
Doni bergeleng kepala, "Ada-ada aja sih, Nis!"
Bening dan Renita yang berada disampingnya pun hanya mengulum bibir.
"Dah kalian istirahat yaa, Kak Doni jiga mau langsung balik, besok kak Doni kesìni lagi!"
"Iihhh ... kok pulang, nanti yang jagain kita di sini siapa?"
"Kan ada abang! Lagian kamu pake ikut segala sih!"
Andra yang muncul dari belakang, mereka tengah mempersiapkan untuk pesta barbeque nanti malam, segala rencana dadakan sudah dipersiapkan Jaka dan juga Irfan, setelah itu mereka tinggal menunggu tim Andra yamg juga tengah dalam perjalanan.
"Ya udah kalau gitu Nissa mau ikut pulang sama kak Doni!" ucap Nissa dengan mendekap kedua tangannya di dada.
"Nah kan nih bocah kebiasaan!" timpal Andra dengan kesal.
Doni menghela nafas, memberikan pengertian pada Nissa itu harus dengan perlahan-lahan, sementara Bening dan juga Renita saling pandang.
"Kak Doni masih ada pekerjaan yang harus kak Doni urus, Nissa."ujarnya.
"Tahu deh, Nissa sebel sama kak Doni, gak jadi saranghae sama kakak!" ucap Nissa dengan menghentakkan kakinya.
Nissa berlalu menaiki tangga yang disusul oleh Bening dan juga Renita, mereka masuk kedalam kamar yang tadi di tunjukkan oleh Doni.
"Biarkan saja bang, adikku emang begitu. Dia suka gak nyaman sama tempat baru, apalagi gak ada ibu, maklum bocah!"
Doni menghembuskan nafas panjang dengan mata yang menatap pintu kamar yang ditempati Nissa.
"Kalau sibuk pulang aja gak apa-apa bang!"ucap Andra lagi.
"Hem ... mungkin nanti malam saja."
Dia fikir apa arti saranghae yang dia ucapkan, dasar bocah.
.
"Heh Nis, kok malah mau pulang lagi sih! Kalau gitu ngapain kita kesini?" ucap Bening dengan meletakkan tas ditepi ranjang.
"Tahu nih, udah susah-susah kita dapat ijin orang tua biar bisa ke sini, dasar be go!"
Nissa menarik rambut Renita, "Heh, siapa yang be go, kalau gue gak pulang terus gue disini jadi kambing conge gitu nungguin kalian pacaran! Ogah mending pulang!"
Bening merangkul bahunya, "Kesempatan ini Niss, masa iya kita nyia-nyiain gitu aja, lagian bang Andra juga gak keberatan kalau pacar kita pada nyusul kesini."
"Iya ... gue yang keberatan, abang gue bisa mojok bareng lu kan," tunjuknya pada Renita.
Mereka berdua cekikikan, sementara Nissa merengut, "Kan nyebelin sumpah!"
"Iya kapan lagi coba, iya gak Ning?"
"Huum ... makanya lu cari pacar, biar tahu rasa deg-degan nya hati ini!" seloroh Bening.
__ADS_1
Mereka berdua kembali terbahak,
"Temen gak ada ahlak emang kalian ini." ucapnya dengan melemparkan bantal pada mereka berdua.
.
.
Doni tengah dihalaman belakang, duduk berselonjor kaki dengan mengotak-ngatik laptopnya, sesekali pandangannya tertuju pada Jaka dan juga Irfan yang tengah siap-siap berenang, sementara Andra entah dimana.
Nissa keluar dari kamar, mendengar gemericik air dan suara-suara ribut Jaka dan juga Irfan dari belakang.
Dia kemudian berjalan menuju halaman belakang, dan melihat Doni yang tengah duduk.
Eeh ... Nissa pikir dia pulang tadi, hihihi.
Nissa pura-pura menelepon, dia menempelkan ponselnya di telinga.
'Iya kak, kak Sha baru tahu kan kalau dia begitu! Makanya Nissa sebel,'
'Nissa pengen pulang aja, bete juga disini kak,'
Nissa berjalan lebih maju, dan membelakangi Doni.
'Hah ... kak Sha mau nyusul kesini? Bareng bang El juga? Iya ... iyaa ... Nissa gak bakal bilang ibu, kalau dia begitu! Nissa takut bikin ibu sedih, kalau anak bungsunya sudah tidak suci lagi.'
Doni terhenyak dari duduknya, dia yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Nissa kini bangkit.
Lalu dia berbalik dan tersentak sendiri karena dia menabrak tubuh Doni.
Nissa berpura-pura kaget, walau nyatanya dia memang kaget dengan Doni yang sudah berada didepannya dengan wajah yang sulit diartikan.
"Astaga, kak Doni? Nissa pikir kak Doni sudah pulang."
"Kakak kamu mau kesini?"
Nissa mengangguk, "Maaf kak, habisnya Nissa bingung!"
Doni memijit keningnya, "Nissa ngomong apa sama mereka?"
Nissa menundukkan kepalanya, dan berpura-pura semakin sedih. "Nissa...."
Doni mulai berdecak, dia melihat sekilas ponselnya, takut kalau Farrel meneleponnya, lalu kembali memasukkan ponsel kedalam saku celana.
"Tapi kalau kak Doni mau pulang, pulang aja. Nanti kak Sha sama Bang El mau kesini."
"Nissa belum jawab, Nissa ngadu apa sama mereka?"
"Nissa bilang aja kalau kak Doni ... kalau kemarin ituuu...." Ujar nya dengan sengaja menggantung.
"Itu apa ..., bicara sepotong-sepotong!"
__ADS_1
"Kalau Nisss bilang kak Doni itu...."
"Nissa astaga...."
"Nissa gak ngaduin kak Doni kan?" tanya Doni penasaran.
"Kalau kak Doni gak mau Nissa aduin, kak Doni jangan pulang!"
"Iya Kak Doni gak jadi pulang!" ujar Doni.
Membuat Nissa yang menunduk kini mendongkak dengan wajah berseri. "Benaran? Yeeee...."
Nissa bersorai, membuat Doni bergeleng kepala. Dasar bocah
"Gitu dong kak, Nissa kan jadi saranghae lagi sama kak Doni, Nissa tuh gak ada temen tahu disini, lihat aja tuh duo racun asik berdua, mereka mana bisa jagain Nissa, tuh bang Andra sibuk pacaran sana Renita, si Bening tuh lagi nungguin pacarnya datang, makanya kalau kak Doni pulang, aku mau ikut pulang aja!"
"Oh jadi gara-gara itu."
"Nissa kan bisa berenang, bisa nyanyi-nyanyi karoke juga di atas," jelas Doni.
"Nissa gak bisa berenang kak Doniiii...." ujarnya dengan merengut.
"Iya kak Doni gak jadi pulang, pulangnya bseom bareng kalian lagi."
"Terima kasih kak Doni."
Cup
Nissa berjinjit mencium pipi Doni, membuat Doni terkesiap itu membelalak.
"Nissa jangan suka nyosor-nyosor gitu!" Ucap Doni dengan mengusap pipinya.
Dia melihat ke arah Jaka dan juga Irfan, takut jika mereka melihat apa yang dilakukan Nissa, namun ternyata mereka sibuk berenang dan tidak memperhatikan.
"Itukan karena Nissa senang! Nissa juga suka gitu sama Ibu."
"Dan Nissa gak bilang apa-apa sama kak Sha," ujarnya.
Nissa kembali masuk ke dalam rumah, duduk di sofa dan menyetel televisi, Doni menggelengkan kepalanya, lalu menyusulnya kedalam.
"Nissa ..."
Nissa menoleh, namun memasang wajah datar,
"Nissa mencium ibu sama mencium kak Doni kan beda, kak Doni kan cowok, kalau kak Doni khilaf bagaimana?"
"Bagaimana apanya? Udah deh kalau cuma mau bikin penasaran, kak Doni gak usah nerang-nerangin, ujung-ujung nya kak Doni gak bisa jelasin apa-apa, malah bikin Nissa semskin penasaran tahu!"
Doni menghela nafas, bagaimana dia menjelaskan padanya.
Si Andra kemana lagi tuh, kenapa jadi aku yang repot harus jelasin, bagaimana juga cara jelasinnya. Sampai kamu paham, malah makin penasaran gimana! Haiishh....
__ADS_1
"Nissa...."