
Dari luar jendela langit tampak mulai terlihat gelap. Dengan bibir yang sesekali tersenyum karna sesekali sambil melirik Diana yang sedang bermain lempar topi bersama Grey di dalam kamarnya. Victoria akhirnya menyudahi dulu pekerjaan sebagai seorang istri putra mahkota yang tinggal di dalam istana.
Isi gudang pangan istana, seluruh para pekerja, pengeluaran istana, menu untuk seminggu ke depan, rencana acara yang akan ada di dalam seluruh bagian penting sudut istana, laporan upah bayaran pelayan, laporan kesehatan semua pekerja dan penghuni istana dari pemantauan Dolores dan masih banyak lagi hal yang berhubungan dengan istana yang harus mulai dia pahami serta dia perbaiki terlebih karna Raja George yang jatuh sakit serta keberadaan ibu kerajaan yang juga ternyata tidak pernah ikut ambil bagian dalam segala hal di istana.
Ratu yang hanya nama serta tinggal di luar istana itu tidak pernah menyentuh sedikitpun urusan istana padahal untuk urusan sebuah pohon di istana saja, seorang Ratu harus memikirkannya, seperti yang baru saja di periksa Victoria. Vicroria harus memikirkan saat setelah musim dingin, harus mulai mengatur pohon apa untuk di tanam ulang, karna pohon yang tua bisa saja tidak bertahan di musim panas berikutnya dan Victoria harus memikirkan kenyamanan musim panas dengan segera menanam pohon yang rindang dan memberikan kesejukkan. Victoria mendesah lelah sambil menyenderkan punggungnya ke kursi dengan kepala menengadah tidak anggun
"Vic.... sikapmu"
"Sebentar Di, kepalaku sedang sangat sakit sekarang"
Diana mengangguk dengan pasrah dan memberi lemparan topi terakhir yang langsung di tangkap Grey. Dengan cepat Diana langsung berdiri di belakang kursi Victoria dan mulai memijat kepala Victoria. Victoria tersenyum dan segera mengangkat kepalanya untuk mempermudah jangkauan tangan Diana
"Kau ingin air jahe dengan kayu manis Vic?"
Sambil menikmati pijatan di kepalanya dengan mata terjam Victoria mejawab
"Tidak perlu Di, bahan rempah sangat mahal sekarang. Kita tidak perlu memakainya jika tidak penting"
Diana mengeyit
"Kau adalah orang penting Vic. Tidak hanya di dalam istana ini tapi juga di seluruh kerajaan"
Dengan mata terpejam Victoria terkekeh.
"Sungguh Di, aku masih belum terbiasa di perlakukan begini, apa lagi setiap orang yang memanggilku dengan gelar baru. Rasanya masih aneh dan aku punya cerita lucu.." Dengan tangan piawainya yang terus bergerak, Diana tampak antusias dan Victoria melanjutkan ucapannya. "Saat jamuan makan malam. Beberapa kali aku tidak menjawab ucapan tamu saat mereka memanggil hanya dengan gelarku"
Dan obrolan mereka terus berlanjut, kekehan geli Vicroria dan Diana mengisi suara di dalam kamar. Hingga ketika Victoria mulai kembali rileks, Victoria memutar kepalanya untuk mentap Diana
"Di, tolong panggilkan Kelly untuk ke kamarku"
Dengan raut wajah yang jelas menunjukkan ketidak sukaan, Diana menatap Victoria dengan serius
"Aku tidak suka dengan anak tidak sopan itu Vic. Dia besar kepala dan semakin tidak tahu diri saat kau ikut membawanya ke istana utama"
Kepala Victoria mengangguk sambil merapikan isi mejanya dengan tangan Diana yang langsung bergabung.
"Aku tahu Di, karna itu aku ingin menyelesaikannya sebelum masalah akan semakin banyak untukku"
Alis Diana bertut dalam dengan tangannya yang langsung berhenti bergerak.
__ADS_1
"Masalah? Apa dia membuat masalah Vic?"
"Kau sendiri yang bilang jika dia tidak sopan kan? coba jelaskan padaku kenapa?"
Diana mendengus dengan tidak anggun dan kembali ikut merapikan isi meja Victoria
"Saat pagi setelah malam pertamamu. Aku mencari kain bukti keperawananmu di atas ranjang. Dan dia bilang tidak percaya jika darah itu benar-benar darah perawanmu. Terlebih dia yang terus membahas tentang bentuk tubuh His Highness yang saat membuka pintu untuk kami tidak memakai piama atasnya"
"Itu karna dia sudah mabuk setelah melihat tubuh pria murahan itu. Ck! dia tidak punya malu, bisa-bisanya dia memamerkan tubuhnya saat tahu jika pelayanku seorang gadis"
Sudut bibir Diana berkedut geli sambil mengerling menggoda
"Menurutku, itu karna His Highness sengaja memamerkan karya seni di punggung dan bahunya Vic"
Dengan wajah yang mulai panas, Victoria berdecak sebal dan mencoba membuang wajahnya dari Diana
"Dia membuatku malu saja"
Diana terkekeh geli dengan tangan yang akhirnya menyelesaikan semua kertas di atas meja. Lalu pamit untuk keluar kamar memanggil Kelly
Kembali meraih pena bulu dan kertas kosong. Victoria mengguratkan tinta pada kerta dan memasukkan kedalam ampop yang di segel tertutup dengan lambangnya.
"Your Highness"
"Masuk lah Kelly"
Dengan tersenyum lebar, Kelly segera masuk dan menyapa Grey yang sedang tertidur manis di atas ranjang, meski Grey hanya diam dan selalu hanya menatapnya dengan lekat. Kelly tetap percaya diri untuk mencoba akrab dengan anjing cantik itu. Lalu langkahnya sampai di depan meja kerja Victoria.
"Kelly"
"Iya Your Highness"
"Apakah kau suka menjadi pelayan di istana?"
Pertanyaan tiba-tiba Victoria membuat alis Kelly berkerut dalam
"Ada apa Your Highness?"
Sambil memainkan amplop di tangannya, Victoria menatap Kelly dengan lekat
__ADS_1
"Baiklah, kita langsung saja" Victoria menyodorkan amplop di tangannya yang langsung di raih Kelly dengan patuh. "Aku ingin kau menata masa depanmu yang baru Kelly. Aku akan memberikan uang untuk modal hidup barumu dan keluargamu nanti juga memberikan kesempatan untukmu berhenti menjadi pelayan istana"
"Your Highness... Kenapa? apa saya melakukan kesalahan?"
Kedua mata Kelly mulai berkaca-kaca sambil mentap wajah Victoria yang hanya tersenyum tipis
"Tentu saja tidak Kelly. Aku mencoba memberikan kesempatan untukmu. Anggap ini hadiah dariku agar kau bisa menata masa mudamu dan menikmati waktumu dengan baik. Anggap juga ini sebagai rasa terimakasih dariku"
"Tapi Your Highness sa....."
"Aku hanya butuh satu orang di sampingku. Bahkan saat aku nanti naik ke atas tahta. Kau mengerti kan Kelly?"
Kelly langsung menggigit pipi dalamnya saat suara Victoria menjadi tegas, tatapannya berubah datar, menunjukkan jika Victoria sekarang sedang menegaskan sesuatu.
"Tapi...."
"Aku akan menunggu jawabanmu dalam dua hari Kelly. Pikirkan dengan baik, pikirkan semua hal Kelly, karna... " Kedua tangan Victoria menaut di atas meja sambil menatap Kelly dengan semakin tegas. "Karna aku hanya butuh satu orang di sampingku. Dan kau tahu itu siapa. Tidak akan ada yang berubah untuk sekarang dan di kemudian hari"
Dengan nafas yang berubah menjadi berat. Kelly menangkap dengan baik pesan tegas Victoria. Pesan yang langsung mengatakan jika tidak ada kesempatan baginya untuk menjadi pelayan pribadi Victoria. Victoria hanya butuh dan ingin Diana.
"Saya akan memikirkannya dengan baik Your Highness"
Kepala Victoria mengangguk sambil tersenyum tipis
"Aku ingin meminta sesuatu untuk yang terakhir kalinya Kelly"
Kedua bola mata Victoria melirik ampol yang sudah di pegang Kelly. Kelly mengikuti tatapan Victoria dan kembali menatap Victoria dengan wajah penuh tanda tanya
"Berikan surat itu pada kesatria Carl. Secara rahasia. Dia pasti ada di camp kesatria emas. Jika kau berhasil dan tidak membuat kecurigaan, kalung dengan liontin rubi yang dulu pernah di janjikan untukmu akan ku berikan"
Kelly mengangguk singkat
"Baik Your Highness"
Meski berat dan perasaan Kelly berkecamuk dia tetap tidak bisa melakukan apapun. Tujuannya yang baru adalah ingin menjadi pelayan pribadi Victoria, dia merasa bisa meraih itu karna Victoria membawanya ke istana barat tapi, dengan penegasan Victoria barusan, Kelly sepertinya akan memikirkan pilihan yang ada. Dia akan memikirkan untung rugi dan semuanya dalam dua hari. Tapi sekarang amplop di tangannya membuat Kelly sangat penasaran. Bukankah tidak etis jika seorang dengan kedudukan lebih tinggi dan sudah menjadi istri putra mahkota bertukar surat secara rahasia dengan pria lain?
\=\=\=💜💜💜💜
Jangan lupa jejaknya readers....
__ADS_1
Salam sayang semua✨