
Tangan kecil dengan warna putih pucat itu terus membelai perutnya yang semakin lama semakin membesar. Masih duduk di tempatnya, arah padang kedua bola mata sehijau daunnya terus menatap pintu lain selain pintu keluar kamarnya. Entah sudah dari kapan, Victoria terus menunggu dengan duduk sabar seperti yang di lakukannya sekarang, menunggu pintu itu terbuka tapi, pintu itu masih tidak juga terbuka
Tok tok tok
"Your Highness"
"Masuklah Di" Tanpa merubah arah pandangnya dan tanpa menghentikan pergerakan tangannya, Victoria membiarkan Diana masuk dengan langkah yang terdengar terburu-buru. "Apa apa Di?"
Dengan nafas yang masih terengah, Diana menatap Victoria yang tampak tenang tak bergeming
"His Highness, Vic. His Highness ternyata sudah di istana!"
"Aku tahu"
Diana mengeryit sambil menatap Victoria, lalu mengikuti arah pandang Victoria yang tidak juga berubah. Pintu pengbuhung kamarnya.
"Sesuatu pasti terjadi Di"
Kembali Diana mengeryit dan menatap Victoria dengan bingung
"Apa yang kau mak..."
"Tidak apa-apa Di, tolong bawa Grey kemari"
Diana langsung menutup mulutnya kembali dan dengan patuh keluar kamar, dengan perasaan tidak enak dan bingung
Victoria masih menatap pintu dengan raut wajah datar. Pikirannya mengingat kembali pada hari di mana Edward mengatakan jika dia tidak bisa menemukan Fredrick. Setelah tiga hari kemudian, seperti ucapan Vicroria. Jika Fredrick akan kembali jika dia ingin kembali, dan dia kembali dengan sendirinya tiga hari setelah Edward kembali mencarinya, itu tepat kemarin sore.
Merasa mulai mengantuk, Victoria akhirnya menggerakkan bola matanya dan menatap perapian sambil berguman
"Apa yang terjadi Bash?"
---000---
Jeremmy hanya mendesah lelah saat kembali melirik Fredrick yang kembali menenggak isi gelas minumannya. Dan sialnya di kamarnya. Dalam diam, tanpa berucap apapun bahkan saat mereka kembali tiba di istana, Fredrick terus diam. Pagi hari hingga malam hari, dia akan pergi entah kemana. Lalu malam hari, akan kembali menenggak minumannya. Itu yang sudah dia lakukan selama dua hari kedatangan mereka di istana.
"Anda akan cepat mati jika terus begini, Your Highness"
Fredrick tidak bergeming dan terus menenggak isi gelasnya, bahkan sekarang, dia sudah menenggak dari botol langsung. Jeremmy yang merasa lelah, akhirnya mengabaikan Fredrick. Dia lebih memilih tidur, lagi pula Fredrick pasti akan minum dalam diam hingga dirinya pingsan sendiri.
--000--
Hari ke tiga, pintu penghubung kamar belum juga terbuka. Victoria melakukan aktifitasnya seperti biasa. Mengecek agenda rapat, memikirkan solusi, merombak hal-hal yang menurutnya kurang sempurna, mengusuri urusan istana, mengecek laporan dari parlement dan masih banyak lagi.
Victoria membuang nafas lelah dan mengusap perutnya. Calon bayi-bayinya benar-benar anak yang baik. Mereka seolah mengerti jika ibu mereka punya beban berat dan dengan tenang tumbuh sehat di dalam rahim Victoria tanpa rewel sedikitpun, walaupun Victoria semakin mudah merasa lelah. Pinggangnya jadi mudah pegal dan linu, dadanya semakin sensitive dan nyeri bahkan akhir-akhir ini dia mulai kesulitan untuk menemukan posisi tidur yang nyaman.
"Kalian anak-anak baik. Terus tumbuh sehat nak, ibu akan melakukan yang terbaik untuk kalian"
Dengan bibir tersenyum hangat, Victoria menatap perutnya sambil terus mengusap-usap pelan.
Diana yang melihat itu hanya tersenyum tipis dengan berbagai macam pemikiran dan perasaan tidak nyaman. Rasa khawatir tidak bisa di tekannya lagi, terlebih saat dia mengetahui jika ini sudah hari ke tiga Fredrick tidak ke kamar atau memanggil Victoria ke kamarnya. Bahkan Fredrick tidak tidur di kamarnya! Apa yang terjadi?
"Di.."
Suara Victoria membuat Diana menghentikan pemikirannya dan menatap Victoria yang sedang berdiri
__ADS_1
"Bantu aku mandi"
"Baik Vic"
Dengan patuh, Diana langsung membantu Victoria membuka gaunnya dan membantu untuk Victoria mandi.
Dengan telaten, Diana menggosok lembut tubuh Victoria dan saat di bagian depan. Diana dengan sangat hati-hati menggosok bagian tubuh Victoria. Dada Victoria yang membesar pasti terasa nyeri dan perut Victoria adalah tempat yang membuat Diana harus berkonsentrasi saat menggosoknya.
Setelah semua selesai. Victoria kembali di bantu Diana memakai gaun tidurnya.
"Apa kau ingin makan lagi Vic?"
Victoria menggeleng singkat
"Tidak Di, aku ingin cepat tidur malam ini. Semalam aku kesulitan tidur"
Diana menatap Victoria sambil menimang sebentar. Menimang apakah tidak masalah jika Victoria melewatakan makan malamnya, walaupun beberapa jam yang lalu, Victoria baru makan. Entahlah, Diana menyebut itu dengan makan sore Victoria. Karna Victoria semenjak kehamilannya sering lapar kembali setelah beberapa jam makan siangnya.
"Baiklah. Tapi, jika kau lapar kau harus makan. Ingat Vic, yang harus kau beri makan tiga orang. Kau, dan si bayi-bayi"
Sambil melangkah naik ke atas ranjang, Victoria mengangguk patuh.
"Apa Grey masih bersama Carl dan Lucas?"
Tangan Diana mulai menarik selimut Victoria
"Iya Vic. Nanti biar dia tidur bersama ku. Ingat kan kata dokter Lily jika harus berhati-hati saat tidur dan bermain dengan Grey"
Victoria memutar bola matanya dengan malas
Diana hanya tersenyum dan langsung ke perapian. Menambah kayu bakar lalu meniup lilin-lilin dan meninggalkan satu lilin untuk pencahayaan di dalam kamar Victoria.
Setelah semua selesai, dengan pelan Diana menutup pintu dan menatap pengawal di dekat kamar Victoria.
"Tuan, jika Her Highness membunyikan lonceng atau pun butuh sesuatu, tolong panggilkan saya segera"
"Baik nona. Kami akan menjaga Her Highness seperti biasa"
"Terimakasih tuan"
Setelah selesai dengan urusan persiapan tidur Victoria. Diana langsung menuju Camp kesatria. Selain untuk menjemput Grey, dia juga ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Diana melebarkan arah pandangnya saat masuk ke dalam ruangan camp. Di sana cukup sepi karna memang ini bukan weekend ataupun ada acara.
Diana hanya diam saat terus di lemparkan godaan oleh para kesatria, saat langkahnya menuju ruang santai di sana.
Saat pintu ruang santai yang selalu terbuka itu terlihat. Di sana hanya ada Jeremmy yang tampak sedang membaca kertas-kertas.
"Selamat malam tuan Jeremmy"
Jeremmy langsung menaikkan arah padangnya dan tersenyum
"Selamat malam Lady Diana.." Jeremmy melirik ke belakang Diana. "Ada apa?"
Diana yang melihat lirik Jeremmy paham akan maksut lirikan itu
__ADS_1
"Saya sendirian Tuan. Her Highness sudah istirahat"
"Aahh begitu.. Lalu ada apa Lady?"
"Saya ingin menjemput Grey, tuan"
Jeremmy mengangguk dan memangil seorang kesatria untuk mencari Carl atau Lucas
"Tunggulah sebentar Lady. Silahkan"
Dengan sopan Jeremmy mempersilahkan Diana duduk. Melihat arah pandang Diana yang terus mencari-cari, Jeremmy yang pahampun langsung menjawab pertanyaan di kepala Diana.
"His Highness tidak ada Lady. Dia akan kembali saat hampir tengah malam" Jeremmy melihat jika wajah Diana menjadi semakin penuh tanda tanya dan melanjutkan. "Ada hal yang harus di kerjakannya. Karna itu His Highness masih sibuk bahkan setelah kembali"
Diana mengangguk pasrah dengan isi kepala yang masih penuh tanda tanya. Jeremmy juga menangkap itu tapi, tidak berani untuk mengatakan yang sebenarnya. Dengan pasrah dan mencoba mencairkan suasan, Jeremmy membuka topik pembicaraan yang lain untuk mengalihkan pemikiran Diana.
Cukup lama mereka menunggu hingga seorang kesatria berlarian dengan wajah pias masuk ke dalam ruang santai. Jeremmy yang melihat jika ada sesuatu yang tidak beres langsung berdiri
"Ada apa?"
Kesatria itu masih sibuk mengatur nafasnya, dengan wajah ketakutan mencoba menatap Jeremmy
"A-anjing Her Highness hilang"
"Apa?" Diana ikut berdiri dan ikut menjadi panik. "Bagaimana bisa?"
"Tenanglah Lady"
Jeremmy mencoba menenangkan Diana dengan dirinya yang juga mulai panik karna wajah kesatria itu, jelas seperti habis melihat iblis
"Katakan yang benar"
Kesatria itu menarik nafas dalam dan kembali mencoba menatap Jeremmy
"I-itu.. Anjing Her Highness hilang, Carl dan Lucas me-mencarinya dengan yang lain juga. Te-ternyata ada yang me-melihat...."
"Katakan yang benar!"
Keadaan semakin membuat Diana panik terlebih wajah kesatria itu langsung menunduk saat suara Jeremmy meninggi
"A-anjing Her Highness masuk ke Castle Drachenburg"
Alis Jeremmy mengerut dalam
"Bagaimana Castle Drachenburg bisa terbuka? katakan yang benar!"
Dengan menguatkan segala keberaniannya, kesatria itu menjawab dengan nada suara semakin gemetar
"Ka-karna Lady Calista sudah tinggal di sana"
Dan suara umpatan serta segala sumpah serapah Jeremmy mengisi ruangan, dengan Diana yang langsung membeku di tempatnya
\=\=\=💜💜💜💜
Ayokk jejaknya yokk
__ADS_1
Salam sayang semua