
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu membuat Fredrick melepaskan kertas.
"Your Highness, saya Jeremmy"
"Masuklah Jer"
Jeremmy segera membuka pintu dan menutupnya hingga mengunci pintu?
Fredrick mengerutkan alisnya saat kunci pintu berputat terdengar, akhirnya arah pandangnya menatap Jeremmy yang datang membawa kotak.
"Selamat pagi Your Highness"
"Katakan Jer"
Jeremmy segera meletakkan kotak yang di bawannya ke atas meja kerja Fredrick
"Apa ini?"
Jeremmy segera membuka tutup kotak dan mengeluarkan satu surat
"Ini yang terbaru Your Highness dan ini semua surat dari 7 hari yang lalu"
Fredrick mengeryit saat melihat isi kotak, dan berpindah menatap Jeremmy dengan bingung
"Surat apa ini?"
"Dari Lady Calista, saya tidak tahu mau di apakan surat-surat ini Your Highness"
Fredrick membuang nafas panjang
"Apa kau membacanya?"
Jeremmy menggeleng yakin
"Tidak Your Highness"
Fredrick mengangguk
"Baca saja yang terbaru dan beri tahu aku intinya"
Jeremmy segera merobek amplop. Fredrick yang menunggu Jeremmy membaca, merapikan kertas-kertanya di atas meja saat dia menyadari jika hari sudah hampir siang
"Eemm.. Your Highness"
Setelah kertas-kertasnya rapi dengan langkah lebar kaki Fredrick menuju cermin dan merapikan rambutnya
"Katakan"
"Lady Calista meminta anda untuk datang karna dia merindukan anda dan..." Jeremmy menjeda dan melirik Fredrick yang menarik laci meja kerjanya. "Dan sepertinya dia marah"
Setelah Fredrick mengambil apa yang dia cari, Fredrick berjalan menuju pintu yang membuat raut wajah Jeremmy semakin bingung
"Suratnya buatmu saja, jika ada surat lagi langsung saja ambil untukmu"
Jeremmy mengeryit lalu melirik kotak dengan pandangan jijik.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Grey bergerak-gerak gelisah dan sesekali mencoba menggigit tangan Victoria yang menarik-narik ekornya. Sesekali tawa Victoria terdengar saat Grey berhasil menangkap tangan Victoria ke mulutnya.
TOK TOK TOK
Ketukan pintu membuat Grey menggonggong, Victoria menunggu suara seseorang muncul di balik pintu tapi tidak juga terdengar.
"Itu sepertinya bukan Diana Grey"
TOK TOK TOK
Akhirnya dengan malas Victoria bangkit dari ranjang menuju pintu. Saat pintu sudah di buka, Victoria cukup terkejut karna wajah Fredrick lah yang berada di balik pintu.
__ADS_1
"Your Highness?"
"Hei... Apa kau sudah makan siang?"
Fredrick memperhatikan penampilan Victoria yang luar biasa membuatnya bergejolak hingga Fredrick mengeraskan rahangnya.
"Belum Your Highness"
Fredrick masih terpana dengan pemandangan Victoria yang masih menggunakan gaun tidur tipis, rambut indahnya tergerai dan sedikit berantakan, di saat matahari terang seperti siang ini lekuk dan seluet di balik gaun tidur Victoria sangat terpampang jelas. Fredrick meneguk ludahnya dengan susah payah.
"Your Highness?"
Victoria yang melihat Fredrick hanya diam dengan mata yang menjelajah ke gaunnya langsung terserang rasa malu, seorang Lady pada waktu sekarang masih memakai gaun tidur? dan keadaannya masih berantakan? ini memalukan hingga membuat pipinya memanas.
Fredrick mengejap-ngejapkan matanya untuk mengembalikan fokusnya dan menjaga matanya terlebih, saat ini wajah Victoria sudah memerah dan itu membuat jiwa Fredrick bergejolak liar, Fredrick mengepalkan tangannya dan membuang wajah.
"Aku ingin mengajakmu makan siang, apa kau mau?"
Victoria hanya bisa mengangguk malu dan semakin malu ketika harus mengatakan sebuah kenyataan
"Tapi saya baru bangun dan" Victoria menundukkan kepalannya karna wajahnya emakin terasa panas. "Saya belum mandi Your Highness, maafkan penampilan tidak sopan saya."
Fredrick meremang, rasanya sangat gemas tapi juga membakar dengan cepat, hingga Fredrick menggigit pipi dalanya dan mengepalkan tangannya untuk menahan gejolak pikirannya yang sangat ingin menerjang Victoria ke dalam kamar.
"Tidak... Ekhm.." Fredrick mencoba membasahi tenggorokannya saat suaranya terdengar serak. "tidak masalah, aku akan menunggu di kursi taman"
Masih dengan menunduk malu Victoria mengangguk pasrah.
"Baiklah Your Highness, saya akan cepat"
"Tidak masalah, gunakan waktumu dengan tenang"
Victoria mengangguk dan menatap Fredrick yang langsung membuang muka lagi lalu dengan cepat berbalik untuk melangkah pergi
Setelah punggung Fredrick terlihat semakin menjauh, Victoria menutup pintunya dan mengumpat, jenis Lady seperti apa yang sudah hampir makan siang tapi baru bangun tidur dan masih memakai gaun tidur? Victoria mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah karna merasa wajahnya sangat panas.
"Oh ya Tuhan... aku sangat memalukan!"
-000-
"Your Highness?"
Fredrick yang sudah mencium aroma azela dan vanilla di punggungnya dengan cepat memutar tubuhnya. Victoria sudah selesai dengan urusannya, memakai gaun berwarna putih coklat yang sangat sederhana karna Victoria memilih gaun yang bisa di pakainya sendiri tanpa Diana yang masih belum datang ke kamarnya.
Victoria yang menyadari jika Fredrick terus memperhatikan gaunnya, segera menundukkan kepala dengan sopan.
"Maaf Your Highness jika penampilan saya menyinggung anda" Victoria menggigit bibirnya karna rasa malu yang kembali merayap ke punggungnya. "Karna ini gaun paling cepat yang bisa saya pakai sendiri"
Fredrick mengulum senyumnya dan segera berdiri, rasanya dia sangat gemas melihat wajah malu-malu Victoria
"Aku pikir tadi kau pelayan kebun"
Victoria merengut sebal yang membuat Fredrick terkekeh dan mencubit pipinya dengan gemas.
"Pendampingmu di mana?"
Sudah cukup banyak belajar dari ucapan Edward, Fredrick tidak ingin membuat kesalah dengan membawa Victoria tanpa pendamping saat mereka belum terikat, dia sudah mulai terbiasa dengan 'kehormatan seorang Lady adalah nyawanya' terlebih ini untuk menjaga nama baik Victoria.
"Saya sudah memberi pesan pada penjaga untuk mencarinya Your Highness, mungkin sebentar lagi dia......"
Victoria belum sempat menyelesaikan ucapannya tapi seseorang dengan nafas memburu dan langkah kaki berderap cepat membuatnya segera berbalik.
"Maafkan saya.... maafkan saya Your Highness dan.." Mata Diana membulat saat arah pandangnya segera menangkap tampilan Victoria. "Ya Tuhan my Lady... maafkan saya"
Diana segera membungkuk dalam dan hampir menangis.
Melihat Diana yang bisa saja sebentar lagi akan bersimpu di tanah, Fredrick segera mengangkat tangannya.
"Tidak masalah, ayo..."
__ADS_1
Victoria mengedipkan satu matanya pada Diana yang masih menekan bibirnya agar dirinya tidak mengeluarkan isakan. Diana akhirnya mengangguk lega.
"Kita akan makan di mana Your Highness?"
"Di istana barat, apa kau tidak keberatan?"
Victoria menggeleng
"Tidak Your Highness"
"Sebenarnya aku jarang makan di ruang makan"
Fredrick menggaruk kepalanya yang tak gatal, Victoria menaikkan arah pandangnya untuk menatap wajah tampan Fredrick
"Karna anda sering makan di kamar?"
Fredrick tersenyum tampan dan tangannya sesekali merapikan poni Victoria yang terbuka lebar karna angin yang cukup kencang.
"Tidak, aku biasanya makan bersama Edward dan Jeremmy di camp kesatria"
Victoria mengangguk dan kembali melirik wajah Fredrick yang selama seminggu ini terlihat terus berseri-seri, terlebih senyum hangatnya yang terlihat dari hati, tidak ada lagi senyum nakal dan menggoda, tidak ada lagi senyum dengan banyak makna, membuat Victoria bertanya-tanya kenapa? dan yang terpenting, bagian mana yang asli?
"Makanan apa yang kau suka?"
"Saya suka semua olahan ikan Your highness"
Fredrick mengangguk
"Apa kau punya ikan kesukaan yang khusus?"
Dengan wajah datarnya, Victoria tersenyum tipis
"Saya suka salmon dan tuna Your Highness"
"Hhmm.. apa masakan yang kau suka"
"Psari"
Fredrick terkekeh dan kembali merapikan poni Victoria
"Tentu saja karna itu dari tuna atau salmon kan?"
Victoria mengangguk
"Apa anda menyukai ikan?"
Senyum Fredrick semakin lebar karna dadanya terasa berdesir, saat Victoria dengan santai dan bersahabat bertanya padanya, walaupun dengan wajah datar.
"Aku lebih menyukai daging"
Victoria mengangguk
"Daging apa yang paling anda suka Your Highness?"
"Domba, aku suka domba yang masih muda"
Perbincangan mereka terus belanjut hingga tanpa di sadari oleh keduanya, mereka sudah tiba di depan pintu istana barat.
Dua penjaga pintu yang melihat kedatangan mereka segera menunduk hormat dan membukakan pintu yang akhirnya membuat Victoria dan Fredrick sadar dengan keberadaan mereka.
Diana yang sedari tadi menjadi penonton interaksi mereka, segera melebarkan arah pandangnya mencari seseorang untuk menjalankan misinya.
-00-00-
To Be Continued.....
รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท
Hallo readers... terima kasih masih mau mampir dan masih berniat untuk lanjut membaca..
jangan lupa like, komen. bintang dan lope-nya yaa....
__ADS_1
Salam sayang semuaโจโจ