Berondong Manisku

Berondong Manisku
Sayang, lihatlah aku


__ADS_3

"Lepaskan tanganmu dari tubuhku Mettasha!"


Metta terhenyak dengan apa yang dikatakan kekasihnya itu. Namun dia enggan melepaskan tangannya yang malah semakin dia eratkan.


"Maafkan aku El, aku memang egois, a-aku ..."


"Sudahlah, Lepaskan!" Ucap Farrel menyela.


"Tidak sebelum kamu memaafkan aku!" Ucap Metta lirih.


Farrel menghembuskan nafasnya, "Sudahlah, Aku memang tidak berhak apapun di hidup kamu,"


"El ..." lirihnya.


Farrel perlahan melepaskan tangan Metta, "Pulanglah dulu, biar Mac yang mengantarmu, aku ingin sendiri,"


Metta menggeleng tak percaya, "El, apa kau membenciku gara-gara aku menamparmu? maafkan aku, aku tahu aku salah."


Farrel tetap pada posisinya, tidak menoleh sedikitpun pada kekasihnya itu. Dia harus benar-benar menahan diri.


"Sayang lihatlah aku," ucap Metta bergelayut pada lengan Farrel.


"Astaga, El bertahanlah!" batin Farrel.


Metta meraih tangan Farrel,"Aku salah karena terbawa emosi, Aku minta maaf,"


"Sudahlah jangan terus meminta maaf, pulanglah ini sudah hampir malam." ucap Farrel menepis tangan Metta.


Farrel berbalik tanpa melihat kearah Metta, "Pikirkanlah apa arti aku dihidupmu selama ini!"


"El ...."


"Pulanglah, aku benar-benar sedang ingin sendiri saat ini,"


Farrel memejamkan matanya, lalu dia meraih ponsel diatas meja.


"Mac, kemarilah!"


Metta terdiam dengan bulir bening membasahi pipinya. Dia tak menyangka Farrel yang selalu menomorsatukannya akan bersikap dingin padanya.


Hening


Farrel masih memejamkan matanya, sedangkan Metta masih berdiri di tempatnya, menatap kekasihnya lekat.


"Kau yang selalu bilang akan terus meyakinkanku, tapi mana buktinya?"


Farrel mendengus, "Kau menanyakan bukti padaku Mettasha ...?" Ucapnya dengan berseringai.


"Fikirkan lah sendiri, baru bicara!"


Metta terdiam,


"Sudahlah kau lebih baik pulang, jernihkan fikiranmu, dan fikirkan apa yang tadi aku katakan."


Hingga ketukan dipintu terdengar.


"Masuklah Mac,"


Mac masuk kedalam, dia mengangguk pada Farrel juga Metta.

__ADS_1


"Mac, antarkan Mettasha pulang, pastikan dia pulang kerumah!" Ucap Farrel pada Mac,


"Siap Bos,"


"Aku bisa pulang sendiri!" ketus Metta.


"Diantar Mac, atau aku tidak akan memaafkanmu!"


ucap Farrel tegas.


Metta benar-benar tidak percaya, Farrel yang berada di hadapannya itu terlihat berbeda. Dia tak lagi hangat dan menyebalkan seperti biasanya.


"El, tolong jangan bersikap begini padaku?"


"Bukankah ini yang kau inginkan Mettasha? kau bahkan tidak ingin mereka mengetahui hubungan kita, Aku sudah memenuhi keinginanmu, sekarang giliran kamu memenuhi keinginanku," ucap Farrel lagi.


"Aku akan memenuhi keinginanmu! aku akan menerima apapun mau kamu, tapi tolong jangan begini! Aa - aaku men ..."


"Sudahlah, Aku lelah, pulanglah!"


"Tapi El ...."


"Pulanglah aku mohon," Farrel menundukkan kepalanya.


Metta menghentakkaan kakinya, dengan kesal dia keluar dari ruangan Farrel.


"Mac, jaga dia!" Mac mengangguk lalu keluar menyusul Metta.


Farrel meraih ponselnya kembali, mendial nomor sahabatnya,


"Don aku butuh bantuanmu...!"


"Sekarang juga ..."


"Sialan, baru juga tiba! Dasar ..."


Doni kembali menutup pintu rumahnya dan menguncinya kembali.


Metta melangkah keluar dari kantor, menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk memasok dadanya yang bergemuruh.


"Kenapa dia jadi begitu pemarah sekarang! apa dia bisa berubah secepat ini,"


Metta berjalan gontai menuju mobil yang telah terparkir didepan kantornya.


Mac membuka pintu mobil dan Metta masuk kedalamnya, Mac kemudian berjalan kearah kemudi Mobil, namun ujung matanya dapat menangkap siluet Farrel yang tengah menatapnya dari jendela kantornya. Mac kemudian tersenyum sebelum akhirnya masuk dan melajukan mobilnya.


"Mac apa aku keterlaluan?" Mac menggeleng,


"Saya tidak tahu nona," jawab Mac singkat.


Metta memejamkan matanya, "Apa yang harus aku lakukan Mac,"


Mac menatap Metta dari spion, "Bersabarlah nona ..."


.


.


Metta kembali kerumah, dia membuka pintu kamarnya dan merebahkan dirinya diatas ranjang.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan?"


Sri masuk setelah mengetuk pintu, namun Metta tak mendengarnya, "Sha?"


"Iya bu,"


"Bagaimana Nak?"


Metta tertunduk lemah, "Farrel marah Bu, aku menamparnya,"


"Astaga, kenapa kamu tidak menahan emosimu, kasihan dia," Sri mengelus dada.


Metta menopang dagunya, "Kok ibu malah belain dia, yang anak ibu itu aku atau dia?"


"Ibu gak belain siapa-siapa! Ibu kasihan dengan Nak Farrel dan menyayangkan sikap mu Nak!"


"Seharusnya kamu bisa menjelaskan baik- baik!"


Sri kemudian keluar dari kamar Metta, Metta beranjak dari ranjang dan berjalan membuka lemari, "Kenapa semua orang berpihak padanya,"


Metta kemudian keluar dari kamarnya dengan handuk yang melingkar di lehernya, berjalan menuju kamar mandi, namun saat hendak masuk kamar mandi, Andra menahannya.


"Tunggu kak, apa kakak marah pada bang Farrel?"


Metta memutar malas matanya, "Sudah lah nyon, jangan ikut-ikutan juga! dah sana aku mau mandi."


"Kak, maafkanlah dia! Dia hanya berniat baik, hanya ingin membantu kakak," Andra menahan pintu kamar mandi agar tidak ditutup.


"Sudah sana, apa mau disiram?"


Andra kemudian memilih langkah seribu, dia bergegas meninggalkan kakaknya yang tersulut emosi.


Metta mengguyur kepalanya dengan air, hingga kepalanya yang berat itu terasa lebih ringan. Lalu Metta menarik nafas panjang dan kembali dihembuskannya.


"El, Aku mencintaimu." lirihnya


Sementara ditempat lain


Setelah beberapa waktu Tiwi akhirnya tiba di kantor, saat suasana kantor sudah sepi.


"Sialan, lihat saja! aku akan memberi perhitungan dengannya."


Tiwi mengambil tasnya dan berlalu pergi dari kantor.


.


.


Jangan lupa like dan komen nya yaa, Author sangat berharap melihat jejak-jejak bertebaran lagi🤣 karena itu membuat Author receh ini tambah semangat.


Hayo siapa yang belum like🤭 sana ulangi lagi.


Rate 5, Fav dan jangan lupa gift nya juga yaa..


Semoga kita saling bersinergi ā¤ dalam kehaluan ini.


Selamat malam dan selamat beristirahat, jangan bergadang, ingat pesan bung Roma🤣


Terima kasih😘

__ADS_1


__ADS_2