Behind The Castle

Behind The Castle
**BEFORE TRAGEDY II**


__ADS_3

"Kau tampak tidak bersemangat Vic"


Sambil memutar-mutar cangkirnya Victoria menatap Easter yang menatapnya dengan khawatir


"Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak Eas"


Easter meletakkan biskuit yang sudah di makannya separuh dan menatap Victoria kembali


"Kenapa? apa kau merasa tubuhmu sakit Vic?"


Helaan nafas panjang Victoria membuat Easter semakin khawatir


"Entahlah... hari ini ayah, ibu dan Lottie terlihat aneh dan sangat sedih"


Easter mengangguk dan menatap Victoria dengan penuh keyakinan


"Mungkin karna ini pertama kalinya kau bermalam di tempat lain Vic, tenanglah tidak akan terjadi apapun"


Dengan ragu Victoria mengangguk, Easter yang melihat jika Victoria masih terlihat sedih dan cemas mencoba memutar otaknya untuk membuat Victoria senang


"Bagaimana jika kita ke danau? bermain air sambil aku menceritakan rencana debut kita nanti Vic"


Victoria segera menaikkan arah pandangnya untuk menatap Easter dan mengangguk antusias


"Ayo!"


--000--000--


Easter terus menendang-nendang air agar mengenai Victoria yang juga menendang-nendang air, sesekali tawa mereka terdengar dan pekikkan kaget mereka mengisi suara di sekitar danau di belakang kediaman Xonuds.


"Aku takut Erna"


Aron menggenggam erat tangan istrinya sambil mengamati pemandangan putrinya dan Victoria yang sedang bermain air


"Aku juga Aron, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, ini keputusan His Grace sendiri"


"Rasanya aku ingin mengirim orang untuk menyampaikan pesan ke Ross dan Bedford, aku rasa kita masih bisa mengejar waktu sebelum malam menjelang, Ross dan Bedford tidak sejauh Lorne dan Sheffield"


Erna menggenggam tangan Aron dengan kuat dan menatap wajah sedih dan khawarir pada suaminya


"Aku juga sangat ingin Aron, kita sudah sering membahas ini, aku juga sudah sering memberikan pemikiran kita pada Emy, tapi mereka tetap pada pilihan mereka untuk bertahan hingga akhir dan menghindari banyaknya pertumpahan darah"


"Tapi Er...."


Erna segera mengangkup wajah suaminya dan memandang kedua manik suaminya dengan lekat


"Jika kita memberi tahu masalah ini ke luar terlebih pada Ross, Bedford, Lorne dan Sheffield mereka tidak akan diam" Erna menggigit bibirnya dengan kuat dengan mata berkaca-kaca. "Mereka akan mencoba menyelamatkan keluarga mereka yang artinya melawan Raja, walaupun malam ini mereka bisa lolos tapi bisa saja besok atau lusa His Majesty akan menunjuk mereka sebagai pemberontak" Erna melepas tangannya dari wajah suaminya yang sudah berkaca-kaca. "Apa kau mau mereka semua berakhir sayang? tidak hanya itu, Lord Arthur juga dalam genggaman mereka di wilayah barat"

__ADS_1


Aron segera memeluk istrinya yang sudsh terisak


"Jika kesepakatan tidak berjalan malam ini, Aku tidak bisa membiarkan mereka membunuh William dan Emylis"


"Aku tahu sayang, Emylis juga sahabatku, His Grace William sahabatmu, aku tahu perasaanmu tapi ini pilihan His Grace William dan Emy, ini jalan terbaik untuk mereka bertahan hingga akhir walaupun kita semua tahu jika tidak akan mungkin ada kesepakatan malam ini"


Masih dengan memeluk istrinya yang menangis, Aron menatap kembali ke luar jendela, di mana Victoria sedang melompat-lompat di pinggir danau sambil tertawa dengan puntri bungsunya


"Oohh anakku Victoria... semoga Tuhan selalu menyertaimu"


Erna menguraikan pelukkan mereka dan ikut menatap jendela


"Dia anak yang kuat dan cerdas, itulah kenapa William dengan semua rasa penyesalannya dan semua rasa cintanya akan menjauhkan sejauh-jauhnya Lady Victoria bukan Lady Charlotte, karna His Majesty sangat menginginkannya"


Aron mengangguk pasrah


"Ini sudah hampir gelap, aku akan memanggil mereka masuk"


Aron kembali mengangguk dan mendaratkan sebuah ciuman di pelipis istrinya


-000-


Dentingan garpu dan pisau makan mengisi ruang makan di kediam Cornwell, tapi entah kenapa malam ini mereka seperti sangat tidak berminat untuk makan, meski hidangan yang di siapkan sangat menggugah selera


"My Lord"


Kedatangan kepala pelayan membuat empat orang yang ada di meja makan segera menoleh, Aron menganguk singkat yang membuat pelayan itu kembali ke luar ruang makan. Sambil membalik garpu dan pisau makannya, Aron menoleh pada Erna yang ikut segera membalik garpu dan pisaunya dan mengangguk pada suaminya


Victoria melirik isi piring Aron dan Erna yang ternyata juga hanya di sentuh sedikit dan menaikkan arah pandangnya untuk menatap pasangan Xenuds yang sudah mengelap ujung bibir mereka lalu bangkit berdiri. Merasa sangat janggal Victoria ikut membalik garpu dan pisau makannya lalu mendekat pada Easter yang juga menatap aneh kedua orang tuanya untuk berbisik


"Eas, aku harus tahu apa yang terjadi sebenarnya, ini pasti ada sesuatu"


Easter segera membalik alat makannya lalu meraih gelasnya dan mengusap ujung bibirnya


"Ayo.... mereka pasti ke ruang kerja ayahku"


Dengan mengendap-ngendap, Easter membawa Victoria untuk keluar dari belakang dapur, Victoria hanya mengikuti Easter yang membawanya keluar dan berjalan di belakang mansion, karna Easter terus berjalan tanpa menjelaskan, akhirnya Victoria berbisik


"Kita mau kemana Eas?"


"Kebelakang kebun, di sana ada jendela ruang kerja ayahku, kita bisa menguping dari sana karna kalau dari depan pintu, jika itu urusan penting kepala pelayan akan menjaga pintu"


Victoria mengangguk dan saat sudah di depan sebuah jendela kaca besar Easter mengangguk pada Victoria, Victoria segera yakin jika itulah kaca ruang kerja Aron. Dengan sangat pelan dan terus menundukkan kepala, mereka melipat lutut mereka dan bertumpu pada kaki tanpa bokong yang menyentuh tanah.


"Apa kau bisa menyelidiki yang terjadi di dalam?"


"Tidak my Lord, tapi mereka masuk dengan cara kasar dan langsung mengayunkan pedang pada para penjaga dan pelayan"

__ADS_1


Easter membulatkan matanya dan menatap Victoria yang hanya mendengarkan dengan wajah yang tidak bisa di lihatnya dengan jelas, karna belakang mansion cukup gelap


"APA!!"


"Tenang sayang"


Suara Erna yang penuh kecemasan membuat Easter dan Victoria saling tatap dalam diam sambil memasang telinga lebar-lebar


"Lalu apa lagi yang kau dapat!"


"Kami hanya mendengar suara jeritan di luar dan tidak berani terlalu mendekat karna para kesatria kerajaan berjaga di sekitar castle, terlebih saat kami melihat mereka menyeret Lady Charlotte dari kereta kuda yang tertangkap karna mencoba di larikan oleh His Grace dan Her Grace"


Easter menutup mulutnya dengan mata membulat dan segera menahan Victoria ketika melihat Victoria yang akan berdiri, Easter menggeleng kuat pada Victoria agar tetap diam di tempat


"Ya Tuhanku.. perjanjiannya mereka akan bicara dulu baik-baik!!"


"Lalu apa lagi yang bisa kalian dapat?"


Kali ini suara Erna yang sudah sedikit terisak membuat Victoria gemetar takut, Easter mencoba menggengam tangan Victoria dengan tangannya yang juga sudah gemetar.


"Kami mendengar suara beberapa kesatria yang tertawa di belakang castel dan suara jeritan dari Lady Charlotte. Sesekali mereka juga mengatakan pada Lady Charlotte yang terus meminta tolong jika orang tuanya akan di eksekusi malam ini dan Albany akan menjadi milik kerajaan"


Setelah mendengar itu tanpa bisa menahan diri lagi dan Victoria memang tidak akan menahan diri lagi, dengan cepat Victoria menarik tangannya dari Easter dan berlari masuk ke dalam mansion tanpa memperdulikan teriakan Easter


Sambil terus berlari, Victoria segera menuju pintu ruang kerja Aron dan memaksa masuk saat di tahan kepala pelayan


"Saya ingin bicara pada Lord Aron! lepaskan saya!!"


Victoria terus menarik-narik tangannya yang di tahan kepala pelayan dan terus berteriak


Keributan di depan pintu membuat Aron dan Erna menghentikan percakapan mereka dan segera munuju pintu, saat Aron sudah membuka pintu mereka terkesiap melihat Victoria yang sudah menangis sambil meronta di pegangan kepala pelayan


"Saya mohon My Lord saya mohon My Lady... apa yang terjadi pada keluarga saya... saya mohon.."


Aron dan Erna saling tatap lalu akhirnya mempersilahkan Victoria untuk masuk, kepala pelayan segera melepaskan pegangannya pada Victoria.


Dengan menguatkan diri Victoria membuaka suaranya


"My Lord tolong katakan, apa yang terjadi?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To Be Continued....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tolong tombol like, komen, bintang lope-nya jangan lupa di tekan yaaa

__ADS_1


Next masih Flashback


Salam sayang semua✨


__ADS_2