
Albert memijat pelipisnya dan melirik Thomas yang masih setia bermain dengan kertas-kertasnya. Melirik ke depan sama saja, Charles juga tak kalah setia bermain dengan tinta dan kertasnya.
"Kau bosan?"
Suara tenang Thomas membuat Albert kembanting gulungan kertas yang masih menumpuk di mejanya dengan keras, membuat semua kepala di sana akhirnya menoleh padanya.
Charles akhirnya meletakkan penanya pada kotak tinta dan menyandarkan punggungnya ke kursi sambil melipat tangannya di depan dada. Wajah ramahnya menatap wajah bosan Albert
"Butuh hiburan Al?"
Albert mencibik sebal yang membuat Charles terkekeh geli. Suara kekehan Charles akhirnya membuat Thomas menyusun kertas-kertasnya. Albert yang melihat jika para iparnya sudah melepaskan kertas dan tinta segera menegakkan kakinya dan berjalan menuju pintu, bunyi kunci pintu berputar membuat Charles menegakkan punggungnya kembali, Thomas segera menyingkirkan kertas dari tangannya.
"Pertunangan dua bulan lagi"
Albert membuka diskusi mereka sambil berjalan menuju mejanya dan mendaratkan bokongnya di pinggir meja
"Sepertinya kita tidak cukup waktu untuk membuat permainan untuk pertunangan itu"
Charles mengangguk setuju untuk ucapan Albert. Thomas memutar bokongnya agar bisa menatap Albert dan bersuara
"Apa yang kau katakan pada Vic?"
"Aku tidak mengatakan tentang kecurigaan kita, aku mengatakan itu masih samar dan memintanya untuk mencari tahu sendiri dari dalam langsung"
Thomas mengangguk
"Itu lebih baik, karna jika memang ada yang janggal kita bisa menghubungkan langsung benang kusut yang kita dapat, agar Vic tetap aman"
Albert dan Charles mengangguk setuju
"Emy tiap hari selalu menangis dan tanpa sepengetahuanku hampir saja dia mengirim seseorang untuk menjadi mata dan telinga di istana"
"Sama, Tatiana juga hampir mengirim seseorang untuk ke sana Char"
Thomas tersenyum geli
"Jasmine juga"
Akhirnya mereka terkekeh geli karna kelakuan dan pola pikir istri mereka yang sering segaris.
"Apa yang di katakan Vic?"
__ADS_1
Pertanyaan Thomas membuat Albert tersenyum bangga
"Segaris dengan pemikiranku, dia sangat perasa dengan kejanggalan anak Baron itu dan His Majesty Raja George"
"Berarti tinggal menunggu waktu?"
Pertanyaan Charles membuat Albert dan Thomas membuang nafas pasrah
Melihat para iparnya yang terlihat tidak yakin membuat Charles ikut membuang nafas pasrah
"Ini hampir 3 tahun kita mencari tahu tapi selalu hanya benang kusut yang kita dapat"
Suara Albert terdengar sambil menatap Charles
"Tapi Victoria sudah mencoba mengambil alur pintas, dia mencoba mencari cara langsung menembak alur 'Larina'...."
Charles dan Thomas menatap Albert dengan penasaran, Albert melanjutkan
"Dia berencana untuk bertemu Her Majesty Ratu Elisabet, mungkin akan di mulai dari His Highness Pangeran Henry dan semoga di pesta pertunangan itu His Highness Pangeran Henry datang"
"Dia pasti datang"
Suara tenang Thomas membuat Albert dan Cahrles mengangguk
Albert mengedipkan bahunya acuh
"Aman, tenang seperti biasa, Joseph selalu mengirim seseorang untuk mengirim pesan padaku untuk memberikan rincian pengeluaran, hasil panen, hasil tambang dan yang terpenting pergerakan apa saja yang mereka lakukan di duchy"
"Semoga Tuhan selalu melindungi Joseph, dan dia bisa bertahan dari bebannya hingga Arthur kembali"
Suara bersahabat Charles membuat semua kepala di sana mengangguk
"Aku mengirim seseorang untuk ke wilayah barat"
Suara tenang Thomas tapi dengan informasi yang tidak menenangkan membuat kepala Albert berputar untuk menatapnya, tidak jauh berbeda dengan Charles yang langsung memijat tangannya. Thomas melanjutkan
"Aku menyelidiki kapan mereka akan mengirim pesan duka yang ternyata baru beberapa hari yang lalu mereka kirim bersamaan dengan pesan rencana pertunangan, sesuai dugaanku, Arthur mengamuk saat pesan duka sampai, malam setelah surat itu di tangannya dia langsung melaju menuju Istana tapi untung saja saat baru ke luar dari perbatasan barat orang ku menemukannya dan menyampaikan pesanku yang sedikit membuatnya tenang sampai misi di wilayah barat selesai, jika tidak" Thomas menjedah karena bibirnya terasa keluh. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Vic yang sudah berada di dalam istana"
"Hal terburuk, mereka akan melakukan apa saja agar Victoria bisa secepatnya menjadi milik istana sepenuhnya dan mengandung tahta berikutnya dengan darahnya dan darah kerajaan"
Albert menimpali ucapan Thomas yang membuat Charles mengeraskan rahangnya dan Thomas mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan His Highness Pangeran Fredrick? aku benar-benar akan melakukan apapun jika dia melukai Vic"
Albert yang melihat ketenangan Thomas mulai goyah mencoba mencairkan suasana
"Victoria akan baik-baik saja, tipe pria idamannya tetap seperti kau Thom"
Charles tersenyum geli dan Thomas hanya bisa membuang nafas lega
"Dan juga menurutku dia tidak seburuk itu, pasti ada alasannya, mungkin"
Pernyataan Charles membuat semua kepala mengangguk
"Asal dia di jauhkan dari anak Baron itu, dia pasti bisa fokus pada takdirnya dan berhenti membuat ulah"
Albert menimpali ucapan Charles
"Dan Victoria harus berusaha sendiri"
Thomas ikut menimpali ucapan Charles yang membuat Thomas kembali membuang nafas panjang setelah itu suaranya terdengar kembali
"Karna itu His Majesty memerlukan seorang gadis Arathorn yang punya darah kepemimpinan terlebih seperti Vic, ku harap dia bisa mengusir setan yang sudah lama merusak jiwa manusia"
Perkataan Thomas membuat Albert dan Charles tergelak tawa.
"Tapi...." Suara Thomas yang berubah dingin membuat tawa Albert dan Charles berhenti. "Tetap kembali ke rencana akhir kita saat terjadi sesuatu, His Highness Pangeran Henry harus naik"
Charles memijat kembali tangannya, Albert menekan bibirnya dan Thomas memejamkan matanya dengan khawatir
"Aku harap Tuhan selalu membantu kita, aku benci pertumpahan darah, rumah sakitku akan penuh Thom" Ucapan Charles membuat Albert menggigil dan Thomas mengeryit ngeri.
"Francia akan berdarah"
Charles menautkan tangannya dengan gemetar
"Demi laut Bedford! aku tidak mau menjadi pembunuh!"
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Hallo readers... kalau suka sama ceritannya tolong like, komen, bintang dan lope-nya ya...
Di bagian part ini saya sudah coba sebaik mungkin biar percakapan mereka mudah kalian mengerti, tolong kasi komen ya kalau masih membingungkan dan susah di cerna biar nanti saya coba benahi lagi...
__ADS_1
Salam sayang semua ✨✨