Behind The Castle

Behind The Castle
**ALBANY DIAMOND**


__ADS_3

Dari depan cermin, Victoria menatap wajahnya yang sudah dipoles sempurnya oleh tangan piawai Diana


"Rambutmu ingin seperti apa Vic?"


"Ambilkan kotak perhiasanku yang berwarna abu-abu Di"


Diana segera menuju cabinet dan mengambil sebuah kotak cukup besar di sana, dia tidak tahu apa isi kotak itu dan tidak pernah juga memegangnya karna Victoria tidak pernah memintanya untuk mengecek atau membersihkan isi perhiasan di dalamnya.


Diana meletakkan kotak itu di atas meja rias, Diana memperhatikan Victoria membuka kotak, Victoria mengeluarkan 3 set perhiasan dan meletakkannya di atas meja. Diana memperhatikan detail dan model perhiasan yang terlihat rumit itu, semua detail tampak penuh dan rumit tapi megah dan elegant, Diana yakin itu bukan berlian biasa karna seumur hidupnya yang pernah menjadi bangsawan, dia belum pernah melihat jenis berlian dengan kilau yang seperti itu


"Pakaikan yang ini Di"


Diana mengambil satu set perhiasan berlian yang di pilih Victoria, berlian berwarna putih dan hijau dengan model yang terlihat elegant, dengan hati-hati tangannya memasangkan anting dan terakhir kalung.


"Wahh ini sangat bagus Vic"


Victoria meraba kalung yang sudah menggantung cantik di lehernya, perhiasan yang banyak menyimpan cerita untuknya.


"Ini berlian putih dan emerald Albany"



Diana membulatkan matanya, ternyata seperti ini berlian yang kabarnya selalu di perbincangkan di kalangan ton, bahkan sudah dari 100 tahun yang lalu banyak orang yang menyelidikit di mana letak tambang berlian Albany tapi, sampai sekarang tempat itu masih menjadi rahasia, karna penasaran Diana melirik dua set perhiasan yang masih berada di atas meja.


Victoria yang menyadari lirikan mata Diana mengeluarkan tiga lagi set kalung dan anting.


Mata Diana berbinar, sangat cantik dan pasti sangat mahal, rasanya dia ingin meraba semua perhiasan itu tapi, dengan cepat dia menggelengkan kepalanya dan dengan cepat memalingkan matanya dari atas meja


"Jadi, kau ingin rambut seperti apa Vic?"


Victoria mengabaikan pertanyaan Diana dan melirik wajah Diana dari depan cermin


"Cobalah Di, yang biru sewarna dengan matamu"


"Kita harus cepat Vic, mereka sebentar lagi akan datang"


Victoria mengerling menggoda


"Kau yakin? tidak akan ada kesempatan lagi"


Diana mengangguk mantap dan raut wajahnya menatap wajah Victoria dengan yakin.


"Tentu saja"


Victoria terkekeh


"Angkat rambutku, buat pola rumit dan jangan pakai poniku"


Diana mengangguk dan dengan segera tangan Diana mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Setelah selesai Victoria menatap tampilan penuh dirinya di depan cermin.


TOK TOK TOK


Grey segera menggonggong mendengar suara pintu di ketuk


"Aahh.... itu pasti mereka Vic"


"Ambilkan dua kotak kecil perhiasaan yang ku taruh di dalam laci Di"


Diana segera berjalan menuju meja rias dan membuka laci. Victoria segera berjalan untuk membuka pintu.


Saat Victoria membuka pintu, di sana sudah ada Jeremmy dengan pakaian pestanya, jas panjang dan rompi berwarna hampir senada, kemeja putih dengan kerah tinggi yang di ikat cravat abu-abu, dan celana pantalon berwarna hitam yang melekat pas pada kaki panjangnya, melihat pakaian yang di kenakan Jeremmy membuat Victoria berpikir, mungkin saja Jeremmy adalah seorang bangsawan. Jeremmy menunduk hormat yang tidak bisa di abaikan begitu saja oleh mata Victoria, bukan karna penampilannya atau wajahnya atau tubuh tegapnya tapi rambut abu-abunya yang memukau di mata Victoria.


"Eekhem... Sudah siap?"


Suara berat yang akhir-akhir ini mulai di kenal Victoria membuatnya segera menatap ke seseorang yang berada di sebelah Jeremmy, di sana Fredrick dengan pakaian formal mewahnya sangat memanjakan mata terlebih wajah tampannya yang entah kenapa menjadi lebih berkilau malam ini tapi, masih tetap tidak bisa mengalahkan kilau rambut abu-abu Jeremmy di mata Victoria.


"Aahh iya... tunggu sebentar"


Fredrick menatap Victoria dengan lekat, Gaun dengan potongan bahu rendah berwarna putih, bordiran biru dan emas rumit di sepanjang pinggang dan merambat ke potongan rendah dadanya, wajah manisnya di poles dengan sempurna yang membuatnya sangat manis tapi juga terlihat dewasa terlebih, lipstik merahnya yang terlihat sangat menantang untuk di rusak oleh bibir lain.


Frederick meneguk ludahnya ketika pikirannya semakin liar, perasanya bergejolak semakin sulit di tahan saat Victoria mendekat padanya setelah menerima sebuah kotak dari Diana. Semakin dekat Victoria semakin kuat aroma bunga azela dan vanilla yang sekarang, sudah hidung Fredrick kenal dengan baik.


Fredrick hanya bisa terdiam tanpa bisa membuka mulutnya terlebih ketika tangan Victoria menyentuh dada kirinya, dia memasangkan sebuah bross dengan berlian berwarna, setelah melihat berlian itu Fredrick baru menyadari jika Victoria juga sedang memakai perhiasan berlian dari tempat asal yang sama, Albany. Berlian legendaris yang langkah tapi, tidak bisa membuat Fredrick mengalihkan matanya dari wajah Victoria.



Suara Victoria membuat kesadaran Fredrick kembali, Fredrick menatap wajah datar Victoria yang memukau dan semakin memukau malam ini.


"Aku suka, apa ini hadiah?"


Victoria menggeleng


"Uang muka untuk bayaran menunggangi kuda"


Fredrick langsung tersenyum tampan dan segera melingkarkan lengannya, dia sudah tidak sabar ingin bersentuhan dengan tangan Victoria terlebih, ingin segera lebih banyak menghirup aroma azela dan Vanilla


Victoria segera melingkarkan tangannya ke lengan Fredrick, Fredrick segera menuntunya ke koridor, dengan dagu terangkat dan anggun Victoria mengikuti langkah Fredrick. Sebelum menjauh dari pintu, Victoria masih bisa mendengar Diana yang pamit pada Grey lalu langkah kaki yang mengikutinya mulai terdengar dari belakangnya.


"Terimakasih, bros ini sangat cantik dan..... langkah"


Victoria tersenyum tipis tidak memalingkan wajahnya sedikitpun, arah pandangnya terus menatap ke depan meski dia tahu Fredrick selalu menoleh atau melirik ke arahnya, entah bagian apa yang di tangkap ke dua bola mata abu-abunya, bahunya kah? dadanya kah? atau perhiasan langkahnya kah?. Victoria tidak perduli karna jantungnya terlalu berdebar untuk bertemu keluarganya di aula utama istana.


-00-00-


"HIS HIGHNESS PANGERAN FREDRICK DAN LADY VICTORIA ARATHORN TIBA!!!"


Fredrick dan Victoria melangkah memasuki pintu aula utama, semua kepala menoleh, semua mata memandang dan menilai penampilan mereka terlebih para wanita dan para gadis, entah siapa yang sebenarnya mereka pandang dengan kipas-kipas mereka yang mulai terbuka saat kepala mereka saling mendekat.

__ADS_1


Victoria mengabaikan semua pandangan mata ke arahnya atau Fredrick? Dengan dagu terangkat tinggi dan wajah datarnya, langkahnya semakin maju ke depan di mana Raja George segera menyambut kedatangan mereka dengan senyum merekah dan sangat lebar, hingga Victoria khawatir jika bibir itu akan robek.


Saat sudah dekat pada Raja George, Fredrick segera memberikan ucapan formalnya.


"Selamat ulang tahu Your Majesty, semoga selalu sehat dan bahagia"


"Terimakasih nak"


Victoria segera melepaskan tangannya dari tangan Fredrick dan memberikan salam anggunnya


"Selamat ulang tahun Your Majesty, semoga selalu sehat dan bahagia"


Raja George mengangguk


Victoria kembali melingkarkan tangannya pada lengan Fredrick, mata Victoria segera melirik Diana yang ikut memberikan ucapan dan kotak kecil yang sudah di siapkannya sebagai kado.


"Apa ini Lady Victoria?"


"Kado Your Majesty"


Raja George akhirnya melirik perhiasaan yang di pakai Victoria dan langsung melirik bros yang terpasang di dada kiri Fredrick. Matanya berbinar dengan senyum yang tidak pudar


"Terimakasih Lady Victoria dan kalian....."


Raja George menjeda bola mata abu-abunya menatap Fredrick dan Victoria secara bergantian. "Kalian terlihat sangat serasih"


Fredrick tersenyum dan menatap Victoria, dengan wajah datarnya bibir Victoria tersenyum canggung.


Setelah memberi salam dan ucapan pada Raja George, tamu undangan segera menyapa Fredrick dan Victoria, dengan canggung dan setengah hati, Victoria membalas sapaan dan obrolan singkat mereka. Ada hal yang selalu mereka bicarakan seperti bagaimana cantiknya Victoria dan gaunnya, atau perhiasaannya, bagaimana indahnya bros Fredrick dan bagaimana serasihnya mereka, semua basa basi dan percakapan yang terus di ulang dari bangsawan yang berbeda membuat Victoria muak. Victoria tahu, jika mereka sedang mencoba mendekat padanya terlebih ketika melihat berliannya dan Fredrick, kesan berlian legendaris yang mereka pakai menunjukkan jika hubungan mereka terlihat baik tapi, itu akan memicu kritik yang semakin membara ketika Fredrick melakukan sedikit saja hal bodoh lagi.


Senyum miring Victoria terbit.


"Duke dan Duchess of Ross tiba!!"


Kepala Victoria segera berputar mendengar penjaga mengumukan nama itu, jantungnya berdegup kencang dan semakin kencang saat nama lain di sebutkan


"Marquess dan Marchioness of Lorne tiba!!"


Belum juga membaik, jangung Victoria yang sudah berdebar kencang dan semakin kencang hingga rasanya ingin meledak ketika nama lain lagi di sebutkan


"Earl dan Countess of Bedford tiba!!"


Tiga pasang suami istri itu segera memasukki pintu dengan sebuah gelar lagi yang tersemat di kalangan para ton 'Powerful Family'


Victoria tersenyum lebar ketika enam pasang mata itu segera menangkap sosoknya dengan berbinar. Keluarganya tiba.


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Hallo readers... terimakasih masih mau mampir, jangan lupa like, komen, bintang dan lope-nya ya...

__ADS_1


Semoga masih kalian semua masih berminat untuk lanjut membaca...


Salam sayang semua✨✨✨


__ADS_2