Behind The Castle

Behind The Castle
**AFTER WAR END IV**


__ADS_3

Suasana kemenangan masih terasa di penjuru kerajaan dan istana. Para rakyat kecil yang ikut berbahagia sampai membuat pesta kemenangan sendiri di dalam rumah mereka masing-masing. Di kalangan ton, mereka membuka pintu kediaman mereka untuk mengundang tamu dan berpesta dengan judul, perayaan kemenangan Francia. Mereka berlomba-lomba untuk mencari perhatian Raja dan Ratu muda Francia. Dan itu semua masih belum cukup mengejutkan ketika kerajaan di berbagai benua pun ikut mencari perhatian dan ikatan persahabatan dengan Francia. Francia, kerajaan terkuat dan mengerikan di eropan saat ini.


Berita tentang kekuatan prajurit dan kesatria yang di miliki Francia sudah terdengar di penjuru dunia. Bagaimana tidak, Francia bukan kerajaan yang besar, bahkan bisa di bilang kerajaan yang cukup kecil dengan luas wilayah yang juga tidak luas tapi, di tempat kecil ini lah mereka menyimpan banyak berkat harta karun terlebih orang-orang hebat yang sangat di kagumi dan di puji-puji.


Ceremony pengangkatan untuk pengenalan Raja dan Ratu baru sah Francia sudah terlaksana beberapa hari yang lalu. Petinggi istana cukup terkejut melihat banyaknya keluarga kerajaan di seluruh dunia yang bersedia datang. Mereka seolah ingin ikut merayakan kemenangan kerajaan itu. Dan yang paling jelas, mereka sedang berusaha menjalin hubungan baik


Vancia bukanlah kerajaan kecil dan bukan kerajaan kacangan. Vancia adalah kerajaan yang di pimpin mendiang Raja Jarvis dengan kekuatan kuat dan salah satu kerajaan terkaya. Tapi, dengan sekali pergerakan melawan, kerajaan itu langsung tumbang bahkan, cerita tentang kebengisan dan kehebatan bagaimana Raja Francia yang berhasil menjatuhkan istana Royal dan memotong sendiri leher mendiang Raja Jarvis dengan hanya membawa beberapa orang, sudah menjadi sejarah paling menarik untuk di jadikan panutan kekuatan pasukan di banyak kerajaan lain.


Kekuatan prajurit dan taktik menyerang dengan cara brilian Francia sudah terpampang jelas di dalam buku-buku sejarah dan menjadi kiblat militer mendunia. Sejarah baru mengatakan jika Raja Fredrick adalah Raja terbaik yang pernah di miliki Francia. Raja yang terkenal tampan, cerdas dan santai itu sekarang di kenal dengan sebutan, ular hitam penakluk singa para Raja. Ular penjaga pedang paling berbisa yang pernah di miliki Francia.


Semua kemenangan dan semua keagungan yang di miliki Francia sekarang juga tidak lepas karna adanya Ratu muda mereka. Cerita tentang bagaimana seorang Ratu muda yang mampu memimpin serangan dan mampu menumpas separuh lebih pasukan musuh yang menyerang istana Rembrantd hanya dengan mengandalkan kekuatan yang bahkan sangat jauh jumlahnya dari separuh pasukan Vancia saat itu, juga menjadi rolle mode para wanita di penjuru dunia. Ratu anggun, cantik, kuat dan cerdas selalu di sebutkan untuknya dan sekarang namanya sudah ikut tertulis di dalam buku sejarah sebagai jajaran Ratu-ratu pendamping terbaik di dunia, dan nama Ratu luar biasa itu adalah, Ratu Victoria. Ratu dari keturunan bangsawan terkenal berdarah Arathorn dan Rubens. Dua keluarga bangsawan yang juga cukup terkenal di benua eropan karna selama ini memiliki andil dalam perdagangan dunia.


Tapi, semua keagungan, puji-pujian dan kehormatan di mata dunia sangat berbanding terbalik dengan gambaran kenyataan yang terlihat sekarang. Bagaimana tidak, Raja dan Ratu yang pada masa sekarang sangat terkenal itu... sekarang sedang berdebat hebat hanya karna perban-perban pembalut luka.


"Fredrick hentikan!"


Fredrick masih acuh dan terus mengikatkan perban dengan cara kasar ke pinggang Carl. Carl yang malang sedang di rawat mendadak oleh Raja tersohor Francia yang sedang penuh api kecemburuan. Raja pecemburu harusnya ikut di sematkan pada nama tengah Fredrick dalam buku sejarah. Ular hitam pencemburu penakhluk singa para Raja.


Victoria kembali menarik jubah Fredrick saat kembali melihat Carl menahan agar tidak meringis karna pergerakan kasar Fredrick.


"Ku bilang hentikan Fredrick! Carl kesakitan! kau kasar sekali!" Kembali Victoria menarik jubah tebal dan berbulu milik Raja yang sekarang selalu di kenakan Fredrick, karna Victoria tidak tahan saat melihat Carl menahan pekikkan sakitnya. "Aku bilang biar aku saja! kau itu kasar sekali padanya Fredrick!"


Wajah Fredrick semakin memerah, sangat merah hingga rahangnya mengeras. Dan raut wajah itu langsung membuat Carl kembali meneguk ludah dengan kasar sambil menahan sakit karna pergerakan kasar Fredrick yang membalut lukanya. Sungguh, bukan salah Carl jika Victoria datang tiba-tiba ke ruang perawatan para kesatria dan tiba-tiba menbantu merawatnya. Dan sungguh, Carl lebih baik tertusuk pedang dari pada harus di hadapkan menjadi tersangka dan penyebab kecemburuan buta Rajanya


"FREDRICK!!!"


Kali ini teriakan Victoria membuat semua kesatria hanya bisa bergindik sambil membuat kesibukan mendadak. Jeremmy langsung merapikan perbannya yang sudah rapih. Keelft dan Gregory yang sudah selesai saling membersihkan luka mereka, kembali mengulangi saling bersih-bersih luka yang entah kapan akan selesai. Farel dan Xander langsung menjadi buta dan tuli, seluruh indra di tubuh mereka seolah mati, mereka memilih dan memaksakan diri untuk tidur nyenyak seperti mayat dalam keadaan ruangan yang penuh suara peringatan Victoria. Lucas terus sibuk menggosok baju besinya yang entah untuk apa gunanya, apa Lucas berniat berperang lagi?. Sungguh, pemandangan itu membuat Edward ingin tertawa tapi juga kesal. Tertawa karna kemalangan para anak didiknya, dan kesal karna Raja pencemburu mereka.


Tubuh dan tangan Fredrick sekarang menuju ke punggung Carl yang penuh goresan pedang. Luka cukup dalam, masih basah dan masih berdarah tapi, dengan acuh Frederick menyiram daging teriris itu dengan cairan pembersih, antiseptik. Dan saat air mengguyur luka segar itu


"Auu!!"


Fredrick melotot pada Carl yang di anggapnya sedang mencari perhatian dan pura-pura kesakitan hanya karna luka goresan di siram antiseptik. Dan kesakitan jujur Carl itu hanya membuat tekanan di tangan Fredeick pada luka Carl semakin kuat.


Victoria yang terus ikut meringis karna melihat wajah Carl kali ini sudah benar-benar tidak tahan lagi. Tangannya dengan cepat menepis tangan Fredrick


"Kau menyakitinya sialan!"

__ADS_1


"Jangan mengumpatiku Ratu!"


"Kau memang sialan! Raja sialan!"


"Jangan memancing ku untuk marah Vic!. Kenapa kau terus perhatian dan membelanya hah!!!"


Dahi Victoria mengeryit, otaknya berpikir keras. Memang apa salahnya dia perhatian dan membela subyek-nya? Lagi pula para kesatria yang terluka itu milik Fredrick. Mereka pahlawan Francia dan teman-teman Fredrick!


"Kau sangat aneh Fredrick! Raja Aneh dari Francia!"


"Kau Ratu genit dari Francia!"


"Sering-seringlah bercermin Fredrick!"


"Kenapa aku harus bercermin? aku bukan pria genit"


"KELUAR FREDRICK!!!!"


"Ini kerajaanku, semua istana miliku!"


Darah di setip sel seluruh tubuh Victoria mendidih, Kepalanya sudah siap meledak dan,


"Sialan!"


Victoria langsung menendang tulang kering Fredrick dan itu... sakit. Hingga Fredrick berdiri tertatih dan mengumpat


Dan... pemandangan Raja 'bengis' Francia dan Ratu 'anggun' Francia, sangat menunjukkan 'kenyataannya' sekarang


Edward tergelak tawa hingga terjungkal dari kursinya. Tomy yang selalu datar dan dingin tersenyum tipis sambil menatap raut wajah bodoh teman-teman satu timnya. Wajah mereka terlihat seperti habis terkena serangan jantung karna melihat Raja dan Ratu mereka bahkan,


BUGHH!!


"Jangan mengumpatiku Raja aneh!"


Sekali lagi Ratu 'anggun' mereka melayangkan tendangan di tulang kering Raja 'bengis' dan 'cerdas' mereka


"Ini sakit Vic... kakiku patah... tolong aku"

__ADS_1


Dengan cara dramatis Fredrick menjatuhkan bokongnya ke lantai di tengah-tengah suara tawa menggelegar Edward dan raut wajah bodoh kesatriannya.


"Jangan kekanakan Fredrick. Itu tidak lebih sakit dari semua luka-luka para kesatriamu"


Mata Fredrick langsung melotot hingga hampir melompat keluar dari tempatnya.


"Kau memang Ratu genit!"


Victoria mengerang emosi dengan dada naik turun penuh kesal


"Kau ingin kepalamu ku tendang hah!"


Carl menutup matanya dengan kuat sambil menahan nafas. Sungguh... dia sangat takut sekarang. Para kesatria lain langsung kembali membuat kesibukan mendadak mereka sambil membutakan mata dan menulikan telinga mereka. Edward masih tergelak tawa di atas lantai, Tomy kembali tersenyum tipis sambil menggigit biskuitnya


"Sekarang keluar Fredrick! jangan mengacau di sini"


Raut wajah Fredrick di buat menjadi sesedih mungkin, dan menatap Victoria dengan sangat memelas dramatis


"Kakiku sakit sayang, aku tidak bisa bangun. Lihatlah... Sepertinya ini sudah patah dan aku tidak bisa berjalan lagi. Aku sudah lumpuh. Tolong rawat kakiku"


Victoria memutar bola matanya dengan malas dan mendengus seperti kuda liar.


"Jangan kekanakan Fredrick. Keluarlah aku akan merawat Carl"


Ucapan Victoria membuat mata terpejam Carl langsung terbuka dan terbelalak


"Tidak Your Majesty, luka saya sudah sembuh sekarang. Saya sudah sangat sembuh"


Sembuh? yang benar saja... Carl adalah kesatria yang paling banyak mendapatkan luka. Dan kenyataan itu membuat Tomy yang selalu diam dan dingin langsung menyambar ucapan Carl.


"Lancang jika menolak keinginan Ratu Carl. Jangan tidak sopan. Ratumu sedang memberikan perhatiannya"


Ohh.. Tomy benar-benar menyiram minyak ke dalam kobaran api. Lihatlah bagaimana kilapan kedua mata abu-abu itu sekarang. Carl sepertinya harus mempercepat menulis surat wasiatnya


\=\=\=💚💚💚💚


Fredrick menye-menye banget dahh. lol.

__ADS_1


Ayukk jejaknya yukk


Salam sayang semua


__ADS_2