
Setelah penjaga mengumumkan kedatang mereka, dengan dagu tengakat tinggi dan lengan yang melingkar di lengan Fredrick. Victoria melangkan maju dengan raut wajah khasnya... datar. Ekor matanya melirik sekitar yang langsung memberikan semua fokus mereka padanya? pada gaunnya? atau pada Fredrick?, untuk yang kesekian kalinya, Victoria tidak peduli.
Victoria melebarkan arah pandangnya untuk menacari-cari semua keluarganya dan lengkap. Empat pasang suami istri itu lengkap. Di jarak yang tidak terlalu jauh, putra putri mereka pun ada. Senyum hangat Victoria terbit dan kembali memfokuskan arah padangnya pada si pemilik pesta. Uncle Thomas-nya.
Dengan melangkah pasti dan bibir tersenyum hangat Victoria mengikuti langkah Fredrick hingga tiba di depan Duke Thomas dan Duchess Jasmine-nya.
Thomas dan Jasmine menunduk dalam pada Fredrick
"Terimakasi sudah datang Your Highness"
"Selamat ulang tahun Duke Thomas, semoga panjang umur"
Thomas dan Jasmine tersenyum diplomatis dan segera menatap Victoria yang sudah melepaskan tangannya dari Fredrick untuk mempersiapkan gesturnya. Suara Victoria terdengar
"Selamat ulang tahun Your Grace... terimakasih atas undangannya, semoga panjang umur dan sehat selalu"
Setelah Victoria menegakkan lagi punggung dan kepalanya, satu mata Thomas berkedip dengan tersenyum hangat. Victoria membalas dengan senyuman tak kalah hangat dan segera menyiapakan gesturnya di depan Jasmine.
"Selamat malam Your Grace"
"Selamat malam anakku, terimakasih sudah hadir"
Kedua bola mata hazel Jasmine mulai berkaca-kaca yang membuat Victoria tersenyum haru.
"Silahkan nikmati pestanya Your Highness dan anakku Lady Victoria"
Suara Thomas yang terdengar semakin membuat Victoria merasa haru hingga matanya mulai berkaca-kaca.
"Kalau begitu kami ke sana dulu Duke Thomas"
Setelah pamit dari hadapan Thomas, Fredrick membawa Victoria menuju meja yang berisi berbagai macam minuman. Dengan cepat Fredrick menyambar gelas champagne yang db ikuti Victoria tapi, selum sempat sebuah gelas di raihnya, tangan Fredrick menarik gelas itu. Victoria melotot pada Frederick. Dengan acuh dan santai Fredrick meraih sebuah gelas lain untuk di sodorkan pada tangan Victoria yang masih melayang di atas meja. Victoria memutar bola matanya karna tahu isi gelas itu berisi limun.
"Saya sudah dewasa Your Highness"
Sambil mengedipkan bahunya dengan acuh, Fredrick tetap menyodorkan gelas di tangannya yang belum juga di sambut tangan Victoria.
"Belum... kau belum cukup dewasa"
Dengan mengerucutkan bibir ranumnya dengan sebal, Victoria meraih gelas dengan sedikit bertenaga. Fredrick terkekeh.
Tidak berapa lama, beberapa bangsawan segera mendekat pada mereka untuk menyapa dan memulai obrolan. Cukup lama obrolan mereka terus berlanjut yang membuat Victoria mulai jengah. Victoria menegakkan lehernya yang segera di tangkap Fredrick untuk segera menundukkan sedikit kepala agar telinganya lebih dekat dengan bibir Victoria.
"Bolehkan saya menyapa para sepupu saya? ini membosankan Your Highness"
Frederick menatap Victoria sejenak hingga kepalanya mengangguk singkat dengan tersenyum hangat. Merasa sudah mendapat ijin, dengan tersenyum lebar Victoria melepaskan lingkaran tangan mereka.
"Terimakasih"
Kembali Frederick mengangguk singkat dengan senyum hangatnya yang masih setia tercetak di bibirnya. Wajah antusias dengan mata berbinar Victoria menbuatnya juga ikut senang.
Setelah berpamitan dengan Fredrick dan para bangsawan di depannya tadi, dengan dagu terangkat tinggi dan berjalan anggun, Victoria mendekati para sepupunya yang sedang bercengkrama dalam lingkaran keluarga mereka.
"Oh ya Tuhan.... lihat siapa ini..."
Suara Theodore, Earl of Canburry, anak sulung Thomas dan Jasmine segera membuat kepala di lingkaran itu berputar dan tersenyum hangat.
"Selamat malam Lord Theo"
__ADS_1
Theodore langsung terkekeh geli saat suara sapaan Victoria terdengar
"Selamat malam gadis nakal"
Victoria berdecak tidak anggun yang membuat gelak tawa di lingkaran itu terdengar.
"Hei Lady, beri sapaan yang benar gadis nakal"
Kali ini suara pria lain di lingkaran itu terdengar yang membuat Victoria merengut sebal sambil memberi salamnya dengan anggun. Salam untuk putra sulung Albert dan Tatiana.
"Selamat malam Lord Samuel"
"Selamat malam Lady nakal Arathorn"
Setelah ucapannya selesai, Samuel kembali tergelak yang membuat lingkaran di sana ikut tergelak geli.
"Apa saya juga harus memberi salam pada anda Lord Vincent?"
Vincent, anak bungsu dari Charles dan Elis segera mengerling menyebalkan
"Tumben adik nakal kami ini tahu aturan"
Kekehan geli yang menyebalkan kembali terdengar di telinga Victoria, merasa mulai kesal, Victoria segera memindahkan arah pandangnya pada pria lain di samping Vincent
"Selamat malam Lord Peter"
Sambil tersenyum geli, Peter, anak sulung Philip dan Ivon mengangguk singkat dan menjawab
"Kau akhirnya menjadi seorang gadis Vic"
"Berhentilah menggodanya, dia ini 'tunangan' putra mahkota"
Dan benar saja, setelah si 'penyelamat' bersuara, rasa sebal Victoria semakin mejadi hingga mendaratkan satu cubitan di lengan 'penyelamatnya'
"Kau menyebalkan Rebecka"
Rebecka, anak sulung Charles dan Elis mengerling menyebalkan
"Kan belajar darimu... adikku yang nakal"
"Sudah... jangan goda dia lagi"
Suara tenang dan penuh wibawa Juliet membuat kekehan mereka segera terhenti. Victoria menatap Juliet dengan pandangan berterimakasih. Juliet hanya mengangguk singkat.
Celotehan, obrolan dan godaan di lingkaran keluarga itu terus berlanjut, sesekali kekehan mereka terdengar hingga ucapan Theodore membuat keadaan lingkaran menjadi hening
"Dia terus melihat kemari Vic"
Karna bingung, Victoria ingin memutar kepalanya untuk mengikuti arah pandang Theodore tapi,
"Jangan lihat, tetap di posisimu"
Suara Vincent yang berdiri di sampingnya, membuat Victoria mengurungkan segala pergerakannya.
"Sepertinya benar kabar yang berhembus"
Para pria di lingkaran itu mengangguk yakin saat ucapan Samuel terdengar
__ADS_1
"Well.. mata tidak bisa berbohong"
Dengan raut wajah bingung, Victoria menatap Rebecka yang bersuara dan bertanya
"Siapa?"
Dengan tenang sambil memutar mutar gelasnya dengan anggun Juliet mengeringai penuh pesona.
"Tunanganmu"
"Hah?"
Wajah bodoh Victoria membuat para pria terkekeh, Rebecka menutar bola matanya dengan tidak anggun, Juliet kembali bersuara
"Kabar yang berhembus cukup mengejutkan Vic, tapi apa yang terlihat sepertinya benar" Juliet melirik semua wajah di depannya. "Dia tertarik padamu"
"Walaupun matanya terlihat jujur, tapi tetap bisa saja, Itu hanya rencana yang di buat untuk meyakinkan publik jika desas desusnya yang masih memiliki seorang pelacur saat calon tunangannya sudah di pilih terselamatkan. Jangan percaya Vic"
Dengan acuh Rebecka menimpali ucapan Juliet tapi, Juliet segera menggeleng kuat lalu menatap Victoria.
"Tidak... aku yakin dia benar-benar tertarik"
Mulut Victoria akan terbuka untuk mejawab Juliet tapi, segera menutup kembali saat suara Theodore sudah terdengar lebih dulu
"Benar Beck, dia tertarik. Cara memandangnya adalah cara memandang seorang pria yang sangat tertarik pada seorang wanita"
Mengabaikan ucapan Theodore, Rebecka kembali mengedipkan bahunya acuh dan kembali menyesap isi gelasnya. Victoria yang sebenarnya tidak peduli menatap para pria yang mengangguk yakin untuknya
"Ku tebak, jika kau tidak peduli Vic"
Ucapan Samuel membuat keadaan di lingkaran itu yang entah kenapa menjadi lebih serius. Dengan santai Victoria menjawab
"Benar"
"Tapi kau harus peduli"
Ucapan Peter membuat Victoria mengeryit. Peter melanjutkan.
"Kami punya pesan dari para orang tua kita yang selalu di batasi pergerakannya, bahkan hanya untuk bicara padamu"
Ucapan Peter yang sangat serius membuat Victoria menatap semua wajah di lingkarannya, wajah-wajah yang juga sudah menjadi terlihat sangat serius.
Dengan wajah tenang, penuh kharisma dan kehormatan tinggi, suara Theodore terdengar
"Kau harus bermain Vic"
\=\=\=🎀🎀🎀🎀
Terimakasih sekali buat yang masih bertahan di sini dan selalu ngasih support... sayang banyak2 buat kalian karna selalu jadi penyemangat eike.
Terimakasih jg buat yg sudah bersedia mampir.
Kalo berkenan dan karya eike bsa jadi penghibur kalian, yuk sebarkan vote-nya
Jejak kalian di tombol like,komen,bintang lope-nya selalu di tunggu
Salam sayang semua✨
__ADS_1