Behind The Castle

Behind The Castle
**WHERE ARE YOU?**


__ADS_3

Entah sudah beberapa lama Victoria memutar-mutar gelas anggur merah di tangannya tanpa sedikitpun menyesap ke dalam mulutnya. Entah sudah berapa lama juga Victoria memunggu kedatangan suaminya yang sepertinya tidak akan lagi ke aula setelah pamit untuk ke luar.


Sepanjang jamuan membosankan ini, dirinya yang malang harus mengahadapi pertanyaan dan menjamu para tamu tanpa adanya pemilik istana. Raja George yang kurang sehat memilih untuk tidak hadir. Ratu Elisabeth sudah kembali ke Larina bersama Henry dan Fredrick suaminya, sudah menghilang sesaat setelah menu penutup di bidangkan. Sangat tidak sopan dan menggores harga diri Victoria.


Para Ladies mulai saling melirik dan berbisik melihat keadaannya yang menggenaskan. Entah berapa lama Victoria harus bertahan. Belum juga melewati malam hari mendapatkan gelar baru tapi, dia sudah harus menerima semua sampah memuakkan ini.


Jamuan terus berlanjut, berjalan seiring waktu yang juga terus berlalu dengan menertawakannya. Hingga akhirnya Victoria yang di temani Earl Xenas, Marquess Mincheas mulai menuntun langkah para bangsawan yang pamit untuk undur diri.


Victoria tersenyum getir pasa Ivon yang tersenyum sendu menatapnya dari jauh. Hanya aunty Ivon-nya yang bersedia hadir pada jamuan walaupun saat pemberkatan pernikahannya keluarganya datang dengan lengkap. Mereka sangat jelas memberikan pesan tidak akan pernah ingin berhubungan dengan kerajaan meski sudah mengikat Victoria. Ego keluargannya sudah tembus melebihi langit.


Dengan berat hati, Victoria terus menatap punggung aunty-nya yang semakin menjauh menuju kereta kudanya. Ingin rasa berlari dan memelukknya sambil berteriak. Apakah keputusannya sudah benar untuk menikah?


"Apa kabar Your Highness Putri Victoria?"


Victoria langsung memutar tubuhnya untuk menatap arah suara yang dengan berani menyapanya dari dekat. Saat wajah itu sudah terlihat Victoria menurunkan arah pandangnya pada tangan pria itu yang menggantung di udara. Satu alis Victoria menukik


"Ini bukan pertemuan pertama Kita Baron Gafton"


Tanpa perlu berbasa basi, Victoria langsung menolak uluran tangan gentleman Adam. Victoria sangat tidak ingin jika tanganya di kecup di bibir pria paruh baya di depannya.


"Aahh benar sekali Your Highnesss tapi ini perkenalan kita dengan gelar anda yang baru"


"Baron...." Raut wajah Victoria berubah tajam dan menatap Adam penuh selidik. "Katakan dengan cepat maksut anda. Aku tidak ingin membuang waktuku hanya untukmu"


Tangan Adam terkepal meski mulutnya terkekeh tanpa rasa humor


"Baiklah Your Highness... tadinya saya ingin berbincang tapi sekarang sebaiknya memang anda istirahan terlebih..." Adam tersenyum penuh makna dan menatap Victoria dengan mencela. "Your Highness Pangeran Fredrick pasti sudah menunggu anda"


Tanpa perlu menunggu dan berniat untuk menjawab mulut Adam. Victoria dengan cepat berjalan melewatinya dan menuju ke kamar istana utama. Jeremmy dan Diana dengan tergopo-gopo mengikuti langkah Victoria yang cepat dan terkesan menyedihkan.


Menyedihkan karna, Victoria pasti sudah sadar sekarang jika Adam hanya sendiri saat jamuan makan malam, lebih tepatnya sendirian saat hidangan penutup datang setelah sebelumnya di temani putrinya, Calista. Semua waktu tepat, semua alur lengkap. Fredrick keluar di susul Calista dan hingga sekarang mereka belum kembali dengan Jeremmy yang tidak bersama Fredrick.


Segala pikiran menjijikkan menekan isi kelapa Victoria. Apakah mereka sedang b*rciuman? apakah mereka sedang b*rcinta? apakah mereka sekarang sudah tidur setelah b*rcinta? Yahh Tuhan... tidak mungkin Victoria bisa berpikiran bersih terlebih setelah dia mendapatkan seluruh pelajaran kedewasaan dan pelajaran untuk menjadi istri. Bahkan pemberkatan pernikahan mereka belum ada melewati malam hari tapi suaminya sudah menghilang entah kemana yang kemungkinan besar sedang bersama kekasihnya.

__ADS_1


"Your Highness... His Highness hanya sedang menenangkan pikiran saja. Dia tidak akan melakukan hal buruk dan berdosa. Ini hanya kebetulan"


Di tengah koridor kamar Victoria di sela-sela langkah mereka yang cepat dan menyedihkan, Jeremmy yang merasa tidak tahan lagi melihat wajah terluka dan menyedihkan Victoria membuka suaranya meski Victoria tidak berniat untuk menjawab dengan selalu memasang wajah datar dan dinginnya tapi Jeremmy sudah cukup bisa membaca suasana hati Victoria yang sebenarnya.


Diana yang juga ikut prihatin hanya bisa mengepalkan tangannya sambil melirik Jeremmy dengan tajam. Jeremmy mengumpat dalam hati, mengumpati Fredrick yang entah sedang di mana dan bersama siapa terlebih karna menempatkannya di posisi sekarang. Demi jodoh Jeremmy yang belum terlihat! Setelah ini dia benar-benar akan memukul seorang putra mahkota jika benar si pria tolol itu sedang bermain gila bersama j*langnya.


Langkah mereka terhenti saat Victoria tiba-tiba berhenti saat sudah melihat pintu kamarnya. Dia hanya berdiri diam di tengah koridor dan memandangi pintu. Diana melirik Jeremmy yang juga sudah meliriknya dengan pandangan saling bertanya dalam bingung. Wajah datar dan dingin Victoria terus tergurat di wajah manisnya, ketidak adaan raut wajah di wajah Victoria membuat Jeremmy bingung untuk membaca apa yang sekarang sedang di pikirkan Victoria dengan berdiri mematung dan hanya menatap pintu kamar


"Your Hi....."


"Jeremmy..."


"I-iya Your Highness"


Entah kenapa Jeremmy menjadi gugup saat ucapannya di sambar Victoria dengan memanggil namanya datar


"Kau bilang Fredrick sedang menenangkan pikiran kan?"


"Benar Your Highness. His Highness sedang kalut di mulai setelah.." Ekor mata Jeremmy melirik Victoria yang hanya diam. "Kejadian merpati itu"


"Di mama biasanya dia pergi saat sedang kacau?"


Kembali Jeremmy meneguk ludahnya saat Victoria sudah memutar tubuhnya dan menatap dengan lekat wajahnya.


"Biasanya His Highness akan berkuda, pergi ke camp.............."


Nada menggantung Jeremmy membuat Victoria menaikkan kedua alisnya


"Dan?"


"Ha-hanya itu Your Highness, ya hanya itu"


Demi jodohnya yang belum terlihat! tidak mungkin dia menyebutkan ke mana lagi tempat terkutuk yang akan Fredrick datangi saat sedang dalam suasana hati dan pikiran kalut. Dia bisa membuat acara pembunuhan malam ini.

__ADS_1


"Bawa aku ke camp"


"Pardon Your Highness?"


"Camp Jeremmy"


Dengan mulut yang menjadi gagap dan isi kepala yang menjadi lambat. Jeremmy segera menuntun langkah mereka dengan cepat terlebih sepertinya, Victoria akan mengamuk.


"Saya akan mengambil mantel anda Your Highness"


"Tidak perlu Di"


Diana yang baru akan melompat dan menerjang koridor untuk mengambil mantel secepat yang kakinya bisa segera membatalkan segala rencananya


"Sekarang semakin dingin Your Highness... Gaun anda cukup rendah"


Tanpa terlihat sedikitpun ingin menjawab, Victoria berjalan cepat hingga membuat Jeremmy harus mempercepat langkahnya yang berjudul awal menuntun bukan di tuntun.


Saat mereka sudah keluar istana, benar saja udara sangat dingin hingga Victoria mengusap tangannya. Jeremmy dengan sigap segera berhenti sejenak untuk melepas matelnya lalu menyerahkan pada Diana. Diana tersenyum tipis sambil mengangguk melihat betapa gentleman-nya Jeremmy. Dengan cepat Diana melampirkan mantel Jeremmy ke bahu Victoria.


Akhirnya setelah melewati angin malam musim salju dan ikut meerima jatunya bintang salju mereka masuk ke dalam gerbang camp. Dengan anggun meski kedinginan dan kakinya yang mulai saki, Victoria masuk ke dalam camp utama. Tempat biasanya kesatria berkumpul ketika sedang bersantai atau makan.


Suara gelak tawa menyambut mereka saat sudah berada di depan pintu terbuka. Victoria menarik nafas untuk menenangkan diri dan berharap semoga tebakannya benar


Melebarkan dan mengedarkan arah pandang langsung ke segala sudut ruangan adalah hal pertama yang di lakukannya saat kakinya menginjak lantai ke dalam camp utama. Gelak tawa dan celotehan ala gentlemen mengisi suara seluruh ruangan. Hingga kedua bola matanya mendapati apa yang dia cari.


Diana hanya bisa memejamkan mata mereka dengan pasrah. Jeremmy kembali mengumpat dalam hati


\=\=\=💜💜💜💜


Yuk jejaknya jangan lupa di tinggalin..


Salam sayang semua✨

__ADS_1


__ADS_2