
Dengan santai dan acuh Albert berjalan melewati ruang rapat parlemen, ini masih pagi untuk beradu argumen dan benar saja, ruang rapat masih terdengar tenang.
Setelah berada di depan pintu parlemen utama, Albert membuka handle pintu dan pemandangan yang menyapannya segera membuat Albert dengan cepat membuka jam sakunya, merasa tidak terlambat, dengan acuh Albert menutup kembali pintu dan menatap ke dua saudara iparnya yang masih menatapnya dengan tajam.
"Apa?"
Thomas yang sudah menunggunya di depan meja memukul meja kerja Albert dengan sebuah kertas di tangannya, Albert melirik Charles yang menghembuskan nafas panjang dan kembali melirik Thomas yang ketenangannya terlihat sudah goyah hingga menyelipkan kedua tangannya di saku.
Merasa tidak akan mendapatkan jawaban, dengan malas Albert meraih kertas kecil yang di pukul Thomas ke atas meja. Saat kertas itu sudah di tangannya mata Albert membulat. Thomas segera berjalan menuju jendela dan menatap jauh ke luar jendela. Charles hanya menatap Albert dengan tajam dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada.
Albert menggeleng kuat
"Aku tidak memintanya mengirim pesan! demi laut Bedford! aku berani bersumpah"
Charles memijat tangannya dengan Thomas yang membuang nafas panjang.
"Ada dua pesan di sana Al"
Albert segera menatap Thomas dengan mengangguk, Charles ikut mengangguk dengan pasrah.
"Dia menemukan buntalan benang kusut dan...." Thomas berbalik menatap Charles dan Albert secara bergantian. "Dia ternyata bisa mengirim pesan ke luar"
Albert memejamkan matanya dengan khawatir
"Aku tidak tahu jika dia akan mengirim pesan dan ini tidak baik"
Thomas dan Charles segera mengangguk dengan rasa khawatir mendengar ucapan Albert.
"Nanti, kita harus mengingatkannya untuk tidak gegabah, ini berbahaya, bisa menemukan benang kusut saja sudah cukup berbahaya"
Mendengar suara Charles yang penuh rasa khawatir, Thomas hanya bisa memejamkan mata dan Albert langsung memijat pangkal hidungnya.
"Vic masih terlalu muda dan gegabah, kita harus membuatnya duduk manis dan cukup mencari informasi untuk dirinya sendiri"
Setelah Thomas mengatakan itu, hembusan nafas panjang mereka terdengar saling bersaut-sautan.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Diana meletakkan beberapa gambar gaun yang di serahkan madam Lailah, seorang designer ternama di ibu kota yang juga perancang khusus istana, dulu Diana pernah mendengar jika ingin memesan gaun yang khusus di buatnya, kau harus menunggu beberapa bulan bahkan bisa setahun.
"Lady Vic! aku membuat sebuah rancangan yang biasanya akan kau sukai!"
Dengan suara melengking dan centil madam Lailah meletakkan tiga gambar gaun buatannya, Victoria dengan malas mengamati gaun itu. Diana yang memperhatikan percakapan mereka yang akrab hanya mencoba mencerna situasi.
"Hhhmm... ya... kau selalu ingat keinginanku Lailah"
Madam Lailah terkekeh bangga
"Tentu saja! kau, Lady lembut Charlotte dan si Duchess yang cantik tidak terlalu suka kerutan dan banyak lipatan pada gaun kalian"
__ADS_1
Sambil menilai gambar gaun, Victoria tersenyum getir
"Kau benar Lailah"
Menangkap perubahan suasana hati Victoria, Lailah segera menutup mulutnya dan melirik Diana yang hanya menunduk.
"Baiklah... Baiklah!! kau harus kuat Lady Arathorn! bertahun-tahun aku melayani pesanan kalian, aku sudah tahu jika kalian Lady yang kuat!! Aku sangat menyayangimu"
Dengan centil dan bertenanga, madam Lailah memeluk bahu Victoria
"Terimakasih Lailah"
Lailah mengangguk dan kembali menatap wajah manis Victoria.
"Tapi aku tetap lebih sayang pada si sexy Lord Arthur.... Uuhh! mata hijau kebiruannya membuatku terasa panas! demi sutra terbaik Ross! bahkan dia belum matang!"
Diana mengulum senyumnya melihat gaya centil dan dramatis madam Lailah, Victoria hanya tersenyum sendu, terlebih ketika mendengar mandam Lailah yang masih menyebut Arthur dengan Lord
"Lailah, Bisa kau tunjukkan pakaian apa yang akan di pakai His Highness?"
Dengan berjalan melenggok dan tangan yang selalu terangkat Lalilah mulai membuka kotak gambar rancangannya.
"Wait... aku coba cari"
Braakk!!
Suara kotak di balik kasar membuat Victoria segera menoleh ke madam Lailah, Diana terkesiap, cukup terkejut dengan suara yang mengaung di tengah ketenangan mereka. Madam Lailah membongkar seluruh kertas ke atas lantai, sesekali decak kesal dan tangan tidak sabarannya membuat suasana menjadi ramai.
Dengan cepat madam Lailah berlarian mendekat pada Victoria yang sudah tersenyum.
"Ini, di bagian ini di jahit dengan sutra berwarna biru gelap dan ini di jahit dengan benang emas sutra yang padat, His Highness sexy itu sendiri yang memilih"
Victoria mengamati pakaian khas militer untuk acara resmi yang di pilih Fredrick, sangat elegant dan cukup simple tapi juga kesan mewah akan terasa saat benang sutra berwarna mencetak tubuh kekarnya, Victoria bisa menyimpulkan jika Fredrick sangat paham bagaimana cara membuat dirinya semakin terlihat luar biasa.
"Baiklah Lailah, kau membawa gaun yang bisa sesuai seleraku kan?"
"Tentu saja manis.... aku ambil dulu ya"
Cukup lama Victoria menunggu madam Lailah membuka dan merapikan gaun yang dia bawa hingga beberapa gaun sudah di tangannya dan asistennya, Victroria segera berdiri.
"Langsung coba saja"
"Ok manis! yang mana duluan hhmm?"
Victoria mengamati warna gaun yang telah di pilih sendiri oleh madam Lailah dan pilihannya pada gaun yang berwarna senanda dengan pakaian militer Fredrick
Setelah memilih pilihannya, Victoria yang di bantu Diana memakaikan gaun segera ke luar untuk menunjukkan pada madam Lailah
__ADS_1
Mata madam Lailah membulat hingga hampir melompat, mulutnya terbuka lebar setelah itu suara gaduh tepukan tangan dan tawa bangganya memenuhi ruang tamu istana selatan.
"LADY VICTORIA KU SAYANG!!! SELALU DAN SELALU LUAR BIASA!!! AAWW!! LIHATLAH GARISS MEWAH ARATHORN DAN RUBENS MU INI...!!!"
Diana terkekeh geli mendengar dan melihat tingkah madam Lailah yang sangat dramatis, bahkan suaranya menggelegar hingga ke luar ruangan.
"Berarti ini saja Lailah, aku malas untuk mencoba yang lain"
Dengan dramatis madam Lailah mengibas-ngibaskan tangannya
"Ini sempurna manis! kau sengaja memilih warna yang cocok ya untuk calon tunanganmu yang sexy dan uuhh panas itu...hhmm????"
Melihat madam Lailah yang mencoba menggodanya sambil mengerling genit Victoria menatap dengan datar dan mengedipkan bahunya acuh.
Madam Lailah masih terpesona dengan gaun dan Victoria di depannya, hingga dia hampir melupakan sesuatu.
"Ya Tuhanku! ini tinggal seminggu lagi...!!sarung.. sarung... sarung tangan!! bagaimana ini?? aku belum membuatnya! aku lupa!!! aku tua!!"
Kali ini Victoria terkekeh geli dan menatap madam Lailah yang sudah berjalan mondar mandir sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Tidak perlu terlalu panik Lailah, jika kau punya sarung yang bagus itu cukup"
Lailah segera berlarian kecil untuk membongkar kotaknya, lalu pekikkannya kembali terdengar
"Aku tidak punya sarung tangan yang berwarna itu Lady Vic! bagaimana ini??!! aku tua! bagaimana ini!!"
Victoria mencoba ikut melihat isi kotak sarung tangan madam Lailah, di sana banyak sarung tangan mewah dengan bordiran rumit, semua warna kebanyakan pastel yang akan kontras dengan warna gaunnya sekarang tapi,
"Yang kuning ke emasan itu sewarna dengan bordiran gaunku dan benang His Highness"
Madam Lailah membulatkan mulutnya dengan dramatis dan mengangkat tinggi-tinggi sepasang sarung tangan yang di tunjuk Victoria, lalu menempelkan ke bordiran gaun Victoria. Senyum lebar madam Lailah terbit.
"Kau Lady manis yang dingin memang selalu cerdas Lady Victoria!!!"
Victoria melirik Diana yang hampir terjungkal karna tertawa dan kembali menatap madam Lailah yang sudah melompat-lompat dengan bangga.
"Lady Vic! dengan sedikit bordiran yang ku jahit kau akan menjadi The Goddess di pesta pertunanganmu!! ingat! aku ingin kau cukup tidur, jangan mengurangi makan karna kau sudah perfect! tenaga itu perlu! dan yang terpenting jangan setress biar wajah manismu ini semakin bersinar terang mengalahkan cahaya bulan!! Tralalaaa... Tralalaa..."
Victoria hanya tersenyum tipis dengan perasaan dan pikiran yang hanya dia yang tahu.
๐รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท๐
Hallo readers... terimakasih karna sudah mampir dan masih berminat untuk lanjut membaca....
(((Ps: Sudah nyoba nyari gambar sketsa design yang keluaran jaman tempoe doeloe, tapi ga nemu yang bagus dan sesuai khayalan eikee... jadi gpp ya pake foto masa sekarang, semoga bisa di maklumi)))
Kalau suka dan bersedia tolong like, komen, bintang dan lope-nya yaa...
__ADS_1
Salam sayang semua โจโจ