
Victoria dengan anggun dan dagu terangkat mendekat pada meja tempat Fredrick dan berhenti dengan jarak yang tidak dekat tapi tidak juga jauh dari meja. Awalnya tidak ada yang menyadari kedatangan mereka hingga Victoria berdiri di tengah ruangan yang dekat dengan meja Fredrick, membuat semua arah pandang mata tertarik pada sosoknya. Semburan air dari mulut, suara tersedak dari beberapa pria langsung tertangkap indra pendengaran Victoria, bahkan kebisingan dan keramaian di sana menjadi hilang
Fredrick dengan mata yang mulai berat menatap ke arah di mana Lucas menarik kepalanya ke samping. Di samping meja mereka berdiri seorang gadis manis dan anggun dengan gaun cantik lengkap dengan tiaranya, dan.... memakai mantel pria???
"Hei kenapa kau memakai mantel pria lain Vic?! Lepaskan itu! pria sialan mana yang berani memasangkan mantel jelek itu padamu hah!!"
Jeremmy melirik para pria di meja Fredrick yang menatapnya dengan menyebalkan sambil tersenyum geli. Lucas, Carl dan Keelft pasti tahu hanya dengan sekali lihat mantel milik siapa yang di perdebatkan Fredrick karna hanya Jeremmy pria yang akan cukup berani melakukan itu.
Dengan tenang Victoria memundurkan beberapa langkah kakinya tanpa menjawab rancauan pria yang Victoria nilai sudah mabuk yang sialnya lagi pria itu adalah suaminya. Victoria menatap wajah Fredrick yang ingin protes karna dia menjauh tapi, yang menjadi fokusnya bukan itu. Tangan seorang wanita tidak tahu malu yang terus bergelayut erat di tangan suaminya yang entah sadar atau tidak sadar hanya membiarkannya saja.
Arah pandang Victoria terus menatap tangan Calista. Dengan menantang Calista tetap di posisinya. Ketiga pria yang sudah sadar situasi hanya bisa menarik kursi penonton siap untuk pertunjukan. Terlebih Carl yang sekarang sudah memeluk piring kacang
Di tengah suara rancauan tidak jelas Fredrick dan gelas berisi cairan kuning di tangannya yang terus dia angkat. Fredrick terus menatap istri manisnya yang tetap tidak bergerak saat dia sudah terus meminta untuk mendekat dan bergabung di mejanya.
"Ke sini sayang... Ayo ke sini jangan diam saja"
Victoria tetap tidak bergeming dengan arah pandang yang terus mengarah ke tangan Fredrick. Calista dengan menantang bahkan berani meletaklan dengan manja wajahnya di lengan penuh otot Fredrick.
Diana yang melihat wajah menantang itu hampir menyambar botol scotch untuk melempar ke wajah Calista tapi, Jeremmy langsung memegang pelan bahu Diana dan memberikan gelengan singkat untuk menengkan Diana
"Apa kau tidak ingin kembali Bash?"
Fredrick tersenyum bagai bocah kecil saat akhirnya Victoria bersuara.
"Apa kau akan kembali denganku? kita kembali? Kau kembali? dan aku?"
Entah pertanyaan macam apa yang di ucapkan Fredrick tapi Victoria hanya mengangguk dan mengulurkan tangannya ke depan. Memberi pesan jelas jika dia ingin Fredrick datang padanya dan menyambut tangannya.
Tanpa perlu berpikir Fredrick langsung mencoba berdiri di tengah kesadaran mabuknya tapi, lengannya terlilit, lebih tepatnya di lilit hingga membuat bokongnya kembali jatuh ke kursi. Fredeick memicingkan matanya ke arah tangannya
"Lepas Calista, istriku memanggil"
Carl bersiul nyaring, Keelft terkekeh geli, Lucas menatap Calista dengan wajah yang di buat semenyedihkan mungkin, semua orang sekarang juga ikut menatap Calista yang hatinya sudah mencelos jatuh dengan mata berkaca-kaca.
"Fred jangan ke sana, jangan pergi padanya"
"Apa maksutmu?" Kedua alis Fredrick mengkerut dalam sambil menarik lengannya. "Menyingkirlah!"
"Apa kau tidak ingin kembali Bash?"
__ADS_1
Victoria yang mulai bosan dengan drama di depannya juga karna tangannya yang masih melayang di udara mulai pegal, menyambar ucapan Fredrick dengan cepat
Dengan cepat Fredrick bergerak untuk menuju Victoria tapi melihat tangannya yang masih terjerat tangan Calista, Fredrick langsung menarik kasar tangannya hingga tubuh Calista hampir jatuh dari kursi dengan tubuh besar dan mabuk Fredrick yang juga ikut limbung hampir mencium lantai jika tidak langsung di tahan dua kesatria yang ada di meja belakangnya.
Akhirnya, dengan langkah khas pria mabuk, Fredrick meraih tangan Victoria yang terulur, membawa tangan yang terasa dingin itu di bibirnya dengan lembut. Senyum tampanya langsung tercetak jelas di wajah mabuk Fredrick. Dengan tidak tahu di mana tempatnya berdiri Fredrick melepaskan begitu saja keinginannya. Mendaratkan ciuman-ciuman cepat di bibir Victoria lalu memeluk dengan erat tubuh Victoria yang hanya bisa terkesiap terkejut dan malu tanpa bisa bergerak dan memukul kepala pria sialan mabuk yang mendekapnya, yang sialnnya itu adalah suaminya.
"Kau wangi sekali sayang..." Fredrick melonggarkan pelukkannya untuk membuka mantel di bahu Victoria. Melempar mantel tidak berdosa itu ke lantai lalu menginjaknya sambil mendengus kasar. "Benda sialan itu membuat aroma mu rusak! Pria sialan mana yang berani memakaikan istriku mantelnya hah?!"
"Berengsek!"
Suara umpatan Jeremmy membuat seisi camp tidak mampu lagi menahan gelak tawa. Carl dan Keelft bahkan sudah terjungkal dari kursi sambil memegangi perut mereka.
Di dalam dekapan Fredrick, Victoria kembali menyadari sesuatu jika Fredrick, saat sudah berkumpul dengan pasukannya dan kesatrianya hanyalah seorang pria biasa tanpa gelar. Malam ini Victoria semakin meyakinkan itu dan dia menyukai pribadi Fredrick yang satu ini. Entah kenapa Fredrick terlihat lebih menarik di saat seperti ini, walaupun cangkang putra mahkotanya juga mempesona
Terlalu larut dalam pikirannya, Victoria hampir melupakan satu-satunya wanita yang ada di camp ini sebelum dirinya dan Diana tiba. Melihat keberadaannya sudah tidak ada di atas kursi membuat Victoria langsung melepaskan dekapan Fredrick yang sangat lengket dan tidak tahu malu
"Bash..."
"Hei aku ingin memelukmu Vic"
Dengan jengah Victoria memutar bola matanya dan menatap ke meja, dimana Keelft dan Carl sudah kembali bangkit dari lantai sambil menghabiskan sisa tawanya. Lucas dengan wajah memerah mengusapi ujung matanya dan Jeremmy yang.... sudah duduk di satu meja bersama Diana sambil saling tersenyum? Hm?
Victoria menutup mulutnya yang akan mengatakan sesuatu pada dua orang di meja itu saat Fredrick juga menarik wajahnya agar kembali lurus ke depan.
Kedua mata Victoria memicing curiga saat arah pandangnya akhirnya melihat wajah Frederick yang.... segar? sejak kapan? atau... memang sudah seperti itu?. Alis Victoria mengkerut sangat dalam hingga menyatu
Sudut bibir Fredrick berkedut geli melihat wajah Victoria yang sudah mencurigainya
"Kau tidak ma..."
"Aku mabuk Vic... Aku mabuk sayang, percayalah"
'Ohh... penipu sialan!'
Satu pukulan mendarat kuat ke bahu lebar Fredrick, Fredrick yang masih ingin bermain-main kembali memeluk Victoria dengan gaya pria mabuk. Victoria memutar bola matanya dengan malas
"Berhentilah berpura-pura Bash"
"Tidak bisa, ini menyenangkan"
__ADS_1
"Apa tujuanmu Bash? apa karna kau sedang menutupi sesuatu atau karna kau ingin kabur dari kemarahanku?"
"Baiklah..."
"Baiklah apa?"
Wajah Victoria sudah siap mengamuk dan menepis tangan Fredrick yang menyentuhnya sambil terus memundurkan langkah kakinya ke belakang
Fredrick mengangkat ke dua tangannya ke atas tanda menyerah
"Baiklah... Kita kembali dulu ok? Aku akan menjelaskan semuanya. Tolong sayang, jangan berpikiran buruk. Aku punya alasan"
Dengan anggun, Victoria menekuk lututnya untuk meraih mantel yang masih tergeletak di lantai. Membersihkan sebentar lalu mencoba merapikan. Jeremmy dengan panik segera menggeleng dan menundukkan kepalanya di depan Victoria.
"Your Highness.. Anda tidak perlu..."
"Terimakasih Jer"
Dengan pasrah Jeremmy meraih mantelnya yang sudah di sodorkan Victoria sambil melirik ke arah Fredrick yang sudah melipat ke dua tangannya di depan dada. Jeremmy tahu sekarang jika Fredrick yang memang tidak gampang mabuk atau sangat toleran pada alkohol itu sudah kehilangan rasa mabuknya. Sekarang Frederick sudah terlihat dalam mode kesadaran penuh.
Victoria menatap Fredrick sambip mengangkat tangan ke depan wajahnnya dengan jari telunjuknya yang bergerak ke depan dan kebelakang
"Mantelmu...."
Fredrick mengulum senyum dan segera melepas mantel bahkan jasnya. Victoria memutar bola matanya dengan jengah saat melihat aksi berlebih Fredrick. Ayolah... mantel saja cukup untuk memberikan kehangatan dalam perjalan dari camp ke istana. Saat Fredrick sudah mendekat mata Victoria menyempatkan untuk melirik tubuh dengan lekukan otot menonjol panas Fredrick yang hanya terbalut rompi maroon dan kemeja putih.
Kembali Fredrick mengulum senyum gelinya sambil memakaikan jas dan mantelnya pada tubuh Victoria, Fredrick berbisik
"Nanti aku akan menunjukkan semuanya dengan puas padamu tanpa tertutup apapun sayang. Jangan marah lagi ok"
Merasa tertangkap basah, wajah Victoria memanas dan semakin panas hingga dia menundukkan kepalanya karna malu. Fredrick terkekeh dan langsung mendekap tubuh Victoria dengan keadaan jiwa istrinya yang sedang malu luar biasa, bahkan Victoria tidak bisa membalas ucapan godaannya
"Ayo cepat kembali Bash"
"Oohh sayang... kau manis sekali"
\=\=\=💚💚💚💚
Yuk jejaknya jangan lupa di tinggalin
__ADS_1
Salam sayang semua✨