Behind The Castle

Behind The Castle
**HENRY**


__ADS_3

"Senang akhirnya sa-saya bisa bertemu dengan anda Lady"


"Saya juga senang akhirnya bisa bertemu anda Your highness"


Henry tersenyum hangat yang di balas Victoria dengan tersenyum hangat


"Apa anda su-sudah selesai berdansa?"


Henry mendekat pada meja untuk meraih segelas champagne, Victoria melebarkan arah pandangnya untuk melihat situasi, bukan pada kipas-kipas yang masih terbuka tapi pada uncle-nya yang sedang sibuk bercengkrama dengan para tamu undangan lain


"Saya lelah Your Highness"


Sambil menyesap isi gelasnya Henry tersenyum dengan mata yang terus memperhatikan Victoria


"Apa anda me-mencari tunangan anda?"


Dengan cepat dan kembali menatap pada Henry, Victoria menjawab


"Tidak Your Highness, saya sedang mencari pasangan yang datang bersama anda"


Victoria tersenyum penuh dusta dan ikut meraih satu gelas di atas meja


"Saya datang sendiri La-lady oh... lebih tepatnya sa-saya datang bersama lucas"


"Lucas?"


"Teman sa-saya"


Victoria mengangguk seolah paham dan kembali melebarkan arah pandangnya, di sana, di samping Raja George dan Fredrick uncle Albert dan Thomas-nya menyeringai padanya, Victoria membalas dengan ikut menyeringai


"Maafkan jika saya tidak sopan Your Highness, tapi apakah Her Majesty elisabeth tidak ikut?"


Masih dengan kedua bola mata birunya yang mentap lekat pada Victoria, Henry menggeleng singkat.


"Ini juga ma-maksut dari keinginan saya be-bertemu anda Lady, maafkan atas ketidak hadiran Her ma-majesty"


Victoria menggeleng singkat dan menyesap champagne-nya, Victoria mengeryit saat rasa champagne bertemu dengan lidahnya


"Tidak masalah Your Highness, bagaimana kabar Her Majesty?"


Hendry yang menyadari raut aneh Victoria saat menyesap isi gelasnya tersenyum geli tapi, dia hanya membiarkan dan terus menatap Victoria


"Her Majesty masih be-belum sehat Lady"


"Aahh... begitu"


Kembali Victoria akan menyesap isi gelasnya yang ternyata tinggal sedikit tapi sebuah tangan dengan cepat meraih gelasnya. Victoria segera memutar kepalanya untuk melihat siapa orang yang berani mengambil gelasnya.


"Hallo Henry"


Sambil merengut sebal Victoria menatap Fredrick yang tetap mengamankan gelas di tangannya.


"Ha-halo Fredrick"


Dengan sopan Henry menundukkan kepalanya pada Fredrick, Victoria menaikkan satu alisnya, siap untuk mencerna keadaan.


"Bagaimana kabarmu?"


Henry tersenyum hangat sambil melirik Victoria yang hanya memperhatikannya dan Fredrick

__ADS_1


"Ba-baik Fred"


"Bagaimana Her Majesty?"


Fredrick menyesap hingga tandas sisa champagne Victoria sambil mengerling menyebalkan pada Victoria. Henry terus memperhatikan sambil ikut menyesap isi gelasnya


"Seperti bi-biasa Fred"


"Hhmm... sampaikan salamku padanya"


Hendy mengangguk singkat dengan mata yang kembali menatap Victoria, Fredrick yang menangkap ke mana arah mata Henry yang terus tertuju segera merusak suasana dengan membuka mulutnya


"Dia manis kan?"


Mendengar nada suara Fredrick yang santai tapi juga sudah berubah bahkan tanpa menatapnya, Henry tersenyum


"Sangat manis, se-seperti yang sering terdengar, La-lady Victoria juga sa-sangat menarik"


Dengan tidak tahu malu Fredrick merangkul bahu terbuka Victoria dan mendaratkan sebuah ciuman di kepalanya, Victoria tersentak hingga hampir memukul wajah pria panas itu tapi, dengan kesadaran dan kesabaran yang cukup banyak malam ini, Victoria hanya bisa melotot pada Fredrick.


Fredrick terkekeh melihat mata bulat Victoria yang semakin membulat ketika menatapnya, lalu kembali menatap Henry


"Dengan siapa kau kesini?"


Sambil menghabiskan isi gelasnya yang tinggal sedikit, Henry kembali menatap Victoria yang terlihat tidak nyaman dengan tangan Fredrick


"Lucas Fred, tapi di-dia di luar"


Victoria masih menjadi penonton dan mencoba menilai situasi, sesekali matanya masih melirik pasa uncle-nya dan mencari keberadaan Diana di depan dinding, tempat para Lady-in-waiting biasa menikmati pesta


"Seperti biasa, tangan kananmu itu tidak bisa mendengar suara musik"


"Your Highness.... sering-seringlah datang ke istana, bukankah kita akan menjadi keluarga?"


Ucapan santai dan ramah Victoria sontak membuat kepala ke dua pria tampan di sekitarnya itu segera menoleh padanya. Henry dengan tersenyum lebar dan kedua bola mata birunya menatap Victoria dengan lekat, segera menjawab


"Tentu sa-saja Lady, anda sa-sangat ramah sekali"


Fredrick hampir terbahak mendengar ucapan Henry dan menatap Victoria penuh selidik hingga matanya menyipit, meski dia sudah tahu dan juga tidak tahu maksut dari Victoria.


Victoria mengabaikan maksut dari tatapan Fredrick


"Rambut kalian sama Your Highness"


"Tentu saja, kami saudara"


"Ayah ka-kami sama Lady"


Henry menimpali ucapan Fredrick sambil terkekeh dan Fredrick ikut terkekeh


Kali ini Victoria kembali menyimpulkan jika saudara satu ayah ini cukup akrab tapi, entah kenapa Victoria masih belum cukup yakin


Saat mereka masih terus bercengkrama tiba-tiba keadaan menjadi sunyi, bukan keadaan isi aula tapi, keadaan di antara mereka, karna penjaga pintu mengumumkan nama tamu yang terlambat


"Baron of Webex dan Lady Calista Gafton tiba!"


Victoria segera menukikkan satu alisnya dan melirik Fredrick yang hanya diam sambil menyesap isi gelasnya yang baru, bola mata Victoria kembali bergerak untuk melirik Henry yang tersenyum menatap ke arah pitu.


Dengan tersenyum ramah dan memikat, Calista masuk ke dalam aula dengan melingkarkan tangannya pada Baron of Webex, Adam Gafton, ayahnya. Arah pandangnya melebar, mencari seseorang yang menjadi alasanya untuk datang, dan saat dia menemukan yang di carinya dengan langkah pasti Calista mendekat.

__ADS_1


"Selamat malam Your highness Pangeran Fredrick dan Lady Victoria, selamat atas pertunangan kalian dan maaf atas keterlambatan kami" Seperti baru menyadari sesuatu dengan cepat Baron Gafton menunduk pada Henry. "Maafkan saya yang terlambat menyadari jika anda ada di sini Your Highness Pangeran Henry"


Dengan sopan Baron of Webex memberikan salamnya pada si inti acara dan juga.... Henry? Victoria mulai bertanya-tanya.


Fredrick mengangguk singkat dan Henry tersenyum sambil mengangguk singkat, sedangkan Victoria hanya acuh dengan mengangkat tinggi dagunya hingga suara lembut tapi juga sedikit serak seorang gadis membuatnya kembali melirik pada Fredrick dan Henry


"Selamat malam Your Highness Pangeran Fredrick dan Your Highness Pangeran Henry dan...." Calista menatap Victoria dengan menilai. "Lady Victoria"


Suara kekehan Henry membuat arah pandang mereka tertuju padanya


"Mana ucapan se-selamatmu Cal?"


Mendengar bahasa tidak formal Henry pada Calista, Victoria segera menarik kursi penontonnya.


"Aahh... iya selamat atas pertunanganmu Fredrick dan Lady Victoria"


"Sepertinya saya bisa undur diri sekarang, selamat ber-reuni Your Highness Pangeran Fredrick dan Your Highness Pangeran Hendry" Baron Gafton menjeda dan menatap Calista. "Ayah ke sana dulu nak, selamat berkumpul kembali"


Dengan santai Victoria masih menonton, Fredrick hanya diam dengan Henry yang mengangguk dan mendekat pada Calista


"Lama ti-tidak Bertemu Calista"


Dengan Gentle Henry mencium singkat punggung tangan Calista


"Lama tidak bertemu Hen, bagaimana kabarmu?"


"Selalu se-sehat Cal, bagaimana de-denganmu?"


Calista meraih satu gelas champagne di samping Fredrick dan menatapnya sekilas, lalu kembali menatap Henry


"Sebenarnya sudah beberapa minggu ini angin pergantian musim membuatku kedinginan tiap malam, dan malam ini juga, tapi karna ini pertunangan Fredrick tentu saja aku harus datang"


Dengan anggun Calista menatap Fredrick yang tidak bergeming, Henry hanya terkekeh yang entah karna apa, sedangkan Victoria masih duduk manis di kursi penontonnya


"Kau sa-sakit atau bagaimana cal?" Henry menjeda dan menatap Fredrick sambil tersenyum penuh makna. "Dia sa-sakit Fred"


Fredrick kembali tidak bergeming dan kembali menyesap isi gelasnya yang baru, Calista menjawab Henry tapi dengan arah pandang menatap Fredrick


"Yaa... cukup sakit Hen"


"Semoga kau se-segera sembuh Cal"


Calista tersenyum dengan masih terus melirik Fredrick yang hanya diam, hingga suara Calista yang tertuju pada Fredrick terdengar


"Bagaimana kabarmu Fred?"




HENRY ARISTIDE PHILIP FRANCES CASTALAROX


Age: 23 Y.O


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Hallo readers.... Pangeran Henry sudah muncul nihh.... ada apa lagi di cerita ini? semoga kalian masih tertarik membaca yaaa


Yukk like, komen, bintang, lope-nya biar bikin semangat eike buat ngehalu dan ngetik....

__ADS_1


Salam sayang semua✨✨


__ADS_2