaimu Vic"


Victoria mengangguk singkat dan memberikan sapu tangan pada Diana yang sudah terisak haru.


"Aku akan mempertahankan ini Di. Karna ini kebahagianku sekarang"


---000---


Dengan panik Lucas membawa dokter Lily yang baru di jemputnya atas perintah Carl yang juga terus berjalan maju dan mundur di depan kamar Victoria.


"Ada apa sebenarnya tuan Carl?"


Dengan raut wajah yang ikut panik, dokter Lily yang habis berlarian mencoba mengatur nafas memburunya


"Saya juga tidak mengerti dokter. Her Highness mengeluh sangat pusing hingga hampir jatuh dan meminta kami memanggilkan anda. Sebaiknya anda segera masuk"


Carl langsung mengetuk pintu. Diana yang mendengar suara pintu di ketuk langsung membukannya dan mempersilahkan dokter Lily masuk, lalu menitipkan Grey pada Carl dan Lucas agar tidak mengganggu karna Grey terus menggong, seolah khawatir pada Victoria yang terlihat lemah dan sangat pucat.


"Hallo Lily"


Dengan cepat dokter Lily mendekat ke ranjang tempat Victoria terbaring lemah dan menunduk dalam


"Selamat sore, Your Highness"


"Maaf karna memanggilmu dengan mendadak. Aku hanya percaya padamu Lily"


"Ini sudah tugas saya, Your Highness. Saya sangat berterimakasih atas kepercayaan anda" Dokter Lily mulai membuka kotak peralatannya. "Apa keluhan anda Your Highness?"


"Kepalaku sangat pusing, terkadang juga aku mual meskipun hanya sebentar dan akhir-akhir ini tubuhku semakin mudah lelah"


Lily yang mengerti mulai mengambil tangan Victoria dan memeriksa nadinya


"Sudah berapa lama anda merasakan semua keluhan anda, Your Highness?"


Victoria tampak berpikir sejenak lalu menjawab


"Sebenarnya sudah lama, dan karna sering larut dalam kesibukan aku jadi mengabaikannya. Apakah, aku memang kelelahan Lily?"


Raut wajah Lily yang tadinya terlihat khawatir sekarang tersenyum hangat.

__ADS_1


"Apa anda mengalami perubahan lain pada tubuh anda, Your Highness?"


Kembali Victoria tampak berpikir lalu menggeleng


"Ku rasa tidak Lily. Tapi..." Victoria terkekeh geli. "Aku merasa semakin gemuk sekarang"


"Gemuk?"


Victoria mengangguk yakin


"Karna nanti menu makanku akan di atur dengan ketat, jadi aku mulai memakan apapun dan kapanmu yang ku mau"


Lily semakin tersenyum hangat dan paham


"Anda makan karna sedang menikmati kebebasan terakhir atau karna memang ingin makan, Your Highness?"


Ucapan Lily membuat alis Victoria berkerut, seolah berpikir keras


"Eemm... sepertinya karna aku memang juga ingin makan Lily" Victoria menatap raut wajah Lily yang terlihat senang. "Ada apa Lily?"


"Untuk memastikan, ijinkan saya untuk memeriksan keadaan perut anda, Your Highness"


Saat melihat Victoria mengangguk, Diana dengan sigap langsung maju ke ranjang untuk membantu Victoria menarik rok gaunnya ke atas, hingga gaun naik sebatas bawah dadanya. Memperlihatkan perutnya yang memang cukup bulat dan berisi. Lily dengan piawai mulai memeriksa perut Victoria dan setelah selesai di bagian perut, Lily meminta ijin untuk memeriksa dada Victoria. Meski Victoria sedikit tidak nyaman tapi dia tetap memberikan ijin karna dia juga merasa dada semakin membesar dan sering berdenyut sakit. Lily juga menanyakan kapan tetakhir Victoria mendapatkan period-nya, dan Victoria yang menganggap keterlambatan period-nya karna stress menjelaskan dengan santai


"Apa ada memang sering tidak memakai korset seperti sekarang, Your Highness?"


Victoria tersenyum geli


"Jangan katakan itu pada siapapun Lily. Aku memang malas memakai korset" Lily terkekeh geli sambil memasukkan kembali peralatannya. "Lagipula aku ingat ucapan sahabatku jika pinggangku sudah sangat kecil, aku tidak butuh korset kan, asal tidak ada yang tahu"


"Oh Diana akan marah Lily..."


Lily tertawa geli dengan Victoria yang menatap Diana sambil mengerling menyebalkan. Diana hanya bisa membuang nafas panjang


"Nona Diana"


Diana menatap Lily yang tersenyum padanya


"Untuk sekarang jangan pakaikan lagi korset pada Her Highness" Masih dengan tersenyum hangat, Lily manatap Victoria yang tampak bingung dan meraih tangannya dengan lembut. "Anda hamil, Your Highness"


Victoria terbelalak kaget dan tanpa bisa di cegah, instingnya membuat tangan Victoria langsung meraba perutnya


"H-hamil? aku?"


Lily mengangguk yakin sambil tersenyum bahagia


"Benar Your Highness"


Ucapan yakin Lily membuat kedua mata Diana langsung berkaca-kaca dan berucap haru


"Puji-pujian untuk Tuhan di surga"


Victoria yang masih terkejut dan tidak percaya menatap Lily dengan bingung, walaupun tangannya sudah membelai perutnya. Lily yang melihat wajah bingung Victoria terkekeh geli, terlebih pada tangannya yang terus mengusap perutnya


"Usia mereka lima belas bulan dan sangat kuat, Your Highness. Mereka juga sepertinya tidak rewel"


Kembali Victoria terbelalak

__ADS_1


"Me-mereka?"


Sambil mengangguk yakin, senyum di bibir Lily tampak tidak pernah pudar


"Dari ukurannya dan suara detak jantung yang ada di dalam perut anda. Itu 'mereka'. Mereka ada dua, Your Highness"


Tangan Victoria terangkat menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca


"Anakku kembar Lily?"


Dengan bibir yang terus tercetak senyum hangat, Lily mengangguk


"Saya sangat yakin akan hal itu, Your Highness. Mereka sehat dan sangat kuat, mungkin karna memang perut dan pingganng anda yang kecil jadi tidak terlalu terlihat tapi, untuk ukuran janin kembar, Mereka sangat sehat dan perkembangannya sangat baik"


Tanpa bisa di tahan, Diana langsung terisak haru sambil terus mengucapkan rasa syukur. Victoria mengusap ujung matanya yang basah lalu menatap Lily


"Tolong rahasiakan ini pada siapapun Lily"


Kali ini, senyum di bibir Lily pudar dengan wajahnya yang berubah menjadi bingung. Tidak jauh berbeda dengan Diana yang langsung menatap Voctoria dengan alis berkerut


"Saya tidak bisa Your Highness. Ini adalah..."


"Aku ingin memberikan kejutan Lily. Nanti malam hari raya dan sebentar lagi akan tahun baru. Aku ingin memberi tahukan sendiri kabar bahagia ini. Ku mohon Lily"


"Tapi Your Highness, istana harus tahu agar membatasi pekerjaan dan menjaga anda. Kehamilan anda ini akan menjadi line throne berikutnnta"


Victoria mengangguk paham, sangat paham dan meraih tangan Lily


"Aku tahu Lily, aku akan menjaga diriku dengan baik. Lagi pula hanya hingga His Highness pulang"


Meski berat, akhirnya Lily mengangguk tidak rela


"Saya akan memberikan obat yang baik untuk kandungan dan anda. Ingat jangan terlalu banyak bekerja dan jangan terlalu setress" Lily menoleh pada Diana, lalu kembali menatap Victoria yang tampak mendengarkannya dengan baik. "Makanan anda juga harus di teratur dan sehat. Jika anda punya keluhan atau mendapati hal aneh segera penggil saya atau dokter istana yang lain, Your Highness"


Victoria terkekeh girang


"Terimakasih banyak Lily"


Lily menggeleng kuat


"Anda tidak boleh berterimakasih, Your Highness. Ini tugas dan kewajiban saya"


"Iya iya iya..."


Melihat Victoria yang mencibik sebal, Lily tersenyum geli sambil mengerling


"Untuk beberapa bulan, anda akan sepenuhnya bebas dari korset, Your Highness"


"Yey!! kau dengar itu Di"


Diana hanya bisa tersenyum haru melihat nyonyanya yang tampak bahagia. Hatinya terus berdoa, semoga kebahagian akan terus menyelimuti nyonyannya.


\=\=\=❤❤❤❤


Ayukk jejaknya yukkk


Salam sayang semua✨✨

__ADS_1


__ADS_2