Behind The Castle

Behind The Castle
**MENUJU ROSS**


__ADS_3

Dengan senyum haru dan mata berkaca-kaca Diana terus membalas pelukkan erat nonannya. Sudah beberapa menit berlalu tapi Victoria belum juga menguraikan pelukkannya. Sesekali Victoria mengatakan permintaan maafnya yang membuat Diana mencoba menguraikan pelukkan mereka tapi, malah membuat Victoria semakin merekat padanya.


Merasa sudah cukup puas akhirnya Victoria menguraikan pelukkannya dengan senyum hangat yang tercetak di bibirnya.


"Apa sekarang sudah puas memelukku Vic?"


Victoria terkekeh sambil mengangguk dan segera memegang tiang ranjang. Diana yang melihat jika nonannya sudah siap menerima siksaan segera meraih korset dan melingkarkan korset itu ke pinggang kecil Victoria. Diana mulai mengaikan dan menyatukan tali korset lalu menariknya dengan kuat, penyiksaan terus berlanjut hingga selesai.


Setelah semua kebutuhan tubuhnya dan gaunnya selesai di pasang, Victoria menatap cermin dan melihat gaun heboh dan ramai yang sudah melekat di tubuhnya. Meski gaun dengan banyak pita dan lapisan tidak pernah menjadi pilihannya, tapi tetap, Victoria akan mengikuti keinginan mata yang akan memandangnya. Jenis gaunnya sekarang akan sangat di inginkan setiap Lady yang memandangnya nanti.



"Ayo Vic duduk"


Victoria mengangguk dan segera mendaratkan bokongnya di kursi meja rias.


Dengan sepenuh hati, tangan piawai Diana memoles wajah Victoria. Setelah selesai, Diana membawa semua box perhiasan nonannya. Victoria tampak berpikir sejenak untuk menetapkan pilihannya, karna malam ini Victoria ingin tampil maksimal di pesta ulang tahun uncle-nya.


Riasan wajah sudah sempurna, perhiasan sudah melekat, rambut sudah di tata indah. Victoria tersenyum menatap pantulan dirinya dari hasil karya Diana.


"Gaun itu sangat sempurna Vic, meski bukan tipemu"


"Kau benar"


Setelah semua selesai, Victoria tinggal memakai wewangiannya.


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu segera di sambut gonggongan Grey. Diana tersenyum


"Pangeranmu tiba"


Dengan anggun Victoria meletakkan wewangiannya dan mengikuti Diana untuk menuju pintu.

__ADS_1


Dan seperti biasa, saat pintu di buka, wajah tampan Fredrick akan semeringah ketika melihat penampilan Victoria. Melihat jika sebentar lagi liur seorang pangeran akan menetes memalukkan, Diana mencoba menyelamatkan harga diri Fredrick dengan berdehem beberapa kali tapi, kedua bola mata abu-abu Fredrick tidak juga bergerak ke arah lain, hanya terpaku dan terus menelusuri setiap tetes tampilan Victoria. Hingga akhirnya Victoria turun tangan.


"Bash?"


"Aahh iyaa...." Fredrick tersenyum hangat dan menatap kedua bola mata sehijau daun Victoria. "Kau selalu membuatku lupa dengan dunia Vic, kau sangat manis dan selalu manis, selalu luar biasa"


Diana mengulum senyumnya saat mendengar suara Fredrick yang mulai melancarkan mulut manisnya. Victoria tersenyum tipis dan menatap tampilan Fredrick. Malam ini Fredrick menggunakan jas militer formal biru gelap dengan bordiran emas di dada dan kerah lengan jasnya, warna biru tua gelap sangat kontras untuknya menonjolkan warna bola mata abu-abu mempesonannya, rambut hitam pekatnya di tata rapih dengan perapih rambut pria dan wajahnya.... seperti biasa, tampan dan panas.


"Kau juga luar biasa Bash, seperti biasa"


--000--000--


Perjanan dari ibu kota menuju Duchy Rubens sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi walau begitu, Fredrick tetap memilih untuk pulang dan pergi tanpa nenginap dahulu di kediaman Rubens.


Segala resiko bisa terjadi, segala rencana bisa di buat, dan kemungkinan yang terburuk adalah pelarian. Fredrick tidak akan mengambil keputusan yang akan menimbulkan resiko apapun dan ternyata, selama perjalanan tidak sedikit pun terasa membosankan untuknya dan juga pasti untuk gadis yang sedang duduk di depannya, terlihat dari raut wajahnya yang selalu tampak santai dan bersemangat.


Fredrick tidak bisa membayangkan jika di depannya ini adalah Lady lain. Dengan gaun lebar, riasan sempurna dan nama keluarga besar akan membuat seorang Lady merengek dan mengeluh menyebalkan ketika harus menempuh jarak jauh dengan kereta, terlebih dengan semua tampilan Victoria sekarang, dan itu semua semakin membuat Fredrick merasa bangga dengan tunangnnya.


Victoria selalu menatap pemandangan di luar jendela dengan antusias, sesekali mulut kecilnya terbuka untuk menanyakan bangunan atau jalan yang sedang mereka tempuh. Sesekali juga Victoria menatapnya dan merengut sebal ketika Fredrick menggodanya.


Semakin lama perjalanan semakin membuat Fredrick berharap kereta segera berhenti dan kusir mengumumkan jika perjalanan sudah selesai, karna jika tidak, bisa saja dia akan menendang Diana keluar kereta, karna keberadaan Diana yang juga ada di dalam kereta seperti menjadi benteng untuknya tetap waras. Dan jika pengnganggu sudah keluar dari kereta. Fredrick akan segera membuka paksa gaun Victoria, melepas gulungan rambut coklat kepirangan mempesonannya dan menjelajahi setiap inci kulit Victoria dengan mulut dan tangannya. Fredrick meneguk ludahnya, dia mulai merasa seperti kembali mejadi remaja amatir yang belum pernah melakukan semua yang ada di pikiran kotornya, dan itu semua karna Victoria. Dan karna Victoria juga, bagian di antara kakinya mulai mengeras tanpa perlu pemanasan. Fredrick segera mengubah posisi kakinya.


"Ekhemm"


Suara Fredrick yang tampak sedang membasahi tenggorokannya membuat Victoria menoleh dari jendela kaca dan menatap Fredrick. Menatap wajah Fredrick yang tidak terbaca


"Kau haus Bash?"


"Tidak...."


"Ya, sangat haus untuk memilikimu"


Suara hati Fredrick menjerit tanpa berani keluar melewati tenggorokannya

__ADS_1


"Sabarlah, sepertinya kita sudah mulai akan masuk di sekitar castle Ross" Victoria menatap Diana. "Iya kan Di? kau juga sudah pernah ke sini kan?"


Sambil tersenyum canggung Diana menatap Victoria.


"Sebenernya saya sudah lupa My Lady, saya ke Duchy Ross saat itu, ketika umur saya baru berusia sebelas tahun"


Dan, percakapan Victoria dan Diana terus berlanjut dengan kejam tanpa mengetahui jika seseorang lain yang ada di dalam kereta sudah semakin tidak sabaran dan lelah untuk menahan diri. Menahan setan b*jingannya.


Percapakan Victoria dan Diana berhenti saat kereta berhenti. Kaca pintu di ketuk yang menandakan jika mereka sudah menyelesaikan perjalanan mereka dan semua puji syukur Fredrick panjatkan karna semua penderitaannya akhirnya berakhir.


Jeremmy membuka pintu kereta, dan layaknya gentleman sejati, Jeremmy mengukurkan tangannya untuk membantu gadis yang sedang mengenakan gaun putih cantik untuk turun dari kereta. Diana tersenyum ramah pada Jeremmy.


"Terimakasih Tuan Jeremmy"


"Sama-sama Lady"


Fredrick segera menyusul untuk turun dan segera melompat dari kereta. Layaknya seperti gentleman sejati juga, Fredrick mengulurkan tangannya untuk membantu Victoria turun dari kereta. Saat kaki Victoria sudah menginjak semen halaman castle, Victoria menaikkan dagunya dengan sangat tinggi


"Aku tidak akan berterimakasih"


"Sama-sama Lady"


Fredrick terkekeh dan akan mencubit pipi Victoria karna gemas tapi, mata melotot Victoria memberi peringatan tegas, jika wajahnya sedang tidak bisa sembarangan di sentuh. Aahh... Fredrick baru ingat jika malam ini Victoria sedang memakai riasan.


Victoria segera menggamit suku Fredrick yang sudah di berikannya. Dengan melangkah gagah dan pasti, Fredrick menuntun langkah mereka untuk menuju pintu masuk castle.


Jeremmy juga ikut memberi sikunya pada Diana yang segera menggamit siku yang di sodorkan untuknya. Dengan langkah pasti, Jeremmy membawa langkah mereka untuk mengikuti langkah Fredrick dan Victoria yang sudah berjalan di depan mereka untuk menuju pintu utama castle.


Penjaga yang melihat kedatangan mereka segera membungkuk dalam untuk Fredrick dan menunduk dalam untuk Victoria, lalu segera mengumumkan kedatangan mereka.


\=\=\=💙💙💙💙


Yuukk bisa yuk tinggalin jejaknya di tombol like, komen, bintang dan lope-nya. Kalau merasa senang dan terhibur dengan karya eike, vote-nya boleh di sebar juga...

__ADS_1


Banyak-banyak terimakasih karna masih bertahan di sini dan selalu ngasih semangat buat eike, terimaksih buat yang sudah bersedia mampir di mari.....


Salam sayang semua ✨


__ADS_2