
"Tentu saja Earl Albert, anda bisa mempercayakan keponakan anda yang manis ini pada saya"
Fredrick menjawab dengan halus dan tenang, meski senyum di bibirnya sudah pudar terlebih saat matanya melirik Calista yang sudah berjalan ke arah pintu keluar selatan aula.
"Baiklah... silahkan menimati pesta rekan-rekanku"
Suara Raja George yang berkumandang membuat semua leher tamu yang tadinya menegang akhirnya kembali bergerak. Victoria hanya bisa mengulas senyum tak rela ketika keluarganya satu persatu menjauh dari hadapannya, dia ingin melompat dan memeluk salah satu dari mereka, hanya satu, salah satu saja rasanya sudah lebih dari cukup tapi, statusnya di tempat itu sekarang bukan bagian dari 'Powerful Family' tapi calon mempelai Putra Mahkota atau yang sebenarnya seorang, tawanan.
Victoria membuang nafas panjang.
"Kau lelah?"
Victoria melirik ke si 'penghalang kebahagiaanya', entah seperti apa jenis lirikan tidak bersahabat yang di berikan Victoria karna, suasana hatinya sekarang sudah sangat kesal.
"Tidak Your Highness, apakah anda lelah? anda terlihat gelisah"
Benar, Fredrick sedikit gusar bahkan sudah beberapa kali dia menegakkan bahunya, setelah berhadapan dengan 'Powerful Family' terlebih Earl Albert kepalanya juga harus berpikir tentang seseorang yang barusan memberikan sinyal untuknya
"Eemm... aku sepertinya butuh ke kamar kecil, apa kau tidak masalah ku tinggal sebentar?"
Victoria mengeryit, bola matanya langsung bergerak-gerak mencari keberadaan kepala berambut merah tapi, dia tidak menemukannya bahkan Jeremmy yang sedari tadi setia berdiri dengan gagah di samping meja minuman telah hilang. Fredrick menyadari pergerakan pengintaian mata Victoria, seutas senyumnya terbit, kepalanya sedikit menunduk agar bibirnya berada tepat ke telinga Victoria untuk berbisik.
"Atau kau ingin ikut?"
Victoria menjauhkan kepalanya dengan cepat saat nafas hangat Fredrick membuatnya meremang.
"Apa anda akan lama?"
"Apa kau ingin aku lama?"
Satu alis cantik Victoria menukik tajam
"Yaa..."
Fredrick terkekeh
"Kalau begitu aku tidak akan lama"
Victoria mencebik kesal, Fredrick kembali terkekeh dan melepaskan lingkaran tangan mereka yang mengait, sebelum pergi Fredrick meraih punggung tangan Victoria dan menciumnya singkat, alih-alih mendorong wajah Fredrick agar segera pergi, Victoria hanya diam dan membiarkan saja, karna ekor matanya tanpa sengaja menangkap Earl Albert yang pergi menuju pintu keluar taman setelah sebelumnya menggerakkan jari telunjuknya pada Victoria
Victoria menatap punggung Fredrick yang mulai menjauh, beberapa kali Fredrick masih menoleh padanya sambil tersenyum, ada perasaan tidak rela ketika dia di tinggalkan seperti tidak berharga, mendapat perlakuan seperti itu membuat harga dirinya tergores, ada perasaan kesal yang dia rasakan ketika harus menjalani nasipnya yang akan terikat dengan Pangeran Cabul, jika saja Putra Mahkota tidak seburuk dia, mungkin Victoria akan mencoba berteman baik.
Victoria kembali membuang nafas panjang, matanya bergerak-gerak mencari keberadaan Raja George yang ternyata sedang sibuk bercengkrama dengan sekutunya, kesempatan itu dengan cepat dia gunakan untuk menuju balkon taman.
-00-00-
__ADS_1
Fredrick dengan langkah lebar dan cepat mengikuti Jeremmy yang mengarahkannya untuk menuju gudang dapur istana, kepalanya terus bergerak-gerak melihat keadaan sekelilingnya yang gelap dan sepi.
"Your Highness"
Fredrick yang mendengar suara Jeremmy segera menggeser pintu gudang
"Jaga sebentar Jer, aku janji hanya sebentar"
Jeremmy hanya mengangguk pasrah, ini bukan yang pertama kalinya dia berada di situasi yang seperti sekarang, meski kali ini Fredrick berjanji hanya sebentar, tapi tetap saja, setelah mengalami banyak pengalaman dia tidak percaya jika di dalam gudang itu tidak akan terjadi de**han dan eraman menjijikan.
"Baik Your Highness"
Fredrick melangkah masuk dan menggeser kembali pintu, setelah pintu tertutup bunyi pintu terkunci mengikuti.
"Fredrick!!!"
Calista yang menyadari kedatangan Fredrick segera berlari dan melompat hingga melingkarkan kakinya ke pinggang Fredrick. Fredrick yang sudah sangat sering mengalami ini telah siap menangkap tubuh sintal yang menyerangnya.
"Kenapa kau masih ke istana Calista!"
Calista mengabaikan bentakan Fredrick, dengan geram dan kesal bibir tebal merekahnya segera m*lum*t dengan kasar bibir Fredrick, awalnya bibir itu hanya diam tapi dengan serangan Calista yang panas dan sensual akhirnya bibir itu membalas, suara lu**tan dan hisapan keras mereka mulai semakin kuat, dengan tergesah Calista meraba semua yang bisa dia raba di tubuh atletis Fredrick, hingga tangannya hendak mencapai ke antara kedua kaki Fredrick, tangannya segera di tangkap dengan cepat.
"Kita hanya bicara Calista"
"Kau yakin Fred?" Calista terkekeh dan mengangkat gaunnya hingga semakin ke atas. "Ini sudah sebulan kita tidak bermain"
Fredrick membuang wajahnya sambil berkacak pinggang
"Kenapa kau masih ke sini?"
Calista yang melihat jika Fredrick sangat serius akhirnya berdiri, untuk membersihkan gaunnya serta merapikan rambutnya yang selalu akan dia gerainya terlebih di saat-saat seperti ini, karna jika tidak, dia akan kesulitan merapikan gulungan rambutnya setelah Fredrick meremas atau menjambak rambutnya, ooh... Calista sangat merindukan kegiatan itu.
"Kenapa memangnya jika aku ke sini?, atau hanya aku yang merindukannmu? terlebih..." Calista menjeda dan berjalan mendekat pada Fredrick sambil mengerling. "Terlebih saat kau berada di dalamku"
Dengan sigap Fredrick memundurkan kakinya dan menatap Calista dengan tajam
"Apa kau ingin aku kehilangan segalanya?"
Calista mematung
"Tidak... bukan begitu mak....."
"Jika memang tidak, berhentilah datang ke sini Calista, aku akan keluar untuk bertemu tapi tidak di istana, ayahku sudah lepas tangan yang artinya........" Fredrick menjeda dan menangkup wajah Calista dengan satu tangannya. "Yang artinya sedikit saja serangan mengarah padaku, aku akan langsung jatuh ke lumpur" Fredrick melepaskan tangannya dan berdesis tajam.
"Mengerti?"
__ADS_1
Calista mengeram kesal
"Aarrggh!! Tahta! tahta dan tahta! tidak bisakah kau tinggalkan saja semua itu dan bersamaku tanpa seperti ini?! kita bisa hidup biasa Fredrick! menikah, memiliki anak dan keluarga kecil yang bahagia! lupakan semuanya!!"
"DIAM!!!"
Fredrick mengepalkan tangannya, kali ini kedua bola mata abu-abu itu menatap Calista dengan dingin hingga punggung Calista merasa menggigil.
"Aku tidak akan kehilangan segalanya lagi! tidak akan ku biarkan semua yang ku miliki di rebut oleh mereka lagi"
Arah pandang Calista mulai buram, bibirnya bergetar, ini sudah puluhan ribu kalinya dia mendengar semua ini, tapi tetap saja rasanya seperti baru, selalu menggores hatinya.
"Walaupun kau harus kehilanganku Fred?"
Fredrick membuang nafas panjang ketika dia menangkap jika Calista akan menangis, batinnya berat dan perasaannya campur aduk, pikirannya terasa ingin meledak tapi dendamnya tetap membabi buta.
"Aku hanya minta kau sabar Calista" Suara Fredrick melemah. "Sabarlah hingga semuanya selesai, apa kau tahu? aku bahkan sudah menyiapkan sebuah tempat untukmu nanti, tapi itu nanti saat semuanya sudah ku genggam"
Fredrick meraih tubuh Calista yang sudah bergetar, isak tangisnya mulai semakin kuat.
"Kenapa aku yang harus selalu menjadi seperti ini Fred? kenapa bukan aku yang menemanimu untuk meraih semuannya? kenapa bukan aku yang nanti akan menyandang namamu? Aku takut kau akan berpaling dariku"
Fredrick menguraikan pelukannya dan menatap kedua bola mata coklat Calista yang sudah basah, dengan lembut jarinya menghapus air mata yang sudah membasahi kedua pipi Calista.
"Maafkan aku"
Hati Calista berdesir nyeri, bukan, bukan karna suara lirih dan penuh permohonan maaf dari Fredrick tapi, kenapa tidak ada penyangkalan yang terucap dari Fredrick? kenapa tidak ada lagi janji meyakinkan yang terucap di mulutnya? kenapa? bagian mana yang di lewatkannya? bagian mana yang salah? atau....... bagian apa yang sudah berubah?
Calista harus meyakinkannya lagi
"Apa kau masih mencintaiku Fred?"
Fredrick mengalihkan tatapannya dan kembali memeluk Calista
"Aku mencintaimu"
Tangis Calista pecah
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Hallo readers.... terimakasih banyak sudah mau mampir dan masih setia untuk lanjut membaca....
Jika berkenan di mohon like, komen, bintang dan lope-nya yaa....
Salam sayang semua✨✨
__ADS_1